
Luluh lantah semua tubuh Deliana saat ini, Abimanyu menyerangnya sepanjang malam dan hanya memberi jeda tidur setelah sholat isya hingga pukul sebelas malam karena Abimanyu mengerjakan pekerjaannya.
Deliana dan Abimanyu langsung tertidur pulas setelah sholat subuh dan sarapan pagi lebih awal karena tubuh keduanya begitu lelah dan matanya sangat mengantuk.
Tepat pukul sebelas siang Deliana membuka matanya dan menatap jam di dinding kamarnya menunjukan pukul sebelas siang lewat sepuluh menit, Deliana terdiam mengumpulkan kesadarannya dan menatap suaminya masih sangat terlelap damai.
''Lebih baik menunggu ajah Ayah antarkan anak anak pulang, cape sekali tubuhku sekarang kalau harus menjemput anak anak. ''
ucap Deliana yang mengeluh merasakan tubuhnya sangat sakit dan lelah.
Deliana perlahan melepaskan pelukan tangan Abimanyu pada tubuhnya dan langsung duduk bersandar sambil menatap langit langit kamarnya.
''Jam berapa sekarang Sayang?? ''
ucap Abimanyu sambil mengelus paha Deliana.
''Jam sebelas lewat dan lebih baik kamu bangun Mas Abii, sebentar lagi waktu sholat Dzuhur loh. ''
ucap Deliana sambil melepaskan tangan Abimanyu di atas pahanya.
Deliana langsung beranjak turun dari ranjang untuk membuka jendela kamarnya karena terasa sangat panas siang ini.
Di kediaman mewah Ayah Farhan saat ini.....
Ketiga cucu Ayah Farhan saat ini sedang bermain di ruang utama kediaman Ayah Farhan yang tiba tiba di sulap jadi arena bermain.
Arsyan bahkan senang sekali bermain dengan mainan yang di sediakan oleh opah nya, bahkan Ayah Farhan sendiri yang menemani bermain.
''Alhamdulillah Deliana anaknya kembar, kalau gak pasti kita berebut kan?? ''
ucap Amanda saat mengasuh Isya yang ada dalam gendongannya.
''Benar sekali Amanda, mendiang Ibuku kan kembar dan menurun ke Deliana deh sekarang, Mas Farhan juga ada Arsyan yang di ajak bermain jadinya gak ngeganggu si kembar. ''
ucap Bunda Nida dan Amanda mengiyakannya.
''Kita antarkan ke rumah Deliana atau Deliana yang akan menjemput anak anaknya?? ''
ucap Amanda dan Bunda Nida menggelengkan kepalanya.
''Gimana Mas Farhan ajah kayanya, kita ngikut ajah takutnya ganggu Abimanyu dan Deliana juga kan. ''
jawab Bunda Nida dan Amanda mengiyakannya.
Ayah Farhan menghampiri kedua cucunya dan langsung tersenyum saat melihat Isya yang begitu menggemaskan menurut Ayah Farhan.
''Kenapa kedua cucuku ini mirip sekali Abimanyu, tidak ada yang mirip dengan Deliana sedikitpun, tapi beruntung lah karena keduanya tampan dan cantik, sama sama menawan. ''
__ADS_1
ucap Ayah Farhan sambil mengelus pipi Isya.
''Sepertinya kamu lebih senang dengan cucu perempuan yah Mas Farhan. ''
ucap Amanda dan Ayah Farhan mengiyakannya.
''Seperti melihat Deliana saat kecil soalnya, cantik banget malah lebih cantik dari Isya. ''
ucap Ayah Farhan yang kembali mengenang masa masa Deliana saat kecil.
Amanda langsung memberikan Babby Isya pada suaminya dan Ayah Farhan langsung menerimanya lalu menggendongnya.
''Cucuku yang cantik, semoga kamu menuruni semua sifat dan tingkah Mama kamu sayang, Opah akan menyayangi kamu dan kedua saudara mu. ''
ucap Ayah Farhan sambil mencium puncak kepala cucunya dengan penuh Sayang.
Bunda Nida tersenyum melihat interaksi suaminya kepada cucunya, Deliana memang anak tunggal tapi Deliana memberikan cucu yang lebih dari satu pada kehidupan keluarganya.
''Mas Farhan.....anak anak mau di antarkan pulang kapan?? ''
ucap Bunda Nida dan membuat Ayah Farhan terdiam.
