
Amanda langsung mengajak Deliana menuju restoran setelah menyelesaikan sholat dzuhur, Deliana menurut karena memang ingin bertemu Bunda Nida untuk menanyakan masalah butiknya.
Deliana mengemudikan mobilnya dengan Amanda yang duduk di sampingnya.
''Kenapa kamu memilih mengemudikan mobilnya sendiri Sayang?? padahal masih bisa memakai jasa supir perempuan loh, Mama khawatir kalau kamu mengemudikan mobil sendiri. ''
ucap Amanda dan Deliana hanya tersenyum di balik cadarnya.
''Makasih karena mengkhawatirkan Deliana, tapi memang semuanya keinginan Deliana karena kurang nyaman menggunakan jasa supir, Ayah dan Mas Abii sering meminta tapi Deliana menolak. ''
ucap Deliana dan Amanda hanya mengangguk.
''Iya juga sih, Ayah sama Bunda kamu pernah cerita saat Mama komentar kamu mengemudikan mobil sendiri dan jawabannya yaitu, karena kenyamanan Deliana. ''
ucap Amanda sambil tersenyum.
Perjalanan Sepuluh menit akhirnya sampai di restoran langganan yang sudab di booking oleh Bunda Nida, Deliana memarkirkan mobil nya dan langsung menggandeng lengan Amanda sambil berjalan memasuki restoran.
Deliana tidak mengetahui kalau Suaminya juga bergabung untuk makan siang dan Ayah Farhan pun ikut serta juga.
Abimanyu tersenyum saat melihat Sang Istri berjalan menghampirinya, Deliana langsung memeluk suaminya dan di balas ciuman hangat di kening Deliana oleh Abimanyu.
''Ayah gak di peluk juga yah sekarang, setelah punya suami ternyata kamu melupakan Ayah. ''
ucap Ayah Farhan yang menyindir Deliana dan membuat Deliana tersenyum lalu melepaskan pelukan pada suaminya.
''Ayah jangan bilang begitu, Deliana gak lupa pelukan cinta pertama Deliana. ''
ucap Deliana sambil mencium tangan Ayah Farhan dan langsung memeluknya.
''Sudah jangan derama lebih baik kita makan sekarag karena semua makanan menatap kita loh. ''
ucap Bunda Nida menengahi acara kasih sayang suami dan putrinya.
Deliana memanyunkan bibirnya dan melepaskan pelukan pada sang Ayah dan menghampiri Bunda Nida untuk mencium tangan dan di akhiri dengan pelukannya.
Deliana langsung duduk di samping suaminya, lalu mengikuti keluarganya yang sedang memakan makanannya, Deliana sangat mengetahui makanan yang di pesankan oleh Bunda Nida adalah makanan kesukannya.
''Weekend ini Ayah mau kalian menginap di rumah, susah sekali meminta kalian menginap selalu banyak alasan. ''
ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengiyakannya.
''Deliana memang sibuk dan Arsyan kan sudah mulai sekolah makanya gak bisa selalu menginap di rumah Ayah, tapi minggu ini Deliana usahakan. ''
ucap Deliana dan Ayahnya mengangguk.
Makan siang bersama pun selesai, namun semua tidak meninggalkan restoran dan memilih mengobrol sebentar seputar pekerjaan.
__ADS_1
''Bunda....kalau Deliana mengadakan diskon di setiap cabang butik boleh gak?? karena kalau hanya satu cabang tetap gak mempengaruhi penjualan butik. ''
ucap Deliana dan Bunda Nida hanya mengangguk menyetujui ucapan putrinya.
''Silahkan semua bagaimana cara kamu dan tugas Bunda hanya mempersiapkan semua cabang untuk segera menyiapkan pakaiannya, penjualan juga naik minggu ini setelah kamu mengurusnya. ''
ucap Bunda Nida yang memang merasa senang karena putrinya sangat bisa di andalkan dalam penjualan.
''Oke berarti semua cabang yah, minggu depan Deliana mau kembali ke perusahaan berlian Mama Amanda lagi dan makanya Deliana ingin membenarkan penjualan dulu. ''
ucap Deliana dan Abimanyu langsung menyela ucapan nya.
''Ingat keluarga nomer satu Sayang. ''
ucap Abimanyu saat Deliana berbicara.
''Betul yang di bicarakan suami kamu, keluarga harus di prioritaskan dan anak anak tuh paling nomer satu biar terbiasa dengan kasih sayang utuh. ''
ucap Ayah Farhan yang menyetujui ucapan sang menantu.
