IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
permintaan Abimanyu.....


__ADS_3

Setelah makan siang di kantor Ayah Farhan, Abimanyu langsung mengajak Deliana untuk segera pulang karena ingin memberi kejutan kepada Ibunya juga Arsyan.


Deliana saat ini menjadi supirnya karena memang Delina tidak mengijinkan Suaminya mengemudikan mobilnya dan Abimanyu pun setuju karena dia enggan debat dengan Deliana.


''Aldo sekarang kerjasama dengan perusahaan Ayah?? atau bagaimana?? ''


ucap Abimanyu yang penasaran dengan keberadaan Aldo.


''Sudah sangat lama sih kerjasamanya Mas, sebelum Tuan Aldo yang menggantikannya, sangat rewel dari awal karena saat masih dengan mendiang Ayahnya tidak masalah kalau Ayah yang tandatangan, tapi sekarang harus aku. ''


ucap Deliana sedikit kesal karena dia jadi terus di bebani kerjaan menumpuk.


Abimanyu tersenyum dan mengelus kepala istrinya dengan penuh sayang, ''Maaf Sayang dan nanti kedepannya biarkan mas yang akan mengurus kembali perusahaan Ayah. '' ucap Abimanyu.


''Iya Mas Abii karena memang harusnya kamu yang mengerjakannya, Aku malas berinteraksi dengan rekan kerja Ayah yang selalu ajah ngeyel. ''


jawab Deliana dan Abimanyu mengangguk.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Abimanyu tak lepas dari obrolan yang kadang membuat Deliana tertawa karena Abimanyu selalu ajah menggodanya dan tak terasa mobil yang di kemudikan Deliana pun tiba di kediaman Abimanyu.


Abimanyu langsung keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Deliana, Delian langsung menyambut tangan Abimanyu.


''Ayo kita masuk Sayang, anggap ajah saat ini Mas membawa kamu untuk pertamakalinya. ''


ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk lalu tersenyum di balik cadarnya.


Deliana langsung menggenggam tangan Suaminya saat Abimanyu mulai berjalan memasuki pintu utama kediaman rumahnya.


''Assalamualaikum.......''


ucap salam Deliana dan Abimanyu saat memasuki rumahnya.


''Papa.....Mama......''


teriak Arsyan sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya.


''Walaikumsallam......''


ucap Ibu Rahma yang langsung mematung saat melihat putranya berdiri sambil menggendong cucunya.


Deliana langsung mengambil alih Arsyan saat Abimanyu memberikannya, Abimanyu tersenyum dan menghampiri Ibunya.


''Alhamdulillah......doa Ibu terkabul dan kamu sudah bisa jalan kembali Abii. ''


ucap Ibu Rahma sambil memeluk putranya.


''Semua karena doa kalian yang mendukung Abii, terutama Ibu. Allah mendengar doa semua dan alhamdulilah Abii sudah bisa berjalan sekarang walaupun harus ada pemeriksaan kembali. ''


ucap Abimanyu saat melepaskan pelukan dari Ibunya.


Deliana tersenyum menghampiri Ibu mertua dan suaminya dengan Arsyan yang masih tetap dalam dekapannya.


''Terimakasih Deliana sayang, kamu memang istri terbaik yang selalu mengutamakan kesembuhan putra Ibu dan keikhlasan kamu begitu luas. ''


ucap Ibu Rahma sambil menggenggam tangan Deliana.


''Sudah kewajiban Deliana untuk mendukung kepulihan Mas Abii, karena Allah menguji di titik terlemah hambanya, untuk melihat sejauh mana kita mampu bertahan, karena Allah punya banyak cara untuk membuat hambanya kuat, Deliana memang harus penuh keikhlasan menjalani semua nya. ''


ucap Deliana dan Ibu Rahma menganggukan kepalanya.

__ADS_1


''Arsyan biar sama Ibu dan kamu bawa Abimanyu untuk istirahat ya sayang, walaupun sudah bisa berjalan tapi tetap masih rawan juga kan. ''


ucap Ibu Rahma dan Deliana mengangguk sambil memberikan Arsyan kepada nenek nya.


Deliana pamit dan langsung menggandeng suaminya menuju kamar, karena Deliana pun akan melaksanakan sholat Dzuhur.


''Kita sholat berjamaah yah sayang. ''


ucap Abimanyu saat masuk kedalam kamar dan Deliana mengiyakannya.


.


.


.


.


Setelah selesai dengan sholat berjamaahnya, Abimanyu langsung berbalik menghadap Deliana lalu Deliana mencium tangan suaminya dan Abimanyu mebalas mencium kening istrinya.


