IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Abimanyu Sadar


__ADS_3

Deliana sudah bersiap menuju rumah sakit bersama Bunda Nida, Amanda dan Ayah Farhan, Arsyan di jaga Ibu Rahma ibunya Abimanyu.


Bunda Nida dan Amanda memutuskan untuk kembali ke tanah air, sedangkan Deliana, Ayah Farhan, Ibu Rahma dan Arsyan akan teap tinggal di Australia sampai Abimanyu pulih.


Bunda Nida langsung menangis menatap Abimanyu yang tak sadarkan diri dengan alat medis di tubuhnya, Deliana bahkan hanya bisa diam karena air mata sudah kering di matanya.


''Mas Farhan......kamu sudah menghubungi dokter pribadi yang dulu menangani Ibu?? dia adalah dokter terbaik bahkan menurun pada putranya. ''


ucap Bunda Nida dan Ayah Farhan mengangguk.


''Siang ini akan tiba di rumah sakit karena dokter yang menangani Ibu sedang di Amerika, mudah mudahan secepatnya tiba agar Abimanyu segera di tangani. ''


ucap Ayah Farhan dan semua mengaminkannya.


SEtelah di rasa cukup menjenguk Abimanyu, Bunda Nida dan Amanda memutuskan untuk pulang dan bersiap untuk kembali ke tanah air.


''Ingat pesan Bunda yaah......Berdoalah dengan sabar dan yakin kalau allah akan mengabulkan doa kamu, Kabarin Bunda kalau ada kabar apapun tentang suami kamu, maaf karena Bunda gak bisa menemani kamu, biar urusan butik Bunda yang tangani. ''


ucap Bunda NIda saat Deliana mengantarkannya ke pintu rumah sakit.


''Mama doakan yang terbaik untuk kamu sayang, Ayah akan menemani kamu disini sampai suami kamu pulih, jangan sungkan kalau butuh apapun kabarin Mama yaah, Mama saa BUnda pulang dan jaga kesehatan kamu juga yah. ''


ucap Amanda saat pamit pada Deliana.


Ayah Farhan mengantarkan Bunda Nida dan Amanda pulang dan ke bandara, sedangkan Deliana memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sakit untuk menjaga Abimanyu.


Seorang dokter menghampiri Deliana dan dengan senang hati Deliana menyambutnya.


''Saya dokter yang menangani dan bertanggung jawab pasien bernama Abimanyu, nanti siang kami akan melakukan tindakan terakhir untuk pasien Abimanyu, semoga ada keajaiban yang membuat Pasien cepat sadarkan diri, nanti pihak rumah sakit akan meminta tanda tangan untuk persetujuan keluarga pasien. ''


jelas dokter dan Deliana mengiyakannya.


''Saya percayakan semua pada team dokter dan saya mohon lakukan semaksimal mungkin agar suami saya cepat sadarkan diri. ''


jawab Deliana dan dokter menyanggupinya.


Deliana langsung mengikuti satu suster untuk menandatangani surat pertanggung jawaban penanganan terakhir untuk Suaminya.


''Semoga keputusan yang aku ambil ini adalah yang paling terbaik untuk kamu Mas Abii dan segeralah sadar. ''


ucap Deliana sebelum menandatangani berkasnya.


Dokter keluarga Ayah Farhan tiba dan Deliana mengenalinya langsung berbincang sebentar, putra tunggal dokter keluarga Ayah Farhan yang akan menangani Deliana.


''Om Rully.......''


ucap Deliana saat dokter keluarga menghampirinya.

__ADS_1


''Ya allah.....Deliana, Om kira siapa dan mana Farhan?? kenapa gak terlihat?? ''


ucap Dokter pribadi keluarga saat Deliana memanggilnya.


''Ayah lagi anterin Istrinya dan Bunda ke bandara, mungkin sebentar lagi tiba. ''


jawab Deliana dan Dokter Rully pun mengangguk tersenyum lalu pamit kepada Deliana untuk melakukan tindakan kepada Abimanyu.


Deliana berharap cemas di luar ruangan, dia hanya bisa menatap para dokter yang sedang menangani Abimanyu dan berdoa untuk kesadaran Abimanyu.


Satu jam kemudian dokter yang menangani Abimanyu keluar dari ruangan dan Deliana menghela nafasnya saat melihat tubuh suaminya sudah terlepas dari alat alat medis.


''Deliana.....kenalkan dia dokter yang menangani suami kamu, Insyaallah suami kamu akan segera sadar. ''


ucap dokter Rully saat keluar dari ruangan dan menghampiri Deliana.


''Rully......maaf aku telat datangnya tadi ada kendala di bandara, gimana hasil pemeriksaannya?? ''


ucap Ayah Farhan yang tiba tiba datang menghampiri Deliana yang sedang mengobrol dengan dua dokter.


