
Selepas kepergian mertuanya, Abimanyu kembali masuk sambil menggong Arsyan menuju ke ruang keluarga.
Ternyata Deliana sudah membuka matanya tapi masih rebahan di sofa, Ibu Rahma sedang mengambilkan makanan untuk di makan Deliana.
''Mama......''
ucap Arsyan saat menghampiri Deliana dalam gendongan Abimanyu.
Deliana merentangkan tangannya meminta Arsyan menghampiri dan meminta memeluknya, Arsyan langsung turun dari gendongan Abimanyu dan menghampiri Deliana lalu memeluk Deliana sambil ikut tertidur di sofa.
''Jagoan Mama udah makan belum sayang?? ''
ucap Deliana saat Arsyan berada dalam dekapannya dan terasa Arsyan menganggukan kepalanya.
Abimanyu memilih menuju dapur untuk mengambil makanan untuk Deliana dan juga untuk dirinya, ternyata Ibunya sedang menyiapkan makanannya.
''Kebetulan kamu datang Abii, ini makan untuk kalian berdua yah dan suapi Deliana biar makannya lahap seperti biasa. ''
ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengiyakannya.
''Tapi ini banyak banget Buu, cukup untuk satu kampung loh. ''
ucap Abimanyu saat melihat porsi makan yang di siapkan ibunya.
''Kamu ini malah ngawur bicaranya, kalian makan berdua pasti habis dan lagian Arsyan juga tawarin makan dia pasti mau karena melihat kalian saling suap makan. ''
ucap Ibu Rahma yang langsung keluar dari area tempat makan untuk menghindari protes Abimanyu.
Abimanyu langsung membawa nampan berisi makanannya dan langsung menyimpan di atas meja dekat sofa dimana Deliana duduk dengan Arsyan.
''Ibu mau ke kamar dulu yah bersih bersih. ''
ucap Ibu Rahma saat menghampiri ke ruang keluarga dan semua mengiyakannya.
''Kita makan dulu yah sayang, Arsyan juga ikut makan yah di suapi Papa. ''
ucap Abimanyu sambil menyiapkan makanan untuk di suapka ke Deliana.
''Arsyan katanya udah makan Mas, kenapa mau di suapi lagi?? ''
ucap Deliana saat menerima suapan makanan dari suaminya.
''Makan Arsyan tadi gak bener, ayo buka mulutnya Jagoan. ''
ucap Abimanyu yang menyuapi makanan pada Arsyan dan benar Arsyan langsung memakan makanannya tanpa menolak.
Akhirnya Abimanyu, Deliana dan Arsyan makan bersama satu piring dan Abimanyu lah yang menyuapi makannya.
Setelah selesai makannya, Abimanyu langsung menuju dapur untuk menyimpan piring kotornya, Delian menemani Arsyan bermain di ruang keluarga.
.
__ADS_1
.
Malam hari menjelang.....
Setelah melaksanakan sholat isya berjamaah, Deliana langsung mengajak Arsyan untuk segera tidur dan Arsyan langsung mengiyakannya.
Abimanyu masih berbincang dengan Ibunya di ruang keluarga, karena Ibu Rahma memintanya dan ABimanyu mengiyakannya.
''Abii.....sepertinya Ibu akan pergi ke rumah Tante kamu besok lusa, dia tinggal sendirian sekarang karena anaknya di tugaskan di luar kota, Gimana menurut kamu?? Dan gak apa apa kan Ibu pergi?? ''
Ucap Ibu Rahma dan Abimanyu langsung terdiam.
''Abii juga gak bisa melarang dan meahan Ibu untuk saat ini, lagian Tante sanga susah kalau sama orang lain dan harus Ibu terus yang menemani, yasudah Ibu pergi ajah lagian kandungan DEliana udah masuk bulan ke empat dan sudah kuat juga. ''
Ucap Abimanyu dan Ibu Rahma mengangguk.
'Biar nanti supir yang mengantarkan Ibu kesana yah, bilang ke Deliana besok ajah jangan sekarang karena Abii mau mengajak Deliana istirahat. ''
Ucap Abimanyu kembali dan Ibu Rahma mengangguk.
Abimanyu langsung menuju kamarmya setelah Ibu Rahma pamit untuk istirahat ke kamarnya, Delian masih di kamar Arsyan saat ini karena Arsyan masih belum menutup matanya.
Abimanyu langsung mengganti pakaiannya dan duduk di atas ranjang menunggu istrinya yang masih di kamar jagoannya.
Tak lama menunggu pintu kamat terbuka dan Deliana lah yang masuk.
''Ganti pakaiannya dulu dan bersih bersih yah sayang, lama sekali kamu di kamar Arsyah. ''
Deliana langsung menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya sebelum tidur seperti biasa, malam ini Deliana sengaja memakai gaun tidur yang sedikit terbuka karena tubuhnya terasa sangat gerah malam ini namun Deliana tidak menyadari kalau semuanya akan mengundang syahwat suaminya.
Deliana langsung keluar dari ruang gantinya setelah selesai membersihkan tubuhnya degan gaun tidur yang begitu terbuka, Abimanyu langsung terdiam melihat istrinya memakai pakaian yang terbuka dan terlihat seksi dengan perut yang sedikit membuncit.
