
Setelah urusan rumah sakitnya selesai, Ayah Farhan mengantarkan Deliana dan Abimanyu menuju rumah Abimanyu, Ayah Farhan tidak mampir dan langsung kembali ke perusahaan sedangkan Abimanyu menemani Deliana di rumah.
''Arsyan sama Ibu beneran nginep di rumah Tante kamu yah?? ''
Ucap Deliana saat mask kedalam rumahnya terasa sepi.
''Sepertinya iya sayang, Ibu mengabari tadi pas kita di rumah sakit. ''
Ucap Abimanyu saat membuka handphone dan membaca pesan dari IBunya.
Deliana memilih menuju kamarnya untuk istirahat dan membiarkan suaminya yang menuju ruang kerjanya, Deliana melepaskan cadar juga hijabnya, tangannya terulur meraba perutnya yang masih rata, di dalam perutnya ada nyawa yang harus di jaganya, buah cinta dengan Abimanyu dan buah cinta yang di nantikan keluarga besarnya terutama Ayah Farhan.
''Ya allah kuatkan aku hingga sampai lahiran nanti, sungguh hanya engkaulah yang akan membuat semua menjadi mungkin dan nyata. ''
ucap Deliana dalam hatinya sambil menatap obat obatan yang harus di konsumsi nya selama satu bulan kedepan sebelum pengecekan kembali bulan depan.
.
.
Dua bulan berlalu.......
Kehamilan Deliana saat ini memasuki bulan ke empat, berkat doa semua keluarga dan limpahan perhatian dari suaminya, Deliana berangsur pulih dari tekanan darah rendahnya walaupun tidak sampai normal tapi suatu kemajuan.
Semua keluarga sedang bahagia karena kehamilan Deliana sekarang janinnya kembar, wajah bahagia sangat di perlihatkan dari wajah Ayah Farhan dan Abimanyu karena tidak menyangka kehamilan Deliana saat ini kembar.
Ayah Farhan dan Abimanyu sangat menjaga asupan makanan juga obat yang akan di konsumsi Deliana, bahkan Deliana di larang bekerja kembali oleh Abimanyu semua demi keselamatan Deliana dan janinnya.
Saat ini di kediaman mewah Abimanyu sedang ramai oleh orang orang yang sedang menghadiri syukuran empat bulan kehamilan Deliana.
Deliana dan Abimanyu memakai pakaian yang sama, walaupun wajah Deliana tertutup cadar tapi kecantikannya begitu terlihat dari sorot mata Deliana yang meneduhkan hati siapapun yang selintas bertatapan dengannya.
Dua jam acaranya selesai, Deliana langsung merebahkan tubuhnya di sofa karena pinggangnya terasa panas.
''Makan dulu yah Sayang, biar Mas suapi makan. ''
ucap Abimanyu saat membantu Deliana membenarkan bantal yang menyanggah kepala Deliana.
''Nanti ajah Mas aku mau rebahan dulu yah, pinggang aku sakit banget soalnya. ''
ucap Deliana yang menolak permintaan suaminya.
''Kamu baik baik ajah kan sayang?? mau Ayah panggilkan dokter?? ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri Deliana ke ruang keluarga.
''Gak perlu Ayah, lagian ini karena Deliana duduk terus selama acara, makanya pinggangnya sakit. ''
ucap Deliana dan Ayahnya hanya mengangguk.
Ayah Farhan langsung menuju ke ruang tamu kembali karena keluarga semua mengumpul disana, sedangkan Abimanyu langsung membantu melepaskan cadar di wajah Deliana dan membiarkan Deliana menutup matanya.
__ADS_1
''Anaknya Papa jangan nakal yah sayang, jagain Mama kalian yah. ''
ucap Abimanyu sambil mengelus perut Deliana yang sudah membuncit karena ada dua janin di dalam rahimnya.
Abimanyu menemani Deliana yang sedang terlelap sambil mengerjakan pekerjaannya, walaupun fokus pada layar leptop nya tapi sesekali Abimanyu melirik ke arah istrinya yang masih memejamkan matanya.
''Abii....kamu makan dulu sana, Deliana biar Bunda yang jagain. ''
ucap Bunda Niida saat menghampiri Abimanyu yang sedang sibuk dengan leptopnya.
''Nanti ajah Bunda barengan Deliana makannya, Bunda sama yang lainnyaa makan duluan ajah. ''
jawab Abimanyu dan Bunda Nida pun mengiyakannya.
