
Abimanyu dan Ayah Farhan masih setia di depan ruang rawat kedua bayi Deliana, mereka berdua melupakan kehadiran kedua bayi Deliana dan fokus pemulihan Deliana yang masih betah tertidur koma.
Tubuh Deliana masih menolak transfusi darah dan membuat tubuh Deliana semakin pucat, Keluarga belum ada yang di ijinkan masuk kedalam ruangan Deliana karena masih dalam tahap pemulihan yang harus sterill.
Satu jam di ruangan incubator, Ayah Farhan mengajak Abimanyu untuk keluar dan menunggu kedatangan Dokter Rully yang akan tiba kurang lebih satu jam lagi.
''Abii mau membeli minuman, Ayah mau di belikan minuman apa?? ''
ucap Abimanyu saat berjalan menuju ruangan dimana Deliana di rawat.
''Air putih saja jangan yang berasa, belikan untuk Bunda dan Ibu kamu juga. ''
ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengangguk.
Abimanyu dan Ayah Farhan berpisah di lorong menuju ruangan Deliana dan kantin, Abimanyu menuju kantin membeli minuman sedangkan Ayah Farhan menuju ruangan Deliana.
Ayah Farhan mengerutkan keningnya saat melihat Dokter Rully sudah tiba dan sedang berbicara dengan Bunda Nida juga Dokter Mira.
''Maaf saya telat datang. ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri Dokter Rully.
''Santai saja Farhan, saya juga baru tiba dan sedang menunggu laporan medis Deliana yang di bawakan suster. ''
jawab Dokter Rully dan Ayah Farhan mengangguk.
''Mana Abimanyu nya Farhan?? ''
ucap Dokter Rully kembali saat tidak melihat Abimanyu.
''Abii sedang membeli air minum ke kantin, sebentar lagi juga sampai. ''
ucap Ayah Farhan dan Dokter Rully mengangguk.
''Jadi kendala Deliana saat hanya tidak menerima transfusi darah nya dan tubuhnya menolak?? ''
ucap Dokter Rully saat membaca laporan medis Deliana.
''Benar Dokter, bahkan ini hari kedua penolakan dan tubuh Nyonya Deliana hanya menerima satu labu transfusi darah saat operasi. ''
ucap Dokter Mira dan membuat Dokter Rully langsung terdiam.
''Saat kehamilan nya Deliana sama sekali gak pernah transfusi darah yah?? Ucap Dokter Rully dan Dokter Mira mengiyakannya. '' Boleh saya lihat catatan resep obat obatan yang di konsumsi oleh Deliana. '' ucap Kembali Dokter Rully dan Dokter Mira langsung mengajak Dokter Rully menuju ruangannya.
__ADS_1
Dokter Rully langsung mengikuti Dokter Mira menuju ruangannya, Ayah Farhan langsung duduk di samping Bunda Nida yang sedang terdiam.
''Ini minumnya Ayah.......''
ucap Abimanyu saat menghampiri Ayah Farhan dan Ayah Farhan langsung menerimanya.
''Ibu lebih baik pulang ajah yah, temani Arsyan dengan Mama Amanda di rumah, kasihan Arsyan soalnya. ''
ucap Abimanyu sambil memberikan minuman pada Ibu Rahma.
''Yasudah Ibu mau jemput Arsyan ajah dan membawanya pulang ke rumah. ''
ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengiyakannya.
''Ibu Rahma tinggal di rumah saya ajah temani Amanda, lagian saya tidak akan pulang mau di rumah sakit menemani Nida dan Abimanyu. ''
ucap Ayah Farhan dan Ibu Rahma mengangguk.
''Yasudah ayo Abii antarkan ke depan lobi, biar supir yang antarkan Ibu ke rumah Mama Amanda. ''
ucap Abimanyu dan Ibu Rahma menyetujuinya.
Ibu Rahma langsung pamit kepada besannya dan langsung berjalan di gandeng Abimanyu menuju lobi utama rumah sakit.
''Pokonya kabarin Ibu yah tentang perkembangan Deliana, Dokter Rully sudah tiba dan sedang ke ruangan Dokter Mira mempelajari laporan medis dan obat yang di konsumsi Deliana selama hamil. ''
ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengangguk.
ucap Abimanyu sambil membuka pintu mobil karena saat ini sudah sampai di depan lobi utama rumah sakit.
