
Pagi hari menjelang......
Deliana pagi ini sedikit lebih repot, setelah mengurus semua keperluan suaminya Deliana langsung menuju Arysan yang sama sedang menunggunya.
''Kamu siap siap ajah ke kantor yah sayang, biar Arsyan nya Ibu yang akan mengurus, nanti Ayah kamu menunggu loh. ''
ucap Ibu Rahma saat Deliana akan menuju kamar Arsyan.
''Tapi Buu.....Arsyan nanti malah rewel kalau gak di sambut pagi, gak apa apa ko Buu. Deliana akan bersiap setelah Arsyan selesai dengan kebutuhannya, makasih sudah khawatir. ''
jawab Deliana dan Ibu mertuanya mengangguk membiarkan Deliana masuk kedalam kamar cucunya.
''Betapa beruntungnya kamu Abimanyu, mendapatkan wanita sebaik Deliana dan keluarganya begitu harmonis juga baik hati. ''
gumam Ibu Rahma dalam hatinya merasa bersyukur putranya mendapatkan istri Deliana.
Beberapa menit kemudian.....
Deliana keluar dari kamar Arsyan dengan tangan menggandeng Arsyan, Deliana langsung meminta Arsyan duduk bersama nenek nya dan Deliana pamit untuk bersiap.
Deliana menghela nafasnya saat melihat suaminya duduk di kursi roda sambil menatap ke arah luar jendela, entah apa yang di lamunkan suaminya dan Deliana membiarkannya karena saat ini Ayahnya telah menunggunya.
''Mas Abii.....aku pamit yah, Ayah udah nunggu di kantor. ''
ucap Deliana saat setelah bersiap dan menghampiri suaminya.
''Iya sayang......kamu hati hati dan maaf karena Mas gak bisa antarkan kamu. ''
jawab Abimanyu sambil menatap istrinya yang sedang tersenyum padanya.
''Gak apa apa Mas Abii, nanti siang akan ada terapis datang untuk melihat kondisi kaki Mas Abii, aku juga udah bilang ke Ibu, aku berangkat Mas Abii......Assalamualaikum. ''
ucap Deliana sambil mencium tangan suaminya dan segera berangkat setelah mendapat balasan dari suaminya.
Deliana tidak pamit pada mertuanya karena saat ini sedang menyuapi Arsyan, bisa batal kalau Arsyan melihat Deliana pergi pasti akan merengek meminta ikut.
''Mudah mudahan Ayah gak marah deh, udah siang banget ini ma bukan pagi lagi. ''
ucap Deliana saat mengemudikan mobilnya dan melihat jam menunjukan pukul sembilan.
Perjalanan hanya tiga puluh menit dan Deliana langsung memarkirkan mobilnya di area parkir lobi utama perusahaan Ayahnya.
Deliana langsung menuju ruang kerja Ayahnya dan ternyata asisten ayahnya sudah menunggunya, Deliana mengangguk lalu masuk kedalam ruangan Ayahnya.
''Assalamualaikum ayah.......''
ucap salam Deliana saat setelah mengetuk pintunya.
''Walaikumsallam anaknya Ayah, masuk sayang dan duduk dulu sebentar yah. ''
ucap Ayah Farhan karena saat ini sedang melakukan panggilan telphone nya.
Deliana duduk dan membuka handphone nya untuk menghubungi suaminya lewat pesan singkat.
💬 Mas Abii masih melamun di depan jendela??
pesan terkirim namun belum ada tanda tanda suaminya membalas bahkan belum membacanya.
__ADS_1
Deliana hanya menghela nafasnya karena merasa kalau suaminya sedang merajuk padanya.
''Kenapa sayang?? ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri putrinya yang terlihat menghela nafasnya.
''Gak apa apa Ayah, oh iya.....ada apa sebenarnya?? kenapa Deliana di minta datang?? ''
ucap Deliana setelah menyimpan handphone nya kedalam tasnya kembali.
''Gini sayang......semua kontrak kerjasama sekarang harus di tanda tangan sama kamu, karena semua sudah beralih atas nama kamu, klien yang kerjasama sama Ayah beberapa gak mempersalahkannya saat Ayah yang menandatangani tapi satu klien Ayah yang gak menerimanya dan harus kamu yang menandatangani kontraknya, andai perusahaan nya tidak mempengaruhi saham dan keuntungan, Ayah akan memutuskan kontrak karena sangat rewel loh, tapi perusahaannya itu sangat berpengaruh, maaf karena Ayah mengganggu kamu yang sedang mengurus kepulihan suami kamu. ''
ucap Ayah Farhan dengan menjelaskan detail masalahnya.
Deliana terdiam dan langsung tersenyum saat melihat raut wajah Ayahnya yang seperti mendapatkan beban sangat banyak.
