IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Perdebatan ayah dan anak......


__ADS_3

Abimanyu tetap berada di kamarnya sambil menunggu waktu sholat Isya tiba sambil membaca Al Quran seperti biasa yang di lakukannya dengan Deliana.


Sedangkan Deliana masih menemani Arsyan yang masih bermain dengan mainannya dan susternya yang ikut bermain dengan Arsyan.


''Suster lebih baik buatkan susu untuk Arsyan, sepertinya Arsyan sudah mengantuk. ''


ucap Deliana dan suster langsung mengiyakannya.


Deliana menghampiri Arsyan dan menggendong Arsyan untuk di bawa ke kamarnya, Arsyan langsung memeluk leher Deliana karena memang sudah mengantuk.


''Jagoan Mama ngantuk berat yah. ''


ucap Deliana sambil merebahkan Arsyan di ranjangnya dan tak lama suster masuk kedalam kamar Arsyan sambil membawa botol berisi susu.


Arsyan langsung menerimanya dan meminumnya, Deliana langsung meminta suster menemaninya karena Deliana harus kembali membiarkan Arsyan dengan suster agar Arsyan terbiasa.


''Maafkan Mama yaa Arsyan, karena mulai besok Mama akan sibuk di kantor dan kamu akan kembali di jaga suster lagi. ''


gumam Deliana dalam hatinya yang melihat Arsyan sedang meminum susunya di temani susternya.


Deliana mendengar adzan dan langsung menuju meja makan untuk menyiapkan makan malam nya karena suaminya akan makan setelah sholat isya seperti biasa.


Sepuluh menit setelah terdengar Adzan suaminya keluar dari kamar dan menghampiri Deliana ke ruang makan yang sedang menata makanannya.


''Kita makan yaah, Mas udah sangat lapar soalnya dan Arsyan mana?? ''


ucap Abimanyu saat menghampiri Deliana.


''Arsyan sedang di temani suster untuk tidur, matanya terlihat ngantuk banget soalnya. ''


jawab Deliana sambil menyiapkan makanan di piring suaminya dan Abimanyu hanya menganggukan kepalanya.


Makan malam pun berlangsung dan tidak ada obrolan karena Deliana sibuk dengan makanan di hadapannya, Abimanyu pun fokus dengan makanannya.


Setelah makan malamnya selesai, Deliana dan Abimanyu memilih mengobrol di kamar sambil bersiap untuk tidur.


''Ayah bilang besok kita ke kantornya sebelum makan siang dan membahas nya sambil makan siang. ''


ucap Deliana sambil merapihkan ranjangnya.


''Yasudah kita ikuti maunya Ayah karena besok juga Mas ada meeting di perusahaan Ayah jam sepuluh, kamu mau di jemput atau datang sendiri ke kantornya Ayah?? ''


ucap Abimanyu dan Deliana langsung terdiam.


''Sendirian ajah kayanya dan gak usah di jemput. ''


ucap Deliana yang menolak tawaran suaminya.


Malam semakin larut dan Deliana sudah berada di alam mimpinya meninggalkan suaminya yang masih bermain dengan leptopnya.


Abimanyu pun selesai dengan pekerjaan nya dan menyimpan leptopnya lalu masuk kedalam selimbut memeluk Deliana yang sudah terlelap duluan darinya.


Pagi hari menjelang......


Deliana pagi ini sedang menyuapi Arsyan makan dan suaminya tertidur kembali setelah sholat Subuh, Deliana tidak mempermasalahkannya karena suaminya tidur sangat larut semalam.


''Mandikan Arsyan nya suster, saya mau siap siap soalnya. ''


ucap Deliana sesaat setelah selesai menyuapi Arsyan.


Deliana tersenyum saat memasuki kamarnya karena suaminya sudah bangun dan baru selesai mandi, Deliana langsung menuju kamar ganti untuk mengganti pakaiannya.


''Belum apa apa Ayah udah ribut ajah minta aku jangan sampai lupa ke kantor. ''


gerutu Deliana saat membuka pesan di handphone nya dari Ayah Farhan.

__ADS_1


''Ayo kita sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor, jangan cemberut terus. ''


ucap Abimanyu dan Deliana langsung mengangguk.


Arsyan tidak rewel pagi ini dan sangat pengertian kalau mulai hari ini Delian tidak akan menemaninya bermain di rumah.


Setelah sarapan Abimanyu pamit terlebih dahulu sedangkan Deliana sedang menyiapkan beberapa cemilan untuk Arsyan.


''Kalau Arsyan rewel dan gak bisa di tenangkan cepat hubungi nomer saya yaa, mudah mudahan sih Arsyan tetap tenang. ''


ucap Deliana saat dia akan pamit dan memakai cadarnya.


''Baik nyonya dan semoga ajah Den Arsyan nya gak rewel seperti di jaga nyonya. ''


jawab suster dan Deliana mengangguk.


Deliana langsung mengemudikan mobilnya setelah pamit pada Arsyan dan menitipkan Arsyan pada pengasuhnya.


Hari senin adalah hari sibuk untuk semua orang, termasuk Deliana dan Abimanyu, hingga waktu pun tak terasa sudah menuju siang hari.


Deliana sampai lupa waktu untuk bertemu Ayah Farhan dan suaminya di kantor ayah Farhan, tersadar saat panggilan masuk di handphone nya.


Dalam panggilan saat ini......


''Assalamualaikum.......''


