
Satu minggu kemudian......
Deliana saat ini sedang bersiap siap karena siang ini akan mengecek kondisi kandungan nya dan kondisi kesehatannya yang kemarin sempat membuat Deliana drop.
Ayah Farhan menepati janjinya untuk datang dan ikut menyaksikan pemeriksaan kesehatan Deliana, namun Deliana meminta syarat agar tidak ada kedua ibunya yang ikut.
''Sudah selesai bersiapnya?? Ayah udah nunggu di luar loh sayang. ''
Ucap Abimanyu saat menyusul istrinya ke kamar yang sedang bersiap.
''Sabar dong Mas lagian janjian dengan dokternya kan selepas makan siang. ''
Jawab Deliana sambil memakai cadarnya.
Abimanyu hanya diam dan memperhatikan istrinya yang sedang memakai cadarnya, cantiknya tetap terlihat walaupun hanya dari sorot matanya.
''Ayo kita berangkat Mas, aku sudah siap. ''
Ucap Deliana yang membuyarkan lamunan suaminya.
Abimanyu langsung menggandeng pinggang Deliana menuju keluar kamar, Deliana tersenyum dan menghampiri Ayah Farhan.
Deliana mencium tangan Ayah farhan dan memeluk Ayahnya penuh sayang.
''Alhamdulillah akhirnya kamu pulih sayang, mata kamu sudah bercahaya kembali sekarang. ''
Ucap Ayah Farhan saat Deliana melepaskan pelukannya.
''Iya Ayah alhamdulillah banget dan semua berkat doa juga dukungan semua yang sayang sama Deliana, ayo kita berangkat keburu Arsyan datang. ''
Ucap Deliana dengan senyumnya di balik cadarnya.
Ayah Farhan mengangguk dan Deliana langsng menggandeng lengan Ayah Farhan, sedangkan Abimanyu mengikutinya dari belakang.
Sungguh saat ini Abimanyu merasa cemburu karena Ayah Farhan begitu posesif menjaga istrinya sampai mengabaikan dirinyadi belakang.
Deliana hanya tersenyum dengan tingkah suaminya yang sedang menahan kesal karena tingkah posesif Ayahnya.
Di dalam mobil pun Abimanyu memilih duduk di samping supirnya Ayah Farhan, membiarkan istrinya duduk di kursi belakang dengan Ayah mertuanya.
''Ayah sudah janjian dengan dokter putri, setelah memeriksakan kandungan kamu di poli kandungan, kita langsung ke ruang praktek dokter putri. ''
Ucap Ayah Farhan saat mendapatkn balasan dari dokter putri yang menangani Deliana.
Perjalanan sedikit macet karena bertepatan dengan jam makan siang kantor kantor, jalanan menjadi ramai dan perjalanan sampai satu jam ke rumah sakit baru sampai.
''Kamu sama Ayah dulu yah Sayang, Mas mau daftar ulang lagi je poli kandungannya. ''
__ADS_1
Ucap Abimanyu saat membuka pintu mobil untuk Deliana.
Ayah Farha tersenyum dan langsung mengajak Deliana masuk untuk menunggu di depan kursi di area poli kandungan, Abimanyu langsung mendaftar ulang untuk mendapatkan nomer antriannya.
Deliana langsung duduk di samping Ayahnya menunggu suaminya yang sedang mendaftar ulang, Ayah Farhan tak henti hentinya berdoa untuk kepulihan Deliana.
''Antriannya nomer tiga dan dua puluh menit lagi poli kandungannya baru buka prakteknya, gak apa apa kan menunggu satu jam mungkin. ''
Ucap Abimanyu saat menghampiri istrinya.
''Gak apa apa Mas Abii, lagian nyaman juga kursinya gak bikin panas pinggang. ''
Ucap Deliana agar suaminya tidak khawatir.
''Padahal kn kita bisa langsung masuk loh sayang dengan akses yang Ayah miliki, dari pada nunggu sampe satu jam. ''
Ucap Ayah Farhan dan membuat DEliana menghembuskan nafasnya.
''Jangan ajarkan anak Deliana sombong yah, biarkan Deliana measakan seperti Ibu hamil lainnya menunggu giliran di panggil. ''
Ucap Deliana dan membuat Ayah Farhan juga Abimanyu langsung bungkam.
Abimanyu langsung duduk di samping Deliana dan saat ini Deliana di himpit dua laki laki yang di cintainya, suami juga Ayahnya.
''Pasti wanita di luar sana sangat iri dengan Deliana, Deliana di himpit dua laki laki kesayangan Deliana, Deliana semakin bersyukur. ''
Deliana dengan setia menunggu giliran namanya di panggil, hingga menunggu empat puluh menit akhirnya nama Deliana di panggil.
Deliana di gandeng oleh Abimanyu dan Ayah Farhan menuju masuk ke pintu ruangan pemeriksaan, seorang dokter perempuan tersenyum saat Deliana masuk kedalam ruangannya.
