
Setelah Arsyan aman, Deliana langsung segera menuju pintu keluar dan akan pamit melalui pesan singkat kepada Ibu mertuanya.
Deliana langsung mengemudikan mobilnya menuju kediaman Bunda Nida, Deliana sedang merangkai kata dan merangkai persyaratan untuk kedua orang tuanya.
''Di sisi lain aku gak mengindahkan poligami tapi di sisi lainnya aku sedih karena Bunda kesepian di rumah sendiri tanpa aku. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
''Huuuh......hari ini aku bolos ke butik lagi dan Orlin lah yang akan kena imbasnya, biarlah Orlin mengambil alih karena nanti aku pasti sibuk dengan perusahaan milik Mama Amanda. ''
ucap Deliana yang kembali mengingat butiknya.
Perjalanan hanya memakan waktu tiga puluh menit, mobil yang di kemudikan Deliana sampai di kediaman Bunda Nida, Deliana tersenyum karena melihat mobil Mamanya sudah terparkir dan itu artinya Bunda Nida menunggunya dengan Mama Amanda.
''Assalamualaikum.......''
ucap salam Deliana saat memasuki kediaman Bunda Nida.
''Walaikumsallam......masuk sayang. ''
jawab Amanda saat menyambut Deliana.
''Ko cuma Mama, Bunda nya kemana?? ''
ucap Deliana sambil mencium tangan Amanda.
''Bunda lagi masak makanan kesukaan kamu dan Mama yang menyambut kamu, tadinya mau bantu tapi Bunda kamu bilang jangan. ''
ucap Amanda dan Deliana mengangguk.
''Ishh.....Bunda mau nyogok nih kayanya. ''
ucap Deliana dan membuat Amanda tertawa.
''Ayo duduk dan jangan berprasangka buruk yah sayang, Mama senang kamu mau bertemu dengan kami berdua, semalam Ayah kamu juga meminta Mama untuk menemui kamu dengan Bunda, tapi tadi pagi banget Bunda kamu menghubungi Mama dan meminta datang kesini karena kamu mau berbicara dengan kami berdua, makasih sayang. ''
ucap Amanda dengan nada yang santai dan terlihat bahagia di raut wajahnya.
''Ya allah sungguh aku aneh dengan ketiga orang tuaku, malah mau poligami segala dan maksudnya apa coba, malah mencontoh gak baik buat rumah tangga aku nantinya, mudah mudahan Mas Abii gak melakukan hal yang sama seperti Ayah. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil duduk menunggu Bunda Nida yang sedang di susul oleh Amanda.
Tak lama menunggu Bunda Nida menghampiri dan langsung memeluk Deliana, Deliana hanya tersenyum masam di balik cadarnya sambil mencium tangan bundanya.
''Kenapa gak membuka cadarnya sayang?? ada yang kamu hindari yah?? ''
ucap Bunda Nida dan Deliana langsung membuka cadarnya.
Bunda Nida dan Amanda langsung tersenyum melihat wajah masam putrinya, Deliana langsung duduk dan meminum minuman yang di buatkan oleh pelayan.
''Deliana pengen berbicara serius sama Bunda dan Mama. ''
__ADS_1
ucap Deliana dan membuat kedua Ibunya langsung duduk di samping Deliana.
''Bunda Sama Mama akan mendengarkan semua yang kamu minta. ''
ucap Bunda Nida dan Deliana mengangguk.
''Deliana merestui pernikahan kedua Bunda dengan Ayah, ingat satu hal Bunda kedepannya Deliana gak mau mendengar kesedihan kalian dalam menjalani rumah tangga, mau Bunda ataupun Mama dan Deliana mendoakan semoga pernikahan ini menjadi jalan kebahagian buat kalian sebagai orang tua Deliana, maaf karena kemarin Deliana marah sama Ayah karena tidak merestui pernikahannya, Deliana ikhlas kalau Ayah rujuk kembali dengan Bunda. ''
ucap Deliana dan membuat kedua Ibunya langsung memeluk Deliana.
''Makasih sayang......''
ucap kompak kedua Ibunya dan membuat Deliana menggelengkan kepalanya.
''Sebenarnya kenapa kalian malah mau di poligami?? emangnya Bunda gak mau nyari laki laki lain selain Ayah?? maaf bukan Deliana menyinggung tapi aneh ajah gitu. ''
ucap Deliana dan membuat Bunda Nida langsung terdiam.
''Bunda lebih baik gak menikah lagi sayang, kemarin ayah kamu meyakinkan Bunda dan Bunda setuju, lagian Mama kamu juga setuju kalau Bunda menikah dengan Ayah. ''
ucap Bunda Nida dan Deliana langsung menghembuskan nafasnya.
