IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Satu hari dengan aarsyan


__ADS_3

Ke esokan harinya......


Ibu Rahma sudah berangkat ke rumah kakak tertuanya, di rumah hanya ada Deliana dan Arsyan juga beberapa pelayan yang bekerja di rumah Abimanyu.


Ayah Farhan sudah menawarkan Deliana tinggal bersama nya namun di tolak mentah mentah oleh Deliana karena dia tidak mau berada satu atap dengan Ayah nya yang memiliki dua istri.


Abimanyu sudah mewanti wanti Deliana agar tidak terlalu lelah selama di rumah dan Deliana menurutinya karena Deliana sadar dalam perutnya ada nyawa yang harus di jaga.


Arsyan saat ini sedang tidur siang setelah di suapi makan oleh Deliana, Deliana sengaja menggelar kasur busa empuk di ruang keluarga karena dia malas kalau harus bulak balik ke kamar.


💬 Lagi apa sayangku??


satu pesan masuk ke handphone Deliana dan Deliana tersenyum ternyata suaminya yang mengirim pesan.


💬 Lagi kelonin Arsyan, kamu pulang telat gak Mas malam ini?????


Deliana tersenyum membalas pesan dari suaminya, namun tidak ada tanda tanda suaminya membalas pesannya dan Deliana memilih untuk ikut tidur siang dengan Arsyan dan menyimpan handphone nya jauh dari jangkauannya.


Tak menunggu lama Deliana ikut terlelap bersama Arsyan yang tertidur duluan,


.


.


.


Deliana mengerjapkan matanya karena sayup sayup mendengar suara tangisan dan ternyata Arsyan lah yang menangis.


''Kenapa sayang?? Udah jangan nangis lagi yah ada Mama disini. ''


Ucap Deliana sambil memeluk Arsyan yang menangis.


Pelayan menghampiri saat DEliana memanggilnya dan Deliana meminta di buatkan susu untuk Arsyan.


Setelah menenangkan Arsyan beberapa menit alhamdulillah Arsyan berhenti menangis dan Deliana bersyukur sambil mencium puncak kepala Arsyan yang terasa masih sesegukan.


''Ini nyonya susunya. ''


Ucap pelayan dan Deliana menerimanya lalu berterimakasih.


''Minum susunya yah sayang, jagoan nya Mama kan hebat jangan nangis yah sayang. ''


Ucap Deliana sambil memberikan botol susu untuk Arsyan dan Arsyan menerimanya langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Deliana dan Deliana terus mengusap kepala Arsyan penuh sayang.


''Ada apa dengan kamu sayang, Mama ada untuk kamu dan jangan pernah takut yah sayang. ''


Ucap Deliana sambil mengusap usap kepala Arsyan penuh sayang.


Deliana menatap jam di dinding ternyata sudah menunjukan hampir jam empat sore dan artinya dia melewatkan sholat ashar, Deliana menunggu Arsyan menghabiskan susunya baru dia akan mengajak Arsyan untuk ikut sholat di kamarnya karena Arsyan akan menolak kalau Deliana meninggalkannya.

__ADS_1


Setelah susu di dalam botol habis, Deliana langsung mengajak Arsyan ke kamarnya untuk sholat ashar dan Deliana akan memandikan Arsyan.


Deliana pun meminta pelayan merapihkan kasurnya karena berantakan, Arsyan sekarang sudah tersenyum kembali dan tidak ada tanda tanda kesedihan di raut wajahnya, Deliana menganggap kalau Arsyan bermimpi buruk sampai terbangun dan menangis.


DEliana begitu khusyu melaksanakan sholatnya dan Arsyan mengikutinya di samping DEliana, hanya lima menit sholat pun selesai Deliana laksanakan, DEliana mengulurkan tangan kepada Arsyan dan Arsyan langsung mencium tangannya, DEliana membalas dengan mencium kening Arsyan.


''Ya allah....ku titipkan sebuah harapan, temanilah perjalanan hidupku dengan kebaikan, lindungilah perjalanan hidupku dari segala keburukan, gantilah sedihku dengan kebahagiaan, genggamlah hatiku dengan penuh perasaan.


Ya allah..... Luaskanlah sabarku, dekaplah aku ketika aku merasa lemah, rapuh da tidak berdaya. Teguhkan hatiku atas agamaMu, lindungilah aku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menebarkan kebaikan, menjaga keistiqamahan dan selalu berbuat dalam kebaikan, amiin yarobalalamin.....''


Ucap DEliana di akhir doanya.


Arsyan terdiam mendengar doa yang di ucapkan oleh Deliana, Deliana kembali mengusap kepala Arsyan sebelum merapihkan alat sholatnya.


''Ayo sayang rapihkan sarung, peci dan sejadahnya, kita mandi yah dan Mama yang akan memandikan Arsyan kali ini. ''


Ucap DEliana dan Arsyan langsung mengangguk bahagia.


