
Benar dugaan Abimanyu kalau Deliana berhenti di sebuah mesjid dan Abimanyu langsung menghampirinya.
''Papa......''
ucap Arsyan saat Abimanyu menghampirinya.
''Mas Abii.....kebetulan sekali bertemu disini. ''
ucap Deliana dan Abimanyu langsung mengangguk.
''Kamu mau sholat di mesjid ini?? ''
ucap Abimanyu sambil mengambil alih gendongan Arsyan dari Deliana.
''Iya Mas, kebetulan melewati dan pas dengan waktu Sholat Dzuhur makanya mampir, ayo masuk sebelum sholat berjamaahnya di mulai. ''
ucap Deliana yang mengajak suaminya masuk dan Abimanyu pun mengikutinya.
Arsyan menolak saat Abimanyu mengajaknya dan memilih bersama Mama nya, Deliana pun langsung membawa Arsyan ke barisan sholat wanita.
''Arsyan sayang kamu duduk dan jagain tas nya Mama yah, gak boleh nakal dan berisik cukup duduk ajah oke jagoan. ''
ucap Deliana saat mendudukan Arsyan di sampingnya dan Arsyan langsung patuh mengangguk.
Selama sholat berjamaah berlangsung Arsyan benar benar penurut, Arsyan duduk manis memegang tas Deliana hingga sholat selesai.
Deliana tersenyum dan menyodorkan tangannya dan Arsyan langsung menciumnya.
''Anak Mama memang hebat sekali, tunggu sebentar yah Mama rapihkan mukena nya dulu sayang. ''
ucap Deliana dan Arsyan menganggukkan kepalanya.
Banyak jamaah yang menyukai Arsyan dan menanyai Arsyan, Arsyan pun hanya tersenyum dan berkata Iya kepada setiap orang yang bertanya padanya.
Abimanyu menghampiri ke area wanita dan langsung membawa Arsyan untuk keluar dari mesjid karena Deliana pun telah selesai dengan sholatnya.
''Kenapa bisa ada di daerah sini?? bukannya jalur butik kamu berlawanan yah?? ''
ucap Abimanyu saat sampai di area parkir.
''Mau ke butik Bunda tadinya tapi pas lihat di taman ada permainan anak, jadi deh aku berhenti dan ngajakin Arsyan bermain, Mas Abii sendiri sedang apa di daerah sini?? ''
ucap Deliana dan membuat Abimanyu bingung menjelaskannya karena tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya.
''Nanti bahasnya sambil makan siang yah dan biarkan Mas yang mengemudikan mobil kamu. ''
ucap Abimanyu yang mengalihkan pembicaraan dan Deliana langsung memberikan kunci mobilnya.
Arsyan duduk manis di pangkuan Deliana dan Abimanyu yang mengemudikan mobilnya, sesekali Abimanyu melirik ke arah Deliana yang sedang berceloteh dengan putranya.
''Lebih baik makan siang di rumah ajah yah Mas, biar nyaman. ''
ucap Deliana dan Abimanyu langsung mengerutkan keningnya.
''Kenapa?? nanti kan Mas akan menyewa ruang VIP untuk makan kita. ''
ucap Abimanyu dan Deliana menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Yasudah kalau maunya kamu di rumah. ''
ucap Abimanyu kembali saat Deliana menggelengkan kepalanya.
Jalanan sedikit padat karena memang jam makan siang, Arsyan sampai tertidur di pelukan Deliana karena memang lelah setelah perjalanan juga nyaman di pelukan Deliana.
''Kenapa gak pakai mobil yang ada di rumah?? malah ambil mobil kamu gini. ''
ucap Abimanyu yang memecahkan kesunyian karena Arsyan tertidur.
''Udah nyaman ajah sama mobil ini dan ini mobil hadiah dari Ayah saat aku usia tujuh belas tahun, makanya mobil ini jadi mobil kesayangan. ''
jawab Deliana dan Abimanyu hanya mengangguk.
''Kalau misalnya suami kamu memberi kado mobil baru, apa akan menjadi mobil kesayangan juga?? ''
''Kesayangan itu hanya satu Mas, jangan menghamburkan uang dengan membeli sesuatu yang sudah di punya, kalaupun aku bosan sama mobil ini yaaa....tinggal pakai mobil kamu ajah yang berjejer rapih di garasi seperti showroom. ''
''Mas memang suka koleksi mobil mewah, kamu boleh memakai mobil manapun bebas. ''
''Terimakasih......''
''Sama sama Deliana. ''
Tidak ada obrolan kembali karena mobil sudah sampai di kediaman Abimanyu, Abimanyu langsung keluar mobil setelah memparkirkan mobilnya untuk mengambil alih Arsyan yang sedang tidur dari gendongan Deliana.
Deliana pun mengikuti Abimanyu dan langsung membaantu melepaskan sepatu, kemeja dan celana Arsyan agar nyaman saat tidur.
