IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Duka untuk Abimanyu......


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu......


Keharmonisan rumah tangga Abimanyu bertambah saat hadirnya Babby kembarnya buah dari cintanya bersama Deliana, Babby Tama dan Babby Isya.


Namun tiba tiba keharmonisan keluarganya goyah saat Abimanyu menelan pil pahit, Ibunda tercintanya meninggal dunia setelah satu minggu di rawat di rumah sakit.


Ibu Rahma yang sudah lelah dengan berbagai macam obat obatan pun akhirya menyerah dan pergi untuk selamanya, Abimanyu begitu terpukul bahkan sempat menyalahkan keluarga dari Sang Ibu, namun Deliana selalu mengingatkannya dan menyadarkannya kalau semua adalah takdir Allah yang tidak bisa di tolak.


Empat puluh hari sudah mendiang Ibu Rahma wafat namun Abimanyu masih berlarut dalam duka, Abimanyu berkali kali menyalahkan dirinya mengapa dia mengijinkan Ibunya merawat kakak nya yang memang harus di tangani ahli jiwa bukan oleh Ibunya.


.


.


Saat ini Abimanyu sedang mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya, sudah seminggu Abimanyu memilih bekerja di rumah dan Ayah Farhan pun mengijinkannya karena bagi Ayah Farhan semua terserah Abimanyu asalkan Abimanyu bisa nyaman mengerjakan pekerjaannya.


Usia si kembar memasuki bulan ke sebelas dan saat ini keduanya sedang aktif aktifnya, Deliana sampai kewalahan dan mempercayakan kedua anaknya pada pengasuh.


''Mas Abii....mau di buatkan makan siang apa hari ini?? Mumpung si kembar sedang baik. ''


ucap Deliana saat masuk kedalam ruangan kerja Abimanyu setelah Abimanyu mempersilahkannya.


Abimanyu langsung tersenyum menatap sang Istri yang ada di depan pintu dan tidak menghampirinya, Abimanyu mengisyaratkan Deliana untuk masuk dan menepuk pahanya agar Deliana duduk di pangkuannya.


Deliana menurut dan langsung duduk di pangkuan Abimanyu sambil menatap layar komputer yang sedang di kerjakan suaminya.


''Paling males kalau urusan perusahaan dengan neraca seperti itu Mas, bikin keleyengan. ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu tersenyum.


''Yasudah tugas kamu hanya diam dan menerima hasilnya, biarkan suamimu yang mengerjakan semua pekerjaan. ''


ucap Abimanyu sambil melepaskan kacamata dan memeluk Deliana yang berada di atas pangkuannya.


''Cukup mengurung dirinya Mas, kasihan anak anak yang rindu dengan Papa nya, ingat ada Isya yang selalu menempel sama kamu. ''


ucap Deliana yang kembali mengingatkan suaminya.


''Mas juga tahu ko Sayang, tapi Mas masih sedih ajah. Kenapa Ibu harus pergi?? Padahal belum sempurna Mas membahagiakannya. ''


ucap sendu Abimanyu dan Deliana langsung melepaskan pelukan suaminya lalu menghadap ke arah suaminya.


''Semua takdir dari Allah, kalau mas terus terpuruk kasihan Ibu loh jadi berat di alamnya, kita harusnya mendoakan supaya ibu tenang dan di tempatkan si syurga nya allah, ingat kamu masih punya anak anak dan istri yang butuh kamu. ''

__ADS_1


ucap Deliana sambil menakup wajah suaminya.


Abimanyu tersenyum sambil mengecup kening Deliana dan terakhir mencium bibir Deliana penuh kelembutan, Deliana bahkan membalasnya karena memang dia merindukan sentuhan suaminya yang hilang seperti kepergian sang mertuanya.


''Skip dulu Mas karena aku mau memasak makanan spesial khusus untuk makam siang, kamu mau kan makan bersama sama?? Bosen tau seminggu kamu di rumah tapi makan siang gak pernah barengan. ''


ucap Deliana sambil melepaskan ciumannya dan langsung beranjak berdiri di hadapan suaminya.


''Oke deh sayang, buatkan makanan spesial dan nanti kita makan bersama sama yah. ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana berbinar bahagia.


''Siap suamiku, aku masak dulu yah Mas. ''


ucap Deliana sambil berjalan menuju pintu untuk keluqr ruangan kerja suaminya.


