
Supir membawa Deliana dan Ibu mertuanya menuju kediaman Abimanyu, memang sengaja Deliana yang meminta saat supir akan membawanya ke kediaman Bunda Nida dan Deliana langsung menolak.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Deliana hanya diam dan memeluk Arsyan yang ada dalam dekapannya, Abimanyu versi kecil bagi Deliana karena Arsyan kecil mirip sekali dengan Abimanyu.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya sampai di kediaman Abimanyu, supir langsung membantu mengeluarkan koper dari dalam bagasi dan pelayan keluarga Abimanyu langsung mengambil alih.
Setelah mengucapkan terimakasih, Deliana langsung masuk kedalam rumah menyusul ibu mertuanya yang lebih dulu masuk.
''Ibu duluan ke kamar ya sayang dan kamu jangan lupa tidur yah jangan bergadang. ''
ucap Ibu Rahma dan Deliana mengangguk.
Deliana langsung masuk kedalam kamarnya setelah meminta pelayan membawa kopernya masuk kedalam kamar.
Deliana merebahkan Arsyan di ranjang dan melepaskan cadarnya lalu membuka handphone nya karena terdengar ada pesan masuk.
💬 Abimanyu sudah di pindahkan ke ruang inap rumah sakit dan ayah menyiapkan kamar yang terbaik agar Arsyan juga bisa di bawa kesini.
Pesan dari Ayah Farhan beserta foto Abimanyu yang sedang terlelap, Deliana menghembuskan nafasnya karena lega dengan keadaan suaminya.
Pagi hari menjelang......
Deliana terlambat bangun dan Arsyan lah yang membangunkannya, setelah Sholat Subuh Deliana langsung membawa Arsyan keluar dari kamar.
''Arsyan sama bibi dulu yah sayang, Mama mau mandi dulu sebentar. ''
ucap Deliana setelah menyuapi Arsyan makan.
''Arsyan biar Ibu ajah yang jaga, kamu mandi ajah sayang jangan khawatir. ''
ucap Ibu Rahma dan Deliana lagsung tersenyum sambil berjalan menuju kamarnya.
Di rumah sakit pagi ini......
Abimanyu sudah sadar dan sedang di periksa menyeluruh untuk kesehatannya, Ayah Farhan dengan seksama mendengarkan setiap ucapan Dokter Rully.
''Farhan lebih baik kamu pulang ajah, lihat itu kantung mata sudah tebal gitu masih ajah memaksakan untuk terjaga. ''
ledek Dokter Rully dan Ayah Farhan hanya mendelik.
''Nida sebentar lagi sampai dan aku akan pulang setelah Nida sampai ajah. ''
ucap Ayah Farhan dan dokte Rully hanya mengangguk.
Bebe rapa saat setelah dokter selesai memeriksa dan meninggalkan ruangan rawat Abimanyu, Bunda Nida datang dan membuat Ayah Farhan lega karena dia bisa pulang ke rumah untuk istirahat.
''Deliana belum sampai ternyata, aku kira udah sampai Mas Farhan. ''
ucap Bunda Nida saat masuk kedalam ruangan.
''Sepertinya Deliana kesiangan makanya belum sampai, tapi biarlah anak itu istirahat karena selama di Ausie gak tidur sama sekali. ''
jawab Ayah Farhan dan Bunda Nida mengangguk.
Makanan khusus untuk Abimanyu telah sampai dan BUnda Nida yang menyuapinya dengan sedikit paksaan karena ABimanyu menolaknya namun behasil di bujuk dan Abimanyu pun mau membuka mulutnya.
''Jangan sungkan ke Bunda dong, nanti Deliana marah sama Bunda dan menyangka kalau Bunda gak memberikan kamu makan. ''
ucap Bunda Nida dan Abimanyu mengangguk.
__ADS_1
''Terimakasih Bunda dan maafkan karena merepotkan Bunda jadinya. ''
ucap Abimanyu dan Bunda Nida haya menghembuskan nafasnya karena menantu nya merasa sungkan padanya.
Sungguh saat ini hanya Deliana yang ingin Abimanyu lihat, namun Delian belum nampak di rumah sakit dan Abimanyu memakluminya karena Deliana harus mengurus Arsyan yang menempel padanya.
Setelah selesai dengan makannya Bunda Nida lngsung memberikan obat yang di siapkan oleh dokter untuk Abimanyu dan setelah meminum obatnya Abimanyu langsung tertidur kembali.
Bunda Nida menggelengkan kepalanya saat melihat mantan suaminya telelap di atas sofa dan tidak berani untuk membangunkanya,
''Assalamualaikum......''
ucap salam Deliana saat masuk kedalam ruangan suaminya.
