
Saat ini semua keluarga sedang menunggu harap harap cemas, sudah satu jam di tindak tapi belum ada tanda tanda Dokter Rully atau Dokter Mira keluar dari ruangan Deliana.
Bunda Nida bersandar pada bahu Ayah Farhan, dia lelah dengan semua harapannya karena Deliana yang masih belum ada tanda tanda kesadaran.
Di dalam ruangan tindakan Deliana tak kalah tegangnya, tubuh Deliana tetap tidak memberikan respon menerima transfusi darahnya, Dokter Mira begitu putus semangat saat ini.
Dokter Rully menghembuskan nafasnya dan langsung menghampiri Deliana, Wajahnya Deliana begitu pucat dan membuat hatinya sakit.
''Deliana Sayang.....Deliana Aisyah putri cantik Paman, semangatlah untuk pulih dan terimalah transfusi darahnya Sayang, ada dua malaikat kecil saat ini membutuhkan kehadiran kamu, suami kamu Abimanyu dan putra mu Arsyan sedang menunggu kamu Sayang, Ayah Farhan juga Bunda Nida sangat mengkhawatirkan kamu, berikan secercah harapan pada Paman mu ini Sayang, Paman ingin kamu bangkit dan terimalah transfusi darahnya. ''
bisik Dokter Rully tepat di telinga bagian kanan Deliana.
Dokter Mira terus memperhatikan semua yang dilakukan Dokter Rully dan Dokter Mira melototkan matanya saat melihat jari tangan Deliana begerak.
''Dokter ada respon di jarinya. ''
ucap Dokte Mira dan membuat Dokter Rully menghela nafasnya.
''Alhamdulillah ya allah, terimakasih Deliana sayang atas kerjasamanya. ''
ucap Syukur Dokter Rully sambil membenarkan saluran darah yang mulai mengalir ke tubuh Deliana.
''Kita tunggu sampai darahnya mengalir masuk kedalam tubuh Deliana dahulu Dokter Mira. ''
ucap Dokter Rully dan di angguki oleh Dokter Mira.
''Dokter begitu dekat dengan keluarga Tuan Farhan ternyata?? ''
ucap Dokter Mira dan Dokter Rully mengangguk.
''Istri dari Farhan itu adik sepupu saya dan saya dengan Farhan bersahabat, Deliana seperti putri saya karena di keluarga besar kita hanya Deliana keturunan pertama wanita, Deliana sangat di sayangi semua termasuk istri dan kedua putra saya, makanya saya sedih melihat Deliana koma dan seperti mayat hidup. ''
ucap Dokter Rully dan Dokter Mira hanya mengangguk.
''Kecepatan darahnya sedikit lambat Dokter, apa mau di tambah lagi?? ''
ucap Dokter Mira saat melihat tetesan darah nya begitu lambat.
''Jangan.....sengaja saya atur perlambat, takutnya tubuh Deliana kembali menolak. ''
ucap Dokter Rully dan Dokter Mira hanya bisa menuruti.
''Sepertinya tidak menolak Dokter, tubuh Nyonya Deliana sedikit berwarna sekarang. ''
ucap Dokter Mira saat melihat wajah pucat Deliana berangsur pulih.
''Masih ada secercah harapan untuk Deliana agar segera pulih, kita tunggu saja. ''
ucap dokter Rully dan Dokter Mira mengiyakannya.
__ADS_1
Di dalam hati Dokter Rully terus berdoa agar Deliana merespon transfusi darahnya, karena Dokter Rully pun bingung dengan cara bagaimana lagi membantu Deliana karena tubuh Deliana di alam bawah sadarnya menolak.
Entah apa yang sedang di fikirkan Deliana hingga berujung penolakan pada tubuhnya, Deliana seakan ingin pergi dari dunia namun raganya tidak menginginkannya.
Senyum mengembang di wajah dua dokter beda generasi itu saat ini, tubuh Deliana menerima transfusi darahnya, perlahan tubuh di aliri darah kulit pucatnya sedikit berubah.
''Dokter Mira Kamu segera siapkan satu labu lagi darah nya, saya akan menghampiri keluarga dulu memberitahukan semua tentang Deliana. ''
ucap Dokter Rully dan Dokter Mira langsung mengangguk.
Pintu ruangan Deliana terbuka dan kedua Dokter keluar dari ruangan itu, Abimanyu langsung berdiri dan menghampiri Dokter Rully.
''Alhamdulillah.......tubuh Deliana merespon transfusi darahnya, ada secercah harapan untuk Deliana saat ini dan doa kita semua terkabul. ''
ucap Dokter Rully dan membuat semua keluarga berucap syukur.
''Terus......Deliana akan sadar kan Rully?? ''
ucap Bunda Nida dan membuat Dokter Rully terdiam.
''Saat ini yang terpenting adalah tubuh Deliana tidak menolak transfusi darah karena itu yang mempengaruhinya juga, masalah kesadaran Deliana kita hanya bisa menunggu. ''
ucap Dokte Rully dan membuat Bunda Nida tetap menangis.
