IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
kebahagiaan Ayah Farhan....


__ADS_3

Abimanyu langsung menuju kamar mandi setelah merebahkan Deliana, tubuhnya terasa lengket dan ingin membersihkannya.


Pintu kamar di ketuk dan Deliana langsung mengiyakannya, ternyata Bunda Nida yang masuk membawa buah buahan yang sudah di kupas dan di iris kecil untuk di makan Deliana.


''Makan buah buahannya yah biar tubuh kamu lebih sehat, Bunda senang dan sedih dengan keadaan kamu sayang, kelelahan karena harus bekerja di butik sama di perusahaan Mama Amanda, maafkan kami yah sayang. ''


Ucap BUnda sambil menyuapi buah pada Deliana.


''Gak apa apa Bunda lagian Deliana gak tau kalau sedang hamil karena memang gak ada tanda tanda hamil juga. ''


Jawab Deliana sambil menerima suapan makan dari Bunda nya.


''Maaf karena kemauan Ayah kamu sampai membuat kamu tinggal di rumah ini, Ayah kamu terlalu over khawatir sama kamu sayang, padahal di rumah kamu juga akan di jaga sama Abimanyu dan Ibu mertua kamu juga, tapi Ayah tetap teguh pendirian gak mau di tolak sama sekali. ''


Ucap Bunda Nida dan Deliana hanya diam.


''Deliana gak masalah mau tinggal dimanapun yang penting nyaman ajah, yang bikin malas itu karena Deliana harus tinggal satu atap dengan Ayah yang memiliki dua istri, bikin kesal jadinya Bunda dan Deliana masih memikirkan bagaimana ayah memenuhi kewajibannya pada dua istri sekaligus sangat hebat sekali, Mas Abii ajah satu kewalahan. ''


Ucap Deliana dan membuat Bunda Nida mejadi malu sendiri dengan ucapan Deliana yang terlanjur jujur sekai.


''Kamu ini pemikirannya terlalu jauh, fokus sama pemulihan kamu karena dua minggu kedepan kamu dilarang aktifitas dan diam ajah di kamar. ''


Ucap Bunda Nida yang mengalihkan pertanyaan putrinya.


''Bunda gak seru deh, ayo cerita bagaimana membagi nya tuh kalian bertiga, Deliana udah menikah dan mengetahui semuanya yah masalah ranjang. ''


Ucap Deliana yang mendesak BUndanya untuk jujur.


''Kamu ini sangat keras kepala, pokonya kami bertiga tidur terpisah setiap malam, kalau Ayah meminta haknya yah Bunda kasih lagian Ayah sam Bunda baru menikah dan belum tahap sampai satu ranjang, kamu jangan berfikiran terlalu jauh yah sayang. ''


Ucap Bunda Nida dan Deliana menatap Bundanya penuh selidik.


''Deliaa gak percaya deh, atau jangan jangan kalian main bertiga yah?? Hayoo jujur?? ''


Ucap Deliana dan Bunda Nida semakin kesal mendengar ucapan purinya.


''Kamu ini ngawur sekali kalau bicara, kami sudah pada lanjut usia dan gak seperontal itu yah, udah ahh....bunda mau keluar ajah dan kamu makan sendiri atau minta suami kamu menyupinya. ''


Ucap Bund NIda sambil berjalan keluar dari kmar putrinya.


Deliana haya menggelengkan kepalanya dengan jawaban Bundanya, DEliana kembali memakan buahnya sambil menunggu suaminya selesai dengan urusan kamar mandi.


''Jangan jangan Mas Abii tidur di kamar mandi, lama sekali sih. ''

__ADS_1


Gumam Deliana saat menyadari suaminya yang sudah lama berada di kamar mandi.


Di luar kamar Deliana saat ini.......


Bunda Nida langsung menuju dapur membantu Amanda yang sedang menyiapkan makanan, Ayah Farhan sedang di ruang kerjanya mengerjakan beberapa pekerjaannya.


''Kamu kenapa Nida?? ''


Ucap AManda saat Bunda Nida menghampirinya dengan wajah yang terlihat kesal.


''Deliana bicaranya sangat prontal menanykan kita bertiga, aku malu sekaligus kesal Amanda. ''


Ucap Bunda Nida dan membuat AManda tersenyum.


''Jawab yang sejujurnya ajah kalau kita tidak satu kamar, dan kita mendapat jatah selang satu hari dari Ayahnya, gitu ajah repot. ''


Ucap Amanda dengan senyumnya dan membuat Bunda Nida melototkan matanya.


