
Deliana dan Ayah Farhan juga Arsyan saat ini sedang di perjalanan menuju Villa untuk berlibur satu hari penuh, Sepanjang perjalanan Arsyan terus berceloteh dan Ayah Farhan lah yang selalu menjawab apapun yang di tanyakan Arsyan karena Deliana sedang sibuk bertukar pesan dengan Orlin asistennya yang sekarang menggantikannya di butik.
''Sayang.....kamu sibuk banget sih, sedang berbalas pesan dengan siapa?? ''
ucap Ayah Farhan yang melihat Deliana sibuk dengan handphone di tangannya.
''Orlin menanyakan hal hal tentang butik, dia kan sekarang yang menggantikan Deliana. ''
jawab Deliana sambil menyimpan handphone ke dalam tas nya.
''Ohh....Ayah kira kamu sedang bertukar pesan dengan Abimanyu. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana hanya tersenyum.
Perjalanan satu jam di tempuh akhirnya sampai di gerbang utama Villa, Ayah Farhan langsung keluar dari mobil setelah supir memarkirkan mobil dengan sempurna, Deliana ikut turun dan Arsyan di bantu turun oleh Ayah Farhan.
''Kita sampai di Villa indah tengah kota walaupun buatan tapi suasana disini nyaman, setiap hari sangat Full yang menyewa Villa ini karena sengaja Ayah tidak menjual tapi menyewakan. ''
ucap Ayah Farhan saat melihat Deliana menatap sekeliling area Villa.
Ayah Farhan meminta Deliana dan Arsyah masuk duluan, karena Ayah Farhan sedang membantu supir mengeluarkan barang barang di dalam bagasi.
''Ya allah......Nida sama Amanda berlebihan sekali menyiapkan makanannya. ''
ucap Ayah Farhan saat melihat begitu banyak kotak makanan yang di bawakan oleh kedua istrinya.
Ayah Farhan langsung masuk di ikuti supirnya, ternyata Deliana dan Arsyan sedang di area belakang Villa, Deliana sedang menikmati sinar matahari pagi yang menyinari tubuhnya termasuk perut buncitnya.
''Kamu jangan pergi dan diam ajah di Villa ini, di samping Villa ada kamar dan tunggu disana yah, ini kotak makan buat teman kamu. ''
ucap Ayah Farhan pada supirnya dan sang supir mengangguk sambil menerima kotak makan yang di berikan Ayah Farhan.
''Kamu suka Sayang dengan Villa ini?? ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri Deliana.
''Suka banget Ayah, pepohonan nya rindang sekali dan bikin sejuk, Deliana gak nyangka ada Villa indah di tengah kota. ''
ucap Deliana yang begitu antusias dan senyumnya terus mengembang di balik cadarnya.
''Maaf karena disini kamu harus tetap menggunakan cadar, karena disini area umum bahkan halaman ini terlihat oleh halaman villa yang lain. ''
ucap Ayah Farhan yang merasa tidak enak hati karena Deliana harus menutup wajahnya dengan cadar.
''Ayah ini bicara apa sih, lagian Deliana kan nyaman sekali walaupun menggunakan cadar ini. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk tersenyum.
''Alhamdulillah kalau gitu, Ayah masuk yah dan kamu kalau selesai berjemurnya cepat masuk kita ngemil makanan yang di buatkan oleh kedua Ibu kamu. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengacungkan jempolnya.
Di perusahaan Abimanyu saat ini.......
Abimanyu baru menyelesaikan meetingnya dengan Amanda, semua sudah terselesaikan dan Amanda menyetujui semua kesepakatannya.
__ADS_1
Amanda dan Abimanyu masih berada di ruangan meeting di temani asistennya masing masing, karena ada beberapa berkas yang Abimanyu coret dan harus di buat ulang oleh pihak Amanda.
''Maaf yah karena berkasnya masih ada kesalahan, Mama kira sudah sempurna. ''
ucap Amanda yang merasa tidak enak hati dengan Abimanyu.
''Gak apa apa Mama kan namanya juga kesalahan siapa yang tau, semua sudah Abii coret dan Abii ganti dengan kata kata baru jadi tinggal menyalin ajah, nanti kalau selesai dengan berkas barunya baru tanda tangan ulang. ''
ucap Abimanyu sambil memberikan berkasnya pada Amanda.
''Oke kalau gitu, nanti Mama akan kabarin kamu kalau berkasnya sudah selesai. ''
ucap Amanda dan Abimanyu mengangguk.
Abimanyu terdiam setelah memberikan berkasnya dan mengingat kejadian kemarin siang saat di ruangan Amanda.
