IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Abimanyu berulah....


__ADS_3

Setelah semua keluarga pamit pulang, Deliana langsung di gandeng oleh Abimanyu menuju kamar hotel yang sudah di siapkan oleh Abimanyu.


''Silahkan masuk Deliana, saya ada keperluan sebentar di ballroom dan semua kebutuhan kamu sudah di siapkan di dalam. ''


ucap Abimanyu dan deliana mengangguk.


Setelah Abimanyu pergi Deliana langsung masuk kedalam kamar hotel, Deliana langsung melepaskan semua aksesoris yang ada di kepalanya lalu melepaskan gaun pengantinnya.


''Lebih baik sekarang bersih bersih ajah sebelum waktu sholat dzuhur akhir. ''


ucap Deliana setelah semua aksesoris pengantinnya terlepas dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Deliana selesai dengan urusan kamar mandi dan memakai gamis yang sudah di siapkan untuknya.


Deliana langsung melaksanakan sholat Dzuhur karena jam sudah menunjukan pukul dua siang dan hampir habis.


Saat Deliana sedang sholat Abimanyu masuk kedalam kamar hotel, Abimanyu langsung mematung saat melihat Deliana sedang Sholat dan memunggunginya.


''Ada rasa damai saat melihat kamu sedang bersujud menunaikan kewajibanmu sebagai hambanya Allah, aku bangga memiliki kamu Deliana. ''


gumam Abimanyu sambil duduk di sofa untuk melepaskan sepatunya.


Abimanyu begitu senang melihat kerapihan di kamarnya, gaun pengantin dan aksesoris yang tadi melekat pada tubuh Deliana sudah terlipat rapi dan tidak berserakan.


''Ya allah......jangan jatuhkan cintaku pada seseorang yang hatinya begitu jauh darimu, tapi jatuhkan hatiku pada seseorang yang bibirnya basah karena mengingatmu. ''


ucap doa penutup Deliana sambil melepaskan mukenanya dan melipatnya.


Deliana mengetahui kalau Suaminya memasuki kamar dan Deliana langsung memakai kembali cadarnya sebelum suaminya melihatnya.


''Sudah selesai sholatnya?? ''


ucap Abimanyu saat Deliana selesai melipat mukenanya.


''Sudah, kenapa memangnya?? ''


jawab Deliana dan Abimanyu pun tersenyum.


''Giliran saya sekarang yang sholat. ''


ucap Abimanyu sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Deliana langsung menyiapkan peralatan sholat untuk suaminya, setelahnya langsung duduk di sofa untuk memesan makanan karena perutnya terasa sangat lapar.


Abimanyu langsung memakai peralatan sholat yang di siapkan oleh Deliana dan segera melaksanakan sholatnya.


Deliana memesan makanan dua porsi dan memilihkan makanan sesuai keinginannya karena dia tidak mengetahui makanan kesukaan Abimanyu.


Abimanyu selesai dengan Sholatnya bersamaan dengan kedatangan makanan yang di pesankan oleh Deliana.


Deliana langsung menata makanan di meja dekat sofa, Abimanyu langsung menghampirinya dan menatap satu persatu makanan yang sedang di tata oleh Deliana.


''Maaf kalau makanan yang aku pesan tidak sesuai selera Mas Abii karena aku gak tau makanan seleranya Mas Abii.....''


ucap Deliana dan Abimanyu hanya mengangguk.


Abimanyu langsung duduk dan memperhatikan Deliana yang sedang menyiapkan minumnya, Deliana mendelik saat mengetahui kalau suaminya sedang memperhatikannya dan Deliana pun bersikap acuh.


''Aku mau menepati janjiku sama kamu, setelah SAH dimata hukum dan agama aku akan membuka cadarnya, aku minta sama kamu terimalah kalau nanti wajahku buruk rupa dan jangan pernah mengagungkan aku kalau wajahku bagus rupa. ''

__ADS_1


ucap Deliana dan Abimanyu hanya menganggukkan kepalanya.


Deliana langsung melepaskan cadarnya, dada Abimanyu langsung bergemuruh setelah melihat wajah Deliana, sungguh ciptaan Allah yang sempurna, itulah ucapan kata yang keluar dari mulutnya pertama kali.


Deliana menatap wajah Abimanyu yang masih menatap ke arahnya dengan tatapan yang tidak di mengerti oleh Deliana.


''Boleh mulai makan nya karena perutku sangat lapar sekali sekarang. ''


ucap Deliana dan membuat lamunan Abimanyu buyar.


Abimanyu mengangguk dan Deliana langsung memakan makanannya, sungguh saat ini Abimanyu begitu canggung setelah mengetahui wajah deliana.


''YA allah sungguh ciptaanmu begitu sempurna, bibir yang mungil, hidung yang mancung dan pipi yang begitu merona tanpa polesan, sungguh aku beruntung sebagai pemiliknya. ''


gumam Abimanyu dalam hatinya sambil mencuri curi pandangan untuk menatap Deliana.


