
Deliana tersenyum saat mobil sampai di area halaman rumahny, akhirnya bisa kembali ke rumahnya suasana rumah tidak berubah dan masih sama, Ibu Rahma masih berada di luar kota dan tidak bisa menyambut kedatangan Deliana.
Ketiga orang tuanya sudah masuk kedalam rumah, tapi Deliana masih terdiam menatap pintu rumah yang sudah terbuka lebar.
''Kenapa Sayang?? ''
ucap Abimanyu saat selesai membantu supir menurunkan barang barang Deliana.
''Gak apa apa Mas, kan nunggu kamu makanya dieum ajah deh. ''
ucap Deliana dan Abimanyu tersenyum sambil menggandeng pinggang Deliana.
Abimanyu membawa Deliana masuk kedalam rumah dan ternyata beberapa pelayan menyambut kedatangannya, Deliana dan Abimanyu menganggukkan kepalanya membalas sapaan para pelayan.
''Ibu kamu beneran gak bisa pulang Abii?? ''
ucap Ayah Farhan saat Abimanyu membantu Deliana duduk di sofa.
''Sepertinya gak akan Ayah, Kakak nya Ibu rewel sekali kalau bukan Ibu yang menemani di rumah dan Ibu jadi khawatir sama kesehatannya, kenapa memangnya Ayah?? ''
jawab Abimanyu dan langsung ikut duduk di samping Deliana.
''Siapa yang membantu menjaga kedua Babby kalian, Ayah bukan gak percaya sama pelayan disini tapi Babby kalian masih sangat kecil dan Deliana belum bisa mengerjakan pekerjaan berat kan baru pulih. ''
ucap Ayah Farhan yang khawatir dengan keadaan Deliana.
''Bunda sama Mama ajah yang jagain kedua Babby Deliana, Deliana masih suka pusing kalau berdiri terlalu lama dan tangan masih belum ada tenaga. ''
ucap Deliana dan membuat Ayah Farhan melototkan matanya sedangkan kedua Ibu Deliana langsung senang.
''Berarti kedua Ibu kamu tinggal di rumah ini?? Terus Ayah bagaimana nasibnya di rumah sendiri?? ''
protes Ayah Farhan dan Deliana langsung terdiam.
''Ayah juga tinggal di rumah ini ajah, lagian kamar di rumah ini banyak jadi gak masalahkan?? ''
ucap Abimanyu dan Ayah Farhan mengangguk.
''Deliana sebenarnya pengen gendong dan memberikan ASI sama kedua Babby, tapi semua gak bisa karena tangan Deliana gak ada tenaga dan ASI nya juga gak keluar. ''
ucap Deliana dengan raut wajah sedihnya karena kondisinya saat ini yang memang masih dalam masa pemulihan.
__ADS_1
''Sudah jangan sedih gitu, Arsyan juga minum susu formula dari lahir dan dia tumbuh sangat baik, sekarang fokus sama pemulihan kamu yah Sayang dan nanti sudah pulih kamu bisa bebas mengurus kedua Babby kita. ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengiyakannya.
''Kamu masih bisa melihat nya dari dekat walaupun belum bisa menggendongnya, Bunda sama Mama akan tinggal di rumah ini sementara sampai kamu bisa menjaga kedua Babby nya. ''
ucap Bunda Nida yang melihat raut wajah sedih dari sorot mata Deliana.
Abimanyu sengaja menggelar kasur di tengah rumahnya agar Deliana tidak bosan hanya diam di dalam kamar dan bisa melihat kedua Babby nya dengan bebas karena Abimanyu menyiapkan dua box Bayi di ruangan tengah.
''Lepas yah cadarnya Sayang, supir udah selesai membawa barangnya. ''
ucap Abimanyu yang langsung membantu Deliana melepaskan cadarnya.
Deliana duduk bersandar pada sofa dan menatap kedua Babby nya yang sedang di berikan susu menggunakan botol susu oleh kedua Ibunya, Arsyan begitu antusias dan ikut bertanya apapun yang membuay dia penasaran.
''Ayah pulang dulu malam ini ke rumah, mau bawa barang barang kedua Ibu kamu, besok pagi ayah kembali lagi kesini. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
''Tapi makan malam dulu barengan kita disini jangan langsung pulang yah?? Oh iyaa.....nama untuk kedua Babby nya jangan lupa, Mas Abii sudah setuju kalau Ayah yang memberikan namanya. ''
ucap Deliana dan Abimanyu mengiyakannya saat Ayah Farhan menatapnya.
ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengiyakannya.
.
.
Semua keluarga sedang makan malam saat ini, setelah melaksanakan sholat maghrib dan isya berjamaah dan semua memutuskan untuk makan malam.
Makanan Deliana berbeda dengan makanan yang lainnya karena Deliana wajib mengkonsumsi sayuran di setiap makannya.
Setelah makan malam selesai, Ayah Farhan langsung pamit pulang sedangkan kedua istrinya menginap langsung dan meminjam pakaian Deliana yang memang banyak yang masih baru belum terpakai.
''Mama sama Bunda mau tidur satu kamar sama kedua Babby nya?? ''
ucap Deliana saat Amanda memilih pakaian di ruang ganti kamar Deliana.
''Iya Sayang kami satu kamar ajah, lagian kamarnya sangat luas sekali kalau kami tidur terpisah, Suami kamu menyediakan semua dengan sangat baik, kalau Babby nya bangun tengah malam air nya sudah tersedia di kamar. ''
__ADS_1
ucap Amanda dan Deliana mengangguk.
''Makasih yah karena Mama sama Bunda mau membantu menjaga kedua Babby nya Deliana, tanpa kalian ga tau gimana nasib nya kedua Babby nya. ''
ucap Deliana dengan nada sendunya karena belum bisa menjaga kedua anaknya dengan tangannya sendiri.
''Kamu ini kalau bicara sangat ngawur sekali, sudah kewajiban kami sebagai Ibu kamu, jangan banyak pikiran yang aneh aneh yah Sayang, kamu harus pulih secepatnya biar kamu bisa menjaga kedua Babby nya, Mama malah senang bisa menjaga cucu Mama. ''
ucap Amanda sambil mengelus lengan Deliana dan Deliana mengangguk.
Amanda selesai memilih pakaian dan termasuk pakaian dalamnya, setelahnya langsung pamit menuju kamar khusus untuknya yang sudah di siapkan Abimanyu.
Deliana membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, sambil menunggu Abimanyu yang sedang menidurkan Arsyan, Deliana memilih membaca beberapa artikel tentang perawatan Babby.
Tiga puluh menit menunggu akhirnya Abimanyu masuk kedalam kamar dan langsung menuju ruang ganti untuk bersih bersih dan mengganti pakaiannya.
''Kayanya harus menanyakan ke Mas abii siapa wanita yang akan membawa Arsyan di alam bawah sadarku, dia bilang Mas Abii mengenalinya. ''
ucap Deliana yang mengingat tentang pertemuannya dengan wanita di mimpinya.
''Kenapa ga rebahan Sayang?? Malah duduk terus emang gak panas pinggangnya. ''
ucap Abimanyu saat menghampiri istrinya yang masih duduk bersandar.
''Ada yang mau aku tanyakan sama kamu Mas Abii, ini penting sekali. ''
ucap Deliana dan membuat Abimanyu mengerutkan keningnya.
''Mau bertanya tentang apa Sayang?? ''
jawab Abimanyu sambil membantu merebahkan tubuh Deliana dan membawa Deliana kedalam dekapannya.
''Saat aku tak sadarkan diri, aku bertemu sama seorang wanita bahkan kami banyak mengobrol, tapi saat kami akan berpamitan pulang, kamu datang sambil menggendong Arsyan, wanita itu kenal sama kamu Mas dan membawa Arsyan dari tangan kamu, wanita itu bilang kalau Arsyan adalah miliknya, wanita itu juga bilang kalau ada dua anak yang menunggu aku, kamu gak banyak bicara saat itu dan seperti terdiam terpaku melihat wanita itu Mas, tapi aku gak terima Arsyan di bawa wanita itu karena Arsyan juga putraku dan aku sangat menyayanginya, alhamdulilah wanita itu memberikan Arsyan ke aku dan dia bilang '' tolong jaga Arsyan'' aku menanyakan siapa wanita itu dan dia bilang tanyakan suami kamu siapa Ariana, dia bilang gitu Mas Abii. ''
ucap Deliana menjelaskan semua mimpinya hingga dia tersadar berteriak memanggil Arsyan.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc..........