IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Rutinitas Pagi Abimanyu untuk Deliana.


__ADS_3

Abimanyu masih setia membuka matanya menjaga Deliana, dia masih tidak percaya kalau Deliana sudah sadar dari tidur panjangnya selama tiga minggu.


Hanya ucapan syukur yang Abi panjatkan saat ini.


Abi melirik ke arah putra nya Arsyan yang sangat pulas dan tertidur sambil menggenggam lengan Mamanya begitu posesif.


''Entah rencana apalagi yang allah berikan untuk rumah tangga kita kedepannya Deliana, Mas hanya berpesan kalau kita harus hadapi bersama sama karena saat ini kita di emban untuk menjaga tiga malaikat kecil yang akan mewarnai kehidupan rumah tangga kita. ''


ucap Abimanyu sambil beranjak dan mencium kening Deliana juga Arsyan.


Waktu menunjukan pukul satu dini hari dan Abimanyu memilih tertidur di sofa karena tidak ingin mengganggu Deliana dan Arsyan dengan pergerakannya.


Pagi hari menjelang.......


Abimanyu membuka matanya pukul lima pagi dan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap Sholat subuh, Deliana dan Arsyan masih tertidur pulas.


Abimanyu melaksanakan sholat dengan begitu khusyu dan di akhiri dengan doa kepada tuhannya, bahkan Abimanyu meneteskan air matanya di sela doanya.


''Tubuh Deliana masih lemah, kayanya pagi ini di lap air hangat ajah seperti hari hari biasanya. ''


ucap Abimanyu sambil merapihkan alat sholatnya.


Abimanyu membuka handphone nya dan melihat satu pesan masuk dari Bunda Nida yang memberitahukan akan membawakan sarapan untuknya dan Arsyan karena sarapan untuk Deliana khusus di buatkan oleh Amanda.


Abimanyu mengiyakannya dan langsung menyimpan kembali handphone nya, lalu menghampiri Deliana yang terlihat sedikit bergerak dan tak lama mata Deliana terbuka.


''Pagi Sayang......''


ucap Abimanyu dengan senyuman hangatnya.


''Pagi Mas Abii....jam berapa sekarang mas?? ''


ucap Deliana sambil melepaskan pegangan tangan Arsyan pada lengannya.


''Pukul Lima pagi lewat tiga puluh lima menit, kenapa menanyakan jam?? ''


ucap Abimanyu sambil membantu Deliana duduk bersandar.


''Aku mau sholat subuh Mas kan udah lewat tuh. ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu terdiam.


Deliana langsung menatap curiga pada suaminya yang terlihat terdiam saat Deliana berbicara mengenai sholat subuh, sungguh Abimanyu sulit menjelaskannya saat ini karena Deliana masih dalam keadaan nifas.


''Mas Abii.....aku baru menyadari kalau perutku kenapa kempis yah, janin di dalam kandungan aku kemana Mas Abii?? ''

__ADS_1


ucap Deliana tiba tiba sambil meraba perutnya yang rata karena biasanya setiap pagi kedua janinnya pasti ada pergerakan.


''Kamu sudah mengingat semua nya sayang?? ''


ucap Abimanyu dan Deliana menggelengkan kepalanya.


''Mas akan ceritakan karena kamu sudah menyadari kalau perut kamu saat ini sudah rata. ''


ucap Abimanyu kembali karena melihat Deliana terdiam dengan tangan yang mengelus perutnya.


''Ceritakan Mas Abii, aku penasaran kenapa bisa ada di rumah sakit yang konsepnya seperti kamar hotel dan sangat mewah. ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu tersenyum samar lalu mengusap pipi Deliana.


''Tiga minggu lalu kamu pingsan dan mengalami kontraksi lebih awal, tekanan darah kamu turun drastis karena kamu panik, kedua janin kamu selamat dan berhasil di lahirkan walaupun kondisinya prematur dan sekarang masih di rawat di ruang incubator karena berat badannya masih kurang dari bayi normal pada umumnya, kamu mengalami koma selama tiga minggu Sayang dan kemarin adalah hari dimana kamu sadar, ucapan pertama kamu adalah Arsyan. ''


ucap Abimanyu menjelaskan nya secara singkat dan membuat Deliana bernafas lega.


''Alhamdulillah kedua janin aku selamat dan aku sempat berfikir kalau buah hati kita keguguran Mas Abii tapi aku bersyukur karena allah masih menghendaki kita di titipkan anugrahnya. ''


ucap Deliana dan Abimanyu mengangguk.


''Kamu masih dalam kondisi nifas dan tidak di perbolehkan sholat dulu, ngertikan sayang?? ''


ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.


