IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Dokter Rully......


__ADS_3

Abimanyu seperti terhantam kembali pisau dalam dadanya, Kenangan masa lalu saat mendiang istrinya meninggal karena serangan jantung pasca melahirkan Arsyan seperti terulang kembali, tapi saat ini Abimanyu percaya kalau Deliana akan baik baik saja karena dia tau kalau Deliana wanita kuat dan tangguh.


''Ya allah.....jangan sampai kejadian itu terulang kembali, hamba ingin Deliana kembali pulih. ''


gumam Abimanyu saat berada di depan kaca besar ruangan incubator dimana kedua buah hatinya sedang di rawat intensif karena berat badannya belum sempurna.


''Kamu harus sabar Abii, Ibu sangat yakin kalau Deliana akan selamat karena ada dua malaikat kecil yang menunggu nya. ''


ucap Ibu Rahma tiba tiba sambil menepuk bahu Abimanyu.


Abimanyu langsung memeluk sang Ibu, air mata Abimanyu langsung mengalir karena sedari tadi dia menahannya dan sekarang Ibunya datang, Abimanyu langsung menangis.


''Abii hanya ingin Deliana dan gak mau yang lain Buu.....Deliana istrinya Abii. ''


ucap lirih Abimanyu dan membuat Ibu Rahma begitu sedih mendengarnya.


Ibu Rahma terus mengusap punggung Abimanyu dan merasakan kesedihan pada putranya ini, Putra kebanggaannya yang harus mengalami kembali kejadian lalu saat mendiang istrinya meninggal pasca melahirkan, namun saat ini Ibu Rahma memiliki keyakinan kalau Deliana akan pulih.


Dua hari kemudian.......


Bunda Nida sama terpukulnya dengan Abimanyu, putri kesayangannya terbujur kaku di ruangan ICU dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya, jangan tanyakan lagi bagaimana kondisi Ayah Farhan saat ini, dia seperti patung yang hanya duduk diam tanpa mau berbicara dengan siapapun, bahkan Ayah Farhan melupakan makannya kalau tidak Amanda yang memperingatinya.


Peran Amanda saat ini begitu penting, dia harus menjaga Arsyan dan menjaga Suami juga Bunda Nida. Untung ada Amanda karena hanya dia lah yang bisa menjadi penengah dan tidak mau larut dalam kesedihan karena Amanda yakin kalau Deliana akan pulih.


Bunyi suara Handphone mengembalikan kesadaran Ayah Farhan yang sedang melamun di depan jendela yang menampilkan halaman luas kediaman lamanya yang menjadi tempat pavorite Deliana semasa dulu sebelum Amanda datang.


Dalam panggilan saat ini......


''Ada apa dengan kamu Farhan?? Deliana sudah seperti putriku kenapa gak memberi kabar?? Kamu meragukan kemampuan medisku. ''


''Astagfirullah......Rully, aku buntu dan ga memikirkan ke arah sana, cepat datang putriku membutuhkan kamu saat ini. ''


''Hahahaa......kamu ini, aku sedang mau menuju bandara dan tunggulah aku di rumah sakit karena empat jam kemudian aku tiba di rumah sakit, ingat Farhan jangan terlalu larut dalam kesedihanmu, karena Allah sangat membenci kepada hambanya yang terpuruk, allah sangat menyukai hambanya yang berusaha dan selalu memanjatkan doa padanya di setiap sujudnya. ''


''Jangan menasehatiku, aku juga manusia biasa dan bisa khilaf Rully, aku akan ke rumah sakit menunggu kamu datang. ''


''Kamu ga penasaran kenapa aku bisa mengetahui kondisi Deliana?? ''


''Aku gak mau tau karena aku yakin kamu kedatangan Deliana dalam mimpimu. ''

__ADS_1


''Yasudah nanti aku akan ceritakan, aku akhiri yah karena pesawat akan segera mengudara, tunggu aku karena aku datang tanpa putraku. ''


''Aku tunggu Rully.......''


Panggilan berakhir........


Ayah Farhan langsung mengusap wajah nya kasar, dia baru tersadar karena terlalu merapati masalah pada putrinya, Ayah Farhan seperti mati rasa saat melihat sang putri seperti mayat hidup yang di bantu alat medis untuk tetap bernafas.


''Ya allah.....hamba terlalu meratapi semuaanya, padahal ini adalah cobaan dari mu, hamba yakin kalau cobaan ini tidak mungkin melebihi kemampuan hamba yang hamba miliki. ''


gumam Ayah Farhan sesaat setelah menerima panggilan dari sahabatnya.