Deliana langsung menuntun Arsyan menuju kamarnya dan menuju kamar mandi, DEliana dengan telaten memandikan Arsyan dan Arsyan sangat menurut apapun yang Deliana ucapkan bahkan sesekali Arsyan tertawa dengan kejahilan Deliana.


Setelah mandinya selesai dan Deliana pun mengeringkan tubuh Arsyan untuk segera memakaikan pakaian untuk Arsyan.


''Jagoan Mama udah wangi, udah ganteng dan Arsyan tungguin Mama sebentar yah karena Mama juga mau mandi dulu takut keburu Papa datang, Arsyan mau nunggu di kamar Mama atau nunggu di depan televisi sayang?? ''


Ucap Deliana sambil menyisir rambut Arsyan.


''Mau ikut Mama ajah di kamar. ''


Deliana merapihkan kamar mandi Arsyan sebelum keluar kamar, Arsyan langsung memegang tangan Deliana dan berjalan mengikuti DEliana menuju kamarnya.


DEliana menghidupkan Televisi dan meminta Arsyan duduk di sofa sambil menunggu DEliana mandi, Arsyan langsung patuh dan menonton kartun kesukaannya di Televisi.


Di halaman rumah Abimanyu saat ini......


Abimanyu memarkirkan mobilnya setelah memasuki garasi dan langsung masuk kedalam rumahnya, rumah terlihat sepi dan Abimanyu langsung menuju kamarnya karena tau kalau anak dan istrinya pasti ada di dalam kamar.


''Hai jagoan Papa......''


ucap Abimanyu saat membuka kamarnya dan mlihat Arsyan duduk bersandar di sofa.


''Papa......papa......''


Ucap Arsyan dan langsung memeluk Abimanyu saat Abimanyu merentangkan tangannya.


''Anak papa udah mandi yah, Mama mana sayang. "


Ucap Abimanyu sambil mencium puncak kepala Arsyan.


''Mama lagi mandi Papa. ''

__ADS_1


Jawab Arsyan sambil duduk kembali di sofa dan bersandar pada bantal kembali.


Abimanyu tersenyum dan langsung melepaskan sepatu juga jas yang menempel di dalam tubuhnya, Abimanyun sengaja pulang lebih awal karena khwatir pada Deliana di rumah hany di temani Arsyan dan beberapa pelayan di rumah.


Abimanyu duduk di samping Arsyan sambil memainkan handphone nya untuk membaca jadwal pekerjaan besok, Abimanyu menghembuskan nafasnya saat melihat setumpuk jadwal meeting dari pagi hingga sore hari.


''Loh Mas Abii udah pulang ternyata.....''


Ucap DEliana saat membuka pintu ruangan ganti dan sudah rapih dengan gamis rumahannya.


Abimanyu tidak menjawab namun merentangkan tangannya agar Deliana menghampirinya, Deliana tersenyum dan menghampiri suaminya masuk kedalam dekapannya.


Nyaman itulah yang Deliana rasakan saat masuk kedalam dekapan suaminya, wangi tubuh suaminya begitu menenangkan untuknya dan Abimanyu mencium kening istrinya.


''Kamu gak nakal kan sayang?? ''


Ucap Abimanyu saat Deliana melepaskan pelukannya dan duduk di samping suaminya.


''Mas pliis deeh jangan samakan aku dan Arsyan yah, aku kan istri yang baik dan penurut. ''


Jawab Deliana dengan bibir yang mengerucut karena kesal dengan ucapan suaminya.


''Iya iya sayang maaf, gimana di rumah aman kan sayang tanpa Ibu?? ''


Ucap Abimanyu sambil mengelus rambut panjang Deliana yang begitu lembut dan sangat indah saat di sentuh tangannya.


''Alhamdulillah sih terkendali Mas dan Arsyan tadi sempat menangis daat bangun tidur siang, padahal ada aku di sampingnya yang nemenin dia tertidur. ''


Ucap Delina dan Abimanyu hanya tersenyum.


''Mungkin Arsyan mimpi buruk ajah makanya menangis pas bangun tidur, makanya Arsyan jangan di bercandain ajah kalau mau tidur biar gak menangis dalam tidur nya. ''


Ucap Abimanyu dan Deliana mengerutkan keningnya.


''Emangnya ngaruh gitu Mas Abii...?? Gak percaya aku tuh dan aneh ajah itu ajaran darimana coba. ''


Ucap Deliana dan membuat Abimanyu tertawa karena ekspresi wajah DEliana terlihat menggemaskan.


''Itu teori orang jadul, Mas mau mandi dan sholat ashar dulu yah keburu habis waktunya. ''


Ucap Abimanyu sambil tersenyum mengusap kepala Deliana dan Deliana pun mengangguk.


Abimanyu masuk kedalam ruangan gantinya dan bersiap untuk mandi, Deliana menemani arsyan menonton televisi karena pakaian ganti untuk Abimanyu sudah di siapkan di ruangan ganti.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc........


__ADS_2