IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Kebahagiaan keluarga......


__ADS_3

Arsyan langsung meronta dari gendongan Abimanyu dan berlari menghampiri Deliana yang memanggilnya, semua keluarga masih terpaku dan terdiam di tempat.


''Mama.....Asyan kangen Mama. ''


ucap Arsyan sambil menangis dan memeluk tubuh Deliana.


Deliana mendekapnya dan mengelus kepala Arsyan yang ada dalam dekapannya, semua keluarga langsung tersadar dan berucap syukur.


Abimanyu langsung menghubungi Dokter untuk mengecek kondisi Deliana, Arsyan masih betah dalam pelukan Deliana.


''Alhamdulillah Sayang, akhirnya kamu sadar dan penantian kita semua telah berakhir dengan kamu membuka mata. ''


ucap Bunda Nida yang langsung menghampiri Deliana dan memeluknya.


''Bunda.....memangnya Deliana kenapa?? ''


ucap Deliana dan membuat semua terdiam.


''Kamu gak kenapa kenapa Sayang, makasih sudah sadar dan Bunda bahagia. ''


ucap Bunda Nida dan Deliana mengangguk.


''Arsyan sama Papa dulu ya Sayang, Mama mau di periksa dulu sama Dokternya. ''


ucap Abimanyu saat Dokter datang dan Arsyan mengangguk.


Semua keluarga di minta menunggu di dekat sofa karena Deliana sedang di periksa keseluruhannya, bahkan Deliana di ambil sample darahnya untuk di tes darahnya.


''Nyonya Deliana ada baiknya tiduran yah, biar kepalanya tidak pusing. ''


ucap Dokter saat Deliana memberitahukan kalau kepalanya pusing.


Setelah memastikan infusnya aman dan selang oksigen nya di lepas, Dokter langsung pamit dan menghampiri keluarga yang menunggu.


''Bagaimana kondisi putri saya Dokter?? ''


ucap Ayah Farhan saat dokter menghampiri.


''Kondisi nyonya Deliana masih dalam pemulihan, jangan dulu membuat beban pikirannya terlalu banyak, karena kepala Nyonya Deliana masih merasakan pusing, untuk hasil keseluruhan kesehatannya nunggu besok pagi saat hasil tes darahnya keluar, detak jantung dan tekanan darahnya normal, jangan dulu memberikan makanan apapun dan hanya di perbolehkan meminum susu saja sebagai energi nya, besok pagi Nyonya Deliana baru boleh mengkonsumsi makanan kedalam tubuhnya, satu lagi mohon maaf yang menunggu jangan terlalu banyak agar oksigen di ruangan tetap stabil, permisi dan kalau ada apa apa saya ada di lantai bawah berjaga malam ini. ''


ucap jelas Dokter dan di iyakan semua keluarga.


Semua keluarga langsung menghampiri Deliana, Ayah Farhan langsung tersenyum bahagia melihat mata Deliana sudah terbuka.


''Ayah kenapa menangis?? Semua juga kenapa menangis?? ''

__ADS_1


ucap Deliana yang menyadari semua keluarga menangis dan hanya suaminya yang tidak menangis.


''Sudah jangan banyak beban yang kamu tanyakan dan simpan besok yah pertanyaannya, sekarang kamu istirahat yah Sayang, kami akan pulang dan besok pagi kami akan datang lagi. ''


ucap Ayah Farhan sambil mencium kening Deliana dan Deliana mengangguk.


''Sayang.....Mama pulang yah, kamu istirahat dan besok Mama akan buatkan bubur spesial buat kamu. ''


ucap Amanda dan Deliana mengangguk.


''Ibu juga pulang yang dan kayanya Arsyan gak akan mau di ajak pulang. ''


ucap Ibu Rahma saat menghampiri Deliana.


''Gak apa apa Buu.....biarkan Arsyan disini bersama Deliana kan kasihan kalau menangis nantinya. ''


ucap Deliana dan Ibu Rahma menganngguk.


Bunda Nida menghampiri dengan membawa satu gelas susu untuk Deliana yang di buatkannya, Bunda Nida begitu bahagia melihat putrinya sudah sadar.


''Ini susunya kamu harus minum yah Sayang, nanti Abimanyu yang membantu kamu meminumnya dan sekarang masih panas susunya nunggu hangat saja, kamu istirahat yah Sayang, Bunda pulang dulu. ''


ucap Bunda Nida dan Deliana mengangguk tersenyum.