''Ayah juga bilang gak ada istri kedua atau pertama, semua sama sama istri ayah dan kami akan tinggal satu atap. ''
ucap Amanda dan Deliana melototkan matanya.
''Ishh.....kalian ini benar benar membuat deliana pusing, pokonya kalau ada yang tersakiti di antara kalian, Deliana gak mau anggap kalian orang tua, gak kebayang satu atap dua istri, Ayah benar benar jadi raja yang teratas. ''
ucap Deliana dengan nada masam dan membuat kedua ibunya tersenyum.
Siang hari menjelang.....
Deliana memilih pamit menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat Dzuhur, membiarkan kedua Ibunya yang sedang sibuk menyiapkan makan siang.
Deliana langsung merebahkan tubuhnya setelah menyelesaikan sholatnya, menatap langit langit kamarnya semasa dia berjuang berdua dengan sang Bunda.
''Mudah mudahan keputusanku merestui pernikahan Bunda adalah yang terbaik, kelak tidak ada yang tersakiti di antara kedua Ibuku. ''
ucap Deliana yang asik dengan menatap langit kamarnya.
Pintu kamar Deliana terbuka dan membuat Deliana terlonjak kaget karena suaminya yang membuka pintu kamarnya dengan senyum di wajahnya.
''Aku curiga kalau kamu bersekongkol dengan Ayah kan?? ''
ucap Deliana saat Abimanyu menghampirinya dan memeluknya.
''Bukan bersekongkol tapi hanya mendukung kebaikan ajah sayang. ''
ucap Abimanyu sambil mencium puncak kepala Deliana dan melepaskan pelukannya.
''Mas udah makan siang belum?? ''
__ADS_1
ucap Deliana sambil membantu melepaskan jas di tubuh suaminya.
''Belum sayang, kita akan makan siang bersama di bawah, Mas ke atas mau sholat Dhzuhur. ''
jawab Abimanyu yang melepaskan dasi di lehernya.
Abimanyu langsung menuju kamar mandi dan Deliana menyiapkan alat sholat untuk suaminya, Abimanyu tersenyum sambil memakai peralatan sholat yang di siapkan istrinya.
''Pasti di bawah ramai deh yakin ini ma pernikahannya di langsungkan hari ini juga. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil berjalan menuju pintu kamarnya untuk melihat suasana di lantai satu.
Tebakan Deliana benar ternyata di bawah sudah ada Ayahnya, bahkan Ibu mertua juga Arsyan pun berada di lantai satu, Deliana menghembuskan nafasnya dan segera masuk kembali kedalam kamarnya.
Deliana menunggu suaminya selesai sholat dan langsung menyiapkan pakaian santai untuk suaminya karena sudah di pastikan kalau hari ini akan ada pernikahan Bunda juga Ayahnya.
''Loh.....kenapa kamu siapkan pakaian ganti buat Mas Sayang?? ''
ucap Abimanyu saat selesai dengan sholat dan merapihkan alat alatnya.
''Mas pura pura lugu, di bawah sudah banyak orang dan akan di pastikan pernikahan Ayah sama Bunda di gelar sore ini, kamu juga pasti gak akan ke kantor lagi kan?? ''
ucap Deliana yang menebak semua alur rencana sang Ayah.
''Hebat sekali istrinya Abimanyu, yaudah Mas mau ganti pakaian dulu Sayang dan kamu tunggu jangan turun duluan. ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
Abimanyu langsung menggandeng Deliana menuju lantai satu setelah selesai mengganti pakaiannya, Ayah Farhan tersenyum menatap putrinya yang sedang menghampirinya.
''Jangan gitu natap Ayah nya dong, jadi malu kan jadinya. ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana menatap Ayahnya dengan pandangan menelisik.
Deliana langsung berhambur memeluk sang Ayah dan Ayahnya dengan senang hati membalas pelukan putri kesayangannya.
Abimanyu tersenyum mengusap kepala istrinya dan langsung duduk menghampiri Arsyan yang sedang memakan makanannya.
''Terimakasih Sayang atas restunya dan Ayah janji akan membuat kedua Ibumu bahagia dan gak akan membedakannya, tidak ada istilah istri pertama atau kedua karena semua sama untuk Ayah. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
''Deliana udah gak mau membahas penjelasan lagi dan Ayah tinggal nanya ke Mama juga Bunda ajah, pokonya jangan sampai mengecewakan kepercayaan Deliana untuk merestui pernikahan Ayah, kalian bertiga adalah orang tua yang Deliana sayangi. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
.
tbc........