IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Sehari dengan keluarga.


__ADS_3

Satu minggu sudah Deliana berstatus seorang istri, Deliana masih menyandang gadis hingga hari ini dan Abimanyu tidak memaksakan kehendaknya yang terpenting istrinya nyaman di sampingnya agar segera tumbuh rasa cinta padanya.


Hari minggu di manfaatkan untuk berlibur oleh Abimanyu, Abimanyu mengajak anak dan istrinya untuk berjalan jalan, Ibu mertuanya Deliana tidak ikut karena tadi pagi Ibunya berangkat untuk menghadiri pernikahan kerabat terdekatnya, Deliana dan Abimanyu di tolak saat meminta menemani, Abimanyu pun tidak masalah dan menuruti keinginan Ibunya.


''Arsyan senang sekali yah bermain di taman terbuka seperti ini. ''


ucap Abimanyu saat melihat putra nya bermain dengan anak lainnya.


''Semua anak juga akan senang bukan hanya Arsyan, setiap hari Arsyan main di rumah dan bermain di tempat terbuka seperti ini sangat bagus. ''


jawab Deliana dan membuat suaminya tersenyum.


''Sepertinya ini adalah ajang nostalgia kamu. ''


ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.


''Dulu aku, Bunda dan Ayah selalu bertamasya kalau sedang senggang waktu, sampai aku dewasa pun Ayah sama Bunda selalu menyempatkan waktu. ''


ucap Deliana dan suaminya mengerutkan keningnya.


''Teruuus......''


ucap Abimanyu yang penasaran dengan ceritanya.


''Yaaa.....ga terus juga, aku bahagia pokonya walaupun Ayah dan Bunda harus berpisah, kasih sayangku tetap sama untuk mereka. ''


jawab Deliana dan Abimanyu tersenyum embalasnya.


''Kamu emangnya gak merasakan hal seperti Arsyan sekarang Mas....?? ''


ucap Deliana yang berbalik bertanya pada suaminya.


''Dulu Ayah sama Ibu sibuk urusan bisnis, hingga Mas lulus sekolah SMA pun mereka sibuk dan akhirnya Mas memutuskan untuk kuliah di luar negeri, Ayah di kabarkan sakit sakitan dan Mas kembali ke tanah air setelah lulus, menikah di jodohkan dengan mendiang Ibunya Arsyan dan sekarang menikah sama kamu, gak ada yang istimewa. ''


ucap Abimanyu namun bukan itu jawaban yang Deliana inginkan.


''Kalau aku sih gak di ijinkan sekolah jauh jauh, padahal aku kan bercadar tapi Ayah posesif sekali takut anak gadisnya di jahatin katanya. ''


ucap Deliana yang mengingat saat dirinya dan sang ayah berdebat masalah sekolahnya.


''Memangnya semasa sekolah kamu gak punya teman dekat atau pacar misalnya?? ''


ucap Abimanyu dan Deliana menggelengkan kepalanya.


''Dalam islam gak di perbolehkan pacaran, banyak yang dekatin aku semasa sekolah tapi aku menganggapnya mereka hanya penasaran dengan wajahku ajah makanya mendekati, bahkan banyak sekali teman bisnis Ayah yang meminta menjodohkan dengan anak anaknya tapi Ayah selalu menolak karena Ayah memberikan kebebasan ke aku untuk urusan jodoh karena anaknya yang akan menjalani bukan Ayah, Mas pasti seorang playboy yaah?? ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu langsung tertawa.


''Suami kamu ini bukan tipekal cowok pemain, Mas hanya memiliki satu mantan pacar ajah selama hidup, pacar yang membuat luka hingga Mas harus kabur ke luar negeri untuk melupakannya, tapi semenjak bertabrakan dengan wanita bercadar dan mendengar suaranya yang membuat hati Mas bergetar, Mas langsung percaya kalau Mas sudah melupakan mantan saat sekolah dulu, hingga Mas terpaksa menerima perjodohan dari Ayah karena saat itu Ayah dalam detik terakhir menghembuskan nafasnya, tapi Mas bahagia karena gadis bercadar itu sekarang sudah menjadi milik Mas dan gak akan pernah di lepaskan. ''


ucap Abimanyu dan Deliana langsung terdiam dengan penuturan suaminya.


''Sedalam itu kah kamu mencintai aku Mas?? ''

__ADS_1


ucap Deliana dan Abimanyu menganggukan kepalanya.


''Sangat......Mas jatuh hati sama kamu dari kelembutan suara kamu. ''


jawab Abimanyu dan membuat Deliana terdiam.


''Kenapa Mas Abii bisa tinggal di kalimantan dan kembali lagi setelah istri Mas meninggal?? ''


ucap Deliana saat suaminya tersenyum kepadanya.


