
Setelah makan siang nya habis Deliana kembali merapihkan nampan dan peralatan bekas makan Abimanyu.
''Kamu udah makan sayang?? ''
ucap Abimanyu saat melihat Deliana sedang merapihkan makanan.
''Belum Mas Abii dan aku juga bawa bekal makan jadi gak akan susah. ''
jawab Deliana dan Abimanyu lega mendengarnya.
''Makan dulu sayang, jangan membiarkan perut kosong nanti kamu malah sakit. ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
Deliana langsung memakan bekal makan siangnya, Abimanyu hanya tersenyum menatap istrinya yang tidak kesusahan dengan cadarnya untuk menyuapkan makanan.
Setelah makan siang selesai ternyata dokter dan perawatnya masuk kedalam ruangan Abimanyu untuk mengecek kembali keadaanya.
''Luka lebam tibuh Tuan Abimanyu sudah berkurang yah dan nanti akan di sarankan untuk terapi pada kakinya tapi nanti kalau luka lebam sudah sepenuhnya pulih. ''
ucap Dokter setelah memeriksa keadaan Abimanyu.
''Artinya saya tidak bisa pulang dokter?? ''
ucap Abimanyu dan dokter menggelengkan kepalanya.
''Maaf dengan sangat terpaksa saya tidak mengijinkan Tuan Abimanyu untuk pulang, karena ada beberapa prosedur kesehatan yang belum di jalani. ''
jawab Dokter sambil tersenyum dan Abimanyu hanya mengangguk.
Suster masih memeriksa infus di tangan Abimanyu setelah dokter keluar dari ruangan, suster pun memberikan obat yang akan di minum oleh Abimanyu.
''Kamu masih belum pulih Mas Abii, kenapa malah ngotot pengen pulang?? ''
ucap Deliana yang membantu suaminya untuk minum.
''Tubuh Mas udah lengket pengen mandi loh sayang, gatel semua badannya. ''
ucap Abimanyu dan Deliana tersenyum.
''Ayo biarkan aku membantu Mas Abi untuk mandi yah, mau kan?? ''
ucap Deliana dan Abimanyu menggelengkan kepalanya.
''Kenapa Mas?? ''
ucap Deliana kembali saat suaminya menggelengkan kepalanya.
''Nanti ajah kalau infus udah lepas yah baru Mas Abi mau di bantu mandi sama kamu. ''
jawab Abimanyu dan Deliana menggelengkan kepalanya.
''Yasudah di seka ajah mau gak badannya?? ''
ucap Deliana kembali dan suaminya mengangguk.
''Oke Suamiku, sebentar kita kunci pintunya takut ada yang masuk soalnya. ''
ucap Deliana sambil berjalan menuju pintu untuk menguncinya.
''Suster saya mau menyeka suami saya, saya akan menguncinya takut ada yang masuk soalnya. ''
ucap Deliana pada suster yang berjaga tidak jauh dari pintu ruangan Abimanyu.
__ADS_1
''Silahkan Ibuu, biar saya di luar menjaganya dan silahkan mengunci dari dalam ajah. ''
jawab Suster dan Deliana mengangguk.
Deliana langsung mengunci pintu kamar rawatnya lalu menuju kamar mandi untuk mengambil air hangat nya juga handuk kecil nya.
Deliana melepaskan cadarnya lalu menyimpan di kursi yang biasa di dudukinya, Abimanyu tersenyum menatap istri cantiknya.
''Kenapa senyum senyum gitu?? ''
ucap Deliana sambil membantu melepaskan pakaian suaminya dan Abimanyu menggelengkan kepalanya.
''Kamu cantik sekali sayang. ''
ucap Abimanyu spontan dan Deliana hanya memanyunkan bibirnya.
Deliana mulai menyeka wajah suaminya terlebih dahulu karena airnya masih bersih, Abimanyu hanya pasrah dengan semua yang Deliana lakukan.
Tubuh bagian atas sudah segar dan Deliana langsung memakaikan minyak kayu putih agar suaminya lebih hangat, setelahnya memakaikan pakaian nya kembali.
''Tunggu yah Aku mau ganti airnya. ''
ucap Deliana dan Abimanyu mengangguk.
Deliana tak lama kembali membawa air bersih untuk menyeka bagian bawah tubuh suaminya, Abimanyu sempat menolak namun Deliana memaksanya dan Abimanyu pun pasrah lalu berdoa agar juniornya tidak bangun dulu saat Deliana membersihkan bagian tubuh sensitifnya.
Deliana termenung melihat luka kaki suaminya, lalu mengusapnya dengan penuh sayang dan langsung sesegera mungkin menyeka bagian bawahnya.
