IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Kesedihan Deliana........


__ADS_3

Deliana sudah siap dengan pakaiannya dan entah kapan Bunda Nida menyiapkan pakaiannya juga pakaian Arsya, namun Deliana malas berdebat dan membiarkan apapun yang di lakukan Bunda Nida.


Selama perjalanan menuju bandara, Deliana hanya diam karena saat ini dia sedang sibuk menatap lembaran majalah elektronik di handphone nya.


''Kamu gak menanyakan kita akan kemana?? ''


ucap Bunda Nida yang memecahkan keheningan.


''Bertanya juga nantinya jadi teka teki kan, Deliana mendingan ikut ajah maunya Bunda dan asalkan Arsyan gak rewel ajah. ''


jawab Deliana dan Bunda Nida pun lega hatinya karena Deliana tidak akan membuatnya was was kembali.


''Oke deh, pokonya kamu ikutin ajah Bunda membawa kamu kemana. ''


ucap Bunda Nida dan Deliana hanya mengangguk.


Perjalanan hanya tiga puluh menit menuju bandara dan Deliana mengerutkan keningnya saat melihat asisten ayahnya menunggu di bandara keberangkatan.


Deliana berjalan mengikuti Bunda Nida dengan menuntun Arsyan, Deliana juga membiarkan Bunda Nida yang menghampiri asisten ayahnya.


''Ayo sayang kita ke pesawat sekarang karena sudah siap akan terbang. ''


ucap Bunda Nida dan Deliana mengangguk.


''Ini pesawat pribadi punya siapa Bunda?? ''


ucap Deliana saat memasuki pesawat yang begitu mewah.


''Punya Mama Amanda tapi ini milik pribadinya sebelum menikah dengan ayah kamu. ''


ucap Bunda Nida dengan jelasnya karena Deliana terlihat mengerutkan keningnya.


''Oh....begitu yah, Deliana mau sholat ashar dulu yah soalnya udah waktu nya. ''


ucap Deliana dan Bunda Nida mengangguk.


Deliana langsung mengambil air wudhu dan segera melaksanakan Sholat ashar, Deliana begitu tenang melaksanakan sholatnya.


.


.


.


Perjalanan mengudara beberapa jam akhirnya sampai di negara tujuan, Deliana terdiam saat menyadari dimana dia saat ini.


''Mau apa kita ke negara Australia Bunn...?? jangan bilang kita menyusul Mas Abii?? ''


ucap Deliana saat turun dari pesawat menuju keluar bandara.


''Betul sayang......kita memang sengaja menyusul suami kamu, ayoo kita ke rumah untuk istirahat kasian Arsyan biar nyaman tidur nya. ''

__ADS_1


jawab Bunda Nida dan Deliana mengangguk.


Deliana hanya mengikuti kemanapun Bunda Nida membawanya, dia tidak banyak bertanya karena saat ini hatinya tiba tiba resah dan ingin bertemu suaminya.


''Ya allah.....perasaan apakah lagi ini, rasanya begitu sakit dan sangat sulit untuk melupakannya. ''


gumam Deliana dalam hatinya sambil terdiam.


Bunda Nida tidak banyak bicara dan mengikuti kemanapun asisten mantan suaminya membawa karena Amanda hanya berpesan ikuti asisten yang akan menjemput dan mengantarkannya sampai ke kediaman nya.


Deliana menatap sekitar rumah yang saat ini di pijaknya setelah menempuh perjalanan dua puluh menit dari bandara, malam semakin larut dan membuat Deliana kedinginan, Deliana dengan cepat berjalan mengikuti Bundanya.


Alangkah kagetnya saat pintu terbuka dan wajah ibu sambungnya yang membuka pintu dengan senyuman nya saat menatap Deliana.


''Selamat datang.....ayo masuk karena di luar kan dingin banget. ''


ucap Amanda saat membuka pintunya dan Bunda Nida juga Deliana langsung masuk.


''Assalamualaikum.......''


ucap salam Bunda Nida dan Deliana.


''Walaikumsallam......''


jawab Amanda sambil membawa Arsyan dari gendongan Deliana untuk di pindahkan ke ranjang agar nyaman.


''Bunda.....kita di rumahnya Mama Amanda ini?? ''


''Betul sayang......ini rumahnya Mama. ''


jawab Amanda yang tiba tiba datang menghampiri setelah membawa Arsyan.


Saat Deliana akan menjawab, Ibu mertuanya tiba tiba menghampiri dan semakin membuat Deliana bertanya tanya saat ini.......


''Deliana sayang......''


ucap Ibu mertuanya saat menghampiri Deliana dan Deliana tersenyum sambil mencium tangannya.


''Ibu kenapa bisa disini sama Mama?? Ibu sama lagi liburan juga yah?? ''


jawab Deliana dan semua nya langsung saling melirik.