''Alhamdulillah......reaksi obat yang di berikan ternyata tubuh Abimanyu merespon obatnya, kita tunggu delapan jam kedepan kalau sadar kita langsung bisa pindahkan ke rumah sakit di tanah air. ''


jawab dokter Rully dan membuat Deliana juga Ayah Farhan lega.


''Syukur laah, aku was was karena Abimanyu gak sadar setelah menjalankan operasi kedua, saat menjalankan operasi kedua kondisi Abimanyu sempat drop namun beberapa menit kemudian normal lagi tapi efeknya malah jadi gak sadarkan diri sampai sekarang. ''


ucap cemas Ayah Farhan dan dokter Rully pun mengangguk.


ucap dokter Rully dan membuat Deliana terdiam.


Dokter Rully dan putra nya langsung pamit menuju ruangan dokter untuk melihat catatan medis Abimanyu, sedangakan Ayah Farhan dan Deliana sedang menatap Abimanyu di balik kaca ruangan Abimanyu.


''Takdir allah selalu sempurna Sayang, wajar jika kadang hatimu sulit menerima, sebab. Hanya dia yang tahu kebaikanmu kepadanya. Bersabarlah meski itu sulit, karena allah tidak pernah bercanda dengan takdirnya, Ingat sayang......berfikir yang baik baik, bicara yang baik baik, berprasangka yang baik baik dan meminta yang baik baik, insyaallah yang datang semua yang baik, percayalah......''


ucap Ayah Farhan saat melihat Deliana sedang menatap Abimanyu di dalam ruangan.


''Insyaallah Deliana akan berfikit positif Ayah dan makasih karena Ayah ada di sisi Deliana sekarang, terimakasih ayah.....''


jawab Deliana sambil memeluk tubuh sang Ayah.


.


.


.


.

__ADS_1


Enam jam kemudian.....


Deliana duduk di kursi depan ruangan, sedangkan Ayah Farhan sedang mengerjakan pekerjaan nya sambil duduk di samping Deliana.


Tiba tiba seorang suster keluar dari ruangan dan sedikit berlari, Deliana langsung reflek berdiri dan melihat di luar kaca, Deliana mematung karena melihat Abimanyu di dalam ternyata sudah sadar terlihat menggerakan tangan sambil menyentuh kepalanya.


Ayah Farhan langsung lega melihat nya dan mengusap bahu Deliana, karena Deliana menangis saat ini melihat kondisi Abimanyu yang sadar sebelum delapan jam.


''Kita akan langsung membawa Abimanyu untuk pulang ke tanah air malam ini juga yaa sayang, Ayah akan urus semuanya. ''


ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.


''Deliana ikut gimana baiknya ajah, pokonya Deliana pengen yang terbaik untuk Mas Abimanyu dan kembali pulih seperti sediakala. ''


jawab Deliana dan Ayah Farhan mengiyakannya.


Dokter Rully keluar dari ruangan dan menghampiri Ayah Farhan.


''Kita langsung bawa Abimanyu ke tanah air sekarang karena kondisi nya sudah sadar tapi masih dalam keadaan lemah, gimana Farhan apa kamu setuju?? kalau setuju semua persiapan akan di laksanakan dan di tanah air saya akan menghubungi rumah sakit terbaik. ''


ucap dokter Rully yang meminta ijin.


''Saya setuju Rully, pokonya lakukan yang terbaik dan saya akan siapkan pesawat pribadinya mungkin sudah tiba di bandara. ''


jawab Ayah Farhan dan dokter Rully mengiyakannya.


''Yasudah saya akan urus Abimanyu, tiga jam lagi kita berangkat dan siap siap yah. ''


ucap dokter Rully dan langsung masuk kembali kedalam ruangan Abimanyu.


''Sayang......kamu sebaiknya pulang dan beritahukan ibu mertua kamu, kalau bisa silahkan packing kalau gak bisa jangan karena rumah itu milik Mama kamu dan barang barang akan aman. ''


ucap Ayah Farhan saat Deliana masih terdiam menatap suaminya di luar kaca.


''Deliana pulang ajah dan kayanya gak akan packing karena pakaian Deliana belum di bongkar, palingan packing pakaian Ibu sama barang barang Arsyan, kalau pakaian Ayah mau Deliana packing gak?? ''


ucap Deliana dan Ayah Farhan menggelengkan kepalanya.


''Gak usah sayang biarkan ajah dan ayah juga gak bawa barang penting, kamu pulang di antar sopir dan langsung ke bandara ajah tunggu disana nanti asisten ayah yang akan membantu kamu, ayah akan urus Abimanyu di rumah sakit. ''


ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc........


__ADS_2