IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Keluhan Deliana.......


__ADS_3

Setelah makan siang bersama, semua langsung bubar menuju pekerjaan masing masing, Deliana langsung ikut dengan Amanda menuju klien nya yang akan memesan perhiasan dan Serena sudah lebih dulu sampai di tempat janjian.


''Nanti kalau Mama sudah melepas kamu untuk memimpin perusahaan, kamu dan Serena akan selalu berdampingan seperti sekarang saat bertemu dengan klien atau lebih tepatnya konsumen yang akan membuat perhiasan di perusahaan kita. ''


ucap Amanda di sela sela perjalanan menuju sebuah cafe dimana tempat janjinya.


''Memangnya disainer hanya Serena ajah?? gak ada yang lain lagi. ''


ucap Deliana dan Amanda tersenyum.


''Disainer ada banyak loh sayang, tapi Serena merangkap menjadi asisten pribadi dan nantinya mendamping kamu, lebih tepatnya sih biar gak bawa banyak orang ajah jadinya Serena merangkap sebagai asisten juga disainer nya. ''


jawab Amanda dan Deliana mengangguk.


Perjalanan hanya dua puluh menit sudah tiba di sebuah cafe yang lumayan ramai karena memang jam makan siang, Deliana langsung mengikuti langkah Amanda memasuki cafe nya.


Di perusahaan Ayah Farhan saat ini.....


Abimanyu sudah resmi menduduki kursi kerja Ayah Farhan dan semua pekerjaan sudah di limpahkan ke Abimanyu, Ayah Farhan akan berada di balik perusahaan dan akan memantau dari jarak jauh.


Abimanyu begitu serius dengan pekerjaannya dan memang sedikit rumit di bandingkan perusahaan nya, tapi Abimanyu bisa mengatasinya tanpa ada kendala.


Pintu ruangan di ketuk dan ternyata Sekertarisnya Abimanyu yang mengetuk.


''Permisi Tuan, ada Tuan Aldo ingin bertemu tapi ini di luar jadwal, apa anda mau menerimanya atau bagaimana?? ''


ucap sekertaris dan ABimanyu menghela nfasnya.


''Biarkan dia masuk keruangan ini, saya menerimanya dan kamu buatkan minuman yah. ''


jawab Abimanyu dan sekertarisnya mengangguk.


''Untuk apa laki laki itu ingin bertemu?? apa dia belum tahu kalau aku yang menggantikan Ayah Farhan bukan Deliana. ''


gumam Abimanyu yang bertanya tanya mengenai kedatangan Aldo di luar jadwal pertemuan perusahaan.


Sepuluh menit kemudian pintu di ketuk kembali dan saat terbuka ternyata Aldo lah yang masuk dan Abimanyu langsung beranjak untuk menyambutnya.


''Selamat siang Tuan Aldo. ''


ucap Abimanyu saat Aldo memenjabat tangan nya.


''Selamat siang juga tuan Abimanyu, saya mengira Tuan Farhan yang akan saya temui ternyata dugaan saya meleset. ''

__ADS_1


ucap Aldo saat duduk di sofa setelah di persilahkan duduk oleh Abimanyu.


''Mulai hari ini saya sudah resmi menggantikan Tuan Farhan, memangnya ada keperluan kah hingga Tuan Aldo datang di luar jadwal pertemuan?? '


ucap Abimanyu sambil menatap curiga pada pemuda yang ada di hadapannya saat ini.


''Saya hanya ada keperluan dengan Tuan Farhan, kalau begitu saya permisi dan nanti akan langsung menghubungi Tuan Farhan. Oh yaa.....selamat atas jabatan barunya Tuan Abimanyu. ''


ucap Aldo yang langsung pamit dan membuat Abimanyu semakin curiga.


Malam hari menjelang.......


Deliana tiba di kediamannya sore hari sebelum suaminya kembali, Sedangkan Abimanyu tiba saat setelah Adzan maghrib.


Saat ini Keluarga Abimanyu sedang makan malam bersama, namun hari ini terasa berbeda karena hening tanpa ada obrolan seperti biasa.


Bahkan setelah makan malam selesai pun tidak ada obrolan, Ibu Rahma bahkan mengajak Arsyan untuk tidur di kamarnya, Deliana dan Abimanyu pun sudah berada di dalam kamar.


Deliana saat ini barusl selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti dengan piyama tidurnya, Abimanyu terus menatap gerak gerik sang istri karena sedari tadi Deliana hanya diam.


Karena rasa penasarannya yang sangat tinggi, Abimanyu langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan kaca meja riasnya.