''Besok pagi ajah sekalian kita ke kantor, Aku masih ingin mengasuh cucu cucuku Nida dan pasti akan sepi kalau mereka kembali ke rumah Abimanyu. ''
ucap Ayah Farhan dan Bunda Nida pun mengiyakannya.
ucap Amanda dan Ayah Farhan mengangguk.
''Pengasuhnya besok langsung tiba di kediaman Abimanyu dan pengasuhnya sudah di uji skill juga kemampuannya. ''
ucap Ayah Farhan dan membuat kedua istrinya bernafas lega.
.
.
Malam hari menjelang......
Di kediaman Deliana saat ini, Deliana sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya dan Abimanyu pun sama halnya dengan Deliana bergelut dengan berkas berkas.
Deliana menghembuskan nafasnya saat melihat penjualan butik sedikit menurun semenjak dia tidak memegang kendali, Deliana langsung memikirkan berbagai rencana untuk meningkatkan penjualan.
''Ayah bilang besok kedua pengasuh untuk si kembar datang dan Ayah mengantarkan anak anak besok sekalian ngantor. ''
ucap Abimanyu yang memecahkan keheningan dan konsentrasi Deliana.
''Iya Mas Abii dan aku juga udah punya firasat kalau Ayah akan antarkan anak anaknya besok, aku mau menyeleksi dulu kedua pengasuhnya kalau lolos aku bakal pekerjakan tapi kalau gak lolos aku mau berhentikan Mas. ''
__ADS_1
ucap Deliana dan Abimanyu hanya mengiyakannya.
Abimanyu dan deliana memang sama sama menyukai dunia pekerjaan dan bisnis, mereka sangat cocok sekali seperti sekarang ini, berdua di ruang keluarga sama sama bergelut dengan layar leptop dan berkas berkas.
Pagi hari menjelang......
Kediaman rumah Deliana kembali ramai pagi ini karena Ayah Farhan mengantarkan ketiga anaknya Deliana, Arsyan terus menempel pada Deliana setelah dua malam tidak bertemu.
Pengasuh si kembar pun sudah tiba dan Deliana langsung memberi penjelasan pekerjaan untuk kedua pengasuh buah hatinya dan khusus Arsyan akan di asuh oleh suster lamanya.
''Kamu jangan khawatir yah Sayang, Ayah menyeleksi dengan ketat dan Ayah gak memperkerjakan daur muda takut ada masalah nantinya, jadinya Ayah memilih wanita matang untuk menjadi pengasuh si kembar. ''
ucap Ayah Farhan saat melihat Deliana sedang memperhatikan kedua pengasuh buah hatinya.
''Tapi Deliana tetap akan memantau nya sebulan ini sebelum Deliana kembali ke dunia pekerjaan lagi, kemarin juga Mas Abimanyu memasang kamera CCTV tambahan yang terhubung ke handphone Mas Abii dan ke handphone Deliana. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk.
''Suami kamu pagi sekali berangkat ke kantornya?? ''
ucap Ayah Farhan saat tidak mendapati menantunya.
''Bukan pagi sekali tapi Ayah datang ke rumah nya siang, Mas Abii seperti biasa berangkat pukul tujuh tiga puluh. ''
ucap Deliana dan Sang Ayah hanya tersenyum.
''Kemarin Arsyan cerita ke Ayah kalau dia ingin sekolah loh, kenapa Abimanyu melarangnya segala?? ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana langsung terdiam.
''Anak satu itu selalu melaporkan apapun ke Ayah, kemarin Mas Abii lagi sensitif ajah makanya gak ijinkan Arsyan tapi kemarin bilang sih mengijinkan Arsyan dan malahan mau mencari sekolah terbaik untuk pendidikan anak usia dini. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan langsung terdiam seperti memikirkan sesuatu.
''Bagaimana kalau sekolahnya di sekolah kamu yang dulu, disana kan sekolah internasional dan pelajaran agamanya sangat bagus juga, kalau setuju Ayah akan daftarkan karena pimpinan sekolahnya kan masih kerabat kita juga loh Sayang. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana langsung tersenyum senang.
''Deliana gak ingat kesana Ayah, jangan dulu di daftarkan sekarang, tunggu persetujuan Mas Abii dulu dan nanti saat Mas Abii pulang akan Deliana ceritakan semuanya. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengiyakannya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.......