''Walaikumsallam.....akhirnya kamu sampai juga, kasihan suami kamu loh menanti kedatangan kamu Deliana. ''
jawab Bunda Nida dan Deliana hanya tersenyum.
Ibu Rahma dan Bunda Nida langsung saling menyapa dan Bunda Nida langsung mencium gemas pipi Arsyan yang terlihat semakin bulat.
''Ayah kenapa tidur di sofa?? bangun Ayah.....''
ucap Deliana sampil menepuk pipi ayahnya.
''Kamu sudah sampai sayang, ayah sampai ketiduran nunggu kamu. ''
ucap Ayah Farhan sambil duduk dan mengumpulkan kesadarannya.
Deliana memberikan susu kotak pada Ayahnya untuk di minum dan Ayahnya langsung menerimanya lalu meminumnya.
''Ayah lebih baik pulang dan istirahat di rumah ajah karena sekarang ada Deliana yang akan menjaga Mas Abimanyu. ''
Ayah Farhan menyapa besannya dan langsung pamit setelah melihat keadaan Abimanyu.
''Nida kamu mau sekalian pulang sama saya gak?? ''
ucap Ayah Farhan sambil memakai jaketnya.
''Ayah pulang sendiri ajah karena Bunda gak akan pulang sekarang, jangan coba coba merayu Bunda lagi yaah. ''
ucap Deliana dan membuat Ayahnya mendelik sedangkan Bunda Nida menggelengkan kepalanya.
''Yasudah Ayah pulang ajah, Assalamualaikum....''
ucap Ayah Farhan saat Deliana mencium tangannya.
''Bunda sama Ibu mau menunggu disini dulu atau mau langsung pulang?? ''
ucap Deliana saat merapihkan pakaian juga bantal untuk nya menginap di rumah sakit.
''Sebentar lagi paling kalau Bunda mau sekalian ke butik kamu kata Orlin ada beberapa pesanan mendadak soalnya. ''
jawab Bunda Nida dan Deliana mengangguk.
''Deliana mau fokus merawat Mas Abii dulu yah Bunda dan Deliana akan kembali kerja setelah Mas Abii benar benar pulih. ''
ucap Deliana dan Bunda Nida mengiyakannya.
.
__ADS_1
.
.
.
Siang hari Bunda Nida pamit pulang dan Ibu Rahma pun sama ikut pamit bersama Arsyan yang ternyata bisa di bujuk untuk pulang, sedangkan Deliana tetap di rumah sakit menunggu suaminya.
Deliana memilih untuk sholat dzhur sambil menunggu suaminya membuka matanya, saat Deliana sedang sholat ternyata suaminya membuka mata dan tersenyum saat melihat Deliana sedang sholat.
Senyum hangat yang sejak pagi di sembunyikan karena merindukan Deliana dan saat melihat Deliana, senyum itu langsung mengisi wajah Abimanyu.
Deliana berbalik dan membalas senyum suaminya di balik cadarnya lalu merapihkan kembali alat sholatnya dan menghampiri suaminya.
Abimanyu merentangkan tangannya dan Deliana langsung masuk kedalam dekapan suaminya.
''Alhamdulilah akhirnya Mas bisa melihat kamu lagi dan memeluk kamu sayang, mas sangat merindukan kamu Deliana. ''
ucap Abimanyu dan Deliana tidak menjawab namun pelukannya semakin erat.
''Makasih karena kamu mau berjuang untuk sadar Mas dan jangan ulangi lagi kebodohan kamu dengan menyembunyikan apapun dariku yah. ''
jawab Deliana sambil melepaskan pelukannya karena Abimanyu terdengar meringis kesakitan.
''Iya sayang......Mas janji akan terbuka sama kamu mulai sekarang, maaf yah sayang. ''
jawab Abimanyu dan Deliana langsung tersenyum.
Deliana membantu Abimanyu membenarkan letak bantalnya agar sedikit terangkat, karena Abimanyu akan di suapi makan siang oleh Deliana.
''Tadi pagi di suapi siapa Mas makannya?? ''
ucap Deliana sambil merapihkan makanan nya.
''Sama Bunda dan dia maksa banget loh sayang, Mas malu dan canggung banget. ''
jawab Abimanyu dan Deliana menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
''Bunda akan memaksa dan gak akan membiarkan kamu menolak suapannya, Bunda paling gak suka sama orang yang susah di suruh makan. ''
ucap Deliana sambil menyuapi makanan ke mulut Abimanyu.
Abimanyu tersenyum di sela kunyahan makanannya, bahagia adalah hal yang dirasakan Abimanyu sekarang, rindunya kepada Deliana sudah terwujud karena Deliana saat ini ada di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.................