''Ya allah Mas Abimanyu, separah ini kah luka kamu Mas dan pasti sakit sekali. ''
gumam Deliana dalam hatinya di sela sela sekaannya yang hampir selesai.
Abimanyu bernagas lega karena tidak ada yang berontak di bawah sana saat istrinya membasuhnya dan Deliana terlihat tidak canggung sama sekali.
ucap Deliana dan Abimanyu mengangguk.
Deliana menuju kamar mandi untuk membersihkan bekas membersihkan tubuh suaminya, namun saat Deliana akan memakai cadarnya kembali Abimanyu meminta mendekat pada istrinya.
''Sini dulu sebentar sayang sebelum pakai cadarnya, bisa kan?? ''
ucap Abimanyu dan Deliana langsung patuh menghampiri suaminya.
''Makasih istriku sayang, i love you.......''
ucap Abimanyu setelah mencium bibir Deliana.
Deliana mematung dan reflek melepaskan pegangan di tangannya dan langsung memakai cadarnya kembali karena pintu ruangan terdengar ada yang mengetuk.
''Udah selesai membersihkan suami kamu nya?? ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana membuka pintu kamar rawat Abimanyu.
''Sudah Ayah, ayo masuk Mama.....''
jawab Deliana sambil mengajak Amanda untuk masuk.
''Lebih segeran kan Abii?? Ayah senang karena kamu pulih dengan cepat. ''
ucap Ayah Farhan saat melihat menantunya terlihat segar.
''Alhamdulilah Ayah badan Abi enakan setelah Deliana menyeka tubuh Abii. ''
jawab Abimanyu dengan senyumannya.
__ADS_1
''Syukur lah abii, Mama ikut senang dan kamu pasti akan secepatnya pulih karena perawat kamu sekarang kan spesial. ''
ucap Amanda dan Abimanyu hanya mengangguk.
''Sayang......Abimanyu sudah boleh pulang belum saat tadi pemeriksaan?? ''
ucap Ayah Farhan yang mengalihkan pembicaraan istrinya.
''Belum boleh karena ada beberapa prosedur kesehatan yang belum di jalani Mas Abii, coba Ayah bicara sama dokter biar Mas Abii di rawat di rumah ajah karena disini gak nyaman sekali. ''
ucap Deliana dan Ayahnya mengiykannya.
''Nanti akan Ayah coba ya sayang, mudah mudahan bisa di ijinkan karena proses abi manyu sembuh sangat pesat sekali. ''
ucap Ayah Farhan yang memang melihat perubahan menantunya sangat pesat semenjak sadar tadi pagi.
''Terimakasih Ayah......''
jawab Deliana dengan nada bahagianya.
Abimanyu senang karena istrinya mengerti dengan ketidaknyamanannya saat ini, Abimanyu memang anti dengan yang namanya rumah sakit dan sekarang malah terjebak dengan rumah sakit.
''Ini Mama sudah kupaskan buahnya ayo suapi suami kamu sayang. ''
ucap Amanda saat selesai memberikan potongan buah apel yang sudah di kupasnya.
''Makasih Mama.....''
ucap Deliana sambil menerima piring berisi buah lalu menyuapi suaminya.
.
.
.
.
Malam hari tiba.......
Deliana baru menyelesaikan sholat isya nya dan segera merapihkan alat sholatnya saat Abimanyu memanggilnya dari dalam kamar mandi, karena Abimanyu saat ini sedang di dalam kamar mandi.
''Bersih gak Mas Abii mencucinya?? ''
ucap Deliana sambil menatap sekeliling kamar mandi.
''Bersih lah sayang, kamu ini meragukan suami kamu deh. ''
ucap Abimanyu sambil meminta bantuan untuk duduk di kursi rodanya.
''Aku kan takut gak bersih biar aku yang bersihkan nantinya. ''
ucap Deliana dan Suaminya hanya menggelengkan kepalanya.
''Ayo antar Mas ke ranjang lagi di kamar mandi dingin sekali sayang. ''
ucap Abimanyu saat sudah duduk di kursi roda dan Deliana mengiyakannya.
''Tunggu yah, aku mau merapihkan berangkarnya dulu biar Mas Abii jadi nyaman. ''
ucap Deliana dan Abimanyu mengangguk.
''Kamu memang wanita baik, wanita penuh kesabaran, wanita penuh rasa ikhlas dan wanita yang akan menjadi bidadari ku kelak istriku sayang, aku beruntung memiliki kamu sekarang Deliana Aisyah. ''
__ADS_1
gumam Abimanyu dalam hatinya saat melihat istrinya yang sedang merapihkan tempat yang akan menjadi tempat merebahkan tubuhnya agar lebih nyaman.