
Deliana membuka matanya karena mendengar suara Adzan di komplek perumahannya, tubuh Deliana terasa sakit semuanya setelah semalam Abimanyu benar benar memberikan hukuman yang begitu membuatnya melayang.
Deliana langsung beranjak menuju kamar mandi setelah berhasil melepaskan pelukan Abimanyu pada tubunya.
Deliana langsung membersihkan tubuhnya dan setelah selesai langsung bersiap memakai pakaiannya karena waktu sholat subuh takut terlambat.
Setelah selesai sholat, Deliana langsung menghampiri suaminya tanpa melepasan mukena di tubuhnya, dengan penuh kelembuta Deliana menepuk pipi suaminya dan tak lama ABimanyu membuka matanya.
''Sssstttt.....bangun mandi dan segera sholat Mas. ''
Ucap Deliana saat suaminya akan berbicara.
Abimanyu langsung beranjak dan mencium pipi Deliana sebelum berjalan menuju kamar mandi, Deliana hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah suaminya.
Deliana melepaskan mukena nya dan langsung merapihkannya karena tujuan selanjutnya adalah merapihkan ranjangnya yang terlihat sangat berantakan.
''Kenapa perutku ngilu dan sakit sekali yah. ''
Gumam Deliana saat merasakan perutnya sakit dan langsung terduduk di sisi ranjangnya.
Abimanyu tersenyum saat membuka pintu kamar mandinya dan Deliana langsung membalas tersenyum kepada suaminya untuk menutupi sakit di perutnya, Abimanyu langsung melaksanakan sholat dan Deliana berlanjut merapihkan ranjangnya.
Deliana masih duduk di atas ranjangnya sambil meluruskan kakinya agar perutnya tidak terasa sakit, DEliana menyandarkan kepalanya pada sisi ranjang dan merasakan nyaman lalu menutup matanya menikmati rasa sakit di perutnya.
''Ya allah......sakit sekali perutku ini. ''
Gumam Deliana dalam hatinya yang sedikit meringis kesakakitan.
Abimanyu mengerutkan keningnya saat melihat Deliana terlihat bersandar menutup matanya namun tangannya sedang mengusap perutnya.
Abimanyu yang khawatir dan langsung menghampiri istrinya, ''Kamu kenapa sayang?? Kenapa perutnya di usap gitu?? Sakit kah?? '' ucap Abimanyu sambil mengelus perut Deliana
DEliana menggelengkan kepalanya dan wajahnya pucat tak lama Deliana langsung pingsan, Abimanyu langsung panik dan langsung merebahkan tubuh Deliana untuk mencari cadar yang akan di pasangkan ke wajah Deliana.
Abimanyu membuka pintu kamarnya setelah memakaikan cadar pada wajah istrinya, Abimanyu menggendong Delianadan lagsung keluar dari kamarnya menuju pintu keluar.
Abimanyu langsung memanggil supir yang sedang mencuci mobil dan meminta mengantarnya menuju rumah sakit.
''Percepat sediki mobilnya Pak dan langsung ke rumah sakit terdekat. ''
Ucap Abimanyu saat mobil mulai keluar dari area gerbang rumahnya.
''Sayang bertahan yah kita sebentar lagi sampai ke rumah sakit. ''
Ucap Abimanyu sambil mengelus kepala Deliana dan mencium keingnya.
Rumah masih keadaan sepi karena masih menunjukan pukul Lima lewat, perjalanan pun cepat karena jalanan masih sepi.
Abimanyu langsung keluar dari mobil setelah supir membuka pintunya, Abimanyu langsung menggendong DEliana menuju UGD rumah sakit.
Petugas kesehatan yang sedang berjaga pun langsung menangani DEliana, Abimanyu sedikit lega karena petugasnya perempuan yang menangani istrinya.
__ADS_1
''Ya allah cobaan apalagi ini, baru juga aku pulih dan sekarang Deliana malah drop. ''
Ucap Abimanyu saat DEliana sudah masuk ke ruang tindakan.
''Tuan Abii....''
Ucap Supir saat menghampiri Abimanyu.
''Lebih baik Bapak pulang dan kasih tau Ibu untuk menyiapkan handphone dan dompet, bilang pada Ibu kalau Istri saya masuk rumah sakit. ''
Ucap Abimanyu dan pak supirnya langsung mengangguk dan pamit.
Abimanyu saat ini begitu resah menunggu Deliana yang sedang di periksa, sudah tiga puluh menit namun belum ada tanda tanda petugas keluar dari ruang tindakan.
Saat Abimanyu sedang termenung pintu ruangan terbuka dan suster langsung memanggil Abimanyu untuk masuk kedalam ruangan karena Dokter akan menjelaskan sesuatu, Abimanyu menurut dan mengikuti suster menuju ruangn Deliana yang sedang di periksa.