''Kamu sengaja memancing Mas yah sayang?? ''
Ucap Abimanyu saat Deliana menghampiri ranjangnya untuk tidur.
Deliana mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan suaminya, namun sedetik kemudian Deliana tersadar memakai pakaian salah dan saat akan menghindar sangat terlambat karena suaminya langsung menarik lembut DEliana kedalam dekapannya.
''Duuh.....aku kenapa bisa lupa yah, Mas Abii kan udah lama ga meminta haknya. ''
Gumam Deliana dalam hatinya.
Abimanyu langsung merebahkan tubuh DEliana, ujung hidung Abimanyu langsung menyentuh kulit leher Deliana, aroma sabun mandi yang tercium membuat Abimanyu mabuk dan semakin bernafsu.
Abimanyu terus menyusuri tiap lekuk tubuh DEliana dan tidak ada perlawanan, seakan Deliana menikmatinya, Abimanyu mengurungnya di antara kedua tangannya.
Tubuh Deliana bergerak tak karuan ketika hembusan nafas Abimanyu menyapu kulitnya, sentuhan lembut yang di berikan Abimanyu menyusuri setiap jengkal tubuh Deliana.
Sengatan sengatan aneh mulai menjalari tubuh Deliana ketika tangan ABimanyu membuka gaun tidur yang di gunakan Deliana dan Abimanyu menyentuh apapun yang Abimanyu temukan.
Abimanyu kembali mencium bibir DEliana dan ABimanyu merasakan bibir Deliana sedikit bergetar menahan gaaairaaaaah yang semakin meningkat, Abimanyu terus mencium bibir Deliana.
__ADS_1
Hembusan nafas Abimanyu dan DEliana semakin memburu, Abimanyu menekan ciuumannya, memperdalam ciuuumannya hingga terdengar suara erotis.
SEmentara Abimanyu berusaha membuka pakaian di tubuhnya, karena susah Abimanyu melepaskan ciumannya dan setelah membuka semua pakaiannya, Abimanyu menatap tubuh polos DEliana tanpa pakaian, Abimanyu langsung tersenyum.
Deliana menutup inti miliknya dengan kedua tangannya karena Deliana merasa malu, seperti pertama kali bertelanjang di depan suaminya.
Deliana begitu kaget melihat inti tubuh Abimanyu yang sudah tegak.
Abimanyu membawa tangan DEliana untuk memainkan miliknya, Abimanyu menggeeeeraaam saat jari jari Deliana menggenggam dan memainkan miliknya.
Abimanyu langsung mencium kembali bibir Deliana, menggigitnya bergantian, Deliana mengeluh merasakan sesapan dan gigitan kecil dari Abimanyu, tangan DEliana terus mengusap punggung Abimanyu.
''Ahh.......sayang, Mas mau sekarang. ''
Ucap Abimanyu dengan suaranya yag menahan hasssraaaat.
DEliana mengangguk pelan, Deliana pun segera mempersiapkan dirinya, menahan nafas ketika sesuatu di bawah sana menerobos inti tubuhnyam membuat Deliana sedikit sakit karena beberapa bulan tidak melakukannya.
''Ahh.....Mas sakit sekali, pelan yah karena di dalam perut ada Dedenya. ''
Ucap DEliana saat Abimanyu memulai penyatuannya dan Abimanyu mengangguk.
Abimanyu bergerak dengan perlahan, masih menyesuaikan miliknya di dalam tubuh Deliana, Abimanyu berusaha menggerakkannya dengan pelan namun Abimanyu secaa otomatis langsung menghentak nya sedikit keras.
Deliana mendesaaah ketika tangan Abimanyu meremas dadanya, sementara bibirnya terus menghiiisaap puncak dadanya Deliana dan menimbulkan sensasi menyengat yang membuat melayang.
Tubuh bawah Abimanyu terus bergerak menghentak sedikit cepat namun penuh kelembutan dan Abimanyu bisa mengendalikannya, suara suara desaahaaan menggema memenuhi kamar malam ini, menghantarkan dua manusia yang tengah di mabuk gaaairaaah kepuncak kenikmaaataaan yang tidak bisa di gambarkan.
Keduaya sama sama kehilangan akal, sama sama terus bergerak dan menghentak saling menyenangkan, saling memanjakan tubuh masing masing, saling menyentuh, saling meremas, menggapai segala yang bisa mereka gapai.
HIngga di hentakkan terakhir saat Deliana hampir mengeluarkan desaahaaan dari mulutnya, Abimanyu segera kembali mencium bibir DEliana, sehingga desaaahaaan rendah yang terdengar, Abimanyupun menggeram kala pelepasan hebat menerjangnya menghantam hentakan nya dengan sedikit cepat seperti mlepas tulang tulang dari tubuhnya.
''Sayang........''
Eeeeeerangnyaa Abimanyu dan kembali mencium bibir DEliana yang sedang menerjang pelepasssan.
Abimanyu langsung mencium kening DEliana dan segera melepaskan penyatuannya, ambruk disamping tubuh Deliana yang masih terlentang dengan nafas yang masih belum stabil.
''SEmoga kedua Dedenya baik baik ajah Mas, kamu sangat buas sekali barusan. ''
ucap DEliana sambil mengelus perut nya yang membuncit dan Abimanyu hanya tersenyum.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc...........