''Kamu memalukan sekali, aku masih canggung kalau membahas ranjang dengan anak itu, Deliana terlalu ingin tahu kalau sesuatu yang mengganjl di hatinya, silahkan kamu temui dia dan akan terjebak dengan pertanyaannya. ''


Ucap Bunda Nida sambil membantu mnyiapkan bahan bahan masakannya.


''Gak mau lah, biar Ayahnya yang jelaskan biar dia yang kelabakan sendiri. ''


Siang hari menjelang.....


Arsyan daang di antarkan oleh Ibu Rahma ke kediaman Ayah Farhan dan langsung menuju kamar Deliana setelah menyapa Bunda Nida dan Amanda.


Arsyan langsung memeluk Deliana dan enggan melepaska dekapannya, Deliana hanya tersenyum sambil mengelus punggung Arsyan dan sesekali mencium kepala Arsyan penuh sayang.


''Ibu senang karena kamu sudah pulang loh, jaga kesehatan kamu dan jangan mu kalau ABimanyu meminta hak nya sama kamu sayang, tunggu usia kandungan empat belas minggu. ''


Ucap Ibu Rahma dan membuat DElian tersenyum tapi Abimanyu langsung kesal.


''Maafkan Deliana yah Buu, malah pulang ke rumah Ayah dan Ibu di rumah sendirian deh karena Arsyan ikut disini. ''


Ucap Deliana dan Ibu Rahma langsung tersenyum.


''Gak apa apa sayang, pemulihan kamu saat ini nomer satu lagian Ibu di rumah juga gak sendiriam masih ada pelayan yang menemani, pokonya kamu fokus kesehatan kamu jangan mikir yang lain yah sayang, Ibu ingin yang terbaik untuk kamu dan kita semua, Ibu mendukung semua nya. ''


Ucap Ibu Rahma dan membuat Deliana mengangguk.


''Terimakasih Buu.....''

__ADS_1


Ucap Deliana dan Ibu mertuanya mengangguk.


Abimanyu hanya diam sambil memperhatikan Ibu dan istrinya yang sedang mengobrol, Abimanyu memikirkan ucapan Ibunya yang tidak boleh menyentuh istrinya hingga usia kehamilan empat belas minggu yang artinya dua bulan tidak bisa menyetuh istrinya dan membuat Abimanyu langsung kesall.


''Ibu serius dengan yang di katakan tadi, kala ABii gak bisa menyentuh Deliana sampai usia kandungan empat belas minggu?? ''


Ucap Abimanyu kembali menanyakan kebenarannya kepada ibunya.


''Iyalah serius, kandungan Deliana lemah dan tunggu sampai memasuki usia empat bulan, tahan lah jangan asal masuk nanti janin dalam kandungan istri kamu malah kenapa kenapa. ''


Ucap Ibu Rahma dan membuat Abimanyu langsung mengangguk.


Pintu kaar terbuka dan Amanda lah yang masuk untuk mengajak makan siang bersama, Deliana langsung di gendong Abimanyu keluar kamar, sedangkan Arsyan langsung di bawa oleh Ibu Rahma keluar dari kamar.


Ternyata di meja makan sudah tersedia makanan dan Ayah Farhan pun sudah duduk menunggu, Bunda Nida masih menyiapkan beberapa peralatan makan membantu pelayan.


''DEliana seperti orang sakit beneran kalau di gendog terus gini. ''


Protes Deliana saat Abimanyu mendudukan Deliana di kursi meja makan.


''Sudah jangan protes sayang, semua demi kebaikan kamu dan Ayah yakin suami kamu tidak keberatan juga dengan semua yang di lakukannya. ''


Ucap Ayah Farhan dan Deliana semakin mengerucutkan bibirnya.


Makan siang langsung di mulai terasa ramai karena Arsyan tidak diam dan terus mengoceh menanyakan makanan yang ada di hadapannya, Amanda dan Bunda Nida yang menjawab setiap pertanyaan Arsyan.


''Inilah moment yang paling aku tunggu di rumah, kehangatan saat makan bersama dan ada banyak celoteh aak kecil menemani makan, semoga keluargaku selau bahagia walaupun sempat membuat sakit karena keputusan poligamiku. ''


gumam Ayah Farhan dalam hatinya sambil memperhatikan keluarganya yang makan bersama di meja makannya.


.


.


.


.


.


.


Tbc.......

__ADS_1


__ADS_2