
Deliana langsung membawa wanita itu duduk di samping meja kasir dan meminta wanita itu untuk duduk.
''Nama saya Anggita Mba.....boleh saya pinjam handphone nya?? ''
ucap anggita dan Deliana mengerutkan keningnya.
''Memangnya handphone untuk apa yah?? ''
jawab Deliana yang memang tidak mengerti dengan ucapan anggita.
''Saya mau meminta jemput ke mama saya karena tas saya lupa tertinggal di mobilnya. ''
''Ohh......pakai telphone butik ajah Mba kalau gitu, ayo ikut saya ke ruangan samping. ''
Deliana langsung memberikan telphone pada Anggita setelah sampai di ruangan khusu nya dahulu dan menunggu Anggita sampai selesai menelphone dan Deliana masa bodo dengan apapun yang di bicarakan oleh Anggita.
''Terimakasih yah dan saya tinggal menunggu jemputan ajah, bisa anterin saya sampai pintu utama butik nya gak?? ''
ucap Anggita dan Deliana kembali mengangguk.
Deliana berjalan bersampingan dengan Anggita menuju pintu utama butik dan ternyata jemputan Anggita sudah ada dan Anggita langsung masuk kedalam mobil itu.
Deliana langsung masuk kembali ke area butik namun sebuah tangan mencekalnya saat berada di dalam butik.
''Lepaskan tangan saya. ''
ucap Deliana yang reflek menghempaskan cekalannya tangan pria itu.
''Kamu yang membantu Anggita kabur yah?? ''
ucap pria itu dengan nada marah.
''Maaf yah saya tidak kenal dengan anda tuan dan permisi. ''
ucap Deliana sambil membalikkan badannya menuju area butiknya namun Bunda Nida memanggilnya.
''Deliana......kamu malah keluyuran bukannya bantu Bunda. ''
ucap Bunda Nida dan membuat sang pria langsung terdiam lalu mengingat nama Deliana.
''Deliana bukannya nama gadis bercadar yang aku tabrak saat aku di kantornya Pak Farhan??. ''
gumam pria itu sambil tersenyum lalu memanggil Deliana.
''Tunggu sebentar.....''
ucap Pria itu saat Bunda Nida dan Deliana menuju area dalam butik.
''Anda nyonya Nida kan?? yang merancang gaun pernikahan calon istri saya?? masih ingat dengan saya gak?? ''
ucap pemuda itu dan Bunda Nida mengangguk.
''Memang nya ada apa yah?? gaunnya baru di rampungkan hari ini dan jadwal pengambilannya kan besok. ''
ucap Bunda Nida dan pria itu langsung tersenyum tipis.
''Begini......saya mau meminta pertanggung jawaban nona yang sedang nyonya gandeng untuk menggantikan calon istri saya yang kabur barusan karena di bantu oleh nona ini. ''
ucap pria itu dan langsung membuat Deliana juga sang Bunda seperti tersambar petir.
''Apa apaan ini.....Mas jangan asal dalam berbicara yah, saya tidak membantu calon anda kabur. ''
elak Deliana dan membuat sang pria tersenyum sinis.
''Dengarkan perkataan Ibu saya yang barusan dapat kabar dari keluarga wanita yang di bantu kabur oleh anda nona. ''
__ADS_1
ucap pria itu sambil menelphone nomer ibunya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Abiii......barusan Tante Ayu ngabarin Ibu kalau Anggita kabur dari butik sepertinya ada yang membantunya meminjamkan telphone, bagaimana ini Abii.....pernikahan kamu satu minggu lagi. ''
''Batalkan sajah Ibu karena Abii sudah dapat gantinya yang telah membantu Anggita kabur. ''
''Tapi Anggita membobol Rekening Ibu loh barusan dua puluh juta. ''
''Sudah biarkan sekarang Abi blokir kartu nya. ''
''Yasudah Ibu akan batalkan ke Tante Ayu sekarang masalah pernikahannya. ''
Panggilan Berakhir.....
''Kamu dengar sendiri kan Nona dan anda lah yang membantu Anggita kabur, saya tunggu dua puluh empat jam dari sekarang dan kalau sudah menemukan jawabannya silahkan hubungi saya dan untuk Nyonya Nida saya minta bujuk Nona ini untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahannya. ''
ucap pria itu sambil memberikan kartu nama pada Bunda Nida karena Deliana masih terdiam.
''Ya allah Deliana.......kenapa kamu baik tidak pada tempatnya dan sekarang malah kamu sendiri yang terjebak kan, bagaimana ini sayang......''
ucap Bunda Nida saat pemuda itu meninggalkan butik.
