
Abimanyu masih setia duduk di depan ruangan operasi karena sampai saat ini belum ada tanda tanda operasi selesai.
Tepat tujuh puluh menit akhirnya pintu ruangan operasi terbuka dan suster yang pertama kali keluar, Abimanyu langsung beranjak menghampiri susternya.
''Bagaimana kondisi istri saya suster?? ''
ucap Abimanyu saat menghampiri suster.
''Maaf Tuan, nanti dokter Mira yang akan menjelaskannya saya hanya memberitahukan kalau kedua Bayi Ibu Deliana selamat dan sekarang di rawat di ruang incubator, kedua bayinya berjenis kelamin wanita dan laki laki, anak pertama yang lahir wanita dan jarak lima menit laki laki lahir, saya permisi Tuan. ''
ucap suster dan Abimanyu mengangguk.
''Alhamdulillah ya allah, kedua anakku selamat walaupun harus di rawat di ruang incubator, tapi bagaimana kondisi Deliana?? ''
gumam Abimanyu dalam hatinya saat suster meninggalkan nya di depan ruang operasi.
Tak lama menunggu pintu ruangan terbuka dan ternyata berangkar yang membawa Deliana keluar dari ruangan, Abimanyu mematung saat melihat keadaan Deliana.
''Tuan Abimanyu saya akan membawa Nyonya Deliana menuju ruangan ICU, nanti saya akan berbicara dengan Tuan setelah Nyonya Deliana selesai di pindahkan. ''
ucap Dokter Mira saat Abimanyu akan mengeluarkan suaranya.
Dada Abimanyu tiba tiba bergemuruh hebat, melihat tubuh Deliana tertutup sampai dada bahkan wajah Deliana di tutup cadar.
Di kediaman Ayah Farhan saat ini.......
Ayah Farhan sedang menunggu kedua istrinya yang sedang di perjalanan menuju pulang, Arsyan sedang tidur setelah selesai di suapi oleh pelayan di kediaman Ayah Farhan.
''Alhamdulillah Arsyan nurut sekali dan seperti punya ikatan batin dengan Deliana, dia nurut dan mau di asuh oleh pelayan disini. ''
ucap Ayah Farhan saat masuk ke kamar tamu dan melihat Arsyan sedang tertidur pulas.
Ayah Farhan langsung menutup pintu kamar kembali karena mendengar suara salam istrinya, ternyata benar saat menuju ruang keluarga kedua istrinya sedang duduk di sofa.
''Tumbenan Mas Farhan meminta kita lebih awal pulangnya, ada apa?? ''
__ADS_1
ucap Bunda Nida dan Ayah Farhan langsung terdiam karena merasa bingung harus menceritakannya.
''Jangan dulu di potong saat Mas berbicara, tunggu sampai tuntas. '' ucap Ayah Farhan dan kedua istrinya mengangguk.
''Deliana saat ini sedang di rumah sakit dan terpaksa harus di operasi karena dia mengalami kontraksi hebat, kondisinya saat ini masih belum ada kabar dari Abimanyu bagaimana nya, karena Mas harus pulang membawa Arsyan ke rumah. ''
ucap Ayah Farhan kembali dan membuat kedua istrinya terdiam.
''Usia kandungan Deliana masih tujuh bulan Mas dan Deliana hamil anak kembar kan?? Prematur dong jadinya. ''
ucap Bunda Nida dan Ayah Farhan mengangguk.
''Terus kondisi Deliana saat ini bagaimana?? ''
ucap Amanda dan Ayah Farhan menggelengkan kepalanya.
''Mas belum menanyakan pada Abimanyu, tekanan darah Deliana sangat rendah saat di periksa makanya langsung di lakukan tindakan operasi bahkan Deliana memerlukan banyak darah untuk transfusi, saat ini Mas gak sanggup menanyakan kondisi Deliana. ''
ucap Ayah Farhan dan membuat Bunda Nida langsung menangis.
ucap Amanda saat Bunda Nida menangis.
''Kamu urus Nida dulu, Mas mau membuat perhitungan dengan orang yang membuat Deliana tidak nyaman dan berujung di ruangan operasi. ''
ucap Ayah Farhan sambil beranjak meninggalkan kedua istrinya.
