IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Aldo lagi........


__ADS_3

Dua jam Arsyan bermain di area permainan dan Deliana mebiarkannya, ternyata Arsyan kelelahan dan langsung meminta makan pada Deliana.


Deliana tersenyum dan langsunh mengajak Arsyan menuju area Food Court yang terdapat di samping area Game Master.


Deliana memesankan beberapa makanan dan minuman untuk Arsyan dan untuknya juga, setelah pesanan tersaji Arsyan langsung memakannya sedangkan Deliana sedang sibuk bertukar pesan dengan Serena.


DEliana langsung menghubungi nomer Serena karena dia kurang paham dengan pesan yang di kirimkan oleh Serena.


Dalam panggilan......


''Selamat siang Nona Deliana.....''


''Siang juga Mba Serena, saya gak paham dengan pesan yang terakhir, maksudnya bagaimana?? ''


''Intinya saya harap Nona bisa datang ke kantor karena saya gak bisa Reschedule semua jadwalnya, sebentar lagi konsumen akan datang soalnya. ''


''Oh.....yasudah satu jam lagi saya ke kantor deh, ini masih nunggu anak saya sedang makan siang dulu, gak apa apa kan?? ''


''Baik Nona saya tunggu dan tidak masalah karena klien nya tiba pukul tiga sore ini. ''


''Oke deh, makasih Serena.....''


Panggilan berakhir......


''Arsyan Sayang, habis makan ikut Mama ke kantor ya sayang, Mama ada pekerjaan sebentar. ''


ucap Deliana sambil mengusap sisa saus di pipi Arsyan.


''OKe Mama.....''


jawab Arsyan dan Deliana mengangguk tersenyum.


Setelah setelah memakan makanannya, Deliana langsung menuntun Arsyan menuju parkiran karena saat ini Deliana harus menuju perusahaan Mamanya yang sedang membutuhkan tanda tangannya.


Arsyan yang memang kelelahan dan perutnya kekenyangan pun langsung tertidur pulas saat setengah perjalanan menuju perusahaan Mama Amanda, Deliana langsung membenarkan kursinya agar Arsyan lebih nyaman.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di parkir utama perusahaan, Deliana langsung menggendong Arsyan dan membawanya menuju lantai teratas.


''Permisi Nona, mau saya ambil alih menggendong putranya. ''


ucap kepala keamanan yang melihat Deliana menggendong Arsyan.


''Tidak terimakasih Pak, saya masih mampu menggendong putra saya. Permisi.....''


tolak Deliana dengan nada halus dan kepala keamanan mengangguk lalu menekan tombol lift menuju lantai teratas gedung ini.


Deliana berterimakasih dan langsung membawa Arsyan menuju ruangannya, saat lift sampai di lantai teratas Deliana langsung menuju ruangannya untuk merebahkan Arsyan agar lebih nyaman.

__ADS_1


Serena langsung menghampiri kedalam ruangan Deliana dan membantu merebahkan Arsyan karena Arsyan menggenggam cadar Deliana tanpa sengaja.


Cadar Deliana terlepas dan Deliana langsung meminta Serena menutup pintu ruangannya karena pintu terlihat terbuka sedikit.


''Jagoan Mama gak mau yah kalau cadar Mama terbuka sampai di pegang erat. ''


ucap Deliana saat berhasil melepaskan genggaman Arsyan pada cadarnya.


Serena terpana menatap wajah Deliana, sungguh cantik sekali wajah dari putri bosnya, Deliana mengerutkan keningnya melihat Serena sedang menatapnya.


''Ada apa Mba Serena?? ''


ucap Deliana membuyarkan lamunan Serena.


''Tidak apa apa Nona, saya hanya sedang mengagumi wajah anda yang terlihat sangat cantik. ''


ucap jujur Serena dan membuat Deliana tersenyum.


''Kamu ini bisa ajah, oh iya. Bisa minta satu orang buat mengawasi putra saya, takutnya terbangun mencari saya saat saya sedang bertemu klien. ''


ucap Deliana dan Serena langsung mengangguk menyetujuinya.


''Semoga kamu gak rewel sayang saat terbangun dan Mama gak ada di samping kamu. ''


ucap Deliana sambil mencium kening Arsyan.


Deliana langsung keluar dari ruangannya untuk menghampiri Serena yang sedang berbicara dengan sekertaris Amanda, Deliana menitipkan Arsyan pada sekertarisnya dan langsung pergi setelah sekertarisnya menyanggupi.


''Waaww....suatu kehormatan bisa bertemu dengan Nona Deliana disini. ''


ucap Aldo saat melihat Deliana memasuki ruangan dimana dia menunggu.


Kliennya adalah Aldo yang selalu rewell kalau masalah tanda tangan, Deliana langsung menghampiri dan menunduk hormat sebagai salam.


''Mari Tuan Aldo kita bicarakan disainnya, karena sekarang Nona Deliana sudah datang. ''


ucap Serena saat melihat Aldo yang menatap Deliana tanpa berkedip.


Sebenarnya Deliana malas sekali berurusan dengan Aldo karena merasakan sesuatu yang tidak beres pada tatapan Aldo saat menatapnya.


Deliana bersikap propesional dan tidak mempermasalahkan bagaimana sikap Aldo padanya, namun Serena merasa kurang nyaman karena Aldo terasa seperti tidak fokus dengan penjelasan Deliana malah lebih memperhatikan Deliana.


''Bagaimana Tuan Aldo?? apakah anda menyetujui untuk disainnya?? mengenai tanggal selesainya kami akan usahakan secepatnya sepuluh hari kerja, karena permintaan Anda sedikit ditail. ''


ucap Deliana di akhir penjelasannya dan membuat Aldo gelagapan karena ketahuan tidak menyimak penjelasan Deliana.


''Saya setuju dengan semuanya, mana yang harus saya tanda tangan, masalah pengerjaannya terserah mau kapan jadinya dan saya gak mempermasalahkannya, pembayaran saya akan bayar lunas tanpa DP. ''

__ADS_1


ucap Aldo dan membuat Serena melototkan matanya.


''Apa apaan dia ini tadi pagi begitu marah dan meminta pengerjaan cepat dan akan membayar setelah selesai tanpa DP. ''


gumam Serena yang sedikit kesal kepada kliennya saat ini.


Deliana mengangguk dan memberikan berkas untuk perjanjian nya karena perhiasan di pesan akan mendapatkan sertifikat kepemilikan.


Aldo langsung menandatangani tanpa membaca isi suratnya, bahkan Aldo tersenyum saat menandatanganinya, Serena langsung kesal melihatnya dan sangat berlainan dengan tadi sebelum Deliana datang.


''Saya boleh mengkonfirmasi kepada Nona Deliana perihal pesanan saya?? Bisa atau tidak?? ''


ucap Aldo saat Deliana menandatangani berkasnya.


''Setelah tanda tangan perjanjiannya, semua akan di urus oleh Mba Serena dan untuk konfirmasi pemesanan pun akan di pegang oleh Mba Serena. ''


ucap tegas Deliana sambil memberikan berkas nya pada Serena untuk di lanjutkan ke bagian pengerjaan.


''Saya kira di kecualikan untuk saya. ''


ucap Aldo sambil memberikan cek berisi nominal pembayaran lunas pemesanan Aldo dan Deliana menerimanya langsung memberikan kepada Serena.


Saat Aldo akan berbicara kembali, pintu terbuka dan Arsyan yang datang dengan tangisannya di dekapan sekertaris, Deliana langsung menghampiri dan mengambil alih Arsyan.


''Jagoan Mama kenapa nangis. ''


ucap Deliana sambil menghapus air mata Arsyan dan membawanya duduk.


Arsyan langsung mendekap Deliana dan berhenti menangisnya, Aldo tersenyum melihat interaksi Deliana dengan Arsyan.


''Sangat mirip sekali dengan Abimanyu. ''


ucap Aldo tiba tiba dan membuat Deliana langsung menatap ke arahnya.


''Kan memang Abimanyu adalah Ayahnya, berhubung semua sudah selesai dan kedepannya Mba Serena yang akan menangani, saya permisi Tuan Aldo dan terimakasih sudah memesan juga mempercayai semua produk kami. ''


ucap Deliana sambil beranjak dan menunduk sedikit sebagai tanda hormat.


Aldo tidak menjawab ucapan Deliana, Aldo malah sibuk menatap Deliana yang keluar dari ruangannya, sungguh sangat kebetulan saat mengetahui siapa pimpinan dari perusahaan perhiasan yang di pesan olehnya, Aldo begitu senang karena bertemu kembali dengan Deliana.


Entah apa yang di inginkan oleh Aldo dari Deliana, dia tidak menghiraukan kalau Deliana sudah mempunyai suami dan seorang putra, hanya Aldo dan tuhanlah yang mengetahuinya.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc.........


__ADS_2