IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
pernikahan Ayah dan Bunda.


__ADS_3

Bunda Nida langsung mengajak semua keluarganya untuk makan siang karena sudah siap di meja makan, Deliana langsung meggendong Arsyan dan membawanya ke meja makan.


Deliana seperti biasa melayani suaminya dan menyiapkan makanan untuk Arsyan, barulah Deliana menyiapkan makanan untuknya.


''Asisten Ayah sedang mengurus urusan penghulu dan pernikahan akan di gelar selepas sholat maghrib. ''


ucap Ayah Farhan dan Deliana hanya mengangguk tanpa berkomentar karena semua tebakannya benar.


Tak ada obrolah kembali setelah Ayah Farhan memberitahukan waktu pernikahannya, semua nampak diam dan fokus dengan makanan masing masing.


Deliana hanya menggelengkan kepalanya saat merasakan sunyi di meja makan dan hanya terdengar dentingan sendok juga garpuh.


Setelah selesai makan siang, Ayah Farhan dan Abimanyu memilih menuju ruang tamu untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya yang belum selesai, sedangkan Deliana sibuk menidurkan Arsyan yang rewel karena memang waktunya tidur siang, sedangkan Ibu ibu Deliana sedang menyiapkan pernikahan Bunda Nida.


''Untung ada Arsyan kalau gak ada aku jadi bingung sendiri harus ngapain disini. ''


ucap Delian sambil mengelus kepala Arsyan yang sudah terlelap.


Deliana yang merasa lelah dan terbuay dengan terlelap damai Arsyan pun akhirnya ikut terlelap sambil memeluk Arysan kedalam dekapannya.


Di ruang keluarga saat ini....


Amanda, Bunda Nida dan Ibu Rahma sedang menyiapkan makanan untuk acara pernikahan sore nanti, tidak ada kemewahan dan yang hadir hanya wali hakim dari KUA penghulu dan dua saksi yaitu asisten Ayah Farhah dan Asisten Abimanyu.


''Ibu Rahma mau ikut kami bertiga untuk menjalankan ibadah umroh gak?? ''


ucap Bunda Nida di sela sela menyiapkan makanannya.


''Sepertinya saya gak bisa ikut deh Bunda, baru juga kemarin kan saya menjalankan ibadah Umroh. ''


tolak halus Ibu Rahma dan Bunda Nida pun mengiyakannya.


''Padahal akan sangat seru sekali kalau Ibu Rahma gabung, kita sekalian liburan ke Dubai. ''


ucap Amanda dan Ibu Rahma tersenyum.


''Yang ada saya malah mengganggu kalian bertiga dong kalau ikut gabung. ''


ucap Ibu Rahma dan membuat kedua Ibu Deliana langsung tertawa.


''Ibu Rahma ini bicaranya sangat benar, tapi beneran loh Buu....kami akan senang kalau Bu Rahma Gabung. ''


ucap Bunda Nida sambil tersenyum.


Tak terasa waktu pun sudah menunjukan sore hari, Abimanyu dan Ayah Farhan selesai dengan pekerjaannya, Abimanyu langsung pamit menuju kamar untuk istirahat sambil menunggu waktu pernikahan Ayah Farhan dan Bunda Nida.


Saat masuk kedalam kamarnya, Abimanyu tersenyum melihat Deliana sedang tidur sambil memeluk Arsyan, pemandangan sungguh membuat hati Abimanyu menghangat.


''Beruntungnya kamu Arsyan, memiliki Mama seperti Mama Deliana yang menyayangi kamu tanpa ada pamrih dan Papa sangat bahagia. ''


ucap Abimanyu sambil mengusap rambut Arsyan dan mencium pipi Deliana.

__ADS_1


Adzan Ashar berkumandang, Abimanyu langsung segera ke kamar mandi untuk bersiap sholat Ashar membiarkan Deliana yang terlelap dan akan di bangunkan saat setelah dirinya selesai dengan kegiatannya.


Deliana mengerjapkan matanya dan langsung tersenyum saat melihat suaminya sedang melaksanakan sholat, sungguh suami idaman yang di inginkan setiap wanita.


Deliana beranjak dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, tidak ada obrolan sepanjang Deliana beraktifitas di dalam kamar karena Abimanyu malah tertidur saat Deliana masih di dalam kamar mandi.


Deliana memilih menuju lantai satu untuk melihat persiapan nya dan ternyata sudah rapih, menggunakan ruang keluarga, kursi nya bahka sudah tidak ada dan menggelar karpet lesehan dengan meja di bagian depan untuk nanti acara akad nya.


''Bunda.....Punya buah buahan gak?? Deliana pengen yang segar segar. ''


ucap Deliana saat menghampiri Bunda Nida dan duduk di kursi meja makan.


''Kamu ngidam yah?? ''


itulah ucapan pertama yang di tebak Bunda Nida.


