IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
DEliana sadar.....


__ADS_3

Dua minggu berlalu......


Deliana masih betah dengan tidur panjangnya, dua minggu berlalu tidak ada tanda tanda Deliana membuka matanya.


Dokter Rully dan Dokter Mira sudah menyatakan kalau mereka angkat tangan dengan Deliana yang masih belum sadarkan diri. Karena memang alam bawah sadar Deliana yang tidak mau menyadarkan dirinya.


Abimanyu sudah semaksimal mungkin melakukan caranya untuk menyadarkan Deliana sesuai arahan Dokter Rully.


Bahkan Abimanyu sudah kembali beraktifitas ke kantornya karena memang semua pekerjaan tidak mungkin di hendle asistennya, Deliana siang hari di jaga oleh Ayah Farhan atau kedua ibunya dan Abimanyu akan menjaga Deliana malam hari lalu menginap di ruangan Deliana.


Siang hari di kediaman Abimanyu......


Arsyan tiba tiba menjerit saat membuka matanya dari tidur siangnya, Ibu Rahma sampai tersentak dan reflek menghampiri Arsyan yang masih menggunakan mukenyanya.


''Arsyan sayang, kenapa kamu menjerit?? ''


ucap Ibu Rahma sambil memeluk tubuh Arsyan menenangkannya karena saat ini Arsyan menangis.


''Mama.....Mama.....Asyan mau Mama, hiks....hiks....Mama.....''


ucap Arsyan sambil menangis dan membuat Ibu Rahma terdiam.


Semenjak Deliana masuk rumah sakit memang Arsyan tidak di ijinkan ke rumah sakit oleh Abimanyu karena dia takut Arsyan kenapa kenapa karena di rumah sakit memang gudangnya penyakit bahkan udaranya sangat tidak baik untuk anak sekecil Arsyan.


Ibu Ramha melerai pelukannya pada Arsyan lalu menghampus air matanya, Ibu Rahma menggelengkan kepalanya tanda Arsyan harus berhenti menangis tapi Arsyan tidak mengindahkannya.


''Harus ijin Abimanyu kayanya buat ajakin Arsyan ke rumah sakit, Arsyan tidak bisa di alihkan perhatiannya karena memang rindu dengan Mamanya. ''


gumam Ibu Rahma sambil membawa Arsyan turun dari ranjangnya dan membawanya menuju ruang tengah.


''Arsyan duduk dulu Sayang, nenek mau ambil handphone nya dan menghubungi Papa dulu. ''


Ucap Ibu Rahma sambil mendudukan Arsyan di sofa ruang keluarga.


Ibu Rahma langsung berjalan menuju kamarnya, melepaskan mukena di tubuhnya lalu merapihkannya dan menyimpannya ke dalam lemari, Ibu Rahma langsung mengambil handphone nya dan menghubungi nomer Abimanyu untuk meminta ijin membawa Arsyan ke rumah sakit.


Dering ketiga panggilan barulah Abimanyu mengangangkat panggilannya.


''Assalamualaikum Abii.....''


''Walaikumsallam Buu......ada apa menghubungi Abii?? Arsyan baik baik ajah kan?? ''


''Arsyan menangis terus Abii, dia nanyain Deliana terus dan Ibu ga kuat lihatnya, bolehkan Ibu bawa Arsyan ke rumah sakit dan lagian ruangan Deliana berada di lantai teratas rumah sakit dan aksesnya langsung dari lobi utama jadi aman kalau bawa Arsyan kan. ''


''Yasudah Abii ijinkan Buu dan bawakan beberapa baju juga untuk Arsyan karena Abii gak yakin anak itu mau pulang setelah melihat Mamanya. ''


''Baiklah Abii, Ibu akan persiapkan semua keperluannya Arsyan, Assalamualaikum.....''

__ADS_1


''Walaikumsallam......''


Panggilan berakhir......


Ibu Rahma langsung keluar kamarnya dan menghampiri Arsyan untuk segera bersiap setelah mendapatkan ijin dari Abimanyu.


Arsyan langsung senang dan antusias saat Ibu Rahma membawanya untuk bersiap, Ibu Rahma pun senang karena Arsyan kembali ceria.


Setelah selesai dengan bersiap siap Ibu Rahma langsung meminta supir untuk mengantarkannya ke rumah sakit, sepanjang perjalanan Arsyan hanya diam dan tidak antusias seperti biasanya.


Ibu Rahma hanya mengelus puncak kepala Arsyan melihat tingkah pendiam Arsyan, Deliana begitu menyayangi Arsyan dan memanjakan nya, ikatan batin mereka berdua sangat kuat padahal Arsyan buka anak yang di lahirkan oleh Deliana.


Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di rumah sakit, Ibu Rahma meminta supirnya menunggu dan memberikan uang untuk membeli cemilan sambil menunggu Ibu Rahma pulang.


Arsyan langsung di bawa menuju lift khusus ruangan VVIP yang langsung menuju lantai teratas rumah sakit dimana Deliana di rawat.


''Assalamualaikum.......''


ucap salam Ibu Rahma saat Amanda membuka pintu ruangan Deliana.


''Walaikumsallam......Arsyan sayang, wajahnya kenapa cemberut gini heummmm....''


Ucap Amanda saat setelah bersalaman dengan Ibu Rahma dan memperhatikan Arsyan yang pendiam.


Amanda langsung mempersilahkan Ibu Rahma masuk dan menuntun Arsyan menuju ranjang yang di tempati Deliana, Arsyan langsung melepaskan sepatunya dan naik ke atas ranjang untuk memeluk Deliana.


Amanda tersenyum melihat Arsyan yang begitu menyayangi Deliana, Arsyan bahkan mencium pipi Deliana dan mengusap wajah Deliana.


Ucap Arsyan sambil menggenggam tangan Deliana.


''Mamanya Arsyan baru ajah bobo Sayang, Arsyan ajak bicara ajah yah Mamanya dan jaga Mamanya. ''


Ucap Amanda dan Arsyan mengangguk.


Amanda langsung ikut gabung dengan Ibu Rahma dan juga Nida, karena saat ini Ayah Farhan sedang ada pekerjaan mengurus Aldo yang berontak saat Ayah Farhan mengancamnya dan Ayah Farhan tidak membiarkan Abimanyu yang bertindak karena akan sangat membahayakan bisnis kedepannya.


Para Ibu Deliana tidak menyadari interaksi antara Arsyan dan Deliana, hanya terdengar celotehan Arsyan meminta Deliana membuka matanya.


Jari tangan Deliana bergerak namun sayangnya tidak ada yang menyadai karena terhalang oleh tubuh Arsyan.


''Kedua bayi DEliana masih di incubator karena berat badannya masih kurang, hasil pemeriksaan organ tubuhnya menunjukan kalau semua berfungsi dan hanya berat badannya yang masih kurang. ''


Ucap Bunda Nida saat Ibu Rahma menanyakan keadaan babby nya Deliana.


''Saya gak sabar dimana kedua babby nya bisa kita gendong, kedua babby nya mendominan wajah Abimanyu. ''


Ucap Amanda yang antusias karena melihat kedua babby DEliana yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


''Apakah Abimanyu belum memberitahukan nama kedua babby nya sama Bu Rahma?? ''


Ucap Bunda Nida dan Ibu Rahma menggelengkan kepalanya.


''Abii malah seperti acuh dengan kedua babby nya Bunda dan malh fokus dengan keadaan Deliana, bahkan Arsyan saja di diamkan selama Deliana di rawat, padahal kedua Babby nya membutuhkan Papanya. ''


Ucap Ibu Rahma dan kedua Ibu DEliana membenarkannya.


''Abimanyu sangat terpukul sepertinya dengan keadaan Deliana saat ini, makanya dia gak memikirkan yang lainnya, ke kantor juga di paksa Mas Farhan kan kemarin karena perusahaan kacau tanpa Abimanyu, semoga DEliana cepat membuka matanya. ''


Ucap Bunda Nida yang sering memprhatikan Abimanyu selama di rumah sakit.


Malam menjelang........


Abimanyu tiba di rumah sakit tepat pukul tujuh malam dan ternyata di ruangan Deliana masih ramai, Abimanyu menggelengkan kepalanya saat melihat Arsyan sedang tidur di samping DEliana.


''Kamu bersih bersih dulu Abii, nanti setelah selesai kmi akan pulang. ''


Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengangguk.


''Arsyan nanti pulang yah sama nenek jangan menginap disini. ''


Ucap Abimanyu dan membuat Arsyan langsung berkaca kaca.


''Abii....biarkan Arsyan menginap disini dengan Mamanya, lagian ranjangnya masih muat untuk bertiga kan. ''


Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu menggelegkan kepalanya.


''Ibu.....bawa Arsyan nya dan besok bawa kesini Arsyan nya. ''


Ucap Abimanyu sambil menggendong Arsyan.


Arsyan langsung menangis sesegukan dan tak lama tangis Arsyan pecah, Abimanyu menghembuskan nafasnya melihat reaksi Arsyan yang enggan di bawa pulang.


Tanpa mereka sadari tangan DEliana bergerak dan tak lama mata Deliana terbuka.


''Arsyaaaan........''


Teriak DEliana dan membuat semua tersentak dan berbalik ke arah Deliana.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc........


__ADS_2