
Deliana langsung menuju ke rumah untuk bersiap karena hanya di berikan waktu tiga jam, Deliana di antarkan sopir menuju ke rumah.
Beberapa menit kemudian akhirnya Deliana sampai di rumah dan langsung masuk kedalam rumah, ternyata Ibu mertuanya sedang bermain dengan Arsyan.
''Assalamualaikum........''
ucap salam Deliana saat masuk kedalam rumah.
''Walaikumsallam.......''
jawab Ibu Rahma dan Arsyan langsung berlari menghampiri Deliana.
''Alhamdulillah Mas Abi sudah sadar dan akan langsung di bawa pulang ke tanah air malam ini juga, Ibu packing bajunya yah dan Deliana juga mau packing pakaian Arsyan. ''
ucap Deliana dan Ibu Rahma langsung bahagia mendengarnya.
''Yasudah Ibu akan packing kalau gitu. ''
ucap Ibu Rahma begitu semangat dan Deliana mengangguk.
''Baik Buu.....dan kita punya waktu tiga jam menunggu karena langsung ke bandara ajah, urusan rumah sakit di tangani Ayah. ''
ucap Deliana dan Ibu Rahma mengiyakannya sambil pamit menuju kamarnya.
Deliana langsung menuntun Arsyan menuju kamarnya karena semalam pakaian Arsyan sempat berantakan oleh Deliana.
Arsyan duduk di atas ranjang menemani Deliana yang sedang merapihkan pakaian, Deliana sangat bahagia karena Abimanyu sadar, dua koper sudah siap dan Deliana langsung membawa keluar kamar untuk di masukan ke bagasi mobil.
Sang Ibu mertua ternyata sudah selesai packing dan Deliana meminta menjaga Arsyan karena dia akan meminta supir untuk membawa koper yang siap di simpan di bagasi.
Deliana memakaikan Arsyan jaket dan topi di kepalanya, agar Arsyan merasa hangat dan Deliana membawa botol susu dan susu Arsyan juga.
Ibu Rahma sampai takjub dengan apa yang di lakukan Deliana kepada cucunya, walaupun Arsyan bukan anak kandungnya tapi Deliana begitu menyayangi Arsyan.
''Beruntung sekali cucuku mendapatkan Ibu sambung sebaik Deliana, semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu menantu ku. ''
gumam ibu Rahma yang sedang menatap setiap pergerakan Deliana di hadapannya.
Handphone Deliana berdering dan ternyata panggilan dari Ayahnya.
Dalam panggilan......
''Assalamualaikum......ada apa Ayah?? ''
''Walaikumsallam.....kamu sudah siap kan sayang?? sebentar lagi kami akan ke bandara karena persiapan Abimanyu sudah selesai. ''
__ADS_1
''Sudah Ayah dan Deliana sama ibu juga Arsyan berangkat sekarang. ''
''Baiklah kamu hati hati dan langsung masuk ke dalam pesawat ajah, jarak dari rumah kan lebih dekat. ''
''Iya Ayah dan Ayah juga hati hati sama Mas Abii. ''
''Baik sayang, Assalamualaikum....''
''Walaikumsallam......''
Panggilan berakhir......
Deliana langsung masuk kedalam mobil menyusul Ibu mertua dan juga Arsyan yang terlebih dahulu masuk kedalam mobil, sepanjang perjalan menuju bandara Deliana tak henti berdoa agar semua lancar dan tidak terjadi apapun pada Suaminya.
Hanya sepuluh menit mobil sampai dan ternyata asisten ayahnya sudah menunggu lalu membantu sopirnya mengeluarkan koper di dalam bagasi.
Deliana memilih mengajak ibu juga Arsyan untuk masuk kedalam bandara setelah berterimakasih kepada supirnya.
Hanya menunggu lima menit di dalam bandara ternyata rombongan Abimanyu datang, Abimanyu di bopong oleh beberapa orang saat masuk kedalam pesawat, kasur empuk sudah di siapkan agar Abimanyu nyaman selama perjalanan mengudara.
Abimanyu tersenyum saat menatap wajah Deliana, ada rindu di hatinya yang begitu mendalam saat tatapan mereka bertemu.
Dokter langsung membenahi infus di tangan Abimanyu dan juga oksigen pada hidung Abimanyu, Deliana terus menatap ke arah suaminya yang sedang meringis seperti menahan sakit.