Setelah kepergian sang Istri keluar dari ruangannya, Abimanyu langsung menyandarkan kepalanya kesandaran kursi kerjanya sambil menatap langit langit ruangan kerjanya.


''Ya allah maafkan hambamu ini yang terlarut dalam duka begitu dalam, tempatkan Ibu hamba di sisimu dan ampuni semua dosa dosanya ya allah. ''


ucap Abimanyu sambil terdiam bahkan meneteskan air matanya.


Abimanyu segera menyelesaikan pekerjaan nya sebelum Deliana selesai memasak makanan untuknya dan Abimanyu pun rindu bermain dengan anak anaknya, semenjak kepergian Ibu Rahma selamanya membuat Abimanyu ikut berduka begitu dalam.


Arsyan masih betah dengan buku pelajarannya walaupun sesekali di ganggu oleh sang adik namun tidak membuat Arsyan terganggu.


Deliana masih berkutat dengan alat masaknya di temani Putrinya yang duduk tenang di kursi khususnya sambil memakan buah buahan yang di potong potong kecil oleh Deliana.


''Mama.....Kakak mau buah potong juga seperti dede Isya. ''


ucap Arsyan yang tiba tiba menghampirinya ke dapur dan melihat adiknya memakan buah.


''Kaka duduk dulu di kursi yah, Mama buatkan buah potongnya. ''


ucap Deliana dan Arsyan mengangguk lalu duduk di kursi.


Deliana menyiapkan buah buahannya sambil tersenyum karena ketiga anaknya tidak rewel dalam hal makanan kecuali makanan pedas.


''Satu mangkuk buah potong sudah siap untuk Kakak Arsyan. ''


ucap Deliana sambil menyajikan satu mangkuk buah di hadapan Arsyan dan Arsyan langsung memakannya setelah mengucapkan terimakasih pada Deliana.


Deliana langsung melanjutkan memasaknya karena masakannua sudah matang dan akan menyajikannya di meja makan untuk makan siang, Deliana tersenyum saat melihat Arsyan sedang menyuapi adiknya begitu telaten.

__ADS_1


Abimanyu selesai dengan pekerjaannya dan langsung keluar ruang kerjanya karena sudah waktunya makan siang, saat keluar dari ruangan nya tidak mendapati ketiga anaknya bahkan rumah terasa sepi.


Abimanyu langsung berjalan menuju dapur untuk menanyakan pada sang istri dimana keberadaan ketiga anaknya.


''Ternyata makanannya sudah siap, sepertinya sangat enak dari aromanya sangat tercium. ''


gumam Abimanyu sambil berjalan menuju dapur dan Abimanyu tersentak saat melihat ketiga anaknya duduk di meja sebelah kompor yang biasa di jadikan tempat makan para pelayan.


''Kalian ada disini ternyata, Papa cariin tau di luar. ''


ucap Abimanyu sambil menghampiri ketiga anaknya.


Deliana hanya tersenyum menggelengkan kepalanya dengan ucapan sang suami, Deliana lebih memilih menyiapkan alat alat makan yang belum siap.


Abimanyu menyuapi buah buahan milik Isya karena Tama di suapi oleh Arsyan.


''Anak Papa hebat hebat sekali makan buah buahannya. ''


puji Abimanyu saat menyuapi Isya buah potong dan di terima dengan lahap oleh Isya.


''Anak anak juga jago makan sayur Mas dan bukan hanya buah ajah. ''


ucap Deliana memberitahukan kebiasaan ketiga anaknya.


''Hebat pokonya, besok kita jalan jalan ke arena game yah sambil menjemput Kakak Arsyan pulang sekolah, kita bermain sepuasnya. ''


ucap Abimanyu dan membuat Arsyan langsung senang sedangkan si kembar hanya diam karena tidak mengerti ucapan Abimanyu.


''Skip dulu mengobrolnya karena makanan sudah siap, ayo semuanya kita makan. ''


ucap semangat Deliana sambil mengajak suami dan ketiga anaknya untuk makan.


Abimanyu langsung menggendong Isya dan menuntun Arsyan karena Tama di gendong oleh Deliana, ketiga anaknya Deliana langsung duduk dan di nyamankan duduknya oleh Abimanyu.


Deliana sibuk menyajikan makanan untuk ketiga anaknya seperti biasa, si kembar di biasakan makan sendiri menggunakan tangan dan Deliana hanya menyiapkan makanannya agar mudah saat di makan.


.


.


.


tbc.......

__ADS_1


__ADS_2