Semua keluarga langsung pamit pulang dan hanya tersisa Abimanyu juga Arsyan yang menemani Deliana di rumah sakit, Abimanyu mengantar keluarga keluar ruangan Deliana karena Ayah Farhan memberi isyarat kepada Abimanyu untuk mengikutinya.


ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengiyakannya.


Setelah keluarganya pamit Abimanyu langsung masuk kedalam ruangan rawat Deliana, ternyata Arsyan sedang tertidur di samping Deliana yang sedang mengusap punggung Arsyan seperti biasa sebelum tidur.


Abimanyu langsung menuju kamar mandi karena memang tubuhnya lengket belum sempat membersihkan tubuhnya.


Deliana membenarkan selimbut untuk Arsyan dan mencium kening Arsyan setelah Arsyan tertidur pulas, saat ini Deliana masih terdiam menatap langit langit ruangannya saat ini.


Kesadarannya belum memulihkan semua ingatannya dan masih sangat pusing kalau di ingat secara langsung dan membuat Deliana menyerah untuk tidak mencari tahu mengapa dirinya berada di ruangan yang asing dengan infus di tangannya.


Lima belas menit kemudian Abimanyu selesai dengan urusannya dan keluar dari kamar mandi, memakai celana panjang dan kaos polos seperti biasanya kalau berada di rumah, Abimanyu menghampiri Deliana dan duduk di sampingnya.


Deliana terus menatap setiap pergerakan suaminya, bahkan Deliana tersenyum membalas senyuman suaminya.


''Maaf karena tadi Mas gak menghampiri kamu dan gak berbicara saat semua keluarga menghampiri kamu Sayang, Mas masih syok dan senang karena kamu akhirnya membuka mata. ''


ucap Abimanyu sambil mencium kening Deliana.


''Gak apa apa ko Mas Abii, Aku ngerti dan aku juga bisa melihat dari sorot mata kamu kalau kamu bahagia. ''

__ADS_1


ucap Deliana dan Abimanyu langsung beranjak naik ke atas ranjang lalu memeluk tubuh Deliana.


''Mas sangat sangat bahagia karena kamu sadar Sayang, janji jangan ulangi lagi yah. ''


ucap Abimanyu sambil memeluk tubuh Deliana dan Deliana mengangguk sambil mengusap punggung Abimanyu.


Abimanyu melepaskan pelukannya dan mencium setiap inci wajah Deliana, berakhir di bibirnya dan Abimanyu hanya mengecupnya.


Abimanyu langsung duduk kembali dan membantu Deliana untuk bersandar karena Abimanyu akan menyuapi susu untuk Deliana minum.


Abimanyu menyuapi susu untuk Deliana dengan sendok setelah memastikan susunya sudah hangat dan aman untuk di minum.


''Sudah kenyang Mas Abii.....''


ucap Deliana dan Abi langsung menyimpan gelasnya di meja dekat sofa.


''Sudah malam kamu tidur yah Sayang biar besok lebih segar tubuhnya. ''


ucap Abimanyu saat menghampiri Deliana kembali.


''Gak ngantuk Mas Abii masa di suruh tidur sih, Mas Abii kalau ngantuk tidur ajah duluan. ''


jawab Deliana dan Abimanyu hanya tersenyum membalasnya.


''Mas akan temani kamu sampai kamu mengantuk yah Sayang. ''


ucap Abimanyu sambil mengusap kepala Deliana.


''Aku baru sadar kalau gak pakai hijab sama cadar Mas Abii, bagaimana kalau ada yang masuk ke ruangan ini loh?? ''


ucap Deliana saat menyadari nya karena Abimanyu mengusap rambutnya.


''Gak ada yang bisa masuk tanpa ijin yang ada di dalam ruangan ini, pintu harus di buka dari dalam baru bisa dan kamu jangan khawatir karena Mas gak akan membiarkan orang yang bukan mahram melihat mu langsung. ''


ucap Abimanyu dan Deliana lega mendengarnya.


Deliana masih belum mnyadari kalau dia sudah melahirkan janin yang ada dalam kandungannya, Abimanyu pun tidak memberitahunya, Abimanyu hanya menjawab pertanyaan Deliana dan tidak menceritakan yang lainnya.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc......


__ADS_2