
Dua hari sudah Deliana di rawat di rumah sakit, Abimanyu dengan setia merawat Deliana sambil mengerjakan pekerjaan kantornya, kemarin pagi Deliana di periksa kembali keadaannya namun tekanan darah Deliana masih sangat rendah, dokter pun belum mengijinkan Deliana untuk pulang.
Arsyan bisa di bujuk dan mau pulang menunggu Deliana di rumah, Ayah Farhan masih dalam perjalanan ke tanah air, Deliana sedikit kesal karena Ayah nya sampai membatalkan perjalanan umroh nya tapi apalah daya karena Sang Ayah sangat keras kepala dan susah untuk di bujuk kalau urusannya dengan Deliana.
''Sayang......kamu mau memakan sesuatu gak?? Biar Mas siapkan. ''
ucap Abimanyu saat menghampiri Deliana yang terlihat murung.
''Gak mau apa apa Mas, aku pengen pulang karena di rumah sakit gini gak nyaman banget. ''
ucap Deliana sedikit memanyunkan bibirnya.
''Makanya jangan banyak pikiran terus kalau mau pulang, darah kamu dari kemarin rendah terus dan itu sangat bahaya untuk kamu dan kandungan kamu, mengerti kan?? ''
ucap Abimanyu dan Deliana hanya mengangguk.
Saat Deliana akan berbicara kembali, ternyata pintu ruangan terbuka dan Ayah Farhan lah yang masuk kedalam dengan wajah yang khawatir.
''Ayaaah......''
Ucap Deliana dan Abimanyu bersamaan.
Ayah Farhan langsung memeluk putrinya dan mengusap kepala Deliana penuh sayang, Deliana hanya diam karena saat ini posisinya memang duduk.
''Mulai sekarang kamu di larang kerja lagi, diam di rumah ajah. ''
Ucap Ayah Farhan tiba tiba setelah melepaskan pelukannya.
Bunda Nida menghampiri dan langsung memeluk Deliana. '' Bunda khawatir banget sama kamu sayang, kamu kan jarang sakit dan sekarang malah di rawat lagi, gimana keadaannya sekarang?? '' ucap Bunda NIda dan Deliana hanya diam.
''Keadaannya adalah gak nyaman, Ayaah pliis Deliana pengen pulang ajah gak mau di rawat, gak nyaman banget ini tuh. ''
Rengek Deliana dan Ayah Farhan mengangguk.
''Baik sayang, Ayah akan minta kamu untuk pulang dan kamu pulang ke rumah Ayah dulu sampai kondisi kamu stabil. ''
Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu langsung melototkan matanya karena kurang setuju dengan ucapan Ayah mertuanya.
''Deliana punya suami dan rumah, masa pulang ke rumah Ayah. ''
Tolak Deliana dan Ayah nya tetap menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
''Pokonya tetap di rumah Ayah, nanti ada Bunda dan Mama yang akan menjaga kamu, sampai usia kandungan kamu sudah cukup kuat baru kamu pulang ke rumah suami kamu. ''
__ADS_1
Ucap Ayah Farhan yang tetap menolak protes putrinya.
''Mas Farhan ini gak adil buat Abimanyu, Deliana sudah menikah dan suaminya yang berhak memutuskan, kasihan kalau harus di pisahkan dan Deliana juga memiliki Arsyan yang nempel terus sama Deliana, kita hanya cukup memberi dukungan dan doa itu udah cukup. ''
Ucap Bunda Nida yang menolak keinginan suaminya.
''Aku juga setuju dengan yang Nida bicarakan. ''
Ucap Amanda yang mendukung menolak kemauan Ayah Farhan.
Ayah Farhan langsung terdiam saat dua istrinya tidak mendukung permintaannya dan langsung menatap Abimanyu meminta persetujuan.
''Kita dengarkan keputusan Abimanyu, menolak atau mendukung. ''
Ucap Ayah Farhan dan membuat Abimanyu terdiam.
''Mana ada Abimanyu menolak, pasti setuju dengan keinginan kamu Mas. ''
Ucap Amanda dan Ayah Farhan hanya mengangkat bahunya tanda tidak perduli.
''Kalau Abii gimana baiknya ajah, kayanya Deliana akan nyaman kalau Bunda dan Mama nya yang merawat, kalau di tempat Abii takutnya gak nyaman. ''
Ucap Abimanyu dan membuat Ayah Farhan senang dengan jawaban menantu satu satunya itu.
