IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Kembali bekerja........


__ADS_3

Satu bulan berlalu......


Deliana saat ini sudah kembali ke dunia pekerjaannya, Abimanyu mengijinkannya namun dengan berbagai syarat dan Delina menyanggupinya.


Pengasuh si kembar pun sudah di terima oleh Deliana dan terbukti mereka berdua dapat di percaya, Arsyan juga sudah masuk sekolah, di sekolah internasional yang Ayah Farhan rekomendasikan dan Abimanyu mengijinkannya.


Di butik saat ini......


Deliana sedang memantau berbagai jenis fashion yang ada di butiknya dan Deliana masih tidak mengerti mengapa penjualannya menurun akhir akhir ini.


''Mba Deliana......ini berkas yang Mba minta sudah saya lengkapi. ''


Ucap Orlin saat menghampiri Deliana dan memberikan sebuah berkas yang langsung Deliana terima.


''Terimakasih Orlin dan kamu lanjutkan kerjaannya, saya juga mau ke butik Bunda dulu setelah ini. ''


Ucap Deliana dan Orlin pun mengangguk sambil berlalu menuju ruangannya.


Handphone Deliana berdering dan ternyata Amanda yang menghubunginya. Dalam panggilan......


''Assalamualaikum.......Ada apa Mama?? ''


''Walaikumsallam......Kamu bisa datang ke kantor Mama gak sayang?? Ada yang harus kamu tanda tanganin sekarang dan gak bisa di wailkan. ''


''Baiklah Mama, Deliana akan ke kantor sekarang. ''


''Oke Sayang, Mama tunggu kamu dan hati hati yah. Assalamualaikum....''


''Walaikumsallam.......''


Panggilan berakhir.....


Deliana langsung menuju ruangannya dan setelahnya langsung berpamitan pad Orlin karena dia harus segera menuju perusahaannya Amanda.


Deliana seperti biasa mengemudikan mobilnya sendiri dan langsung menuju perusahaan Amanda, sepanjang perjalanan DEliana fokus mengemudi dan dua puluh menit di lalui Deliana yang akhirnya sampai di lobi utaa perusahaan berlian ternama di pusat kota.


Deliana langsung menuju lantai teratas ruangan Amanda, Amanda masih mengambil alih perusahaan karena kehamilan DEliana dan saat ini Amanda masih menunggu kesiapan DEliana untuk memimpin perusahaannya karena Amanda sepakat akan ikut mengembangkan perusahaan Fashion milik Bunda Nida.


''Assalamualaikum.....''


ucap salam Deliana saat mendengar Amanda mempersilahkannya untuk masuk.


''Walaikumsallam.....masuk dan duduk dulu yah Sayang, Mama lagi nerima telphone dulu. ''


ucap Amanda dan Deliana mengiyakannya lalu duduk di sofa.

__ADS_1


Deliana mengedarkan pandangannya pada ruangan Amanda dan tersenyum saat melihat bingkai foto berukuran besar, dimana foto itu di ambil saat acara Aqiqah kedua buah hatinya, foto yang sama seperti di kediamannya dan foto lengkap seluruh keluarganya juga ketiga anaknya.


''Pasti semua ini kerjaan Ayah deh, memajang foto keluarga di ruang kerja, jangan jangan di ruang kerja Bunda juga ada bingkai foto yang sama. ''


gumam Deliana dalam hatinya dan langsung tersenyum saat Amanda menghampirinya.


Deliana mencium tangan Amanda setelah Amanda melepaskan pelukannya, Amanda tersenyum saat Deliana menatap bingaki foti berukuran besar di ruangannya.


''Kamu tahu kan Sayang, kami sebagai orang tua sangat bahagia memiliki cucu baru, makanya kami bertiga menyetujui saat Ayah kamu memperbesar dan memperbanyak foto anggota keluarga lengkap dalam ukuran besar dan di bingkai untuk di pajang. ''


ucap Amanda saat melihat wajah Deliana penuh tanya.


''Pasti di ruang kerja Bunda juga ada kan?? ''


tebak Deliana dan Amanda tersenyum mengangguk.


''Sudah di pastikan, di ruangan Mama ada pasti di ruangan Bunda juga ada, di ruangan Ayah kamu, di ruangannya Suami kamu, di ruang keluarga rumah Ayah kamu juga ada dan foto yang sama. ''


ucap Amanda dan Deliana menghembuskan nafasnya.