''Yasudah kalau gitu, Bunda sama keluarga makan duluan yah. ''
ucap Bunda Nida dan di angguki oleh Abimanyu.
Bunda Nida langsung menuju ruang tamu kembali karena semua keluarga makan disana di atas karpet lesehan.
''Abi pasti gak mau yah Bunda?? ''
ucap Ibu Rahma dan Bunda Nida mengangguk.
''Betul Buu Rahma, katanya nanti ajah dan meminta kita semua duluan makan. ''
ucap Bunda Nida yang kembali bergabung dengan keluarga.
Setelah selesai makan siang bersama, keluarga hanya menunggu sebentar dan langsung pamit karena takut kesorean dan jalanan akan macet.
Arsyan saat ini menjadi anak yang pendiam dan menurut dengan Nenek nya, sepertinya Arsyan merasakan kehadiran adiknya walaupun tidak di ucapkannya.
Arsyan saat ini sedang duduk di pangkuan Ayah Farhan sambil bermain dengan mainan baru yang di belikan oleh Ayah Farhan.
''Sepertinya Arsyan merasakan kehadiran adiknya, tingkahnya menjadi pendiam dan tidak aktif seperti biasanya. ''
ucap Amanda saat memperhatikan Arsyan yang sedang bermain dengan mainannya.
''Nah itu yang saya khawatirkan, Deliana padahal sama seperti biasa memanjakan Arsyan cuma gak menemaninya mandi karena Abimanyu melarang takut Deliana terpeleset di lantai kamar mandi, Arsyan sekarang penurut sekali dan gak nempel sama Deliana seperti biasanya. ''
ucap Ibu Rahma dan semua mata langsung tertuju pada Arsyan.
''Arsyan mau ga menginap di rumah Opa?? ''
ucap Ayah Farhan dan Arsyan menatap Neneknya.
''Boleh sayang kalau Arsyan mau, biar nenek siapkan pakaian Arsyan. ''
ucap Ibu Rahma saat Arsyan menatapnya.
''Arsyan mau sama Mama ajah Opaa....''
__ADS_1
ucap Arsyan dan Ayah Farhan tersenyum.
''Oke baiklah kalau Arsyan maunya sama Mama. ''
ucap Ayah Farhan dan Arsyan mengangguk.
''Kita pamit ke Abimanyu ajah Mas, keburu sore loh nanti macet. ''
ucap Amanda saat Ayah Farhan berbicara akan pamit.
Ayah Farhan mengangguk dan langsung menuntun Arsyan menuju ruang keluarga, ternyata Deliana masih tertidur pulas.
''Ayah pamit pulang Abii, pamitkan ke Deliana saat dia membuka matanya. ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri Abimanyu.
''Kenapa gak menginap ajah Ayah, ini udah mau sore jalanan macet loh. ''
ucap Abimanyu yang langsung beranjak menghampiri Ayah Farhan.
''Kami gak bawa pakaian ganti, pamitkan ajah yah sama Deliana saat nanti sudah bangun. ''
ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengiyakannya.
Ayah Farhan menghampiri Deliana yang sedang tertidur lelap, Ayah Farhan langsung berlutut dan mengusap kepala Deliana lalu mencium keningnya.
''Sehat sehat sayangnya Ayah, kamu putri Ayah yang kuat dan Ayah yakin kamu bisa melewati semuanya, Ayah akan selalu ada buat kamu. ''
ucap Ayah Farhan setelah mencium kening Deliana dan mengusap kepalanya.
Ayah Farhan dan kedua Ibu Deliana langsung pamit pulang, Abimanyu dan Arsyan mengantarkan ke depan pintu sedangkan Ibu Rahma menemani Deliana yang masih tertidur pulas.
''Sebaiknya kamu lebih perhatian pada Arsyan, Mama merasa Arsyan sedang tertekan dan merasa kasih sayang kalian berkurang pada Arsyan. ''
ucap Amanda saat berjalan mengikuti Abimanyu dan suaminya.
''Baik Maa dan makasih sudah memperingatkan Abii, semenjak kehamilan Deliana sekarang Abii fokus menjaga Deliana. ''
ucap Abimanyu dan Amanda mengangguk.
''Pokonya kamu harus bisa membagi kasih sayang ajah, kasihan Arsyan. ''
ucap Amanda dan Abimanyu mengiyakannya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBc............