
Perjalanan ke rumah Bunda Nida sampai empat puluh menit karena macet, Arsyan sudah tertidur di dekapan Deliana dan Abimanyu mengambil alih Arsyan dari dekapan Deliana.
''Assalamualaikum.......''
Ucap salam Deliana sambil tersenyum saat masuk kedalam rumahnya.
''Walaikumsallam.......kalian datangnya telat sekali. ''
jawab Bunda Nida sambil memeluk putrinya.
''Arsyan nya tidur yah, tidurkan di kamar tamu ajah biar dekat keluarnya. ''
ucap Bunda Nida kembali saat menantunya mencium tangannya dan melihat cucunya tertidur pulas.
''Ayo aku antarkan Mas Abii.....''
ucap Deliana sambil berjalan mendahului suaminya.
Deliana langsung mengajak suaminya untuk sholat dzuhur berjamaah saat Arsyan sudah di rebahkan di ranjang dan Abimanyu mengiyakannya.
Di luar kamar Bunda Nida sedang menata makanannya yang sudah di siapkan khusus olehnya, Bunda Nida tau kalau Deliana sedang sholat dengan suaminya karena waktu sholat Dzuhur sudah lewat saat DEliana sampai di rumahnya.
Beberapa menit kemudian Deliana dan suaminya keluar dari kamar dan wajah DEliana terlihat segar sekarang.
''Kita langsung makan ajah yaah. semua makanan sudah siap soalnya. ''
ucap Bunda Nida dan DEliana mengangguk.
Deliana dengan cekatan menyiapkan makanan untuk suaminya, Bunda Nida tersenyum melihat nya karena putrinya sekarang sudah dewasa setelah menikah.
''Deliana.....Ayah ngadu ke Bunda, kamu menolak buat menggantikan Ayah di kantor yah?? ''
ucap BUnda Nida dan Deliana mengangguk.
''Ayah tuh tukang ngadu deh, DEliana kan udah bilang belum siap buat gabung ke perusahaan Ayah, terus malah nyuruh Mas Abii yang gantikan, perusahan Mas Abii ajah sibuk banget malah di suruh ambil alih perusahaan ayah. ''
ucap Deliana sambil cemberut karena mengingat ucapan ayahnya kemarin saat DEliana berkunjung ke perusahaan.
''Wajar namanya orang tua dan kamu kan anak tunggal kami, semua jatuh ke tangan kamu dan bisnis Mama Amanda juga kamu yang mewarisinya kelak, kalau bisnis Bunda kan memang udah kamu ambil alih, makanya Ayah kamu sirik sama Bunda. ''
ucap Bunda Nida dan Deliana hanya diam.
''Abii.....saatnya kamu turun tangan yah, kata Ayah senin kamu di tunggu di kantor dan paksa DEliana untuk ikut, kami gak ada pilihan lain Abii, kami sudah tua dan saatnya kalian penerus yang mewarisinya. ''
ucap Bunda Nida pada menantunya dan membuat Abimanyu terdiam.
''Bunda, Mama sama Ayah sekongkol sekali buat mengikat kita berdua. ''
gerutu Deliana dan BUnda Nida hanya tersenyum.
Abimanyu hanya diam dan bingung harus menjawab apa untuk permintaan mertuanya, beban perusahaannya sudah berat dan sekarang di tambah perusahaan mertuanya.
Makan siang pun selesai, Deliana membantu merapihkan bekas makanannya dan Abimanyu langsung duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan handphone nya saat ini.
''Sayang.....kamu sama suami kamu sudah melakukan hubungan kan?? ''
ucap Bunda Nida tiba tiba dan Deliana langsung mendelik sebal.
''Bunda sama Ibu mertua Deliana sangat sangat menyebalkan, menanyakan masalah pribadi sama anak sendiri dan itu bikin malu. ''
ucap Deliana dan Bundanya langsung tertawa.
''Kamu harus kasih kalau suami kamu minta, nanti kamu jadi istri durhaka dan di benci sama malaikat loh kalau gak memenuhi syahwat suami kamu. ''
__ADS_1
ucap Bunda Nida dan semakin membuat DEliana cemberut.
''Stop Bunda.....Deliana sudah dewasa dan mengerti dengan kewajiban seorang istri, makasih udah mengingatkan. ''
jawab Deliana sambil berjalan menghampiri suaminya membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Bunda Nida hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap putrinya dan BUnda Nida sangat yakin kalau menantunya belum mendapatkan hak nya sebagai suami.
Arsyan menangis di kamar dan Bunda Nida langsung beranjak untuk membawa Arsyan, Bunda Nida tersenyum saat Arsyan menatapnya dan langsung mau saat di gendong oleh BUnda Nida.
''Itu Mama sama Papa nya. ''
ucap Bunda Nida saat menghampiri ke ruang keluarga.
Deliana tersenyum saat meihat jagoannya tersenyum ke arahnya, DEliana langsung menyiapkan makan siang untuk Arsyan.
''Anak kamu penurut yah Abii....tadinya Bunda kira gak mau saat di gendong ternyata mau. ''
ucap Bunda Nida dan menantunya hanya terseyum.