''Di rumah Deliana malah di simpan di ruang tamu sama di ruang keluarga sama Mas Abii, tapi biarlah Deliana gak mempermasalahkannya karena memang membuat kalian sebagai orang tua bahagia. ''


ucap Deliana sambil melepaskan cadarnya lalu tersenyum membalas senyum Amanda.


ucap Amanda sambil memberikan berkasnya kepada Deliana untuk di pelajari dan di tandatangan.


''Tapi Deliana gak usah ikut kesana kan kalau acaranya di selenggarakan?? ''


ucap Deliana yang menerima bekasnya lalu membacanya.


''Gak usah karena Mama dan Bunda kamu yang akan menghadirinya. ''


ucap Amanda dan Deliana mengangguk.


''Kalian Istri yang gak pengertian sekali sama Suami, Ayah akan kesepian loh di tinggal dan acaranya lima hari lagi. ''


ucap Deliana dan Amanda tersenyum.


''Kami sudah dapat ijin juga Sayang dari Ayah kamu, Ayah kamu sedang sibuk mebantu Suami kamu yang sedang mengerjakan proyek besar dengan keuntungan mempuni, makanya Mama dan Bunda mending pergi ajah sekalian liburan kita disana. ''


ucap Amanda dan Deliana hanya mengangguk sambil menandatangani berkasnya.


Amanda tidak terkejut melihat kehebatan putrinya yang bisa dengan mudah membaca berkas dan bahkan bisa menyimpulkannya dengan cepat, Deliana akan protes kalau berkas kuranv sesuai namun saat ini berkas sesuai dan Deliana langsung menandatanganinya.


''Mama gak menanyakan kapan Deliana memimpin lagi di perusahaan ini?? ''

__ADS_1


ucap Deliana saat memberikan berkas pada Amanda.


Deliana ingat apa yang di bicarakan suaminya semalam, Amanda ingin meminta Deliana kembali untuk memimpin tapi Amanda masih mempertimbangkannya karena takut Deliana menolak, kesehatan Deliana sangat di khawatirkan, namun Amanda salah besar karena kesehatan Deliana sudah pulih seutuhnya saat ini setelah Deliana melakukan tes kesehatan dan berbagai macam tes yang tidak di ketahui orang tuanya dan hanya Abimanyu yang mengetahuinya.


''Mama hanya mengkhawatirkan kesehatan kamu Sayang, paling kalau butuh tanda tangan yang gak bisa di wakilkan baru Mama akan memanggil kamu. ''


ucap Amanda dan Deliana tersenyum.


''Insyaallah kesehatan Deliana sudah pulih total Mama dan Deliana sudah siap memimpin kembali perusahaan ini kalau Mama mengijinkan kembali. ''


ucap Deliana dan membuat Amanda tersenyum senang.


''Makasih Sayang dan mama sangat mengijinkannya karena Mama yakin perusahaan akan maju di tangan kamu, tapi dengan catatan jangan terlalu di porsir kerjaannya. ''


ucap Amanda dan Deliana mengangguk mengiyakannya.


''Deliana minta sedikit waktu dulu yah Mama, Deliana mau menaikan penjualan butik Bunda dulu, mengalami penurunan walaupun sedikit tapi tetap ajah bahaya, palingan sebelum Mama pergi ke acara Fashionya Deliana sudah kembali ke perusahaan ini. ''


ucap Deliana dan Amanda langsung tersenyum.


Amanda memanggil serena dan memintanya membawakan minuman untuk Deliana, karen Deliana akan menunggu hingga makan siang di ruangan Amanda dan Amanda akan membantu Deliana memberikan ide penjualan agar penjualan butik kembali naik.


''Nanti kita makan siang di luar yah Sayang, Bunda kamu sudah booking restoran untuk makan siang kita bertiga. ''


ucap Amanda di sela sela mengerjakan pekerjaannya dan Deliana hanya mengangguk.


''Mama.....kalau misalkan kita mengadakan diskon fashion di cabang butik dalam penjualan, mempengaruhi ke butik yang lain gak?? ''


ucap Deliana dan Amanda langsung terdiam memikirkan jawabannya.


''Kenapa ga di semua cabang ajah, jangan di satu cabang kalau menurut Mama, iklan kan di media sosial nya butik, nanti bicarakan sama Bunda yah Sayang, karena menurut Mama kita harus mengikuti jejak minimarket yang memberikan diskon di setiap cabang kalau ada yang diskon. ''


ucap Amanda dan Deliana membenarkannya.


''Yasudah lah nanti bicarakan sama Bunda karena Deliana masih belum yakin sih. ''


ucap Deliana dan Amanda hanya tersenyum mengangguk.


.


.


.


Tbc......

__ADS_1


__ADS_2