''Deliana gak akan lupa diri dan tetap menomersatukan keluarga, apalagi suami Deliana adalah nomer satu saat ini Ayah. ''
ucap Deliana yang menyindir sang suami karena kelakuan ajaib suaminya kalau Deliana telat pulang ke rumah.
Abimanyu pun hanya tersenyum dengan sindiran istrinya dan mengusap puncak kepala Deliana dengan penuh sayang.
Amanda dan Bunda Nida pamit duluan untuk mempersiapkan acara Fashion berlian dan membuat Ayah Farhan menghembuskan nafasnya karena kedua istrinya kompak akan meninggalkannya.
Ayah Farhan memilih kembali ke perusahaan untuk mengecek ulang pekerjaan.
Di dalam mobil Deliana saat ini.
Abimanyu mengemudikan mobil Deliana dan Deliana duduk di kursi samping menemaninya, sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam karena Deliana sedang sibuk dengan handphone di tangannya.
Tiga puluh menit perjalanan akhirnya sampai di kediaman mewah Abimanyu, Deliana langsung turun terlebih dahulu meninggalkan suaminya yang sedang memparkirkan mobilnya.
''Assalamualaikum......''
ucap salam Deliana saat memasuki rumahnya.
''Walaikumsallam.....''
jawab serempak pengasuh kedua anaknya yang memang sedang ada di ruang utama.
''Arsyan kemana yah Bibi?? ''
ucap Deliana saat tidak mendapati putra sulungnya.
__ADS_1
''Den Arsyan sedang tidur siang nyonya di kamarnya, barusan baru saja di pindahkan susternya. ''
jawab salah satu pengasuh si kembar dan Deliana langsung mengangguk.
Deliana memilih langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sebelum menggendong si kembar, Abimanyu yang mengikuti Deliana pun langsung menuju kamar.
Abimanyu langsung memeluk Deliana saat Deliana melepaskan cadarnya.
''Kenapa gak bilang kalau kamu sudah selesai datang bulannya?? Tega sekali membohongi suami. ''
ucap Abimanyu dan Deliana hanya tersenyum.
''Kamu kan gak nanya makanya aku biarkan ajah Mas, lagian kamu fokus kerjaan habis sholat subuh tadi pagi, gak melihat istrinya sudah kembali sholat. ''
jawab Deliana sambil melepaskan pelukannya dan berlari menuju kamar mandi.
Abimanyu tersenyum dan langsung menyusul istrinya menuju kamar mandi, Abimanyu melepaskan seluruh pakaiannya dan ikut bergabung mandi dengan Deliana, Deliana tidak menolak saat suaminya menyerangnya di kamar mandi dan malah Deliana langsung membalas semua yang Abimanyu lakukan padanya.
Desaaahan demi dessaaahan pun terdengar di dalam kamar mandi, Abimanyu yang memang sudah berpuasa satu minggu pun tidak membiarkan Deliana istirahat dan terus mengeksplor tubuh Deliana.
Satu jam kemudian Abimanyu baru melepaskan Deliana saat mencapai puncaknya dan langsung membantu Deliana untuk membersihkan tubuhnya.
''Tubuh aku sakit semua Mass. ''
rengek Deliana yang baru selesai mandi dan Abimanyu menggendongnya.
''Maaf yah Sayang, Mas kan udah gak bisa menahan lagi dan salah siapa mau main di kamar mandi, biasanya juga menolak. ''
ucap Abimanyu sambil membantu memakaikan pakaian ke tubuh Deliana.
''Aku kan mau tahu bagaimana bermain di kamar mandi, ternyata sesudahnya malah membuat tubuh aku sakit sekali, padahal tadi sensasinya sangat berbeda Mas. ''
jawab Deliana dan Abimanyu langsung tertawa bahagia dengan kejujuran istrinya.
''Nanti kita main lagi yah di kamar mandi kalau memang sensasinya berbeda. ''
ucap Abimanyu dan langsung membuat Deliana melototkan matanya.
''Ishh.....sana main solo ajah sendiri, awas Mas Abii kamu menghalangi jalan, aku mau bermain sama si kembar ajah, dasar suami mesum. ''
ucap Deliana yang langsung menghindar dari suaminya segera keluar dari kamar ganti setelah selesai memakai pakaiannya.
Abimanyu hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya dengan apa yang Deliana lakukan, istrinya sangat menggemaskan menurutnya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc......