
Malam hari di kediaman Ayah Farhan.....
Abimanyu dan Deliana masih konsisten untuk makan di dalam kamar karena Deliana tidak mau di gendong kesana sini, Abimanyu pun mengikuti kemauan istrinya karena memang dia juga masih canggung dengan ketiga mertuanya, hanya Arsyan yang menemani makan ketiga mertuanya.
''Gimana hasil pemeriksaan tadi pagi sayang?? Masih belum pulih kah kondisi kamu?? ''
Ucap Abimanyu setelah selesai menyuapi makan Deliana dan dia sendiri.
''Tekanan darah aku masih rendah Mas, padahal aku hanya diam dan tidak beraktifitas apapun. ''
Ucap Deliana dan Abimanyu hanya mengangguk.
''Pokonya apapun yang di sarankan oleh dokter, kamu harus menuruti yah. ''
Ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
Abimanyu pamit untuk menyimpan nampan berisi piring kotor bekas makannya, sebenarnya Abimanyu sangat penasaran dengan hasil medis Deliana, karena Ayah Farhan meminta Abimanyu untuk menghampirinya setelah menyuapi Deliana makan malam.
Abimanyu menyimpan nampan di dapur karena pelayan yang akan mengurusnya, Abimanyu menghampiri Ayah Farhan yang sedang berada di ruang keluarga dengan Arsyan dan kedua Ibu mertuanya.
''Arsyan sayang, kita tidur yah ini sudah malam loh dan besok lanjutkan bermainnya. ''
Ucap Amanda saat melihat Abimanyu menghampiri ke ruang keluarga.
Arsyan setuju dan langsung pamit pada Abimanyu dan juga yang lainnya, Abimanyu langsung duduk di sofa yang berlawanan dengan Ayah mertuanya.
''Ayah hanya ingin memberitahukan kondisi Deliana yang sesungguhnya Abii, kondisi Deliana tidak baik baik ajah saat ini. ''
Ucap Ayah Farhan dan membuat Abimanyu langsung mengerutkan keningnya.
''Maksud Ayah bagaimana?? Abii gak mengerti. ''
Ucap Abimanyu yang memang tidak mengerti.
''Deliana mengalami Anemia akut, tekanan darah rendah dan ini sangat beresiko untuk janin di dalam kandungannya, kita sebagai orang terdekat harus bisa memberikan dukungan untuk Deliana, sepertinya Deliana memendam pikiran yang begitu banyak hingga berakibat pada darahnya yang rendah, semua memang kesalahan Ayah dari awal Abii, Deliana menjadi terbebani sekarang. ''
Jelas Ayah Farhan dan membuat Abimanyu langsung terdiam.
''Deliana sangat mirip dengan mendiang Oma nya dari Ayah Farhan, memiliki riwayat penyakit tekanan darah rendah. ''
Ucap Bunda Nida dan membuat Abimanyu semakin terdiam.
''Abii harus bagaimana Ayah?? Agar kondisi Deliana kembali pulih. ''
__ADS_1
Ucap Abimanyu dan Ayah Farhan langsung menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan perlahan.
''Deliana tidak mungkin transfusi darah karena ada janin di dalam perutnya dan itu akan sangat berdampak untuk janin juga Deliana nya, Dokter Putri yang menangani putri sedang berupaya memberikan obat terbaiknya katanya masih bisa di tangani dengan obat untuk saat ini, minggu depan kita harus ke rumah sakit untuk melihat kondisi janin Deliana melalui USG. ''
Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu langsung terdiam.
''Ya allah Deliana.....''
Gumam Abimanyu dalam hatinya dan langsung meneteskan air matanya tanpa di sadarinya.
''Menurutku sih biarkan Deliana pulang ke rumahnya Abimanyu Mas Farhan, mungkin Deliana kurang nyaman dengan kehidupan baru kita, aku dan Amanda juga kompak untuk tidak membebani Deliana dengan perusahaan sampai Deliana melahirkan anak pertamanya, Deliana tertekan Mas dan aku melihat dari sorot matanya. ''
Ucap Bunda Nida dan Ayah Farhan langsung terdiam.
''Dokter Putri juga tadi bicara kalau sorot mata Deliana penuh tekanan dan banyak Fikiran, yasudah Mas akan membiarkan Deliana pulang ke rumahnya dan Mas gak akan menekan apapun pada Deliana karena saat ini, Deliana juga kehamilannya sangat berharga untukku dan Mas gak mau ambil resiko. ''
Ucap Ayah Farhan yang mulai memikirkan kondisinya.
Abimanyu dan Bunda Nida langsung bahagia mendengarnya, Ayah Farhan mengikhlaskan Deliana pulang ke rumah suaminya.
''Terimakasih Ayah, Deliana setiap malam merengek minta pulang tapi Abii gak berani menentang semua perintah Ayah. ''
Ucap Abimanyu dan membuat Ayah Farhan semakin bersalah.
''Maafkan Ayah yah Abii, Ayah sangat menyayangi Deliana dan takut terjadi hal hal yang membahayakannya, makanya Ayah ingin langsung merawatnya, tapi sekarang Ayah sadar kalau Deliana terbebani dengan semua tindakan Ayahnya, tapi kamu harus memberitahukan semua perkembangan Deliana sama Ayah dan untuk minggu depan pemeriksaan Ayah ingin ikut. ''
Setelah selesai berbicara dengan Ayah dan Bunda Deliana, Abimanyu memilih kembali ke kamarnya takut Deliana mencarinya.
Abimanyu tersenyum saat masuk ke kamarnya ternyata Deliana sudah tertidur pulas, Abimanyu yakin kalau obat baru yang di konsumsi Deliana mengandung obat tidur, karena Deliana harus di tenangkan kalau tidur oleh Abimanyu baru dia akan terlelap dalam dekapannya.
''Kamu harus kuat sayang, Demi buah cinta kita berdua yang sedang tumbuh dalam rahimmu, aku menyayangimu Deliana Aisyah istri cantikku, bidadari surgaku. ''
Gumam Abimanyu sambil membenarkan tidur Deliana dan menyelimutinya lalu mencium kening Deliana penuh sayang.
Abimanyu langsung bersiap siap untuk tidur dan sebelumnya melakukan ritual sebelum tidur seperti biasa.
.
.
.
.
__ADS_1
Pagi hari menjelang.......
Senyum di wajah cantik Deliana terus terukir, dia begitu bahagia saat setelah sholat subuh Ayahnya mengijinkan Deliana kembali ke rumah Abimanyu.
Abimanyu bahagia melihat istrinya begitu bahagia dan ABimanyu langsung menyiapkan semua barang Deliana kecuali pakaian karena Ayah Farhan yang menyediakan sebelum Deliana datang ke rumah.
Deliana dan Abimanyu memilih sarapan di meja makan dengan keluarga lainnya, Bunda Nida sangat bahagia melihat putrinya begitu cerah pagi ini, senyum nya menghiasi wajah cantik Deliana.
''Abii hari ini kamu kerja di rumah ajah, biar Ayah yang menghendle kerjaan di kantor, temani Deliana dan siapkan semua yang Deliana butuhkan di rumah kamu dan harus sama dengan disini, jangan biarkan Deliana turun dari ranjangnya dan hanya satu minggu lagi gak lama juga. ''
Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengiyakannya sedangkan Deliana memanyunkan Bibirnya.
''Ayah ini, suami Deliana akan menjaga Deliana dengan sangat baik nanti saat di rumah jadi Ayah jangan khawatir, Deliana janji akan menuruti semua yang Mas Abii bilang dan akan sama seperti di rumah ini. ''
Ucap Deliana dan Ayahnya mengangguk.
Ayah Farhan dan yang lainnya selesai dengan sarapannya, Abimanyu memilih menyimpan barang barang kedalam bagasi terlebih dahulu sebelum menggendong Deliana.
Ayah Farhan menghampiri putrinya sambil membawa sebuah kotak yang akan di berikan pada Deliana, Ayah Farhan memeluk DEliana penuh sayang dan Deliana membalas pelukannya.
Ayah Farhan mencium puncak kepala Deliana penuh sayang, setelahnya melepaskan pelukannya dan mencium kening Deliana, Deliana hanya tersenyum dengan apa yang di lakukan Ayahnya.
''Ayah sayang sekali sama kamu Deliana, kamu adalah permata hati Ayah yang sangat berharga, apapun akan Ayah lakukan demi kebahagiaan kamu sayang, maaf karena Ayah terlalu egois dan membuat kamu tidak nyaman, percayalah kalau Ayah melakukan semua karena Ayah sayang kamu, pakai gelang ini yah sengaja Ayah yang disain khusus untuk kamu, ini berlian asli yang ada di perusahaan Mama Amanda. ''
Ucap Ayah Farhan di sela sela memakaikan gelang di tangan Deliana.
''Makasih Ayah gelangnya cantik sekali dan maafkan Deliana karena membuat Ayah sedih, Deliana juga gak tau kenapa Deliana seperti ini semua di luar kuasa Deliana, Deliana juga sangat mencintai Ayah, Deliana bersyukur karena memiliki Ayah yang terbaik. ''
Ucap Deliana yang langsung memeluk kembali ayahnya bahkan meneteskan air matanya.
Ayah Farhan melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Deliana dan mencium kening Deliana, menerima cadar Deliana dari Abimanyu dan memakaikannya.
Abimanyu langsung maju menghampiri Deliana setelah Ayah mertuanya memakaikan cadar untuk Deliana, Abimanyu pamit kepada ketiga mertuanya dan langsung menggendong Deliana.
Arsyan di tuntun oleh Ayah Farhan sampai ke mobil, setelah Deliana duduk nyaman dan Arsyan pun duduk, Abimanyu langsung menundukkan kepalanya kepada ketiga mertuanya dan langsung masuk menyusul Deliana kedalam mobil.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.......