''Siapa yang menggantikan pembalut dan membersihkan tubuhku selama gak sadar Mas?? ''


ucap Deliana sambil menatap suaminya.


''Mas yang membersihkan kamu setiap pagi di lap pakai handuk dan air hangat, pembalut juga Mas yang ganti setiap pagi kalau sore di gantikan sama suster atau kalau ada Bunda suka Bunda dan Mama Amanda juga. ''


jawan Abimanyu dan membuat Deliana bernafas lega.


''Aku hanya khawatir orang lain yang menggantikannya Mas dan boleh pagi ini aku ke kamar mandi saja?? membersihkan tubuhnya tapi di temani Mas Abii juga ke kamar mandinnya. ''


ucap Deliana dan Abimanyu mengiyakannya.


Abimanyu langsung menggendong Deliana dan botol cairan infusnya di pegang Deliana, perlahan Abimanyu mendudukan Deliana di kursi plastik khusus pasien yang ada di dalam kamar mandi.


Dengan telaten Abimanyu melepaskan satu persatu pakaian yang ada di tubuh Deliana, Deliana meminta di mandikan dan Abimanyu mengiyakannya.


Abimanyu sebenarnya sedang menahan sesuatu yang bergejolak di tubuhnya setiap membersihkan tubuh Deliana namun sekuat tenaga Abimanyu menahannya.


Deliana hanya fokus mengangkat satu tangannya yang ada infusnya agar tidak terkena air dan sabun mandi, Sesekali Deliana tersenyum melihat suaminya yang begitu fokus dan tidak ada senyum di wajahnya.

__ADS_1


''Terimakasih dan maafkan aku yah suamiku sayang, aku janji akan membalas semua perlakuan kamu sama aku sayang, aku sayang Mas Abimanyu. ''


ucap Deliana tiba tiba dan membuat Abimanyu langsung menghentikan membersihkan tubuh Deliana.


''Mas juga sangat sayang sama kamu dan sudah kewajiban Mas sebagai suami kamu untuk mengurus kamu karena Mas gak rela siapapun melihat tubuh kamu, karena semua yang ada di tubuh kamu hanya milik Mas. ''


ucap Abimanyu dan Deliana tersenyum.


Tiga puluh menit kemudian Deliana selesai mandi dan tubuhnya sudah segar, Abimanyu sengaja membaluri tubuh Deliana dengan minyak kayu putih aromatherapy agar tubuh Deliana hangat dan wangi.


Abimanyu kembali menggendong Deliana dan mendudukannya kembali ke ranjang, membenarkan kembali botol infusnya, Abimanyu menyelimuti kaki Deliana sebatas paha agar tidak kedinginan.


Deliana meminta di pakaikan hijab instan dan Abimanyu mengabulkannya, Deliaana begitu malu saat orang orang melihat wajahnya tanpa hijab menutup rambutnya.


Arsyan masih tertidur pulas sama sekali tidak terganggu dengan pergerakan kasur di sampingnya, Deliana dan Abimanyu membiarkan nya karena tidak ingin membuat Arsyan terbangun dan membiarkan Arsyan membuka matanya sendiri.


''Sepertinya Bunda sudah datang deh, sebentar yah Sayang. Mas mau buka pintunya dulu. ''


ucap Abimanyu setelah memakaikan hijab di kepala Deliana.


Abimanyu membuka pintunya dan ternyata benar, Bunda Nida, Mama Amanda dan Ayah Farhan yang datang.


''Banyak banget yang di bawanya seperti mau tamasya saja Ayah. ''


ucap Abimanyu saat melihat Ayah Farhan membawa dua keranjang di tangan kanan dan kirinya.


''Aishh....sekarang bisa yaa ledekin Ayahmu ini, kemarin kemarin kemana tuh candaannya. ''


sindir Ayah Farhan dan Abimanyu hanya tersenyum membalasnya.


Ayah Farhan tersenyum saat melihat Deliana sudah rapih dan kepalanya tertutup hijab, Amanda langsung menghampiri dan memberikan susu yang sudah hangat untuk di minum Deliana.


''Deliana sudah sadar kalau perutnya rata dan Abii hanya menceritakan intinya saja Ayah. ''


ucap Abimanyu saat membantu Ayah Farhan membawa barang barangnya.


''Syukur lah kalau sudah sadar karena kita gak ada wewenang memberitahukan nya dari awal dan membiarkan Deliana yang menyadarinya dulu. ''


jawab Ayah Farhan dan Abimanyu mengangguk.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.......


__ADS_2