
Tiga bulan berlalu........
Deliana menjalani perannya sebagai ibu dan istri dengan baik di rumahnya, walaupun kehamilannya yang sudah menginjak usia tujuh bulan, tetap saja Deliana aktif di dalam rumahnya menyiapkan keperluan suami dan putranya.
Tubuh Deliana membulat karena kehamilan kembarnya, Abimanyu semakin posesif menjaga Deliana karena mendekati kelahiran buah hati pertamanya dengan Deliana, Abimanyu masih takut menghadapi hari persalinan Deliana.
''Mas Abii.....kenapa malah tidur lagi, katanya ada meeting pagi. ''
ucap Deliana saat setelah membersihkan tubuhnya dan melihat suaminya tertidur di ranjang.
''Masih ngantuk Sayang lima menit lagi deh. ''
Ucap Abimanyu dan membuat Deliana menggelengkan kepalanya.
''Terserah kamu ajah, mendingan aku ke kamar Arsyan ajah daripada disini lihatin km tidur. ''
ucap Deliana sambil memakai hijab instan nya dan langsung keluar dari kamar menuju kamar Arsyan.
Deliana tersenyum karena jagoannya sudah bangun dan masih tiduran di ranjangnya, Deliana masuk kedalam kamar Arsyan menuju jendela untuk membuka gorden dan jendela kamarnya, Deliana mematikan AC nya dan menghampiri Arsyan yang sudah duduk.
''Mandi dulu yah sayang, setelah mandi baru deh kita makan bersama sama Mama dan Papa. ''
ucap Deliana sambil mengulurkan tangannya pada Arsyan.
Arsyan langsung menggenggam tangan Deliana dan mengikutinya menuju kamar mandi, Deliana seperti biasa memandikan Arsyan karena saat nanti sudah ada kedua adiknya Arsyan, Deliana takut kehilangan moment seperti sekarang.
Abimanyu beberapa kali memperingati Deliana untuk tidak memandikan Arsyan tapi Deliana menolaknya dan tidak mengindahkan ucapan suaminya.
Saat setelah memandikan Arsyan ternyata salah satu pelayan sedang merapihkan ranjang bekas tidur Arsyan yang sedikit berantakan.
''Anak Mama makin ganteng ajah sayang, Arsyan mau sekolah gak?? ''
ucap Deliana di sela sela memakaikan pakaian pada tubuh Arsyan.
''Mau Mama, Arsyan mau sekolah.....''
jawab cepat Arsyan sambil tersenyum senang.
''Oke sayang nanti Mama bicarakan sama Papa dulu, tapi nanti Arsyan di antar sama suster yah karena Mama ga akan bisa antarkan Arsyan tapi sesekali Mama atau Papa akan antarkan Arsyan. ''
ucap Deliana dan Arsyan mengangguk setuju.
''Sudah ganteng, sudah wangi sekarang jagoan nya Mama, kita sarapan yah takut Papa sudah nunggu kita di meja makan. ''
ucap Deliana kembali setelah merapihkan rambut Arsyan.
Deliana menuntun Arsyan menuju meja makan dan ternyata suaminya belum ada, Deliana mendudukan Arsyan terlebih dahulu, membuatkan susu dan sereal untuk makanan Arsyan karena Deliana akan menyusul suaminya ke kamar.
''Arsyan makan sereal dulu sama susunya di minum yah, Mama mau nyusulin Papa dulu sayang. ''
__ADS_1
ucap Deliana sambil merapihkan makanan untuk Arsyan.
Deliana langsung menuju kamarnya dan ternyata suaminya sedang memakaikan dasinya, Deliana masuk kedalam kamar dan langsung merapihkan ranjangnya yang berantakan.
''Arsyan sudah bangun Sayang?? ''
ucap Abimanyu saat memakaikan jas di tubuhnya.
''Sudah Mas dan lagi makan sereal di meja makan, aku kira kamu udah ada di meja makan ternyata masih bersiap siap. ''
jawab Deliana sambil membantu merapihkan jas yang menempel pada tubuh suaminya.
''Bablas tisurnya sayang maaf, yaudah kita samperin Arsyan kasian makan sendiri. ''
ucap Abimanyu sesaat setelah merasa kalau pakaiannya rapih.
Abimanyu berjalan menggandeng pinggang Deliana menuju meja makan dan Arsyan tersenyum saat melihat Papanya.
Abimanyu seperti biasa mencium puncak kepala Arsyan dan duduk di kursi yang biasa dia duduki, Deliana dengan cekatan menyiapkan sarapan untuk Abimanyu.
''Arsyan makan nasi yah, serealnya nanti ajah habiskannya. ''
ucap Deliana saat menyiapkan makan untuk Arsyan.