''Kamu baik baik ajah kan Sayang?? ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana mengerutkan keningnya.


jawab Deliana sambil memakai pelembab malam pada wajahnya.


''Kamu selama makan malam barusan gak ada suaranya, Mas kira kamu sedang tidak baik baik ajah loh, ayo cerita ada apa?? ''


ucap Abimanyu dan Deliana menghembuskan nafasnya.


''Aku lagi banyak pikiran ajah Mas, Mama tega meminta aku menjalankan bisnis perhiasannya dan dengan entengnya dia malah mau gabung dengan Bunda mengelola butik, aku maunya kebalik ajah tapi Mama dan Bunda malah bersekongkol membuat aku kejebak di perusahaan Mama. ''


ucap Deliana dengan nada kesalnya dan membuat suaminya tersenyum.


''Perusahaan Mama itu gak seluas perusahaan Ayah Farhan, Mas lebih sulit menjalankan perusahaan Ayah saat ini, lebih baik kamu banyak bersyukur dan terimalah semua dengan ikhlas, ada Mas yang akan membantu kamu kalau kamu butuh bantuan. ''


ucap Abimanyu menenangkan istrinya yang sedang merenggut kesal.


''Gak luas tapi cabangnya banyak sekali dan saingannya sangat sangat lumayan banyak, awas ajah kalau Mas Abii gak membantu aku. ''


ucap Deliana dan suaminya mengangguk.

__ADS_1


Abimanyu langsung membawa Deliana menuju ranjangnya karena ingin menanyakan perihal tagihan kartunya yang sama sekali membuat Abimanyu kesal.


''Jujur sama Mas, kamu kenapa gak pernah memakai kartu yang Mas berikan, sudah dua bulan tagihannya tidak ada dan hanya pajak ajah. ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana melototkan matanya.


''Harusnya Mas itu senang karena istrinya sangat baik tidak memakai uang yang Mas sediakan, ini malah marah dan sangat aneh. ''


ucap Deliana dan membuat suaminya menghembuskan nafasnya.


''Bukan marah tapi Mas curiga kalau kamu dapat uang dari rekening lain, hayo jujur dapat darimana pakaian baru dan make up kamu selalu tiap bulan baru. ''


ucap Abimanyu dan Deliana langsung mendelik


''Mas tau gak semenjak Mama Amanda hadir sebagai istri Ayah, dia yang rajin tiap bulan kirim aku alat make up yang mahal mahal, perhiasan dan berlian tidak pernah terlewat, kalau soal pakaian semua Bunda yang kirim dan rancangan Bunda langsung, aku tuh mau nolak tapi mereka malah pada memasang sedih wajahnya, jadi maaf kalau aku gak menggunakan uang bulanan dari kamu Mas. ''


jelas Deliana dan Abimanyu menghembuskan nafasnya.


''Beruntungnya aku menikahi kamu loh Sayang, pewaris tunggal dari tiga kekayaan dan kamu benar benar anak sultan. ''


ucap Abimanyu sambil menggelengkan kepalanya takjub dan membuat Deliana kembali mendelik.


''Kamu beruntung dan aku yang buntung, kamu gak merasakan kalau aku ini sangat sangat terkekang tau, disana disini semua mengatasnamakan aku. ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu langsung mencium bibir Deliana yang terlihat menggemaskan.


''Kamu sangat menggemaskan sekali sayang, sudah jangan di pikirkan lebih baik terima semua kenyataan dan jalani ajah., kamu jangan takut ada suami kamu yang akan selalu ada buat kamu. ''


rayu Abimanyu saat Deliana memukul lengannya karena ciuman mendadak dari nya.


Abimanyu langsung mengajak Deliana untuk merebahkan tubuhnya, karena memang hari ini keduanya sangat lelah dengan aktifitas baru dan jabatan barunya.


Deliana langsung terlelap karena kenyamanan yang di berikan Abimanyu, usapan lembut pada rambutnya membuat Deliana terbuai dan langsung terlelap.


''Deliana istriku sayang, entah keberuntungan atau memang garis takdirku, mendapatkan kamu seorang putri dari keluarga konglomerat dengan kekayaan yang begitu banyak, kamu pun pewaris tunggal keluarga kamu sayang, semoga aku bisa menjadi suami yang bisa kamu andalkan sayang, aku tulus mencintai kamu tanpa memandang kamu dari harta ataupun tahta, mimpi indah istriku sayang. ''


gumam Abimanyu yang langsung ikut tertidur lelap mendekap istrinya yang sudah terlelap terlebih dahulu.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc.......


__ADS_2