''Tuan Farhan, suatu kehormatan saya bisa bertemu, saya Dokter Mira yang bertugas di poli kandungan siang ini, dokter putri tadi sudah membicarakan masalah putri Anda, silahkan Nona Deliana ikut dengan suster dan di damping suaminya ke berangkar untuk di lakukan USG. ''
ucap Dokter Mira dan Deliana mengangguk sambil berjalan mengikuti suster di gandeng oleh Abimanyu.
''Saya ingin ditail semua keadaan putri saya, kemarin sempat mengalami pendarahan soalnya. ''
ucap Ayah Farhan dan Dokter Mira mengangguk tersenyum.
''Kita langsung USG yah, biar mengetahui keadaan janin nya saat ini, kehamilan Nona memasuki minggu ke delapan yah, janinnya baik baik ajah dan tidak ada yang di khawatirkan yah. ''
ucap Dokter setelah selesai dengan USG nya dan Deliana langsung di bantu oleh Abimanyu merapihkan pakaiannya.
Deliana duduk kembali di kursi dan di himpit oleh Abimanyu juga Ayah Farhan.
''Kondisi janinnya stabil tapi saya harap Nona Deliana tidak beraktifitas yang berat dulu sampai memasuki usia kandungan enam belas minggu, riwayat pendarahan kemarin masih sangat rentan terjadi, nanti dokter Putri yang akan melakukan tindakan selanjutnya, tekanan darah Nona masih rendah sekali dan ini berdampak tidak baik pada janin dan Nona Deliana sendiri, ini ada beberapa obat yang saya resepkan dan nanti ada tambahan dari dokter putri, semoga sehat selalu Nona Deliana. ''
jelas dokter dan Deliana mengangguk.
__ADS_1
Abimanyu langsung menggandeng Deliana karena Ayah Farhan sedang menelphone dokter putri terlebih dahulu sebelum menuju ruangannya.
''Ayo kita ke ruangan dokter Putri dia sudah menunggu di ruangannya. ''
ucap Ayah Farhan saat setelah selesai menelphone dan menghampiri Deliana.
Deliana berjalan di himpit Ayah juga suaminya, berjalan beberapa menit akhirnya sampai di ruangan dokter Putri, Dokter Putri menyapa Deliana dan langsung meminta Deliana untuk merebahkan tubuhnya di berangkar pemeriksaan.
Deliana menurut dan di bantu Abimanyu untuk merebahkan tubuhnya dengan nyaman, barulah dokter putri mendekat dan langsung memeriksa kondisi Deliana.
''Alhamdulillah darah Nona Deliana sudah naik tidak serendah minggu kemarin, tetap pertahankan dan harus di naikan lagi tekanan darahnya menjadi stabil yah, kondisi Nona Deliana pulih dari minggu lalu tapi tetap Nona tidak boleh beraktifitas yang berat dan kelelahan, istirahat cukup dan memakan makanan yang bergizi. ''
ucap dokter Putri yang menjelaskan kondisi Deliana.
Abimanyu dan Ayah Farhan langsung senang mendengar Deliana pulih walaupun tekanan darahnya masih jauh dari kata normal tapi sedikit perubahan, karena tekanan darah Deliana naik.
''Ini ada obat tambahan dari saya dan bisa di konsumsi dengan obat dari dokter kandungan, bulan depan harus melakukan pemeriksaan ulang kembali yah, agar kondisi Nona Deliana dan Janinnya terpantau terus, semoga segera pulih total Nona. ''
ucap Dokter putri sambil memberikan kertas resepnya.
''Terimakasih Dokter putri, kalau begitu kami langsung pamit. ''
ucap Ayah Farhan saat Abimanyu menerima kertas resepnya.
Deliana merasa lega karena tekanan darahnya naik dan dokter kandungan yang tadi memeriksanya belum mengetahui kondisi Deliana sebelumnya makanya berbicara tekanan darah Deliana masih sangat rendah.
''Sudah jangan di pikirkan masalah darah kamu yang tadi di periksa di dokter kandungan, dokter itu kan baru memeriksa kamu sekarang dan tidak mengetahui kondisi kamu sebelumnya. ''
ucap Ayah Farhan yang menenangkan Deliana karena merasakan putrinya terlihat banyak berfikir, lalu menyimpulkan masalah tekanan darah di dokter kandungan sebelum ke dokter Putri.
''Iya Ayah, Deliana gak terlalu memikirkan dan Deliana mempercayai Dokter putri karena dia yang menangani Deliana dari awal. ''
jawab Deliana dan Ayah Farhan lega mendengarnya.
Ayah Farhan dan Deliana sedang menunggu Abimanyu yang menebus obat di bagian Farmasi rumah sakit, Ayah Farhan terus menggenggam tangan Deliana yang terasa dingin dan menenangkannya.
.
.
.
.
.
Tbc......
__ADS_1