Finall ucapan Ayah Farhan tidak bisa di bantah lagi.
''Iya Ayah, Abii nanti akan ajak Arsyan juga. ''
Ucap Abimanyu dan Ayah Farhan mengangguk.
Deliana langsung memanyunkan bibirnya karena kesal dengan keputusan suaminya yang mengijinkan keinginan Ayahnya.
''Kalian kemas barang barang Deliana, Mas mau ketemu dokter untuk meminta Deliana di ijinkan pulang sekarang juga. ''
Ucap Ayah Farhan kepada kedua istrinya dan langsung keluar dari ruangan rawat Deliana.
''Mas Abii malah mengijinkan kemauan Ayah, jadinya aku ikut pulang ke rumah Ayah yang baru. ''
Ucap Deliana saat Ayahnya keluar dari ruangannya.
''Sudahlah sayang, kamu tau kan Ayah kamu gak bisa di bantah, dia hanya over panik melihat keadaan kamu sekarang, lagian nanti ada Mama sama Bunda yang akan menjaga kamu. ''
Ucap Amanda dan di setujui oleh BUnda NIda.
__ADS_1
''Deliana hanya merasa canggung ajah kalau tinggal satu atap dengan Ayah yang memiliki dua istri dan di satu atapkan, cuma itu ajah sih. ''
Ucap Deliana dan membuat kedua Ibunya langsung bersemu merah mendengar ucapan putrinya.
Abimanyu memilih kembali mengerjakan pekerjaannya dan membiarkan Deliana di bantu kedua Ibunya bersiap, sungguh Abimanyu merasa serba salah saat ini karena dia tidak bisa menolak ataupun mengiyakan kemauan Ayah mertuanya.
Entah apa yang di bicarakan Ayah Farhan kepada dokter yang menangani Deliana, saat ini Deliana sedang di bantu dua suster untuk melepaskan infus di tangannya.
Dokter hanya memberikan beberapa resep obat dan meminta dua minggu kemudian untuk pemeriksaan ulang Deliana.
Deliana di dudukan di kursi roda dan Ayah Farhan yang mendorongnya menuju lobi utama dimana mobil sudah menunggu untuk membawanya pulang menuju kediaman Ayah Farhan, sedangkan Abimanyu membantu kedua Ibu mertua nya membawa barang barang.
Selama di perjalanan Deliana hanya diam memandang pemandangan di luar mobil, Abimanyu duduk di kursi belakang dengan Ayah Farhan keduanya sama sama sibuk mengerjakan pekerjaan melalui handphone nya.
Deliana duduk di himpit kedua ibunya, yang sama sama ikut terdiam karena DEliana tidak mengeluarkan suaranya.
Beberapa menit perjalana akhirnya sampai di sebuah rumah mewah, Deliana menghembuska nafasnya karena rumah baru Ayahnya adalah rumah impian Deliana dahulu saat masih harmonis sebeum Amanda dan Abimanyu datang ke kehidupannya.
''Di gendong Abimanyu yah ke dalam rumahnya, Ayah sengaja gak beli kursi roda takut kamu manja nantinya dan maunya pakai kursi roda. ''
Ucap Ayah Farhan saat membuka pintu mobil.
''Ayah ini sangat sangat ngaco, Deliana masih mampu berjalan tanpa kursi roda ataupun di gendong Mas Abii. ''
Ucap Deliana dan membuat Ayahnya tersenyum.
Abimanyu mendekat ke arah Deliana dan mencium kening istrinya, Deliana hanya diam dan Abimanyu langsung menggendong Deliana menuju kedalam rumah.
Ayah Farhan langsung yang menjadi pemandu dimana kamar Deliana selama tinggal di rumahnya, Deliana hanya diam dalam gendongan suaminya dan menyelusup ke dada suaminya.
''Rebahkan Deliana di ranjang itu yah Abii biar nyaman, kalian istirahat dulu dan nyamankan kalian selama di rumah ini, supir akan menjemput Arsyan untuk di bawa kesini. ''
Ucap Ayah Farhan saat membuka kamar milik DEliana di rumahnya.
Abmanyu langsung merebahkan tubuh Deliana di atas ranjang setelah Ayah Farhan menutup pintu kamarnya dan langsung melepaskan cadar yang menutupi wajah Deliana, Abimanyu tersenyum melihat Deliana cemberut saat dia mencuri ciuman di bibirnya Deliaa.
..
.
.
.
__ADS_1
Tbc........