Ayah Farhan akan membuat perhitungan dengan Aldo, karena selama ini dia hanya diam karena Aldo tidak melakukan apapun namun tindakan Aldo kemarin yang nekad membuat Deliana celaka karena tidak nyaman dengan keberadaan Aldo.
Di rumah sakit saat ini......
Abimanyu sedang menunggu Dokter Mira untuk mendengarkan penjelasan mengenai kondisi Deliana saat ini, Abimanyu terus berdoa dan tidak mau mendengar berita buruk dengan kondisi Deliana.
''Kita bicara di ruangan saya Tuan Abimanyu, agar leluasa juga saya menjelaskannya. ''
ucap Dokter Mira yang menghampiri Abimanyu dan Abimanyu mengangguk lalu mengikuti dokter Mira menuju ruangannya.
__ADS_1
Abimanyu langsung di persilahkan duduk setelah sampai di ruangan Dokter Mira, Dokter Mira menarik nafasnya sebelum menjelaskan kondisi Deliana.
''Sebelumnya saya meminta maaf karena cadar Nyonya Deliana saya lepas tapi Tuan tidak usah khawatir karena ruangan ICU yang sekarang di gunakan sebagai ruang rawat Nyonya Deliana sangat tertutup dan nanti hanya perawat wanita yang akan memeriksanya selain saya. ''
ucap Dokter Mira dan Abimanyu mengiyakannya.
''Saya akan menjelaskan kondisi Nyonya Deliaana, Nyonya Deliana di bius total karena kondisi nya sangat drop dan tekanan darahnya rendah sekali, tapi team kami berhasil melahirkan kedua bayi nyonya Deliana dengan selamat, namun kondisi Nyonya Deliana saat ini sedang tidak baik baik saja, transfusi darah kedua mengalami penolakan dari tubuh Nyonya Deliana dan sekarang nyonya Deliana di nyatakan koma, kita hanya menunggu keajaiban dan saya harap Tuan beri dukungan kepada Nyonya Deliana karena dukungan dari keluarga terdekat akan sangat membantu, kita tunggu dua hari kedepan menunggu respon dari tubuh Nyonya Deliana, mudah mudahan menerima transfusi darahnya kembali, hanya itu yang saya jelaskan Tuan Abimanyu dan maafkan saya karena saya sudah semaksimal mungkin menangani Nyonya Deliana tapi tuhan berkehendak lain. ''
ucap dokter Mira yang begitu ditail menjelaskannya dan membuat Abimanyu langsung mematung mendengarkan penjelasannya.
''Tapi Dokter, kalau tubuh istri saya tetap menolak transfusi darahnya kembali dalam dua hari nanti, apa akibatnya dan apakah itu akan baik baik saja?? ''
ucap Abimanyu dan membuat Dokter Mira menghela nafasnya.
''Akibatnya adalah, Nyonya Deliana akan koma dalam jangka panjang Tuan, saya akan berusaha agar semua tidak terjadi dan berdoa adalah pilihan terbaik untuk saat ini, Nyonya Deliana belum bisa di kunjungi dulu karena sedang di sterilkan selama dua hari kedepan, saya harap memakluminya dan mengenai kondisi kedua bayi nya dalam kondisi baik, kita sedang menunggu hasil dari pemeriksaan menyeluruh tentang kondisi organ dalam tubuh kedua bayi, Tuan bisa melihat kedua bayinya di ruang incubator, bayinya kembar satu pasang laki laki dan perempuan. ''
ucap Dokter Mira dan Abimanyu mengangguk.
''Terimakasih Dokter dan saya permisi untuk melihat kondisi kedua anak saya. ''
ucap Abimanyu dan Dokter Mira mengangguk.
Abimanyu langsung terduduk di kursi tunggu, dia sangat terpukul dengan kondisi Deliana saat ini, wanita yang di cintai nya sedang berjuang antara hidup dan mati saat ini, walaupun kedua bayinya lahir dengan selamat tapi Abimanyu tetap merasakan terpukul karena hanya Deliana yang di inginkan saat ini.
''Ya allah tiada daya dan upaya yang bisa hamba lakukan saat ini, hanya menunggu kuasa dan keajaiban darimu, aku mohon berilah keajaiban itu untuk istri hamba. ''
ucap doa Abimanyu yang begitu sakit setelah mendengar kondisi Deliana sedang tidak baik baik saja.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc......