
Pintu kamar Deliana saat ini di ketuk dan ternyata Ibu mertuanya lah yang masuk kedalam, Deliana langsung tersenyum lalu menghampiri Ibu mertuanya.
''Kamu tau Sayang, suami kamu sedang membuat keributan di luar, Abimanyu mengganti semua pekerja laki laki menjadi perempuan, kecuali supirnya Abii yang gak di ganti karena nanti ada supir perempuan yang akan mengantar kamu kemanapun. ''
ucap Ibu mertuanya Deliana dan membuat Deliana melototkan matanya.
''Ya allah.....kasihan dong pekerja yang udah bekerja di rumah ini kalau gitu. ''
jawab Deliana dan Ibu mertuanya tersenyum.
''Kata Abii sih di pekerjakan di kantor dia, semua karena Abii gak mau ada laki laki lain menatap wajah kamu, kamu tau sayang kalau Abii benar benar jatuh cinta sama kamu. ''
ucap Ibu mertuanya Deliana dan Deliana hanya tersenyum.
Saat Deliana akan menjawab ucapan Ibu mertuanya, ternyata pintu kamar terbuka, Abimanyu lah yang masuk kedalam kamarnya.
''Sedang apa Buu.....?? ''
ucap Abimanyu dan Ibunya tersenyum.
''Sedang melaporkan kelakuan kamu ke istri kamu, yang membuat keributan ajah. ''
jawab Ibunya Abii dan Abimanyu langsung masuk kedalam kamar mandi.
''Ibu keluar dulu yah, mau memindahkan Arsyan ke kamarnya. ''
ucap Ibu mertua Deliana namun Deliana langsung mencegahnya.
''Sudah biarkan Buu.....Arsyan di kamar ini ajah kasian kalau terbangun malah nangis lagi. ''
ucap Deliana dan Ibu mertuanya mengangguk.
Setelah Ibu mertuanya Deliana keluar dari kamar, Deliana langsung duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.
Beberapa menit kemudian Abimanyu selesai dengan membersihkan tubuhnya dan saat ini giliran Deliana yang ke kamar mandi karena waktu sholat asar tiba.
Abimanyu sengaja menunggu Deliana untuk mengajaknya sholat berjamaah, beberapa menit kemudian Deliana keluar dari kamar ganti dan langsung menatap ke arah suaminya.
''Kita berjamaah yah sholat nya?? ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengiyakannya.
Abimanyu langsung senang karena untuk pertama kalinya dia berjamaah dengan istri karena mendiang istrinya dulu jauh dari agama.
Setelah selesai sholatnya Deliana langsung memanjatkan doanya, Abimanyu berbalik ke arah Deliana dan langsung terdiam saat melihat Deliana yang sedang serius dalam doanya.
Deliana langsung mencium tangan Abimanyu, Abimanyu langsung terdiam seperti tersihir saat Deliana mencium tangannya.
''Kenapa Mas Abii.....?? ''
ucap Deliana yang heran dengan suaminya yang terdiam setelah sholat selesai.
''Gak apa apa......''
__ADS_1
jawab Abimanyu yang langsung beranjak karena ketahuan mengagumi Deliana.
Deliana langsung merapihkan alat sholatnya dan langsung memakai hijabnya, tak lupa cadarnya di pakai oleh Deliana.
Deliana keluar dari kamar nya untuk berkeliling rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya, Deliana langsung menyukai rumah yang menjadi tempat tinggalnya saat ini, rumah mewah berlantai satu dengan segala pasilitas yang di sediakan.
Semua pekerja di rumah ini langsung menunduk hormat pada Deliana, Deliana sampai menggelengkan kepalanya karena merasa di perlakukan berlebihan.
''Rumah ini begitu mewah, pasilitasnya begitu lengkap dan taman nya lumayan luas juga. ''
ucap Deliana yang menatap taman yang ada di hadapannya saat ini.
''Taman nya indah bukan?? ''
ucap abimanyu yang tiba tiba menghampirinya.
Abimanyu memang mengikuti Deliana karena memang sengaja ingin melihat reaksi Deliana yang melihat rumahnya.
''Sangat indah tapi sayang sekali gak di tanami pohon yang bisa berbuah, rumah Bunda dulu taman belakang banyak di tanami pohon yang berbuah. ''
jawab Deliana dan membuat Abimanyu langsung menghubungi tukang kebun untuk menanam pohon sesuai keinginan istrinya.
Deliana langsung menggelengkan kepalanya dengan sikap suaminya, ternyata kedepannya tidak boleh berbicara sesuatu yang aneh agar suaminya tidak mewujudkannya.
''Di rumah ini kamu bebas mau melakukan apapun Deliana seperti biasa di rumah kamu sebelumnya, aku sebagai suami gak akan melarang apapun yang kamu kerjakan dan inginkan selama itu masuk akal dan demi kebaikan, aku gak akan membatasi kamu dalam bergerak bahkan tidak mengekang kamu, rumah ini sudah sterill dengan laki laki kecuali aku dan Arsyan juga supir pribadi aku juga masih aku pertahankan karena supir aku gak akan diam di rumah pasti mengikuti kemanapun aku pergi. ''
jelas Abimanyu dan Deliana langsung menatap ke arah suaminya.
''Ini terlalu berlebihan Mas Abii....aku bukan seorang putri kerajaan yang di agungkan, kasihan pekerja di rumah ini yang udah nyaman, bagaimana nasib mereka coba?? ''
''Semua pekerja laki laki di pindahkan ke kantor dan kamu bukan putri raja tapi lebih dari putri raja. ''
ucap Abimanyu sambil berjalan masuk kedalam rumah karena tidak mau mendengar istrinya protes kembali.
Ke esokan harinya.......
Setelah sholat subuh berjamaah, Abimanyu langsung berolah raga di ruangan husus miliknya sedangkan Deliana langsung mengurus Arsyan yang sudah terbangun.
Deliana langsung memandikan Arsyan agar tubuh Arsyan lebih segar, setelahnya langsung memberikan susu untuk di minum Arsyan.
''Berarti aku bisa lepas cadar di dalam rumah ini, seperti dulu saat masih dengan Ayah juga Bunda, mudah mudahan aku nyaman dengan rumah ini, kalau tidak ada Arsyan mana mungkin aku mau untuk menikah. ''
ucap Deliana saat memakai hijabnya dan menyimpan kembali cadarnya.
''Mama......''
ucap Arsyan saat botol susunya sudah kosong di perlihatkan pada Deliana dan deliana langsung tersenyum.
''Kita jalan jalan pagi yah jagoan. ''
ucap Deliana yang mengambil botol susunya dan menurunkan Arsyan untuk berjalan sendiri.
Arsyan terlihat menggemaskan bagi Deliana, usianya masih kecil tapi sudah bisa berjalan bahkan berlari walaupun sedikit oleng berlarinya.
__ADS_1
''Waaah......cucu Nene udah mandi, mau kemana Arsyan?? ''
ucap Ibu mertuanya Deliana saat pintu kamar Deliana terbuka.
''Gak kemana mana Buu.....Deliana hanya mau Arsyan jalan jalan ajah karena sepertinya kakinya Arsyan gak mau diam pengennya jalan terus. ''
jawab Deliana dan Ibu mertuanya mengiyakan ucapan Deliana.
''Arsyan memang senang jalan jalan gitu, cuma biasanya kalau sama Ibu pagi gini belum di mandikan loh, tapi sekarang Arsyan sudah mandi pagi. ''
''Sengaja Deliana mandikan pagi biar tubuhnya lebih segar dan tinggal kasih makan ajah soalnya minum susu juga udah. ''
''Mau nyuapin nyaa emang?? ''
''Boleh Buu....Deliana malah pengen yang langsung buatkan makan untuk Arsyan. ''
''Jangan sayang, biarkan pelayan yang menyiapkannya karena Ibu gak mau menantu Ibu ada di dalam dapur yah. ''
''Ibu ini aneh aneh ajah kan memang wanita lebih cocok di dapur, apalagi Deliana kan seorang istri yang wajib untuk menyiapkan makannya. ''
''Gak berlaku di rumah ini sayang, karena semua sudah di tangani pelayan dan kamu hanya nikmatin ajah semuanya. ''
''Baiklah Deliana gak akan membantah karena Deliana juga kan baru gabung dengan keluarga ini. ''
Deliana dan Ibu mertuanya mengobrol terus sambil memperhatikan Arsyan yang sedang bermain dengan mainannya, Ibu mertua Deliana begitu senang karena memiliki menantu yang sesuai keinginannya, Deliana tipekal wanita yang menurut dan di ajak mengobrol pun selalu nyambung dengan Ibu mertuanya.
Abimanyu selesai dengan olah raganya dan langsung menuju kamarnya setelah melihat istri dan ibunya sedang mengobrol.
''Gak bantu suami kamu untuk bersiap sayang?? Abii katanya mau masuk kantor hari ini dan gak libur padahal kemarin baru menikah. ''
ucap Ibu mertuanya Deliana dan Deliana menggelengkan kepalanya.
''Deliana sudah siapkan pakaiannya Buu....Deliana masih canggung saat berada di ruangan berdua dengan Mas Abii, belum terbiasa soalnya. ''
jawab Deliana dan Ibu mertuanya tersenyum.
''Nanti juga terbiasa Sayang tapi jangan memaksakan kalau memang gak nyaman, pokonya buat kamu nyaman di rumah ini biar betah juga kan nantinya, karena kenyamanan itu paling utama. ''
Ucap Ibu mertuanya Deliana dan Deliana langsung tersenyum.
Deliana begitu beruntung memiliki Ibu mertua yang sangat baik padanya, walaupun hatinya masih belum bisa menerima Abimanyu tapi perlakuan keluarga barunya begitu baik padanya.
.
.
.
.
.
...................
__ADS_1
tbc....