Pesawat langsung siap untuk lepas landas membelah langit malam negara Ausie menuju tanah air, Ayah Farhan tersenyum dan meminta Deliana untuk mendekat ke arahnya karena saat ini Deliana duduk jauh dari jangkauannya.
Dokter Rully dan putranya memilih istirahat di dalam kamar di dalam pesawat, sedangkan Ibu Rahma memilih diam di sofa yang berbentuk kasur empuk untuk beristirahat bersama Arsyan yang sudah tertidur.
''Temani suami kamu sayang, malah menjauh kamunya bukannya diam menemani suami kamu. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana tersenyum di balik cadarnya.
''Kan tadi sedang di tangani sama dokter dan Deliana melihat Mas Abi meringis seperti kesakitan, Deliana gak tega melihatnya. ''
jawab Deliana dan Ayahnya mengangguk.
''Yasudah Ayah mau istirahat yah karena tubuh Ayah lelah sekali sayang, kamu gak apa apa kan menemani suami kamu sampai nanti mendarat?? ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengiyakannya.
''Istirahatlah Ayah dan Deliana yang akan menjaga suami Deliana. ''
ucap Deliana dan Ayahnya langsung merebahkan tubuhnya di sofa dekat dengan Abimanyu yang sedang tertidur.
''Alhamdulillah akhirnya kamu sadar dan kita akan kembali ke tanah air, aku janji akan menemani kamu dan merawat kamu sampai pulih Mas Abii...''
__ADS_1
ucap Deliana sambil menggenggam tangan suaminya yang sedang tertidur pulas.
Deliana menatap ke arah Ibu mertua nya sudah terlelap sambil memeluk Arsyan dan menatap sang Ayah pun sudah terlelap, di dalam kamar dokter pun sudah sunyi dan artinya semua sudah terlelap.
''Sekuat apapun kita berusaha dan berdoa kalau allah bilang belum waktunya kita bisa apa?? kalau memang belum allah takdirkan kita mau apa?? kita sebagai manusia memang punya keinginan, tetapi allah yang mengatur hidup kita, percaya dan yakin kalau takdir allah lebih indah, allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya, sementara kita tidak mengetahui apa apa, terimakasih sudah berjuang untuk sadar suamiaku dan segera hidup kembali di rumah tangga kita, aku sepenuhnya sudah menerima kamu sebagai suamiku, aku jatuh hati sama kamu Abimanyu dirgantara. ''
ucap Deliana sambil menggenggam tangan Abimanyu dan menatap wajah Abimanyu yang sedang terlelap.
Doa Deliana telah terkabul meminta kesadaran suaminya, allah mengabulkan doanya yang sangat tulus dan berjanji akan menerima juga membalas kasih sayang suaminya.
Deliana masih setia menunggu suaminya dan hanya dirinyalah yang masih membuka matanya, Abimanyu terlihat tenang saat ini dan tidak seperti saat dia tidak sadarkan diri, wajahnya pucat bahkan seperti ketakutan.
Beberapa jam mengudara akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna di bandara pusat kota di tanah air, entah memang terasa atau memang punya perasaan, semua penumpang di dalam pesawat membuka matanya kecuali Arsyan.
''Alhamdulillah akhirnya mendarat dengan sempurna, kita tunggu ambulan masuk mendekat baru menurunkan suami kamu. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
Dokter menghampiri dan memeriksa Abimanyu kembali, Dokter Rully tersenyum karena kondisi Abimanyu stabil.
Deliana menggendong Arsyan dan langsung turun dari pesawat karena mobil yang akan membawa Abimanyu sudah tiba.
''Kalian pulang ajah yaah dan biarkan Ayah juga team dokter yang membawa suami kamu ke rumah sakit, menurut sama Ayah yah sayang. ''
ucap Ayah Farhan yang sedikit khawatir dengan mata sayu putrinya yang terlihat belum tidur selama di Ausie.
''Benar kata Ayah kamu sayang, pulang yaah dan Ibu yakin kalau Abimanyu akan baik baik ajah, kasihan Arsyan kalau kamu ikut ke rumah sakit. ''
ucap Ibu Rahma yang membantu meyakinkan Deliana.
''Baiklah.......tapi besok Deliana akan datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mas Abii secara langsung, Deliana percayakan Mas Abii pada Ayah sekarang. ''
ucap Deliana dan membuat semua lega mendengarnya.
Deliana langsung menuju mobil yang menjemputnya sedangkan Ayah Farhan ikut dengan mobil yang membawa Abimanyu.
.
.
.
.
tbc.........
__ADS_1