''Banyak yang berharap senang, tapi lupa bagaimana mencari tenang, tidak ada kesenangan tanpa ketenangan, kadang kita perlu gelap biar terang itu ada, pada akhirnya kelak kita akan meninggalkan atau di tinggalkan, kembali kepangkuan bumi dari tiada kembali ke tiada, hanya berbekal apa yang telah kita berikan kepada sesama, jadilah matahari yang tidak pernah memilih pada siapa saja dia menyinari. ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana terdiam sambil menatap mata suaminya.


''Ada apa dengan kamu Mas Abii?? ''


ucap Deliana saat Abimanyu selesai berbicara.


''Pokonya mas sangat sangat bahagia memiliki kamu dan kamu jangan pernah bosan membalas semua perasaan Mas yah, jagan pernah melihat kelebihan Mas tapi terima juga kekurangannya. ''


ucap Abimanyu sambil mencium tangan Deliana yang ada dalam genggamannya.


ucap Deliana dan Abimanyu langsung memeluk erat tubuh Deliana.


''Bersiaplah nanti malam Sayang, Mas akan meminta Hak Mas sama kamu dan kewajiban kamu adalah mewujudkannya. ''


ucap Abiamanyu dan membuat Deliana langsung menunduk malu.


.


.


.


.


Malam hari tiba......


Setelah sholat isya berjamaah dengan Ibu juga istrinya, Abimanyu langsung mengajak untuk makan malam, namun Abimanyu heran dengan tingkah istrinya yang terlihat selalu menunduk dan saat mata nya bertemu pasti istrinya membuang muka.


Abimanyu yang penasaran dengan tingkah sang Istri pun langsung menggenggam tangan Deliana dan membuat Deliana langsung menatap ke arah suaminya.


''kamu kenapa Sayang?? ''


ucap Abimanyu dan berhasil membuat Ibu Rahma langsung menatap ke arah Deliana.


''Kamu sakit sayang?? kenapa?? ''


ucap Ibu Rahma yang sedikitit khawatir kepada Deliana.

__ADS_1


''Deliana baik baik ajah ko, Ibu sama Mas Abii jangan khawatir. ''


ucap Deliana dan membuat suaminya langsung tersenyum karena mengetahui perubahan tingkah Deliana saat ini.


''Gemas banget jadinya kalau tingkah kamu aneh gini Sayang, santai yah....''


ucap Abimanyu sambil mengedipkan sebelah matanya dan membuat Deliana melototkan matanya.


''Abii......sudah jangan mengganggu Istrimu dan ayo makan makanannya keburu dingin. ''


ucap Ibu Rahma menengahi putranya yang jahil kepada menantunya.


.


.


.


.


Di kediaman Ayah Farhan saat ini.....


Setelah makan malam nya selesai, Ayah Farhan langsung menuju ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


''Oh iya sampa lupa, Abimanyu sudah bisa berjalan kembali sekarang, kamu kabarin Nida yah. ''


ucap Ayah Farhan saat melihat Amanda sedang merapihkan meja makan.


''Alhamdulillah akhirnya kesedihan Deliana sudah sirna saat ini, Aku akan memberitahukannya pada Nida setelah selesai dengan meja makan nya. ''


ucap senang Amanda dan Ayah Farhan mengangguk.


Amanda langsung menghubungi Bunda Nida dan membeitahukan kondisi Abimanyu, Bunda Nida pun bahagia dan akan mengajak Amanda besok untuk mengunjungi kediaman Abimanyu.


Kembali ke kediaman Abimanyu saat ini.....


Abimanyu sudah berada dalam kamarnya setelah selesai makan malam, namun Deliana masih menemani Arsyan seperti biasa untuk membacakan cerita pegantar tidur Arsyan.


''Gak sabar menggoda istriku, dia bakalan mau dan ikhlas gak yaah kalau aku meminta hak ku malam ini, ini sudah jauh dari hari pernikahan. ''


ucap Abimanyu sambil menunggu Deliana.


Di kamar Abimanyu sedang menyusun kata kata agar Deliana memberikannya, namun di dalam kamar Arsyan saat ini Deliana sedang risau dengan permintaan suaminya.


''Ya allah.....belum juga mulai udah berdebar sekali yah, gimana aku menghadapi Mas Abii saat ke kamar nanti yah?? ''


ucap Deliana sambil merapihkan selimbut yang menyelimuti tubuh Arsyan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc...........


__ADS_2