
Dua tahun kemudian.......
Deliana sudah lulus s2 nya dan menemani sang Bunda untuk mengurus bisnis Fashion nya yang semakin besar, berkat Deliana yang memang sangat pintar dengan urusan bisnis dan juga keahlian Sang Bunda dalam mendisain.
Pagi hari ini Sang Bunda sedang uring uringan karena mantan suaminya terus meneror nya, itu adalah ulah Deliana yang tidak mau bertemu dengan Sang Ayah.
''Bunda piiiss......jangan ngomel terus dong, kuping Deliana sakit mendengarnya. ''
protes Deliana dan Bunda Nida langsung menghembuskan nafasnya.
''Bunda gak akan ngomel kalau kamu patuh loh, pusing kepala BUnda tau di teror terus sama Ayah kamu, sana temuin Ayah kamu. ''
ucap Bunda Nida dan Deliana memanyunkan bibirnya.
''Iya nanti ajah, karena sekarang Deliana sedang sibuk dengan kantor baru nya Bunda juga, model yang akan pemotretan hari ini datang jadi Deliana sibuk. ''
''Jangan gitu lah sayang, kamu bertemu dengan Ayah kan hanya beberapa kali selama dua tahun ini, sempatkanlah bertemu dan kamu respon dong kalau Ayah hubungi kamu, jadinya Ayah kamu neror Bunda terus kan. ''
''Stop Bunda.....Deliana berangkat dulu, Assalamualaikum Bunda sayang.....''
ucap Deliana sambil mencium pipi sang Bunda dan memakai cadar nya.
''Ya allah anak itu kenapa jadi aneh sekarang, biasanya nempel terus sama Ayahnya. ''
gumam Bunda NIda yang menatap kepergian putrinya.
Tak lama kepergian Deliana handphone Bunda NIda berdering dan ternyata mantan suaminya yang menghubunginya. Dalam panggilan......
''Assalamualaikum.......Nida kamu udah bujuk Deliana kan?? ''
''Walaikumsallam......beulang kali aku bujuk sampai berbusa mulut aku Mas Farhan, tapi Deliana malah jawab '' nanti Deliana akan temui Ayah '', aku udah cape ngomel terus kalau mau Mas Farhan datangi Deliana ke kantornya, dia lagi ada di kantor karena hari ini ada pemotretan fashion nya. ''
''Baiklah nanti saya akan datangi langsung, jangan kasih tau kalau saya mau datang nanti dia malah sengaja menghindar lagi. ''
''Iya.......''
''Terimakasih, Assalamualaikum.......''
Panggilan berakhir..........
''Bahkan hatiku masih bergetar saat mendengar suara kamu Mas Farhan, andai hati aku kuat mungkin akan mempertahankan pernikahan kita, namun hatiku terlalu lemah untuk menerima kenyataan ini. ''
gumam Bunda Nida dalam hatinya saat mantan suaminya menutup panggilan telphone nya.
Bunda Nida langsung bersiap untuk ke butiknya karena ada beberapa gaun yang akan di kirimkan ke pemesannya hari ini.
Deliana saat ini sedang mengemudikan mobilnya menuju kantor baru milik Bunda Nida yang di kelola olehnya, Deliana memang sangat pintar namun Deliana tidak bisa mendisain, Deliana mengandalkan disainernya yang mengerjakan urusan rancangan pakaiannya.
''Bukan aku gak mau bertemu Ayah, tapi aku selalu sakit hati kalau melihat ayah karena kejadian perceraian dengan Bunda, walaupun Tante Amanda baik tapi tetap ajah Tante Amanda pelakor kan. ''
ucap Deliana sambil memarkirkan mobilnya karena sudah sampai di area parkir kantornya.
Deliana langsung menuju ruangannya untuk melanjutkan beberapa berkas yang kemarin sempat tertunda karena memang sudah larut.
DEliana menghubungi asistennya dan meminta keruangannya, beberapa menit menunggu akhirnya asisten DEliana datang.
__ADS_1
''Orlin......model nya sudah datang semuanya atau kita masih menunggu?? ''
ucap Deliana saat asistennya memasuki ruangannya.
''Modelnya baru datang nanti siang Mba Deliana, nanti saya atur semuanya biar Mba DEliana bisa mengawasi pemotretan nya hari ini. ''
jawab Sang asisten dan Deliana mengangguk.
''Butiknya di bawah ramai banget yah, kamu bisa pastikan kalau gak ada kesalahan dalam pelayanan kan Orlin. ''
''Insyaallah gak akan Mba, asalkan Mba juga percaya sama saya. ''
''Oke lah siap, kamu lanjutkan kerjanya saya mau melanjutkan pekerjaan saya juga. ''
uap Deliana dan asistennya langsung pamit meninggalkan ruangan DEliana.
