
Di luar ruangan Amanda saat ini, Aldo sedang terdiam sambil menunggu asisten Amanda yang sedang mempersiapkan surat surat untuk pesanannya.
Aldo masih setia berdiri di samping pintu masuk ke ruangan Amanda, sampai sebuah panggilan menyadarkan lamunan Aldo.
''Tuan Aldo sedang apa di depan ruangan Nyonya Amanda?? Ruangan pertemuan ada di lantai dasar. ''
ucap Serena saat menghampiri Aldo.
''Saya hanya mengikuti Anda saja dan saya gak tau kalau ruangan nyonya Amanda disini. ''
kilah Aldo saat merasa Serena memojokkannya.
Di dalam ruangan Amanda yang memang pintu tidak tertutup, mendengar semua percakapan di luar ruangan namun saat Abimanyu keluar dari ruangan ternyata di luar ruangan sudah sepi.
''Apa hanya salah pendengaran ajah yah, tadi aku mendengar wanita memanggil tuan Aldo. ''
gumam Abimanyu dalam hatinya sambil melihat sekeliling koridor di lantai teratas.
Abimanyu kembali masuk dan duduk di samping Ayah Farhan.
''Siapa yang berbicara di luar Abii?? ''
ucap Amanda saat Abimanyu mendudukan tubuhnya di sofa.
''Saat Abii keluar sudah tidak ada orang, mungkin hanya yang orang lewat. ''
jawab Abimanyu dan Amanda mengerutkan keningnya.
''Gak mungkin deh, tidak semua orang bisa menginjakan kaki di lantai teratas ini loh, sebentaar biar Mama tanyakan Serena dulu. ''
ucap Amanda sambil beranjak akan mengambil handphone nya di meja kerjanya.
''Sudah tidak apa apa Amanda, lagian kalau ada orang jahat pasti akan tertangkap oleh kamera cctv kan. ''
ucap Ayah Farhan yang mencegah pergerakan Amanda.
''Yasudah kalau gitu, Abii kamu bawa ajah berkasnya karena besok berkas ini akan menjadi bahan untuk meeting, Mama akan datang saat jadwalnya sudah di tentukan. ''
Ucap Amanda dan Abimanyu mengangguk.
''Kalau gitu Abii pamit ajah mau kembali ke perusahaan untuk mengatur jadwal meeting besok. ''
Ucap Abimanyu sambil mencium tangan kedua mertuanya.
Abimanyu langsung keluar dari ruangan Amanda untuk menuju perusahaannya, namun Abimanyu terhenti saat melihat Aldo sedang di ruang tunggu dengan Asisten Amanda.
''Ternyata Ayah benar kalau Aldo datang kesini, aku yakin kalau yang tadi mengintip itu Aldo, awas ajah kalau dia berniat jahat. ''
Gumam Abimanyu dalam hatinya dan lagsung melanjutkan kembli jalannya menuju pintu utama.
.
.
__ADS_1
.
Malam menjelang.......
Abimanyu menepati ucapannya, dia datang terlambat untuk pulang dan Deliana dengan setia menunggu suaminya di dalam kamar setelah menemani Arsyan tidur.
Deliana menunggu sambil membaca pesan dari Ayah Farhan yang terasa sangat antusias dengan acaranya ke Villa padahal hanya seharian dan tidak menginap.
Asik dengan handphone di tangannya, Deliana tidak menyadari kalau Suaminya membuka pintu kamarnya dan Suaminya sengaja tidak mengucap salam karena mengira Deliana telah tidur.
''Assalamualaikum......''
ucap Abimanyu saat sampai di depan Deliana.
''Astagfirullaah......Aku kaget, kenapa Mas bisa ada di kamar dan kapan masuknya?? ''
ucap Deliana sambil memegang dadanya.
''Kamu belum menjawab salam nya Mas loh Sayang, malah nanya nanya. ''
ucap Abimanyu dan Deliana tersenyum.
''Walaikumsallam.....''
jawab Deliana dan Abimanyu mengusap puncak kepala istrinya.
''Jangan terlalu serius dengan handphone di tangan kamu, sampai sampai suami datang tidak terdengar dan ingat sayang itu berbahaya untuk kamu kedepannya dan bagaimana kalau ada yang memanfaatkan. ''
''Ada apa dengan suamiku?? Sangat sensitif. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil beranjak turun dari ranjang setelah menyimpan handphone nya.