''Serena......kemarin saat kami bertiga di ruangan Mama Amanda, saya mendengar suara kamu berbicara dengan seseorang di luar ruangan, siapa yang berbicara dengan anda?? ''
ucap Abimanyu sambil menatap Asisten Mama mertuanya.
Serena langsung terdiam karena merasa kaget tiba tiba di tanya, Amanda langsung menatap Serena dan meminta jawabannya.
''Kemarin itu saya menegur Tuan Aldo yang berdiri di sampinh ruangan Nyonya Amanda, Tuan Abii....''
jawab Serena dan membuat Abimanyu langsung menghembuskan nafasnya.
''Kenapa bisa Aldo ada di lantai teratas??, kan di larang keras bagi siapapun kecuali keluarga saya dan kamu Serena. ?? ''
ucap Amanda dan Serena langsung menunduk.
ucap Serena dan membuat Amanda langsung menggelengkan kepalanya.
''Bukan salah Serena sepertinya Maa, berarti Aldo tau kalau Ayah membawa Deliana ke Villa tanpa Abii, sepertinya Abii harus menyusul kesana. ''
ucap Abimanyu dan Amanda mengangguk setuju.
''Betull Abii....susul karena Mama dan Bunda merasakan firasat gak enak saat Ayah pergi tadi dari rumah, Aldo terobsesi dengan Deliana dan tidak memikirkan kalau Deliana bersuami juga sedang hamil besar. ''
ucap Amanda yang menyetujui usulan Abimanyu.
''Reschedule jadwal saya hari ini......''
ucap Abimanyu setelah Amanda juga Serena pamit dari ruangan meeting.
Abimanyu langsung menuju area pintu utama tanpa kembali ke ruang kerjanya, karena fokus Abimanyu saat ini adalah Deliana.
Abimanyu meminta supir mengantarkan nya menuju Villa, karena dia sedang menghubungi Ayahnya karena menghubungi Deliana tidak ada jawaban.
Di Villa saat ini......
Deliana sedang menemani Arsyan bermain di halaman belakang Villa, sesekali Arsyan tertawa dengan mainannya dan tanpa Deliana sadari sepasang mata sedang memperhatikannya bahkan ikut tersenyum saat mendengar celotehan Deliana.
Deliana duduk di kursi dan membiarkan Arsyan bermain dengan mainannya, Ayah Farhan mendekati dan memberikan minuman untuk Deliana dan Arsyan.
''Ini minumannya buat kamu dan Arsyan, Ayah masuk lagi yah sedang menghangatkan makanan untuk kita makan. ''
__ADS_1
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
''Deliana Aisyah......''
ucap seseorang dan membuat Deliana menoleh.
''Tuan Aldo......bagaimana Anda bisa ada disini?? ''
jawab Deliana dan Aldo hanya tersenyum sambil berjalan mendekati Deliana.
''Saya juga menyewa Villa disini dari kemarin dan gak menyangka ternyata kamu juga ada di Villa sebelah saya. ''
jawab Aldo dengan senyumnya dan sudah berada di hadapan Deliana yang sedang duduk.
''Sangat kebetulan sekali kalau begitu yah. ''
ucap Deliana yang merasa curiga dengan keberadaan Aldo tiba tiba datang menghampirinya.
''Takdir namanya itu dan saya percaya takdir, memangnya kamu gak percaya takdir. ''
ucap Aldo dan Deliana hanya diam tanpa menanggapi ucapan Aldo.
Deliana sebenarnya sangat merasa takut saat Aldo nekad menghampirinya, karena tatapan mata Aldo kepadanya terlihat berbeda, Deliana tiba tiba merasakan perutnya sakit dan sekuat mungkin menahannya sambil menghampiri Arsyan.
''Ayo sayang kita masuk, Opa pasti sudah selesai menghangatkan makanannya. ''
ucap Deliana menghampiri Arsyan yang sibuk dengan mainannya.
''Apa yang anda lakukan disini Tuan Aldo?? ''
ucap Abimanyu yang telah tiba di Villa dan langsung ke halaman belakang saat Ayah Farhan memberitahukan keberadaan Deliana.
Abimanyu langsung menahan amarahnya saat melihat Aldo yang memandangi Deliana dengan tatapan memuja.
Deliana langsung lega melihat suaminya datang namun sakit di perutnya tidak dapat di tahan, Deliana langsung meresot ke tanah memegang perutnya.
Abimanyu langsung berlari menghampiri Deliana namun Aldo lebih dulu menghampiri karena jaraknya lebih dekat.
''Singkirkan tangan Anda dari istri saya. ''
ucap tegas Abimanyu saat Aldo memegang tangan Deliana.
''Mas Abii......sakiit sekali. ''
ucap Deliana dan tak lama Deliana langsung tak sadarkan diri.
.
.
.
.
Tbc....
__ADS_1