''Arsyan sangat peka Bunda dan dia bisa merasakan yang tulus dan gak kepadanya, berarti BUnda tulus makanya Arsyan mau. ''
ucap Abimanyu dan Bunda NIda tersenyum.
''Bunda sangat ingin punya anak kembali saat dulu tapi tuhan berkata lain dan hanya memiliki Deliana ajah, makanya kamu sama DEliana harus kasih cucu yang banyak sama Bunda. ''
ucap Bunda Nida dan Abimanyu hanya tersenyum.
''Bunda jangan cemari pikirannya suami Deliana yah, anak itu kan titipan dari Allah dan kita hanya bisa berikhtiar juga berdoa karena semua kan gimana keridoan allah. ''
ucap DEliana yang tiba tiba datang dan menyela ucapan Bundanya.
''Kamu ini selalu ajah melawan ucapan Bunda, sini Bunda ajah yang suapin cucu Bunda dan kalian silahkan kalian berbicara berdua karena Bunda mau bawa Arsyan ke taman belakang. ''
''Kapan Bunda beli sepedanya?? kenapa Deliana gak tau Bunda?? ''
ucap Deliana dan Bunda Nida hanya tersenyum sambil mendudukan Arsyan di sepeda.
''Rahasia Bunda kalau itu, sudah biarkan Arsyan di jaga sama Bunda. ''
ucap Bunda Nida sambil mendorong sepeda Arsyan menuju halaman belakang.
''Kamu ini selalu melawan sama Bunda, padahal tinggal bilang iya ajah biar gak panjang kan nantinya pembahasannya. ''
ucap Abimanyu dan Deliana hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya.
''Mas Abii memangnya mau kalau di suruh Ayah mengendalikan perusahaan?? ;;
ucap Deliana dan Abimanyu hanya diam.
''Entah lah.....Mas masih bingung karena beban perusahaan Mas ajah sangat banyak apalagi perusahaan Ayah sangat besar. ''
jawab Abimanyu sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
''Yasudah biar aku ajah yang menjalankan perusahaannya kalau gitu, aku mampu ko Mas Abii dan biar perusahaan kamu berjalan dengan lancar juga kan?? ''
ucap Deliana dan membuat Abimanyu mengerutkan keningnya.
''Itu bukan keputusan yang baik loh dan Mas gak mau kamu nantinya akan berinteraksi sama laki laki, nanti senin kita bicarakan baik baik sama Ayah dan kamu harus ikut. ''
ucap Abimanyu yang sedikit tidak setuju dengan ucapan Deliana.
''Iyaa.....aku pasti ikut lah buat membela Mas Abii yang nantinya terpojokkan sama mertuanya. ''
__ADS_1
ucap DEliana dan Abimanyu langsung tersenyum mengalus pipi Deliana yang begitu lembut dan halus.
Deliana tersenyum membalas senyum suaminya, Abimanyu memberanikan diri untuk mencium Deliana dan membuat DEliana langsung diam.
''Kaku sekali sayang.....''
ucap Abimanyu saat setelah mengecup bibir tipis Deliana dan wajah Deliana langsung bersemu merah karena malu.
''Malu tau gimana kalau ada yang lihat dan ini pengalaman pertama aku loh. ''
jawab Deliana dan membuat Abimanyu tersenyum.
''Nanti kita lanjutkan di rumah yah istriku sayang. ''
ucap Abimanyu setelah mencium kening istrinya dan Deliana hanya diam.
''Kita harus secepatnya memberikan adik buat Arsyan dan memberikan pewaris untuk keluarga kamu loh karena kita harus memberikan cucu yang banyak kalau Arsyan ajah kasian nanti jadi rebutan. ''
ucap kembali Abimanyu dan membuat Deliana langsung memukul lengan suaminya.
''Emangnya aku ini pabrik pembuatan anak dan itu kan kamunya ajah yang mesum makanya sampai bilang kasih adik Arsyan yang banyak. ''
protes Deliana dan Abimanyu langsung tertawa mendengar istri cantiknya protes.
''Oke siap siap dan pokonya Mas mau punya anak lima dari kamu. ''
ucap Abimanyu dan Deliana langsung melototkan matanya.
''Cabul ihh kamu ini satu ajah belum tentu malah minta lima dan sekalian selusin ajah. ''
ucap kesal Deliana dan Abimanyu semakin tertawa.
''Siap kalau maunya kamu selusin dan Mas akan mewujudkannya. ''
ucap Abimanyu yang membalas candaan istrinya.
''Mas Abii jadi mesum deh gara gara mertua nya ngajarin yang aneh aneh. ''
ucap Deliana dan Abimanyu langsung menggenggam tangan istrinya.
''Mas hanya bergurau sayang, kita jalanin ajah rumah tangga ini sekarang karena urusan anak itu kan bagaimana Allah yang memberikannya untuk kita, yang penting kamu nyaman ajah kan dan itu cukup untuk Mas. ''
ucap Abimanyu dan Deliana langsung tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
......................
__ADS_1
tbc......