''Kedepannya kalau kamu mau ke butik gak usah ngajak Arsyan yah nantinya kerepotan, kalaupun mau ngajak Arsyan lebih baik ajakin suster yang menjadi pengasuh Arsyan. ''
''Maaf kalau untuk yang satu ini aku membantah kamu Mas, ruangan aku adalah tempat pribadi di butik dan aku gak mau ajak orang lain, aku gak merasa kerepotan juga dengan ikutnya Arsyan. ''
jawab Deliana dan langsung pamit menuju kamarnya karena tubuhnya sangat lengket saat ini.
Malam hari menjelang......
Setelah sholat Isya berjamaah, Ibu mertuanya Deliana langsung mengajak makan malam bersama, Arsyan seperti biasa di biarkan makan sendiri oleh Deliana dan Arsyan langsung lahap memakan makanannya.
Sesekali Deliana membenarkan makanan yang menempel di pipinya Arsyan, Abimanyu hanya tersenyum dengan apa yang terjadi di hadapannya.
Deliana sudah tidak memakai cadarnya di dalam rumah dan semua pekerja di dalam rumah begitu mengagumi kecantikan Deliana dan keramahan Deliana.
Setelah makan malam selesai Deliana memutuskan untuk membawa Arsyan ke kamarnya karena bajunya kotor, Sedangkan Ibu mertua Deliana memilih istirahat di kamar dan Abimanyu memilih masuk kedalam ruang kerjanya.
Deliana melepaskan hijabnya dan membiarkan rambutnya tergerai, Arsyan selesai dengan ganti bajunya dan Deliana langsung memberikan susu agar Arsyan tertidur.
Setelah Arsyan tertidur Deliana langsung bersih bersih dan mengganti pakaiannya, Abimanyu masuk kedalam kamarnya dan tersenyum saat melihat jagoannya sudah tertidur.
''Kenapa Deliana membiarkan Arsyan tidur di kamar ini?? apa dia takut kalau aku meminta hak sebagai suami padanya?? ''
gumam Abimanyu dalam hatinya yang masih tidak mengerti dengan maunya Deliana.
Abimanyu langsung terdiam saat melihat Deliana keluar dari kamar mandi tanpa hijab instan yang biasa di pakainya, rambutnya hitam panjang dan tergerai indah.
Abimanyu yang merasa canggung pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih bersih, Deliana mengerutkan keningnya dengan sikap suaminya saat ini.
''Ada apa dengan Mas Abii?? aneh sekali. ''
__ADS_1
ucap Deliana sambil berjalan menuju ranjangnya.
Abimanyu selesai dengan urusan kamar mandi dan ikut gabung ke ranjang nya bersama anak juga istrinya, Deliana terus menatap setiap gerakan suaminya dan membuat Abimanyu tambah gerogi lalu melepaskan baju atasan yang di pakainya.
''Kamu kenapa Mas Abii.....?? ''
ucap Deliana yang penasaran dengan tingkah suaminya.
''Gak apa apa, emangnya Mas terlihat kenapa?? ''
jawab Abimanyu dan Deliana mengerutkan keningnya.
''Malah balik nanya, yasudah deh kalau gak kenapa kenapa. ''
''Jangan tidur dulu, Mas mau kita mengobrol sebelum tidur. ''
''Mau membahas apa emangnya Mas Abii?? ''
''Kenapa kamu lepas hijabnya?? biasanya selalu pake hijab walaupun di dalam kamar. ''
''Pengen ajah Mas dan gak baik kalau tidur rambutnya tertutup, kemarin hanya merasa canggung ajah sama kamu dan sekarang sedang membiasakan untuk terbiasa, kenapa Mas Abii melepaskan baju atasannya?? ''
''Sebenarnya emang biasa tanpa baju atasan kalau Mas tidur dan sama seperti kamu, Mas mau membiasakan juga biar terbiasa. ''
''Jawaban yang menjiplak yah. ''
''Kamu masih takut yah sama Mas dan membiarkan Arsyan tidur dengan kita?? ''
ucap Abimanyu tiba tiba dan membuat Deliana langsung terdiam.
''Mas gak akan memaksa kamu untuk menunaikan kewajiban kamu sebagai seorang istri, Mas mau kamu nyaman di samping Mas dan itu sudah cukup. ''
ucap Abimanyu kembali dan Deliana langsung menatap wajah suaminya.
''Maafkan aku yah, aku gak niat seperti itu Mas Abii....aku hanya belum siap ajah menunaikan kewajibanku sebagai istri, kalau Mas keberatan Arsyan tidur dengan kita biar aku pindahkan Arysan nya, aku hanya takut kalau tengah malam Arsyan terbangun terus nangis nyariin Mamanya. ''
ucap Deliana dan Abimanyu hanya tersenyum.
''Mas gak keberatan Arsyan tidur dengan kita, Mas akan tunggu kamu siap untuk di mintai hak Mas sebagai suami, ayo kita tidur karena hari ini Mas sangat lelah sekali. ''
ucap Abimanyu dan membuat Deliana langsung tenang dengan ucapan suaminya.
''Maafkan aku Mas Abimanyu........''
gumam Deliana dalam hatinya sambil merebahkan tubuhnya kembali.
.
.
.
.
.
tbc.......
__ADS_1