Ayah Farhan terdiam dan berfikir siapa yang menghubungi sahabatnya, Ayah Farhan sendiri tidak berfikir ke arah sana.


''Siapapun orangnya aku bahagia karena telah menghubungi Rully....''


ucap Ayah Farhan sambil beranjak untuk segera ke rumah sakit.


Ayah Farhan langsung menuju rumah sakit karena selama tiga hari Deliana berada di rumah sakit, Ayah Farhan memilih menyendiri dan enggan berinteraksi dengan siapapun, Ayah Farhan seperti merasakan apa yang di derita oleh putrinya.


Ayah Farhan menghela nafasnya saat melihat istrinya sedang duduk dengan besan nya, Ayah Farhan menghampiri Bunda Nida dan melihat raut wajah istrinya begitu terpukul dan tidak ada keceriaan di wajahnya.


Ibu Rahma mengangguk saat Ayah Farhan menyapanya, Bunda Nida langsung menerima pelukan dari Ayah Farhan dan menangis sesegukan di dekapannya.


ucap Ayah farhan menenangkan Bunda Nida yang sedang menangis dalam dekapannya.


''Kondisi Deliana semakin memburuk Mas, aku gak mau terjadi sesuatu dengan Deliana, kalau Deliana sampai meninggalkan aku, aku juga mau ikut saja Mas karena Deliana aku bertahan. ''


ucap kembali Bunda Nida dan membuat Ayah Farhan menghela nafasnya.


Ayah Farhan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di wajah istrinya, Ayah Farhan tersenyum lalu mencium kening Bunda Nida.


''Rully sudah dalam perjalanan sebentar lagi akan sampai ke rumah sakit untuk menangani putri kita, jangan sedih lagi Sayang, Deliana akan pulih dan akan gabung dengan kita semua kembali. ''


ucap Ayah Farhan dan Bunda Nida mengangguk.


''Abimanyu kemana?? ''


ucap Ayah Farhan yang tidak melihat menantunya di sekitar ruang rawat Deliana.

__ADS_1


''Abimanyu sedang mengecek keadaan kedua anaknya Tuan Farhan, karena tadi sempat kejang kejang di incubator. ''


ucap Ibu Rahma dan Ayah Farhan langsung tersentak.


''Astagfirullah......sampai lupa kalau Deliana melahirkan kedua anaknya dengan selamat, bahkan saya belum melihat kedua cucu saya. ''


ucap Ayah Farhan yang tersentak karena melupakan kehadiran kedua cucunya dan fokus meratapi kesedihan karena kondisi putrinya.


Ayah Farhan langsung pamit untuk menyusul Abimanyu menuju ruangan rawat kedua cucunya, Abimanyu terlihat sedang berdiri di depan kaca transparan.


''Maaf karena Ayah baru bisa datang kembali ke rumah sakit Abii.....''


ucap Ayah Farhan saat menghampiri Abimanyu.


''Tidak apa apa Ayah karena Abii juga mengerti dengan situasi dan kondisi Ayah, maaf karena Abii melewati wewenang Ayah untuk menghubungi dokter Rully, Abii merasa terpanggil dan langsung menghubunginya pagi tadi, alhamdulillah Dokter Rully akan datang untuk menangani Deliana. ''


ucap Abimanyu dan Ayah Farhan mengangguk.


''Ayah sangat berterimakasih kepada kamu Abii, Ayah malah ikutan terpuruk saat Deliana di nyatakan koma dan Ayah gak pernah terpikirkan menghubungi Dokter Rully, tindakan kamu sudah benar Abii......''


ucap Ayah Farhan dan Abimanyu hanya mengangguk.


Ayah Farhan langsung berbalik mengikuti tatapan Abimanyu yang mengarah ke sebuah kotak kaca yang di dalam nya ada dua cucunya yang sedang bergerak gerak.


''Cucuku......maaf karena opah baru bisa datang dan opah melupakan kehadiran kalian berdua. ''


gumam Ayah Farhan dalam hatinya saat melihat kedua cucunya.


''Mereka sepasang Ayah, laki laki dan perempuan dan mereka yang menjadi kekuatan Abii agar bisa bangkit membantu Deliana agar cepat pulih. ''


ucap Abimanyu dan Ayah Farhan terdiam tanpa merespon ucapan Abimanyu karena saat ini hatinya berdenyut sakit memikirkan kesalahannya yang sempat terpuruk dengan kondisi koma Deliana.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.......


__ADS_2