''Walaikumsallam......ya allah, kamu masih dimana sayang?? ayah sama suami kamu nungguin loh. ''


''Astagfirullah......maafin Deliana, Deliana sibuk ngurusin laporan dan lupa deh. ''


''Ayah bakar butiknya kalau gitu, tega banget sih sama ayah udah di wanti wanti malah lupa. ''


''Jahat sekali ayah ini sampai mau bakar butik, yaudah sekarang Deliana siap siap terus ke kantor ayah deh langsung, maafkan Deliana yaah....''


''Yasudah ayah tunggu kamu dan hati hati mengemudikan mobilnya., Assalamualaikum.....''


Panggilan Berakhir.......


''Ya allah kerjaan sibuk dan menumpuk sampai lupa kalau ada janji ke kantor ayah. ''


ucap Deliana sambil merapihkan pekerjaannya.


Deliana seperti biasa menitipkan butik pada asistennya dan langsung berangkat menuju kantor ayah Farhan, Deliana pun mengirim pesan pada Bunda Nida mengenai perpanjangan kontrak yang sudah selesai.


Perjalanan hanya sepuluh menit dan akhirnya mobil sampai di perusahaan Ayah Farhan, Deliana langsung menuju gedung teratas menuju ruangan sang Ayah.


Saat membuka pintu ruangan dan mengucapkan salam, ayah Farhan hanya menggelengkan kepalanya melihat sang putri datang dengan senyum nyaa.


''Lihat lah Abii.....ini dia yang ayah sangat ragukan dari istri kamu, lupa waktu kalau sudah berurusan dengan berkas. ''


sindir Ayah farhan dan Deliana langsung mendelik ke arah ayahnya.


Deliana langsung mencium tangan ayah nya dan ayah Farhan membalasnya dengan memeluk putrinya penuh kasih sayang.


''Kalau ayah cerewet terus nanti tekanan darah nya aya malah tinggi loh. ''


ucap Deliana dan ayah nya langsung mencubit hidung mancung Deliana.


Deliana tersenyum saat melihat suaminya sedang menatap ke arahnya, Deliana langsung menghampiri nya dan mencium tangan suaminya.


''Lebih baik kita makan sekarang karena perut ayah sangat lapar. ''


ucap ayah Farhan dan Deliana mengiyakannya.


''Ayah udah bicarakan sama suami kamu kalau suami kamu yang akan maju untuk memimpin perusahaan ayah menggantikan kamu. ''

__ADS_1


ucap ayah Farhan dan Deliana langsung melototkan matanya.


''Ayah ini gak kasihan sama anak dan menantu yah, nanti Mas Abi pasti gak akan ada waktu buat berkumpul dengan keluarga karena sibuk dengan dua perusahaan. ''


protes Deliana dan ayah Farhan hanya mengangkat bahunya.


''Suami kamu ajah gak protes kenapa kamu malah yang protesnya?? aneh sekali. ''


ucap ayah Farhan kembali dan Deliana semakin cemberut.


''Karena Mas Abii takut kalau melawan Ayah makanya malah setuju, pokonya Deliana gak setuju loh. ''


tolak Deliana yang tetap menolak permintaan sang Ayah.


Abimanyu hanya menggelengkan kepalanya dengan perdebatan Ayah dan Anak di hadapannya, Abimanyu memilih makan karena memang perutnya sangatlah lapar akibat beban fikiran yang sedang di jalani Abimanyu.


''Deliana sayang.....ayo makan dulu keburu dingin gak enak. ''


ucap lembut Abimanyu sambil menyuapi makanan ke mulut Deliana dan Deliana langsung menerima suapannya.


Ayah Farhan tersenyum melihat nya karena putrinya mendapatkan suami yang tepat untuk mendampingi hidupnya.


Saat Deliana akan berbicara kembali, Abimanyu langsung menyuapi kembali makanan nya agar istrinya berhenti berdebat dengan mertuanya.


''Boleh Abii memberikan pendapat?? ''


ucap Abimanyu sesaat setelah makan siang.


Deliana dan ayahnya langsung mengangguk menyetujuinya, Deliana langsung merapihkan bekas makannya dan langsung memakai cadarnya karena asisten ayah juga suaminya akan masuk kedalam ruangan ayahnya.


''Silahkan Abii.....ayah memang menunggu usulan kamu sebenarnya karena istri kamu bisanya hanya debat juga protes ke ayah. ''


ucap ayah Farhan dan Abimanyu langsung menggenggam tangan Deliana saat Deliana akan menjawabnya.


''Bagaimana kalau kita gabungkan perusahaannya dan nanti perusahaan Abii akan masuk menjadi perusahaan cabang dan di kelola asisten Abii, sedangkan asisten ayah akan mendamping Abii di perusahaan ini, karena jalur perusahaan Ayah dan perusahaan Abii kan satu jalur jadinya gak akan menyulitkan, tapi semua tergantung keputusan ayah. ''


ucap Abimanyu dan Ayah Farhan langsung terdiam memikirkan usulan menantunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


tbc.............


PENGUMUMAN PENTING.........


Bagi kakak kakak yang belum follow up akun saya, mohon segera follow yaah agar lebih gampang untuk berkomunikasi.


Saya akan segera umumkan pemenang GIVE AWAY dan dua komentar terhot nya pukul 12 siang yaah, yuuk sebelum siang nanti masih ada waktu untuk menjadi pemenang top fans 3 teratas.

__ADS_1


terimakasih untuk kakak kakak semuanya yang sudah mendukung ceritanya, jangan pernah bosan mengikuti ceritanya hingga tamat yaah karena ceritanya masih sangat panjang Bab nya.


tetap semangat, jaga kesehatan juga yaah...........


__ADS_2