''Iya Abii, Ibu pamit dan kamu harus kuat yah karena Ibu yakin Deliana akan pulih. ''
ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengangguk.
Di ruangan Dokter Mira saat ini......
Dokter Rully langsung membaca detail obat yang di konsumsi Deliana dan semua sudah bisa tertebak, Dokter Rully langsung membuat resep ulang untuk di suntikkan ke tubuh Deliana agar menjadi jalan untuk transfusi darah.
''Ini resepnya Dokter Mira dan harus Dokter Mira yang meraciknya, saya akan ke ruangan Deliana memeriksa ulah secara langsung karena saya yakin ada satu hambatan di tubuh Deliana. ''
ucap Dokter Rully Sambil memberikan resep dan langsung di terima oleh Dokter Mira.
Dokter Mira langsung menuju laboratorium obat sedangkan Dokter Rully menuju ruangan rawat Deliana untuk melihat kondisi Deliana.
__ADS_1
Abimanyu langsung beranjak menghampiri Dokter Rully yang berjalan menghampirinya, Ayah Farhan sedang menenangkan Bunda Nida yang kembali menangis.
''Nida kamu harus kuat jangan nangis terus laah, Deliana akan pulih karena aku sudah tau titik dimana tubuh Deliana menolak transfusi darahnya. ''
ucap Dokter Rully saat menghampiri Ayah Farhan.
''Kamu ga mengerti Rully, aku Ibunya dan sangat terpukul melihat putri ku lemah seperti mayat tapi masih hidup karena alat alat di tubuhnya. ''
ucap bunda Nida di sela sela tangisannya.
''Aishh......kamu ini, Farhan kamu temani Nida karena Abimanyu harus menjadi saksi untuk memeriksa kondisi Deliana, kalau kalian ikut pasti mengacaukan pemeriksaan. ''
ucap Dokter Rully sambil memberi isyarat kepada Abimanyu untuk mengikutinya.
Dokter Rully dan Abimanyu memakai pakaian sterill sebelum masuk kedalam ruangan Deliana, dada Abimanyu langsung berdetak melihat tubuh kaku Deliana yang begitu pucat.
''Ya allah Deliana sayang, maaf karena paman telat datang dan paman janji akan membantu kamu pulih, paman mohon bantu paman di alam bawah sadar kamu yah, ikhlaskan paman mengobati kamu sayang, kamu seperti putri paman dan kamu putri tangguh dan akan bisa melewati semuanya. ''
ucap Dokter Rully sambil menekan ujung kaki Deliana untuk menekan titik syaraf di tubuh Deliana.
Abimanyu terdiam menyaksikan semuanya, air mata Abimanyu langsung meluncur secara tiba tiba, melihat istri cantiknya begitu pucat seperti mayat hidup.
Sepuluh menit kemudian dokter Mira memasuki ruangan membawa dua suntikan dan satu labu darah untuk transfusi ke tubuh Deliana.
''Lepas semua alat medisnya kecuali oksigen nya, buat titik jarum baru di tangan satu nya untuk mentransfusi darah ke tubuh Deliana, biarkan infus nya tetap mengalir. ''
ucap Dokter Rully dan Dokter Mira langsung melaksanakan nya.
''Abii ga sanggup paman, biarkan Abii keluar dari ruangan ini yaah. ''
ucap Abimanyu tiba tiba karena tidak bisa menahan sakit di dadanya melihat istrinya sedang di tindak.
Dokter Rully hanya mengangguk memberi isyarat, Abimanyu langsung keluar dari ruangan Deliana, Abimanyu memegang dadanya yang begitu sakit saat ini, Abimanyu langsung terduduk sebelum keluar dari ruangan sterill Deliana.
''Astagfirullah......dada Mas sakit sekali melihat kondisi kamu sayang, semoga kamu bisa melewati semuanya sayang karena ada dua malaikat kecil yang menunggu kehadiran kamu. ''
gumam Abimanyu dalam hatinya sambil menangis karena tidak kuat melihat kondisi Deliana.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.........