IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
kesedihan Deliana........part 2


__ADS_3

Tangis Deliana pun berhenti dan semua lega mendengarnya, Deliana meminta di antarkan langsung ke rumah sakit dan Ayah Farhan pun mengiyakannya.


''Bunda palingan besok ke rumah sakitnya, kamu sama Ayah ajah yaa perginya. ''


ucap Bunda NIda dan Deliana mengangguk.


''Titip Arsyan yaah.....''


ucap Deliana dan Bunda Nida mengangguk sambil membantu memasang cadar di wajah Deliana.


''Ayo kita berangkat sekarang sayang, mobil udah siap soalnya. ''


ucap Ayah Farhan saat menghampiri Deliana.


Setelah pamit Deliana langsung masuk kedalam mobil menyusul Ayahnya yang sudah duluan masuk, sepanjang perjalanan Deliana hanya diam dan entah apa yang di pikirkannya saat ini.


Ayah Farhan membiarkan putrinya yang larut dalam lamunannya, karena Deliana bukan wanita yang akan larut dalam kesedihan mendalam.


Hanya sepuluh menit perjalanan akhirnya samapi di rumah sakit, rumah sakit terlihat tenang karena saat ini sudah menuju dini hari waktu Ausie.


Deliana menggandeng lengan Ayahnya menuju ruangan Abimanyu di rawat, saat sampai di depan ruangannya jantung Deliana tiba tiba terasa berdetak kencang dan langsung menangis saat melihat tubuh suaminya yang lemah dan alat medis begitu banyak di pasang di tubuhnya.


''Ya allah Mas Abii.....kenapa kamu jadi seperti ini sekarang, cepat sadar karena aku datang Mas. ''


gumam deliana dalam hatinya sambil mengangis menatap suaminya yang sedang tertidur tenang.


Ayah Farhan sedang mendatangi dokter jaga untuk meminta ijin agar Deliana bisa masuk melihat langsung kondisi suaminya.


Beberapa menit menunggu akhirnya Deliana di perbolehkan masuk dengan menggunakan pakaian pelindung karena saat ini kondisi Abimanyu membutuhkan sterill dari luar ruangan.


Deliana merasakan getaran di hatinya saat menghampiri suaminya yang sedang menutup mata, Deliana bahkan tak bisa menghentikan air matanya.


Tubuh abimanyu begitu pucat, alat medis sangat banyak menempel di tubuhnya, luka lebam terlihat sekali di bagian tubuhnya.


''Assalamualaikum Mas Abimanyu, ini aku Deliana Aisyah istri kamu, maaf aku baru datang hari ini dan tidak menemani masa sulitmu, segera sadarlah karena Arsyan dan aku membutuhkan kamu Mas....''


ucap Deliana tepat di telinga suaminya dan setelahnya mencium kening Abimanyu.


Deliana melafalkan doa dan setelahnya langsung keluar dari ruangan karena dokter hanya mengijinkan sebentar berada di ruangan Abimanyu.


Deliana langsung keluar dari ruangan dan menghampiri ayahnya yang menunggu di luar kaca jendela ruangan dimana Abimanyu di rawat.


''Semoga Abimanyu lekas sadar yaa sayang.....kamu harus sabar dan berdoalah agar allah mengabulkan semua doamu karena ayah yakin doa dari istri akan ijabah. ''


ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.


''Boleh kalau Deliana tetap tinggal di rumah sakit malam ini Ayah?? ''

__ADS_1


ucap Deliana dan Ayahnya langsung terdiam.


''Bukan Ayah melarang kamu untuk tetap tinggal di rumah sakit menemani suami kamu, tapi aturan disini hanya boleh menemani pasien di siang hari ajah karena saat malam akan ada suster yang menjaga, kecuali pasiennya dalam keadaan sadar baru bisa di tunggu tapi saat ini Abimanyu tidak sadarkan diri jadi gak bisa di tunggu. ''


ucap Ayah Farhan yang menjelaskan semua aturan dari rumah sakitnya.


''Yasudah kita pulang ajah dan besok pagi kita datang kembali kesini. ''


jawab Deliana yang setuju dan Ayah Farhan mengiyakannya.


''Kalaupun Abimanyu sadar malam hari pasti pihak rumah sakit akan menghubungi kita, jadi jangan khawatir yaa sayang dan tenangkan hati kamu. ''


ucap Ayah Farhan saat Deliana menggandeng lengannya.