Setelah makan selesai Deliana langsung merapihkan piring kotornya, Abimanyu tetap diam dan hatinya merasa dongkol saat ini karena dia tidak mampu berbicara seperti tersihir oleh kecantikan rupa istrinya.


''Kenapa sekarang aku jadi orang bodoh yah. ''


gumam Abimanyu dalam hatinya sambil terdiam di tempat duduk nya saat ini.


''Mas....handphone kamu bunyi terus dari tadi, takutnya penting dan cepat angkat. ''


ucap Deliana yang membuyarkan lamunan Abimanyu.


Abimanyu langsung mengangakat telphone nya ternyata dari Ibunya.


Dalam panggilan saat ini......


''Abii....maaf kalau mengganggu kamu, tapi Ibu bingung harus bagaimana karena Arsyan menangis terus menanyakan Mamanya, kamu bisa dengarkan sekarang Arsyan menangis. ''


''Baiklah sekarang Abii pulang ke rumah ajah karena Arsyan gak akan berhenti menangis, takutnya Arsyan malah sakit. ''


''Sudah tidak apa apa Buu, yasudah Abi mau berkemas dulu dan langsung pulang. ''


Panggilan berakhir....


''Kita pulang ajah yah sekarang karena Arsyan menangis terus nanyain Mamanya takutnya jadi sakit soalnya. ''


ucap Abimanyu saat panggilannya berakhir.


''Baiklah....aku kemas pakaian dulu kalau begitu. ''


jawab Deliana namun Abii menggelengkan kepalanya.


''Kamu pakai cadarnya dan kita langsung pulang karena nanti ada yang akan mengemasnya. ''


ucap Abimanyu sambil beranjak dan memakai jasnya kembali.


Deliana langsung patuh dan memakai cadarnya setelah merapihkan hijabnya, Deliana langsung membawa tasnya dan menyimpan handphone kedalam tasnya.


Di dalam mobil saat ini Deliana hanya diam karena baru kali ini dia satu mobil dengan orang lain, Abimanyu pun sibuk dengan handphone nya karena saat ini dia pun begitu canggung kepada Deliana.


Perjalanan sepuluh menit akhirnya sampai di kediaman mewah Abimanyu, Abimanyu mengehembuskan nafasnya saat mendengar tangis putranya yang terdengar di pintu utama.


Deliana langsung masuk kedalam rumah mendahului Abimanyu.


''Assalamualaikum........''

__ADS_1


ucap salam Deliana dan Arsyan yang mendengar nya langsung berjalan ke arah Deliana.


Deliana langsung menggendong Arsyan dan membawanya duduk di kursi ruang keluarga, sedangkan Abimanyu saat ini mengumpulkan seluruh pekerjanya untuk di berikan arahan baru.


''Anak yang manis.....''


ucap Deliana saat Arsyan tidur dalam dekapannya.


''Mungkin lelah menangis jadinya Arsyan langsung tidur deh. ''


ucap Ibunya Abimanyu dan Deliana hanya mengangguk.


Deliana langsung menggendong Arsyan dan membawanya menuju kamarnya yang di tunjukan oleh Ibunya Abimanyu.


''Anak sekecil kamu sudah tidak memiliki Ibu, sedangkan aku memiliki dua ibu, insyaallah aku akan menyayangi kamu seperti putraku sendiri, kamu anak yang manis Arsyana. ''


ucap Deliana saat setelah merebahkan tubuh Arsyan di ranjang.


Di luar kamar sedang terjadi keributan karena ulah Abimanyu yang tiba tiba menggantikan seluruh pekerja laki laki di rumahnya.


''Ada apa sama kamu Abiii?? tiba tiba mengganti semua pekerja pria di rumah ini?? ''


ucap Ibunya Abimanyu saat menghampiri putranya yang sedang berbicara kepada seluruh pekerjanya.


''Abii kan hanya menukarnya ajah dan pekerja laki laki langsung di pindahkan ke perusahaan, cuma supir yang tidak Abii ganti. ''


jawab Abimanyu dan Ibunya langsung tersenyum karena mengerti dengan semua yang di lakukan putranya.


Abimanyu benar benar mengganti pekerja laki laki di rumahnya dengan pekerja perempuan, bahkan memberikan aturan baru kalau tidak memperbolehkan orang asing masuk kedalam rumah utama dan hanya sampai di ruang depan.


''Abii kamu ini begitu mengacaukan rumah ini sekarang karena takut istrinya di lihat laki laki lain, semoga rumah tangga kamu langgeng sampai menua bersama putraku. ''


gumam Ibunya Abimanyu sambil masuk kedalam rumah membiarkan putranya mengatur pekerja nya.


Di dalam kamar Deliana sedang duduk sambil memainkan handphone nya karena baginya kamar adalah paling aman di rumah ini.


Deliana tidak mengetahui kalau di luar kamar sedang ada keributan ulah suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


......................


Tbc.........


__ADS_2