Di kediaman Ayah Farhan saat ini......
''Deliana sudah bisa di hubungi kan Mas?? ''
ucap Amanda saat melihat suaminya sedang duduk di ruang santainya.
''Deliana masih menutup komunikasi nya Amanda, aku sampai meneror Bunda nya biar DEliana mau menemuiku tapi tetap susah, setelah perceraian itu Deliana hanya beberapa kali bertemu dengan aku, sebenarnya aku sangat rindu dengan kebersamaan kita dan manjanya Deliana, cerewetnya bahkan ulahnya Deliana, dia sekarang menjadi lebih dewasa dan tidak seperti dulu lagi. ''
ucap Ayah Farhan yang mengeluarkan unek unek nya karena merindukan putri kesayangannya.
''Semua terjadi karena kamu menikahi aku Mas Farhan, andai kamu tidak menikahiku pasti kalian akan tetap harmonis. ''
''Jangan selalu menyalahkan diri sendiri Amanda, aku menikahi kamu emang karena aku kan masih sayang sama kamu dan aku mau membahagiakan kamu di sisa umur kita yang sudah menua ini. ''
''Maaf Amanda aku gak setuju, lagian anakku hanya Deliana dan gak mau ada penggantinya lagi, kamu harusnya bahagia karena kita berempat terikat, rahim kamu yang di donorkan ke Nida membuahkan hasil, Nida yang mengandung dan melahirkan Deliana, Rahim kamu yang memproduksinya loh, aku juga ikut andil kan membuahinya, jadi.....maaf karena aku gak setuju dengan mengangakat anak asuh, aku mau siap siap dulu karena hari ini aku akan ke butiknya Deliana langsung bertemu dengan dia. ''
ucap Ayah Farhan sambil beranjak setelah mengelus kepala Amanda.
''Kamu memang Ayah terbaik Mas Farhan, semoga kamu bertemu Deliana hari ini dan nanti aku akan membantu kamu berbicara dengan Deliana juga biar dia bisa sering bertemu kamu. ''
gumam Amanda dalam hatinya sambil beranjak untuk membantu suaminya bersiap.
''Semoga hari ini kamu bertemu dengan Putri kamu Mas dan titip salam yah dari aku. ''
ucap Amanda saat membantu suaminya bersiap.
''Mudah mudahan sajah dan nanti aku sampaikan salam kamu untuk Deliana. ''
jawab Ayah Farhan sambil pamit menuju mobilnya.
Ayah Farhan di antarkan sopir menuju butik baru nya Deliana, sepanjang perjalanan Ayah Deliana terus tersenyum bahagia karena akan segera bertemu putri cantiknya yang sudah satu bulan tidak bertemu.
''Lumayan besar juga butiknya, sama seperti butik milik Nida juga. ''
gumam Ayah Farhan saat turun dari mobil dan melihat butik di hadapannya.
Ayah Farhan langsung memasuki butik dan ternyata asisten putrinya menghampirinya lalu menyapanya.
''Apa bos kamu ada di ruangannya Orlin?? ''
__ADS_1
ucap Ayah Farhan dan Orlin mengangguk.
''Ada Pak, mari saya antarkan ke ruangan Mba DEliana karena ada di lantai atas. ''
ucap Orlin dan Ayah Farhan langsung mengangguk lalu mengikuti Orlin.
''ini ruangan nya Pak dan saya permisi. ''
ucap Orlin saat sampai di depan pintu ruangan Deliana.
''Terimakasih Orlin.....''
ucap Ayah Farhan dan Orlin mengangguk lalu berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ayah Farhan mengetuk pintu nya dan saat terdengar mempersilahkan masuk, Ayah Farhan langsung masuk dan tersenyum saat melihat sang putri yang di rindukannya sedang bergulung dengan berkas di tangannya.
''Assalamualaikum Deliana sayang......''
ucap ayah Farhan dan Deliana langsung mengangkat kepalanya ke arah Ayahnya.
''Walaikumsallam Ayahnya Deliana......''
jawab Deliana sambil mencium tangan sang ayah dan memeluknya.
''Anak ayah semakin sibuk dan sampai gak mau bertemu dengan Ayahnya. ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana melepaskan pelukannya.
''Pasti Bunda yang kasih tau alamat butik barunya yah ke Ayah. ''
tebak Deliana dan Sang Ayah menganggukan kepalanya.
''Ahh......Bunda memang comel sekali. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil menatap sang ayah yang sedang memperhatikan ruangan kerja putrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.....................
__ADS_1
tbc,,,,,