Bunda Nida langsung menggandeng sang putri untuk menuju kantornya karena memang saat ini Deliana masih diam dan beberapakali jalannya oleng karena masih syok dengan kejutan yang terjadi pada hidupnya,
''Duduk dulu sayang Bunda ambilkan minum untuk kamu dulu yah. ''
ucap Bunda Nida saat sampai di ruangannya dan mendudukan Deliana di sofa ruangannya.
''Bunda......Deliana takut, Deliana takut.....''
ucap Deliana yang tiba tiba menangis dan membuat sang Bunda langsung menghampirinya lalu memeluknya.
ucap Bunda Nida sambil menenangkan putrinya yang sedang menangis.
''Ya allah ini semua ccobaan atau malapetaka kenapa sangat cepat terjadinya?? mudah mudahan ada solusi dan jalan keluar dari masalah ini. ''
gumam Bunda Nida dalam hatinya sambil melepaskan cadar Deliana yang basah karena air matanya.
''Udah dong jangan nangis sayang, Bunda akan hubungi Ayah kamu yah biar dia yang datangin pria itu untuk membatalkan pernikahan nya. ''
ucap Bunda Nida saat melepaskan pelukannya dan langsung menghubungi mantan suaminya yang langsung mengangkat telphone nya dalam dering kedua.
Dalam panggilan saat ini......
''Assalamualaikum......Mas Farhan bisa ke butik saya sekarang, Deliana dalam masalah dan sekarang nangis terus bikin gemetar jadinya. ''
''Walaikumsallam......ada apa sama Deliana??, kenapa bisa nangis?? ''
''Udah jangan banyak nanya dulu cepat ke butik sekarang dan tenangkan Deliana. ''
''Iya iya sekarang saya kesana dan coba usap punggungnya sambil peluk biar reda tangisannya. ''
Panggilan berakhir.....
Deliana selama hidupnya tidak pernah mendapatkan masalah yang sulit bahkan Deliana tidak pernah menangis seperti sekarang, hanya Ayahnya yang bisa memberhentikan tangisan Deliana.
Bunda Nida langsung menekati Deliana lalu menangkannya sambil menunggu Ayah Farhan datang untuk menenangkan Deliana.
Hanya sepuluh menit menunggu Ayah Farhan datang dan membuat Deliana semakin kencang menangis sambil memeluk sang Ayah.
''Tenang sayang kan ada Ayah sekarang disini yang akan menjaga kamu. ''
ucap Ayah Farhan sambil mengelus kepala Deliana yang terisak di pelukannya.
__ADS_1
''Deliana gak mau menikah menggantikan penjahat itu, Deliana gak mau Ayah, hikss...hikss...''
jawab Deliana sambil menangis tersedu sedu.
Deliana menceritakan pertemuan dengan Anggita dan membantu Anggita untuk menelphone seseorang lalu menceritakan seorang pria yang meminta Deliana menggantikan pengantinnya.
Bunda Nida dan Amanda hanya jadi penonton derama Deliana dan Ayahnya, bahkan kedua ibu itu tersenyum saat melihat ekspresi Deliana saat menceritakan nya,
''Deliana sangat cantik sekali Nida, mirip kamu semasa muda dulu tapi lebih cantik Deliana. ''
ucap Amanda dan Bunda Nida tersenyum.
''Memangnya kamu baru mengetahui wajah Deliana di balik cadarnya?? ''
jawab Bunda Nida dan Amanda mengangguk.
''Baru sekarang dan ternyata, sungguh sempurna ciptaan Allah, sangat cantik sekali. ''
ucap Amanda yang merasa takjub dengan kecantikan Deliana.
''Deliana itu mengalir tiga bibit sekaligus, Rahimnya kamu, di buahi oleh Farhan dan di lahirkan oleh saya Amanda. ''
ucap Bunda Nida dan Amanda langsung tersenyum.
''Mana kartu namanya Nida, biar saya yang akan datangi pria itu yang seenaknya main meminta menggantikan pengantin, memangnya putri saya ini cadangan apa. ''
ucap Ayah Farhan dan Bunda Nida langsung memberikan kartu namanya.
Ayah Farhan langsung menerimanya dan membaca nama dari pemilik kartu namanya, alangkah kagetnya saat membaca siapa nama yang tertera.
''Abimanyu Dirgantara......kamu yakin Nida kalau pria ini yang meberikan kartu namanya?? ''
ucap Ayah Farhan dan Bunda Nida mengangguk.
''Benar Mas Farhan dan tadi Ibunya di telphone manggilnya Abii.....''
jawab Bunda Nida dan Ayah Farhan langsung terdiam.
''Apa maksudnya dia memberikan kartu nama ini?? seorang Abimanyu tidak pernah memberikan kartu nama pada orang asing. ''
ucap Ayah Farhan sambil menenangkan putrinya yang masih menangis sesegukan.
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
....................
tbc....
__ADS_1