''Gak Bunn cuma pusing ajah habis bangun tidur siang, yang lain pada kemana?? ''


ucap Deliana sambil menerima buah potong dari Bunda nya.


''Pada sholat bergiliran sayang, suami sama anak kamu tidur?? ''


ucap Bunda Nida dan Deliana mengangguk.


Deliana melihat raut wajah bahagia di wajah sang Bunda dan membuat Deliana bahagia merasakannya, Ayah Farhan memang sosok suami idaman dan memang kesalahannya adalah menarik masa lalu nya untuk di ikat, apapun alasannya tetap Deliana tidak mengindahkan semua kelakuan sang Ayah namun saat ini Deliana mengerti karena dia pun sedang menjalani rumah tangga dengan Abimanyu.


''Kesepian''.....Itulah yang di rasakan Deliana saat suami tidak di sisinya, Deliana pun merasakan bagaimana perasaan Bunda nya dan memutuskan untuk mengikhlaskan Sang Bunda yang di poligami ayahnya.


''Putri Ayah ko melamun sayang, kenapa?? ''


''Deliana hanya sedang berfikir ajah, nanti malam kan malam pengantin Ayah sama Bunda, terus gimana dengan Mama Amanda?? ''


ucap Deliana dan Ayahnya tersenyum.


''Kamu jelas tau kan sayang harus bagaimana, kamu juga sudah berumah tangga dan semua rahasia Ayah bukan konsumsi publik. ''


ucap Ayah Farhan sambil memakan buah buahan yang sedang di makan Deliana.


''Deliana sangat tahu apa yang ada di pikiran Ayah, Ayah ternyata mesum padahal umur udah gak muda dan mendekati tua. ''


sindir Deliana dan membuat Sang Ayah tertawa sambil mengelus kepala putrinya.


''Putri cantik Ayah ternyata sudah dewasa dan mengerti dengan arah pembicaraan Ayah. ''


ucap Ayah Farhan di sela sela tawanya.


Deliana diam dan tidak menjawab ucapan Ayah Farhan karena sudah pasti ujungnya kemana, biarlah itu urusan ketiga orang tuanya mau nelakukan apapun dan Deliana malas membahasnya.


.


.

__ADS_1


.


.


Malam menjelang......


Setelah melaksanakan sholat maghrib berjamaah, acara pun langsung di mulai karena pihak KUA sudah hadir di tengah tengah kediaman Bunda Nida.


Deliana duduk di samping Abimanyu yang memangku Arsyan, Deliana hanya diam menyaksikan pernikahan Bunda dan Ayahnya, Mama Amanda duduk di belakang pengantin di temani Ibu mertuanya Deliana.


Acara begitu terasa sakral dan Ayah Farhan begitu lantang juga tegas mengucapkan janji sucinya, sampai kedua saksi berkata SAH.


Ayah Farhan dan Bunda Nida resmi menjadi suami istri kembali, ada senang dan ada sedih yang Deliana rasakan saat ini, wajarlah Deliana merasakannya karena Deliana takut kalau rumah tangga orang tuanya tidak sehat dan malah banyak masalah kedepannya.


Deliana hanya berdoa semoga kebahagiaan menyelimuti rumah tangga orang tuanya, Deliana percaya kepada Ayah Farhan yang akan mampu bersikap adil untuk kedua istrinya.


Setelah penandatanganan berkas, semua langsung makan malam dengan makanan yang sudah di sediakan, Deliana memilih langsung makan menyuapi suami dan anaknya, Deliana belum mengucapkan selamat kepada orang tuanya karena orang tuanya sibuk menjamu tamu yang hadir walaupun tidak banyak namun tetap ajah ramai.


''Kamu tumbenan minta makan satu piring bertiga, biasanya gak mau loh sayang. ''


ucap Abimanyu di sela sela suapan Deliana.


''Biar cepat ajah Mas dan gak repot bolak balik membawa makanan, lagian kita satu lidah sama sama tidak suka pedas. ''


ucap Deliana dan Abimanyu langsung tersenyum.


''Sayang.....Mas masih bingung loh. ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana mengerutkan keningnya.


''Bingung kenapa coba?? ''


jawab Deliana dan Abimanyu langsung mendekat ke arah telinga Deliana.


''Ayah sama Bunda nanti melewati malam pengantinnya bagaimana?? terus Mama Amandanya gimana?? ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana mendelik lalu memukul lengan suaminya yang langsung menjauh.


''Mesum ihh kamu ini, gak baik membahas ranjang orang lain walaupun itu orang tua kita sendiri, Mungkin ayah akan langsung satu kamar bertiga. ''


ucap Deliana dan membuat Abimanyu langsung tertawa.


''Sayangku sayangku.....kamu lucu sekali, nanti malam kita jangan kalah yah sama Ayah, kita juga harus melewati malam hangat yah. ''


ucap Abimanyu di sela tawanya dan membuat Deliana semakin mendelik sebal di balik cadarnya.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc..........


__ADS_2