
Ke esokan harinya......
Sesuai janji yang di ucapkan kemarin siang, Abimanyu menepati janjinya untuk mengajak anak anak nya bermain ke arena bermain.
Deliana pun ikut mempersiapkan kedua anaknya dan Arsyan menunggu di sekolahnya untuk di jemput, Abimanyu bahkan sudah bersiap dengan style santai nya sambil mengerjakan pekerjaan dari handphone nya.
''Anak Mama udah cantik dan tampan, suster yang gendong yah sayang, Mama mau siap siap dulu takut keburu Kak Arsyan bubar sekolahnya. ''
ucap Deliana saat setelah memakaikan sepatu pada Isya dan Tama.
Deliana langsung meminta suster untuk menjaga kedua anaknya karena suaminya sibuk dengan handphone nya, Deliana langsung menuju kamarnya untuk bersiap siap.
Hanya lima menit Deliana sudah siap dengan pakaiannya dan juga cadarnya yang terpasang menutupi wajah cantiknya, Abimanyu pun sedang bermain dengan kedua anaknya saat Deliana keluar dari kamar.
''Ayo sayang kita berangkat sekarang, jangan sampai Arsyan yang menunggu kita datang menjemput. ''
ucap Abimanyu saat istrinya menghampiri.
Deliana langsung menggendong Tama dan segera menyusul suaminya yang berjalan keluar rumah duluan, kedua pengasuh si kembar pun mengikuti keluar rumah.
Abimanyu yang mengemudikan mobilnya langsung, sebelumnya memberikan putrinya pada pengasuh dan Deliana tetap menggendong Tama hingga duduk di dalam mobil di samping Abimanyu.
''Kamu membawa pakaian ganti untuk Arsyan kan sayang?? ''
ucap Abimanyu saat memulai menjalankan mobilnya.
''Sudah Mas dan ada di tas yang di simpan di kursi belakang. ''
ucap Deliana dan Abimanyu mengangguk.
Mobilpun langsung bergerak di kemudikan Abimanyu menuju sekolah Arsyan, perjalanan hanya sepuluh menit akhirnya sampai di sekolah Arsyan yang masih tampak sepi karena memang belum waktunya bubar sekolah.
Deliana langsung keluar dari mobil sambil menggendong Tama untuk menunggu Arsyan di dekat gerbang sekolahnya.
Deliana tersenyum saat melihat anak anak mulai keluar menuju gerbang sekolah dan Deliana pun melihat Arsyan yang berjalan di tuntun oleh pengasuhnya.
''Alhamdulillah tepat waktu datangnya pas dengan Arsyan bubar sekolah. ''
ucap Deliana sambil menunggu Arsyan sampai di gerbang sekolah.
Arsyan langsung melambaikan tangannya saat melihat Deliana dan Arsyan pun sedikit berlari menghampiri Deliana dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
''Mama sama Papa jemput Kakak ternyata. ''
ucap Arsyan saat sampai di hadapan Deliana setelah mencium tangan Deliana.
''Jadi dong Sayang, kan sesuai kesepakatan yang Papa ucapkan juga, mau jemput Kakak sebelum kita menuju arena permainan. ''
Ucap DEliana dan membuat Arsyan mengangguk.
DEliana memberikan isyarat agar pengasuh membawa Arsyan menuju mobil karena dia tidak bisa menuntun Arsyan karena sedang menggendong Tama.
Arsyan langsung mencium tangan Abimanyu saat masuk kedalam mobil dan Abimanyu meminta suster mengganti pakaian Arsyan.
''Ganti pakaiannya sama suster yaa Kak, Mama susah soalnya. ''
Ucap Deliana saat Suster yang mengasuh Arsyan mengeluarkan pakaian yang Deliana siapkan.
Abimanyu kembali mengemudikan mobilnya menuju pusat permainan terbesar di kota, karena janjinya pada anak anaknya untuk membawa bermain ke arena game.
Perjalanan hanya dua puluh menit dari sekolah Arsyan akhirnya sampai di arena terbesar permainan di pusat kota, Abimanyu mencari parkiran yang pas agar tidak terlalu jauh ketika pulang nanti.
''Kasihkan Tama sama susternya, biar bisa di jaga dan bebas bermain. ''
Deliana mengangguk dan memberikan Tama pada suster yang mengasuhnya, Deliana langsung keluar sari mobil mengikuti Abimanyu yang terlebih dahulu keluar dari mobil.