''Dengarkan Mas yah Nida, kita berdoa dan Rully juga sudah semaksimal mungkin melakukan tindakan untuk Deliana saat ini, behentilah menangis. ''
ucap Ayah Farhan dan Bunda Nida terdiam tapi tetap menangis.
Abimanyu tak hentinya berucap syukur dengan kabar baru dari Deliana, yang terpenting saat ini adalah Deliana merespon transfusinya dan itu sudah cukup.
Ayah Farhan mengajak Abimanyu dan Bunda Nida menuju Mushalla karena sudah tiba waktu sholat Ashar, Abimanyu mengangguk dan terlebih dahulu berjalan karena Ayah Farhan memapah Bunda Nida.
Di kediaman Amanda saat ini......
Ibu Rahma sedang menemani Arsyan bermain sedangkan Amanda sedang meeting online di ruang kerjanya karena butik saat ini dia yang hendle.
Terdengar suara notifikasi di handphone Ibu Rahma dan ternyata satu pesan masuk dari Abimanyu.
💬 Alhamdulillah Buu......tubuh Deliana menerima transfusi darahnya dan sekarang masih di tangani.
Ibu Rahma tersenyum dan mengucap Syukur karena kabar dari dari Abimanyu mengenai kondisi Deliana membuatnya bahagia.
''Alhamdulillah ya allah, engkau mengabulkan doa kami semua dan hamba memohon padamu segera sadarkan Deliana kembali karena dua malikat kecil sangat membutuhkannya. ''
ucap Doa Ibu Rahma begitu tulus untuk Deliana.
Ibu Rahma menatap Arsyan dan senang karena Arsyan tidak rewel hanya sesekali menanyakan mamanya dan bisa di tenangkan.
''Ada kabar baik Mama Amanda. ''
__ADS_1
ucap Ibu Rahma saat Amanda menghampirinya.
''Kabar baik mengenai Deliana?? ''
ucap Amanda dan Ibu Rahma mengangguk.
''Alhamdulillah......tubuh Deliana sudah menerima transfusi darahnya, barusan Abimanyu memberitahukan ke saya. ''
ucap Ibu Rahma dan Amanda langsung bahagia mendengarnya.
''Alhamdulillah ya allah, putriku akhirnya bisa menerima transfusi darahnya, besok saya mau ke rumah sakit Buu Rahma, gak apa apa kan Ibu sama Arsyan di rumah dulu. ''
ucap Amanda dan Ibu Rahma mengiyakannya.
Amanda begitu senang karena masa kritis Deliana telah lewat dan Amanda yakin kalau Deliana akan segera pulih kembali.
Di rumah sakit saat ini.......
Setelah selesai sholat, Ayah Farhan mengajak Bunda Nida untuk makan di kantin sedangkan Abimanyu memilih menunggu di depan ruangan rawat Deliana karena masih merasa belum tenang sebelum ada kejelasan.
Pintu ruangan terbuka dan ternyata dokter Mira keluar dari ruangan, di susul oleh Dokter Rully yang langsung menghampiri Abimanyu.
''Farhan dan Nida kemana?? ''
ucap Dokter Rully saat menghampiri Abimanyu.
''Ayah sama Bunda ke kantin, dari pagi Bunda belum masuk makanan sama sekali Paman, bagaimana kondisi Deliana saat ini?? ''
ucap Abimanyu dan Dokter Rully tersenyum.
''Alhamdulillah Deliana sudah habis satu labu darah yang masuk kedalam tubuhnya dan sekarang proses kedua, setelah selesai Deliana akan di pindahkan ke ruangan biasa dan Dokter Mira sedang mempersiapkannya karena ruangan rawat Deliana khusus, Paman mau meminta ijin sama kamu untuk melepaskan cadar Deliana selama di rawat, ruangan nya sengaja di pilih khusus agar tidak terlihat dari luar dan yang akan menangani Deliana pasti perawat perempuan. ''
ucap Dokter Rully dan Abimanyu menyetujuinya.
''Sebelumnya juga Dokter Mira sudah meminta ijin Juga dan Abii mengijinkan karena semua demi kebaikan juga kan, apa nanti di ruang rawat bisa di tunggu dan ga usah menunggu di luar ruangan kan Paman?? ''
ucap Abimanyu dan Dokter Rully mengangguk.
''Deliana sudah melewati masa kritisnya dan saat ini kita hanya menunggu kesadaran alam bawah sadar Deliana, bisikan dari orang yang mencintainya akan sangat mempengaruhi nantinya, Paman minta sama kamu Abii, '' semangati Deliana dan ajak berbicara karena hanya tubuh Deliana yang tidak merespon tapi hati dan pikirannya merespon '' Paman yakin Deliana akan segera pulih. ''
ucap Dokter Rully dan Abimanyu mengangguk mengiyakannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.......