Bunda Nida langsung melepaskan cadar Deliana agar Deliana nyaman berbicara, Deliana tidak menolak dan membiarkannya.


''Maafkan kami semua Deliana sayang.....''


ucap Ayah Farhan yang tiba tiba menghampirinya dan membuat Deliana mengerutkan keningnya.


Perasaan Deliana langsung tak menentu saat kata maaf terucap dari sang Ayah, Deliana langsung menatap horor pada orang tuanya saat ini.


''Jangan berbasa basi lagi sekarang, ada apa sebenarnya?? cukup membuat Deliana penasaran dari tadi siang sampai malam yang sangat larut ini. ''

__ADS_1


ucap Deliana tiba tiba karena merasakan kejanggalan.


Ayah Farhan menghampiri dan duduk di samping putrinya, Deliana terus memperhatikan Ayahnya saat ini.


Ayah Farhan langsung menggenggam tangan Deliana, raut wajah lelah dan serius begitu nampak di wajah sang Ayah dan Deliana bisa merasakannya.


''Maaf kan Ayah, andai Ayah tidak menuruti ucapan Abimanyu mungkin sekarang kamu menemani nya dalam masa masa sulitnya, Maafkan kami semua sayang.....''


ucap sang Ayah dan berhasil membuat Deliana mematung.


''Deliana gak ngerti dengan ucapan Ayah, apa maksudnya?? ''


ucap Deliana dan membuat sang Ayah terdiam.


''Abimanyu seminggu lalu kecelakaan, Ayah baru mengetahuinya kemarin lusa karena ada operasi kedua yang di jalani Abimanyu dan membutuhkan keluarga sebagai penjamin nya, awalnya Abimanyu tidak memberitahukan Ayah, tapi karena keadaan yang mendesak membuat Abimanyu memberitahukannya ke Ayah, tadi pagi operasi kedua Abimanyu di bagian kepalanya berjalan lancar walaupun kondisinya sempat drop, namun sekarang kondisi Abimanyu dalam keadaan tidak baik, pasca operasi harusnya empat jam kemudian Abimanyu sadar namun sampai barusan Abimanyu belum sadarkan diri. ''


ucap Ayah Farhan dengan nada lemahnya bahkan air matanya menetes.


Deliana mematung dan air matanya langsung mengalir begitu saja, bohong jika Deliana tidak sedih, bohong jika Deliana baik baik saja setelah mendengar penjelasan sang Ayah.


Tangis Deliana langsung pecah dalam pelukan sang Ayah, Laki laki yang baru saja menikahinya, laki laki yang membuatnya mengenal artinya rasa cinta, suami yang mengajarkan arti kesabaran, harus berjuang tanpa nya saat ini, Deliana marah karena semua kompak tidak memberitahukannya namun Deliana menepisnya dan berfikir posistif.


''Saat operasi selesai nama Deliana yang terucap terakhir kali di bibir Abimanyu, Dokter pun menyarankan agar nama yang di panggil pasien segera datangkan untuk merangsang alam bawah sadar pasien, makanya Ayah meminta Bunda kamu untuk membawa kamu tanpa memberitahukan tujuan dan maksudnya, karena hanya Ayah yang bisa menenangkan tangisan kamu Deliana sayang, ayah sekuat tenaga berusaha untuk mendatangkan dokter terbaik agar suami kamu cepat sadar karena kondisi suami kamu tidak memungkinkan untuk di pindahkan ke rumah sakit, maafkan Ayah yaah Sayang karena menuruti keinginan suami kamu. ''


ucap sang Ayah kembali karena Deliana terus menangis kencang dalam pelukannya.


Tangisan yang begitu terdengar menyayat hati, tangisan seorang istri yang begitu rapuh, ketiga Ibu saat ini ikut menangis mendengar dan melihat bagaimana reaksi Deliana.


Deliana bukan gadis yang mudah marah dengan keadaan, Deliana penuh kesabaran dan memendam kemarahannya, hatinya yang selalu ikhlas hanya bisa meneteskan air mata sebagai balasannya.


''Kita ke rumah sakit yah sekarang, agar kamu bisa melihat kondisi suami kamu secara langsung dan mudah mudahan dengan ijin allah melalui kamu, Suami kamu akan secepatnya sadar. ''


ucap kembali Ayah Farhan sambil melepaskan pelukan Deliana.


Wajah cantik Deliana seketika langsung sembab, matanya, hidung dan pipinya bahkan memerah, Ayah Farhan menghapus air mata Deliana.


''Ada Ayah di sisi kamu, Bunda, Mama dan ibu mertua kamu bahkan Arsyan pun ada di dekat kamu, berhentilah menangis sayang, kuatkan hatimu dan bantulah suami kamu dengan doa dari kamu agar secepatnya pulih. ''


ucap kembali Ayah Farhan karena Deliana hanya diam dan menangis.


.


.


.


.


.


tbc........

__ADS_1


__ADS_2