''Deliana gak mempermasalahkannya Ayah, ayoo kita buat janji untuk bertemu perusahaan yang meminta tandatangan Deliana, lagian Mas Abii juga sudah mengijinkannya kan jadi gak usah merasa bersalah juga, Deliana mengerti posisinya karena Deliana sudah menjadi pewaris saat Ayah meminta Deliana menandatangani berkas kepemilikan nya. ''
ucap Deliana dan membuat Ayahnya langsung bahagia dan tersenyum senang.
''Makasih sayang, sekarang lagi di urus sama asisten ayah katanya jam sepuluh kliennya akan tiba di ruang meeting. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
Handphone Deliana berdering dan ternyata suaminya lah yang menghubunginya. Dalam panggilan.....
''Assalamualaikum Mas Abii.......''
''Walaikumsalam sayang, kamu kenapa kirim pesan bukannya langsung menelphone ajah. ''
''Kan takut ganggu lamunan Mas Abii, lagi dimana sekarang Mas Abii...?? ''
''Jangan menolak untuk di periksa yah pas dokter therapi nya datang, semua demi kesembuhan kamu Mas Abii......''
''Iya sayang dan buat kita juga, menikah udah beberapa bulan tapi belum belah duren. ''
''Ishh.....Mas Abii kenapa malah kesana menjurusnya?? ''
''Habisnya kamu siih......''
''Udah udah ahh.....Ayah udah manggil dan aku mau meeting sekarang. ''
''Hati hati sayang dan jangan sampai melirik laki laki lain karena suami kamu sedang menunggu di rumah. ''
''Assalamualaikum......''
Panggilan berakhir......
Deliana langsung menutup panggilannya karena merasa kesal dengan suaminya, Abimanyu selalu berulah dengan ucapannya yang menjurus dan membuat Deliana malu sendiri.
Deliana langsung di gandeng Ayahnya menuju ruang meeting karena klien nya sudah sampai, Deliana tenang dan tidak nampak gugup atau merasa takut karena sudah terbiasa baginya menghadapi perusahaan perusahaan yang akan menandatangani kontrak.
Ayah Farhan langsung memperkenalkan Deliana kepada klien nya.
''Ini putri saya Deliana yang di minta untuk menandatangani berkasnya langsung. ''
ucap Ayah Farhan saat memperkenalkan putrinya.
__ADS_1
''Terimakasih Pak Farhan karena menerima semua persyaratan nya. ''
jawab kliennya saat Delialan menganggukan kepala sebagai salam hormatnya.
Deliana langsung membaca berkas berkasnya termasuk kliennya juga, bahkan Deliana tak segan menanyakan apapun yang tidak di mengertinya.
Kliennya begitu terkejut saat melihat putri tunggal dari rekan bisnisnya yang begitu tertutup dan sangat berpakaian muslimah.
''Masih ada di jama sekarang seorang wanita menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian yang tertutup bahkan hanya terlihat mata dan jari tangannya. ''
gumam kliennya sambil memperhatikan Deliana yang sedang membaca setiap berkasnya.
''Saya sudah mengerti Pak Aldo dengan semua isi surat perrjanjiannya dan saya sudah menandatanganinya juga, silahkan di periksa. ''
ucap Deliana tiba tiba dan membuyarkan lamuanan pemuda dihadapannya.
''Baik Nona Deliana saya percaya dan tidak perlu memeriksanya kembali. ''
jawab Aldo yang langsung menandatangani berkasnya.
Ayah Farhan hanya menggelengkan kepalanya, melihat pemuda di hadapannya yang memperhatikan setiap gerakan putrinya.
Kerjasamapun sudah terjalin dan Deliana langsung pamit karena tujuannya saat inu adalah ke butiknya untuk mengurus beberapa klien yang rewel dan tidak bisa di tangani oleh Bundanya.
''Ayah......maaf karena Deliana gak bisa lama, Bunda masih membutuhkan Deliana saat ini, Assalamualaikum Ayah.....''
ucap Deliana sambil mencium tangan Ayahnya.
''Hati hati sayang, walaikumsallam......''
jawab Ayah Farhan sambil menatap kepergian Deliana menuju pintu keluar.
''Anda sangat menyayangi putri nya yah Pak Farhan?? ''
ucap Aldo yang tiba tiba berbicara setelah Deliana meninggalkan ruangan meeting.
''Tidak ada pengecualian untuk tidak menyayangi putri saya Pak Aldo, Deliana adalah berlian untuk saya dan sangat sangat saya jaga, saya sangat menyayanginya melebihi siapapun. ''
jawab Ayah Farhan dengan nada seriusnya dan Aldo hanya mengangguk.
''Oke baiklah, terimakasih untuk kerjasama nya dan sampai bertemu di meeting selanjutnya, saya harap Nona Deliana langsung yang menghadiri. ''
ucap Aldo sambio menunduk dan langsung pamit meninggalkan ruangan meetingnya.
''Entah apa yang di rencanakan pemuda itu, semoga Abimanyu segera pulih dan mengambil alih semua yang bersangkutan dengan Deliana dan pemuda itu. ''
gumam Ayah Farhan dalam hatinya yang merasa sedikit khawatir dengah kliennya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
tbc.
............................