''Karena keluarga mendiang ibunya Arsyan emang pengusaha asal kalimantan dan Mas memilih menetap disana sambil memantau perusahaan Ayah dari jauh, hingga Arsyan dua bulan lahir, ibunya Arsyan meninggal karena serangan jantung akibat aset perusahaan keluarganya di ambil paksa oleh saudara nya, Mas langsung kembali ke kota ini dan meninggalkan semua aset milik Ibunya Arsyan karena Mas kan memiliki aset peninggalan Ayah. ''


ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.


Tiba tiba terdengar suara Arsyan menangis dan membuat Deliana langsung menghampirinya sedangkan Abimanyu hanya mengamati apa yang akan di lakukan Deliana pada putranya.


''Kenapa sayang...?? ''


ucap Deliana yang langsung menenangkan Arsyan yang sedang menangis.


''Sakit Mama.....''


jawab Arsyan sambil mengelus tangannya.


''Maaf Mba tadi anak saya memukul anaknya Mba, maaf sekali lagi yah. ''


ucap seorang ibu yang tadi anaknya memukul Arsyan.


ucap Deliana sambil mengusap air mata Arsyan.


''Ayo jagoan Mama kita pulang ajah yah sayang, sudah mulai panas juga. ''


ucap Deliana sambil menggendong Arsyan menghampiri suaminya.


''Jagoan Papa kenapa nangis sih, harusnya kuat dong kan anak cowok. ''


ucap Abimanyu saat putranya menangis di gendongan Deliana.


''Lebih baik kita pulang ajah yah Mas Abii, udah panas juga sekarang. ''


jawab Deliana saat Arsyan bertambah menangis karena di ledek Suaminya.


Abimanyu pun mengiyakannya dan langsung mengajak istri juga anaknya untuk pulang, namun seseorang memanggilnya dan membuat Abimanyu langsung berbalik ke arah yang memanggilnya.


''Abimanyu....kamu sudah pulang ternyata?? kapan tibanya?? ''


ucap seorang wanita yang memanggil Abimanyu.


''Tiga bulan lalu aku sampai di kota ini dan memutuskan menetap di kota ini, Kamu sendiri lagi apa Nabila di taman terbuka seperti ini?? ''


jawan Abimanyu dan temannya langsung menunjuk ke arah seorang anak yang sedag bermain.


''Ngajakin anak aku main, Bintang sebentar lagi sampai tapi masih di jalan sih, dia istri sama anak kamu Abimanyu.....''

__ADS_1


ucap Nabila yang melihat wanita di gandeng oleh Abimanyu.


''Iya Nabila, kenalkan ini Deliana istri saya dan Arsyan jagoan kami. ''


ucap Abimanyu mengenalkan deliana kepada teman lamanya.


''Aku Nabila teman saat sekolah dulu. ''


ucap Nabila saat Deliana membalas uluran tangannya.


''Saya Deliana ......''


ucap lembut Deliana dan langsung pamit karena Arsyan menangis terus.


''Aku pamit yah Nabila, anak aku susah di tenangkan kalau nangis. ''


ucap Abimanyu yang pamit sambil mengejar Deliana yang sudah terlebih dahulu menuju mobil.


''Anak Mama sayang jangan nangis terus nanti malah tambah jelek loh. ''


ucap Deliana saat duduk di dalam mobil dan memberikan botol susu pada Arsyan.


Arsyan langsung diam dan meminum susunya, Abimanyu langsung masuk dan tersenyum menatap putranya yang sudah berhenti menangis.


''Kita ke rumah Bunda yah Mas Abii, Bunda bilang sudah masakin makanan kesukaan kita loh. ''


ucap Deliana dan Abimanyu langsung mengiyakannya.


''Oke siap, jangan menginap yah dan langsung pulang ajah, gak apa apa kan?? ''


jawan Abimanyu dan Deliana mengangguk.


Deliana dengan telaten mengusap keringat di wajah Arsyan menggunakan tissu dan mengelap tangan nya dengan tissu basah agar kuman di tangan Arsyan hilang, Abimanyu hanya tersenyum melihat istrinya begitu telaten mengurus Arsyan.


''Jagoan Mama memang sangat tampan sekali, jangan nangis lagi yah sayang kalau ada yang nakalin kamu, langsung pergi ajah dan jangan melawan juga. ''


ucap Deliana sambil mencium pipi Arsyan terus mengelusnya dan Arsyan hanya mengangguk.


Arsyan memberikan botol susunya dan langsung berceloteh menanyakan apapun yang di lihatnya sepanjang perjalanan, sesekali Deliana menjawabnya dan kadang Abimanyu yang menjawabnya saat Deliana tidak mengerti dengan ucapan Arsyan.


.


.


.


.


.


...................


tbc.....

__ADS_1


__ADS_2