''Papa boleh kan Kakak mencoba semua permainannya?? ''
ucap Arsyan antusias saat Abimanyu menuntunnya menuju pintu masuk.
''Boleh dong Kak, Papa sudah siapkan tiga kartu untuk anak anak Papa, tapi ingat kamu harus nurut sama suster dan jangan jauh jauh dari suster yaa. ''
ucap Abimanyu memperingati putra sulungnya dan Arsyan mengacungkan jempol nya tanda setuju.
''Suster tolong jaga Arsyan yah, ini kartunya untuk bermain setiap permainan dan jangan biarkan Arsyan menaiki permainan yang berbahaya. ''
ucap Abimanyu sambil memberikan kartu kepada suster yang mengasuh Arsyan.
Suster pun mengangguk dan langsung membawa Arsyan masuk ke area bermain yang begitu di penuhi anak anak.
Kedua suster si kembar pun sama di berikan kartu oleh Abimanyu dan membiarkan suster yang menjaga si kembar.
Deliana hanya duduk dan memperhatikan suaminya yang sedang memberikan pengarahan kepada suster yang menjaga ketiga anak anaknya.
__ADS_1
''Ayo sayang kita kencan berdua, biarkan anak anak di jaga suster. ''
ucap Abimanyu saat menghampiri Deliana dan membuat Deliana melototkan matanya karena suaminya sangat licik.
''Kamu memang Papa yang kejam Mas Abii, aku gak mau kencan sama kamu dan lebih baik aku nemenin anak anak ajah. ''
tolak Deliana dan membuat Abimanyu menghembuskan nafasnya.
''Yasudah deh maaf yah sayang, kamu jaga dulu anak anaknya yah. Mas mau belikan minuman sama makanan untuk anak anak. ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
''Untuk si kembar gak usah karena aku udah siapkan makanan nya khusus. ''
ucap Deliana dan di iyakan oleh Abimanyu.
Deliana menghampiri ketiga anaknya yang bermain di arena yang sama, ternyata Arsyan memang kakak yang pengertian dan mau bermain di arena yang bisa di pakai oleh adik adik nya.
Deliana larut dalam memperhatikan ketiga anaknya yang bermain permainan, hingga tidak menyadari suaminya sudah berada di sampingnya.
''Bahagia itu sederhana ternyata. ''
ucap Abimanyu dan membuat Deliana menoleh lalu tersenyum di balik cadarnya.
''Sangat sederhana Mas Abii, melihat anak anak tertawa bahagia adalah kebahagiaan yang sempurna bagi orang tuanya, termasuk kita kan sebagai orang tua. ''
jawab Deliana dan Abimanyu menganggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan Deliana.
Abimanyu memberikan satu kantong makanan dan minuman untuk suster yang mengasuh ketiga anak nya, sedangkan makanan untuk anak anaknya dan untuknya di pegang oleh Deliana.
''Semoga rumah tangga kita langgeng sampai maut memisahkan dan tidak ada cobaan berat menimpa, Mas bahagia memiliki kamu dan ketiga anak kita, makasih Deliana Aisyah karena dulu kamu bersedia menikah denganku walaupun penuh paksaan. ''
ucap tulus Abimanyu dan membuat Deliana tersenyum sambil menatap Abimanyu.
''Amin ya allah......semoga doa kita ijabah oleh allah, aku ikhlas saat itu menerima pernikahan kita Mas Abimanyu Dirgantara, makasih sudah menjadi suami dan Papa yang terbaik untuk aku dan anak anak, tetaplah menjadi suami penyayang dan perhatian. ''
ucap tulus Deliana dan Abimanyu langsung membawa Deliana kedalam dekapannya lalu mencium puncak kepala Deliana penuh sayang.
TAMAT............
''Hai kakak kakak semuanya......terimakasih karena sudah mengikuti ceritanya dari awal hingga akhir ceritanya, makasih yang sudah memberikan hadiah, voute, like dan komentarnya. Ceritanya tamat dan maafkan kalau endingnya kurang berkesan, semoga kakak kakak semua selalu ada di dalam lindungan Nya dan sehat selalu, salam dari saya Author Jeny Chanπππππ. ''
__ADS_1