Ayah Farhan pamit kepada suster yang menjaga dan langsung membawa Deliana untuk pulang, sepanjang perjalanan Deliana hanya diam hingga sampai di rumah.


Deliana sedikit berlari saat keluar dari mobil karena mendengar Arsyan menangis, tanpa menunggu Ayah Farhan Deliana langsung masuk.


''Assalamualaikum.......''


ucap salam Deliana dan Arsyan langsung berlari menghampirinya.


''Walaikumsallam......''


jawab serempak ketiga ibu Deliana sambil menatap Arsyan yang sedang di gendong Deliana.


ucap Deliana sambil membawa Arsyan masuk kedalam rumah.


''Lebih baik kamu bawa Arsyan ke kamar dan istirahat karena waktu juga sudah menunjukan dini hari sekarang, kamu butuh istirahat Sayang.... ''


ucap Ayah Farhan saat menghampiri putrinya dan Deliana pun menyetujuinya.


Deliana tidak bisa menutup matanya setelah menenagkan Arsyan hingga tertidur kembali, Deliana bahkan melaksanakan sholat malam dan membaca ayat suci Al Quran sambil menunggu waktu sholat subuh.


''Ya allah....... kuatkan hatiku untuk menerima segala apa yang engkau takdirkan untukku, karena jika hati sudah kuat maka kelak akupun lebih enang menghadapi ujian yang akan datang, Ya rabbku....buatlah hatiku mengingatmu, maka tatkala musibah menimpaku yang aku ingat tak lain hanyalah engkau, sungguh aku yakin bahwa setiap apa yang engkau takdirkan adalah terbaik untukku. ''


ucap Deliana sambil mengusap wajah nya setelah berdoa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Pagi hari menjelang.......


Deliana baru selesai menyuapi Arsyan sarapan, sedangkan keluarga lainnya masih berada di kamar masing masing mungkin tidur kembali setelah sholat subuh pikir Deliana.


''Arsyan nanti di jaga sama nene yaah sayang, Mama mau pergi dulu sebentar dan Arsyan janji yah gak akan nakal dan nangis. ''


ucap Deliana saat memberikan air minum untuk Arsyan dan Arsyan langsung mengangguk seperti mengerti dengan yang di ucapkan Deliana.


''Arsyan udah bangun ternyata. ''


ucap Ibu mertua Deliana saat saat menghampiri cucunya.


''Udah sarapan juga malah Buu, Ibu sarapan dulu ajah karena makanan sudah siap di meja makan. ''


jawab Deliana dan ibu mertuaya mengangguk.


Deliana meninggalkan Arsyan dan menghampiri Ibu mertuanya yang sedang sarapan, lalu ikut gabung sarapan juga.


''Ibu kira kamu udah sarapan loh. ''


ucap Ibu mertua Deliana dan Deliana menggelengkan kepalanya.


''Belum Buu....baru menyuapi Arsyan ajah seperti biasa, nanti Arsyan di jaga Ibu dulu gak apa apa kan?? soalnya Bunda mau pulang siang ini dan mau ke rumah sakit dulu. ''


ucap Deliana dan di angguki ibu mertuanya.


''Iya gak apa apa biar Arsyan di jaga Ibu ajah, Ibu gak tega melihat kondisi Abimanyu yang kaku seperti mayat hidup. ''


ucap Ibu Rahma dengan nada sendu dan Deliana terdiam.


''Insyaallah Mas Abii akan segera sadar Buu.....kita harus yakin dan jangan lupa berdoa juga, Deliana juga sangat sedih melihat Mas Abii yang tak sadarkan diri, bahkan luka lebam di sekujur tubuhnya sangat terlihat, satu kakinya di sanggah dan kepala di perban, gak tega melihatnya Buu.....''


ucap Deliana dan kembali meneteskan air matanya.


''Abimanyu bilang ke Ibu saat sebelum operasi kedua, dia gak mau memberitahukan kamu dulu tentang kondisi nya karena takut membuat kamu sedih, nanti setelah pulih baru akan menceritakan semuanya, namun Allah berkehendak lain, operasi kedua berjalan lancar namun kondisi Abimanyu malah tak sadarkan diri setelahnya. ''


ucap Ibu Rahma dan Deliana hanya diam sambil mengaduk makanannya.


Sungguh hati Deliana terasa sakit, baru mengenal kasih sayang dan cinta dari seorang pria malah mendapatkan cobaan, Deliana hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban yang Allah berikan untuknya, suaminya sadarkan diri dan pulih.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc.......


__ADS_2