
Deliana langsung menghidangkan makanan dan minuman untuk sang Ayah karena di kantor Deliana tersedia dapur yang sengaja Deliana siapkan dan makanan yang selalu ada di dalam kulkas.
''Kamu menyediakan dapur juga di kantor baru ini sayang?? ''
ucap Sang Ayah saat Deliana menata makanan di meja.
''Iya Ayah sengaja biar bisa membuat minuman hangat karena Deliana kan kurang suka minuman dingin juga kan. ''
jawab Deliana dan ayahnya mengangguk.
''Kenapa pesan Ayah gak di balas dan telphone Ayah jarang kamu angkat juga?? apa ada tindakan Ayah yang melukai hati kamu atau ucapan Ayah?? Ayah gak mungkin samperin kamu ke rumah Bunda kamu juga kan karena takut melukai hati Bunda kamu. ''
''Deliana sibuk sebulan ini Ayah, setelah lulus kuliah kan Deliana semangat membantu usahanya Bunda sampai bisa sebesar sekarang. ''
''Dan kamu melupakan Ayah karena sibuk, Ayah hanya minta sama kamu sayang, jangan tutup komunikasi nya Ayah ke kamu dan Ayah gak meminta apapun dari kamu, Ayah tau kalau kamu menghindari Ayah karena masih sakit hati kan?? karena ayah menikah lagi dengan Tante Amanda, Ayah rindu kamu sayang dan jangan hindari Ayah lagi yah. ''
ucap Sang Ayah dengan nada yang sedih bahkan meneteskan air matanya.
''Maafin Deliana Ayah, karena melukai hati Ayah dan menghindar dari Ayah. ''
ucap Deliana sambil memeluk sang Ayah dan Ayahnya mengusap lembut kepala sang putri.
''Ayah sayang kamu dan kamu akan tetap menjadi putri kecil yang paling Ayah sayangi, Ayo kita makan siang berdua yah?? ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
Deliana langsung merapihkan berkas berkasnya lalu menggandeng lengan Ayahnya menuju mobil yang sudah siap di depan pintu utama butik.
''Tumben pakaian ayah gak formal dan memakai pakaian santai gini?? ''
ucap Deliana saat masuk kedalam mobil dan duduk di samping Ayahnya.
''Kan sengaja mau kencan sama putri Ayah yang cantik, makanya pakaiannya menyesuaikan ala ala kencan. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana langgsung tersenyum.
''Ayah ini ada ada ajah dan kita mau makan siang dimana?? ''
jawab Deliana sambil menatap kepada ayahnya yang sedang memikirkan tempat makannya.
''Di resoran biasa ajah yah, ayah mau pesan tempatnya sekarang. ''
''Boleh tapi tanpa Bunda dan Tante Amanda. ''
''Iya dong kan Ayah mau kencan dengan putri cantik Ayah seorang. ''
ucap ayahnya Deliana sambil menghubungi restoran untuk menyiapkan tempat biasa.
''Kamu gabung sama perusahaan Ayah yah, mau kan sayang?? ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana langsung terdiam.
''Nanti Deliana pikirkan dulu, perusahaan Ayah kan besar gak seperti butiknya Bunda. ''
__ADS_1
jawab Deliana dan ayahnya mengangguk.
''Ayah akan tunggu kamu di kantor, segeralah bantu Ayah yah. ''
ucap ayahnya Deliana dan Deliana sekarang yang mengangguk.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di area restoran, Deliana juga Ayahnya langsung turun dari mobil, Ayah Farhan langsung menyodorkan lengannya untuk di gandeng Deliana, dengan senang hati Deliana menggandeng lengan ayahnya.
''Kamu belum memikirkan untuk menikah di usia kamu yang sekarang sayang?? ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana duduk di sampingnya.
''Usia Deliana masih dua puluh dua tahun Ayah dan belum memikirkan ke arah sanah, di jaman sekarang jarang pria yang menerima apa adanya pada wanita bercadar seperti Deliana loh Ayah. ''
jawab Deliana dan Ayahnya tersenyum.