Deliana masuk kedalam ruangan ganti dan menyiapkan pakaian suaminya saat mendengar suara gemercik air dalam kamar mandi.
Setelah memilihkan pakaiannya, Deliana langsung keluar dari ruangan ganti dan menunggu suaminya di sisi ranjang.
''Mas Abii......sudah makan malam belum?? ''
ucap Deliana saat suaminya menutup pintu ruangan ganti dan berjalan menuju cermin.
''Belum Sayang, temani Mas makan yah. ''
ucap Abimanyu sambil menyisir rambutnya.
''Boleh, Mas mau di buatkan makanan apa?? ''
ucap Deliana saat suaminya menghampirinya.
''Nanti Mas ajah yang masak dan kamu hanya duduk manis menemani ajah, gimana dede hari ini bikin kamu kesulitan gak sayang?? ''
ucap Abimanyu sambil duduk bersimpuh menghadap perut Deliana yang membuncit lalu menciumnya.
''Alhamdulillah kedua dede kita sangat sangat baik hari ini, ayo kita ke dapur nanti perut kamu sakit loh Mas kalau gak segera di isi. ''
__ADS_1
ucap Deliana yang mengalihkan perhatian suaminya karena Deliana takut suaminya akan mengerjainya seperti sebelum nya.
Abimanyu tersenyum dan berdiri dari duduknya lalu menggandeng pinggang Deliana untuk segera keluar dari kamar menuju dapur.
Abimanyu langsung membuka kulkasnya dan mengeluarkan bahan bahan makanan yang akan di masaknya, Abimanyu hanya memasak pasta dengan toping sayuran di tambah daging.
Deliana hanya duduk manis melihat suaminya sedang bermain dengan alat alat dapur dan sangat membuat Deliana senang, Abimanyu hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya begitu antusias melihatnya memasak.
Hanya lima belas menit Abimanyu selesai memasak dan menghidangkan fasta di piring, lalu memberikan topingnya.
''Mau di buatkan minuman apa sayang?? Mas mau buat jus soalnya. ''
ucap Abimanyu saat mengeluarkan buah melon di dalam kulkas.
''Aku mau makanan dan jus yang Mas buat ajah, tadi udah minum susu hamil soalnya. ''
jawab Deliana sambil mencoba fasta yang ada di hadapannya saat Abimanyu memberikan garpuh padanya.
Abimanyu langsung membuatkan jus melon dan mencuci wajan kotornya sambil menunggu jus nya sedang di blender.
''Ayo kita ke meja makan yah jangan di dapur makannya. ''
ucap Abimanyu saat setelah membuat jus dan mencuci bekas nya.
Deliana mengangguk dan membantu membawakan sepiring penuh Fasta karena Abimanyu membawa dua gelas berisi jus melon untuk menemani fasta.
Abimanyu dengan telaten menyuapi Deliana dan menyuapi untuk dirinya, Deliana benar benar lahap memakan Fastanya, Abimanyu menggelengkan kepalanya sambil sesekali mengusap tetesan saus Fasta yang menempel di sudut bibir Deliana.
Makan Fasta selesai dan Abimanyu hanya menyimpan bekas piring juga gelasnya, karena Deliana meminta segera ke kamar, pinggangnya mendadak panas dan sakit.
''Rebahkan tubuh kamunya biar Mas baluri pinggang kamu dengan minyak kayu putih yah. ''
ucap Abimanyu saat membantu Deliana merebahkan tubuhnya.
Deliana langsung tersenyum merasakan nyamannya pijatan lembut suaminya pada pinggang juga punggungnya, hingga Deliana terlelap dengan sendirinya.
''Istri cantikku......aku gak akan merelakan siapapun merebut kamu dariku sayang. ''
ucap Abimanyu sambil merapihkan selimbut untuk menutupi tubuh Deliana.
Abimanyu mencium kening Deliana dan langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Deliana, Abimanyu langsung tertidur sambil memeluk Deliana yang memunggunginya.
Pagi hari menjelang.......
Deliana sedang bersiap membantu Arsyan karena Ayah Farhan sudah datang menjemput, Liburan satu hari di Villa indah di pusat kota adalah tujuannya, Villa yang di bangun sengaja di tengah kota dengan di kelilingi pepohonan rindang seperti di tengah hutan, semua konsep nya di buat oleh Ayah Farhan yang sengaja membuatnya untuk Deliana.
.
.
.
Tbc.......
__ADS_1