''Anda suami pasien?? ''
Ucap dokter saat Abimanyu menghampirinya.
''Betul dokter, Bagaimana kondisi istri saya?? ''
Jawab Abimanyu dan dokter langsung mengajak Abimanyu menghampiri Deliana.
''Ini masih diagnosa saya, Istri anda saat ini sedang hamil muda, tubuhnya lelah makanya pingsan, kita tunggu pukul sembilan untuk memeriksakan pasien di poli kandungan. Tadi ada sedikit bercak darah tapi gak mempengaruhi kehamilannya, pasien akan sadar satu jam kedepan. ''
Jelas dokter dan membuat Abimanyu senang namun sedih karena istrinya sangat lemah saat ini.
jawab ABimanyu dan dokter pun mengangguk.
''Silahkan siapkan ruang rawatnya agar pasien nyaman, nanti suster akan mengurusnya, kalau begitu saya permisi. ''
Ucap Dokter dan ABimanyu hanya mengangguk.
Suster menghampiri Abimanyu untuk membantu mengurus ruang rawat Deliana, Abimanyu langsung menandatangani berkas yang di berika suster.
''Tolong pilihkan ruangan VVIP paling mewah dan nyaman untuk istri saya. ''
Ucap ABimanyu dan suster mengiyakan nya lalu pamit untuk mengurus ruangannya.
''Sayang maafkan Mas yaah karena semalam Mas membuat kamu lelah, kalau mengetahui kamu hamil muda pasti Mas gak akan membuat kamu lelah, sadar Sayang Mas sangat khawatir. ''
Ucap Abimanyu sambil menggenggam tangan istrinya.
Abimanyu tidak menyadari kalau saat ini dia masih menggunakan pakaian sholat yang lengkap dengan peci di kepalanya, bahkan Abimanyu menggunkaan sendal rumahnya saat ini.
.
.
.
__ADS_1
Di kediaman Abimanyu saat ini......
Ibu Rahma langsung menangis saat mendengar kabar dari supir yang mengantarkan Abimanyu ke rumah sakit membawa Deliana yang pingsan.
''Tuan Abii hanya pesan, tolong bawakan dompet juga handphone nya Nyonya dan Tuan Abi masih menggunakan alat sholat lengkap dengan pecinya juga Nyonya. ''
Ucap Pak supir dan Ibu Rahma mengangguk.
''Tolong siapkan mobilnya yah Pak, saya akan bersiap menyusul ke rumah sakit sekarang. ''
Ucap Ibu Rahma dan pak supir langsung mengangguk hormat.
Ibu Rahma langsung menuju kamar Abimanyu untuk membawa pakaian ganti Abimanyu juga pakaian ganti Deliana, Ibu Rahma pun membawakan handphone Abimanyu juga Deliana dan membawa dompet milik Abimanyu.
Ibu Rahma meminta di siapkan bubur dan sarapan untuk Abimanyu kepada pelayan, saat ini tujuannya adalah kamar Arsyan, cucu nya akan menangis mencari Mamanya yang belum masuk ke kamar di pagi ini, benar dugaannya karena Arsyan saat ini sedang menangis memanggil Mamanya.
''Jangan nangis yah sayang, ayo nene bantu mandi dan kita ketemu Mama yah. ''
Ucap Ibu Rahma yang menenangkan Arsyan.
''Mama mana Nene?? ''
Ucap Arsyan saat masuk kedalam kamar mandi.
''Pokonya Nene akan ajak Arsyan ketemu Mama, sekarang Arsyan mandi dulu yah sayang. ''
Jawab Ibu Rahma dan Arsyan langsung patuh.
Beberapa saat kemudian......
Ibu Rahma dan Arsyan sedang di dalam mobil menuju rumah sakit dimana Deliana di rawat, Arsyan seperti mengetahui kalau Mamanya tidak baik baik ajah karena Arsyan saat ini hanya diam bahkan makanan pun tadi gak habis karena Arsyan banyak diam.
Beberapa menit perjalanan akhirnya Ibu Rahma sampai di rumah sakit dan langsung menanyakan ruangan Deliana, setelah di beritahukan Ibu Rahma menuntun Arsyan menuju ruangan DEliana dan pak sopir membantu membawakan barang barang yang di bawa Ibu Rahma.
Saat mengetuk pintu ruangannya, Abimanyu langsung membuka pintu dan menggelengkan kepalanya karena putranya langsung masuk saat melihat Mamanya di atas berangkar.
''Maaf Ibu bawa Arsyan, kamu tau kan anak itu akan menangis kalau Mamanya gak ada. ''
Ucap Ibu Rahma dan Abimanyu pun tidak mempermasalahkannya.
Pak supir langsung menyimpan barang barang bawaannya di atas meja yang di tunjuk oleh Abimanyu, Abimanyu meminta supir menunggu di parkiran dan memberikannya juga uang untuk membeli makanan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.........