Sarapan pagi pun di mulai, tak ada obrolan karena semuanya sibuk dengan makanan yang ada di hadapannya, beberapa menit kemudian sarapan selesai, Abimanyu langsung pamit pada istri dan anaknya.
Deliana meminta pelayan merapihkan meja makannya karena dia menyuapi Arsyan makan yang masih belum selesai.
ucap kepala pelayan saat merapihkan meja makan.
''Mungkin Mas Abii lupa Bibi, yasudah jangan khawatir yah nanti Deliana yang kasih uangnya ke bibi. ''
ucap Deliana dan Kepala pelayan mengangguk.
Deliana menyelesaikan suapan pada Arsyan dan langsung menuju kamarnya untuk menyiapkan uang belanja yang di butuhkan kepala pelayan.
''Bibi nanti di antar supir ajah belanjanya, berdua jangan sendiri biar ga repot, ini uangnya cukupkan?? ''
ucap Deliana sambil memberikan uang pada pelayan.
''Ini kebanyakan Nyonya, biasanya hanya tiga juta tuan Abii memberikan bajet belanja. ''
ucap Kepala pelayan saat Deliana memberikan uang lebih.
''Sudah tidak apa apa ko Bibi, bawa ajah dulu yah uangnya kalau lebih simpan ajah buat tambahan belanja bulan depan atau belikan makanan untuk semua pelayan disini dan satpam di depan, pokonya terserah Bibi ajah yang penting kebutuhan dapur dan kebutuhan lainnya beres. ''
ucap Deliana dan kepala pelayan mengangguk mengiyakannya.
Deliana langsung membawa Arsyan ke taman belakang untuk bermain sekaligus menjemur tubuh Deliana, Deliana begitu menikmati sinar matahari pagi bahkan perutnya sengaja di sinari sinar matahari pagi.
__ADS_1
''Ya allah sungguh bahagia kehidupan ku saat ini dan terimakasih karena engkau memberikannya untukku dengan sempurna bahkan lebih dari cukup. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil mengelus perut buncitnya yang terkena sinar matahari pagi.
Deliana asik dengan kegiatan paginya dan tidak menyadari kalau Ayahnya datang sedang memperhatikannya yang sedang asik dengan sinar matahari.
Teriakan Arsyan membuat Deliana tersadar dan langsung tersenyum saat melihat Arsyan sedang di gendong Ayahnya.
''Kamu asik sekali Sayang dengan kegiatan kamu, sampai gak sadar kalau Ayah datang. ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana mencium tangan Ayah Farhan dan langsung memeluk ayahnya.
''Kan memang Deliana sangat menikmati semuanya Yang Allah berikan untuk Deliana, lagian Ayah datangnya gak bilang sih. ''
ucap Deliana saat melepaskan pelukan ayahnya.
''Ayah sengaja kesini mengantarkan pakaian hamil untuk kamu dari Bunda, tadinya mau Bunda sama Mama kamu yang anterin tapi sama ayah di tolak, karena Ayah ingin bertemu kamu sama calon cucu Ayah. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana tersenyum.
''Ayo kita kedalam rumah ajah Ayah jangan disini, Deliana sudah selesai berjemurnya kasihan Arsyan udah keringetan. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk lalu menuntun Arsyan untuk masuk kedalam rumah mengikuti Deliana yang sudah jalan terlebih dahulu.
Deliana melototkan matanya saat melihat pakaian begitu banyak di bawa oleh Ayahnya.
''Ayah ini kebanyakan loh pakaiannya, emang Deliana mau jualan. ''
protes Deliana saat melihat setumpuk pakaian yang begitu banyak.
''Jangan protes yah dan itu semua dari Bunda kamu atas permintaan Ayah, itu juga ada pakaian untuk Arsyan yang sengaja di disain sama Bunda. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana tersenyum.
''Makasih karena Ayah, Bunda dan Mama masih memikirkan Arsyan, karena itu yang membuat Deliana bahagia. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk.
Deliana langsung memanggil pelayan untuk menyimpan pakaian Arsyan ke kamarnya Arsyan sedangka pakaian Deliana dia yang bawa ke kamarnya karena Abimanyu melarang pelayan memasuki kamarnya.
Ayah Farhan menemani Arsyan bermain di ruang keluarga sambil menunggu Deliana yang sedang merapihkan pakaiannya karena pakaian yang di bawa oleh Ayah Farhan sudah di cuci bersih juga di setrika.
Begitu bahagianya Deliana memiliki orang tua yang sangat menyayanginya, bahkan memberikan pasilitas penuh untuknya, Deliana hanya diam dan menerima semuanya karena memang kondisi Deliana sangat tidak di anjurkan untuk kelelahan oleh dokter yang menanganinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.......