''Kata siapa gak ada pria yang tulus, kamu tau sayang saat kamu kuliah dulu banyak yang melamar kamu loh ke ayah dan Bunda tapi Bunda langsung menolak karena Bunda memberikan kebebasan untuk kamu memilih pasangan hidup, Ayah yakin akan ada pria yang tulus menerima kamu, pria bodoh yang menolak berlian seperti kamu, kecantikan kamu tertutup rapih dan tidak ada yang mengetahuinya, tapi jika pria itu bisa tulus pasti akan menerima kamu tanpa menatap kecantikan kamu sajah. ''
''Awas ajah kalau Ayah jodohin Deliana, Deliana akan kabur dan gak akan bertemu Ayah lagi. ''
''Sadis sekali ancaman kamu sayang, Ayah sama seperti Bunda kamu akan memberikan kebebasan untuk memilih pendamping hidup. ''
Makanan yang di pesan pun datang dan Deliana juga Ayahnya langsung memakannya, seperti biasa Deliana tidak kesulitan dengan Cadar yang di gunakannya dan tetap tenang memakan makanannya.
Deliana adalah seorang gadis bercadar yang baik hati dan tidak pernah menampakkan kemarahan di wajahnya, sifatnya yang tenang mewarisi sang Ayah tercinta.
Setelah menyelesaikan makan siang nya Deliana dan Ayahnya memilih menuju mesjid dekat restoran untuk melangsungkan sholah Dzuhur sebelum melanjutkan kencannya yang di atur sang Ayah.
''Pak Farhan......kebetulan bisa bertemu disini. ''
''Loh......Pak Abimanyu ternyata, saya kira siapa kapan sampai di kota ini?? bukannya menetap di kalimantan yah?? ''
jawab Ayah Farhan sambil membalas jabatan tangan pemuda itu.
''Gak nyaman sekali di panggil Pak, saya tiba kemarin lusa di kota ini dan memutuskan untuk menetap di kota ini juga, setelah istri saya meninggal suasana kalimantan jadi kurang nyaman. ''
''Maaf kan saya Pak Abimanyu karena malah mengingatkan masa lalunya, tapi mending di kota ini ajah dari pada jauh di kalimantan. ''
''Betul sekali Pak Farhan karena ada Mama saya yang membantu merawat putra saya. ''
''Waah duda beranak satu ternyata yah??. ''
''Betul sekali Pak, besok saya akan ke kantor Pak Farhan lagi karena tadi pagi saya kesana tapi ternyata gak ada dan malah bertemu disini. ''
''Baik saya tunggu dan maaf tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Acara saya dadakan sedang kencan dengan putri saya. ''
''Oke Pak Farhan siap dan selamat berkencan. ''
''Terimakasih......''
ucap Ayah Farhan yang langsung pamit karena Deliana sudah menunggunya di dalam mobil.
''Lama sekali Ayah mengobrolnya. ''
__ADS_1
protes Deliana saat ayahnya duduk disampingnya.
''Maaf sayang.....barusan itu rekan kerja Ayah, katanya tadi ke kantor dan Ayah nya gak ada di kantor. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
Ayah Farhan langsung mengajak Deliana berjalan jalan seharian ini, Wajah sedih sang Ayah pun tergantikan dengan wajah bahagia saat ini, Deliana bersyukur karena Sang Ayah sudah kembali tersenyum bahkan wajahnya kembali tersenyum.
''Semoga kelak Deliana mendapatkan suami seperti Ayah sifatnya namun tidak dengan kelakuan Ayah yang menikah lagi. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil menatap jalanan yang mulai gelap karena saat ini sedang dalam perjalanan menuju pulang.
''Jangan lupa janji kamu yaa sayang, terimakasih karena mau menemani Ayah seharian ini, Ayah sayang banget sama Deliana. ''
ucap Ayah Farhan saat mobil sampai di depan pintu utama kediaman mantan istrinya.
''Insyaallah Deliana menepati janji dan gak akan mengabaikan Ayah lagi, makasih juga udah ngajakin Deliana kencan dan membelanjakan Deliana pakaian yang sangat banyak. ''
jawab Deliana dan Sang Ayah langsung tersenyum.
''Sana masuk nanti Bunda kamu marah lagi, oh iya satu lagi sayang.....ada salam dari Tante Amanda untuk kamu. ''
''Walaikumsallam dan salamkan lagi yah Ayah, Ayah hati hati yah Deliana masuk dulu ke rumah, Assalamualaikum.....''
''Walaikumsallam sayangnya Ayah......''
ucap Ayah Farhan dan langsung meminta melanjutkan kembali mobil pada sang supir setelah memastikan putrinya masuk kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
......................
__ADS_1
tbc,.....