
Satu minggu kemudian.....
Deliana benar benar total diam di kamar dan tidak di ijinkan untuk berjalan jalan, kedua ibunya begitu cerewet dan akan melaporkan pada Ayah Farhan atau Abimanyu kalau Deliana tetap keras kepala.
DEliana pasrah dan duduk saja di atas ranjangnya sambil memainkan handphone atau leptop nya, kadang Arsyan menemani Deliana di kamar tapi sudah dua hari Arsyan lebih suka bermain dengan kedua nenek nya dan Deliana tidak keberatan malah bahagia karena Arsyan di terima di tengah keluarganya.
Pagi hari ini akan ada dokter yang datang untuk memeriksa kondisi Deliana, karena Ayah Farhan ingin Deliana pulih kembali.
''Jangan cemberut gitu dong, nanti setelah kamu benar benar pulih kita pulang lagi ke rumah. ''
Ucap Abimanyu saat bersiap siap untuk ke kantor karena pagi ini akan ada meeting pagi di perusahaannya.
''Hari ini aku ada pemeriksaan ulang loh, tapi kamu malah ngantor Mas. ''
Protes Deliana dan membuat suaminya tersenyum.
''Ada Ayah yang mewakilkan suami kamu, percuma Mas ikut tapi nantinya semua akan di tangani sama Ayah dan kedua Ibu kamu, nanti kabarin ajah hasilnya lewat telphone. ''
Ucap Abimanyu yang langsung mendekat untuk mencium Deliana sebelum berangkat ke kantor.
Satu kecupan Abimanyu berikan di kening Deliana, Deliana tersenyum dan mencium tangan suaminya.
''Nah kan cantik kalau senyum gini jadi suaminya akan semangat saat bekerja. ''
Ucap Abimanyu sambil mengelus pipi Deliana yang sedang tersenyum.
''Hati hati yah Mas dan ingat jangan nakal di luaran sana atau genit. ''
Ancam Deliana dan membuat Abimanyu tersenyum senang.
''Oke sayangku, yasudah Mas berangkat dan kamu juga hati hati di rumah jangan nentang semua keinginan Bunda atau Mama, nantinya Ayah ngomel lagi kan bikin pusing. ''
Ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
Abimanyu langsung keluar dari kamarnya untuk berangkat menuju perusahaannya, Abimanyu tersenyum saat melihat Arsyan sedang di suapi makan oleh Ayah Farhan.
''Kamu mau berangkat Abii?? ''
Ucap Ayah Farhan saat menghampiri ke meja makan.
''Iya Ayah ada meeting pagi ini. ''
Ucap Abimanyu sambil mengusap kepala Arsyan yang sedang mengunyah makanan.
''Kamu hati hati dan urusan Deliana biar Ayah yang akan menjaga nanti dan mewakili kamu saat nanti dokter memeriksanya. ''
Ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengangguk.
__ADS_1
Abimanyu langsung pamit dan segera menuju mobilnya, kedua Ibu Deliana sedang berbelanja ke pasar tradisional jadinya Abimanyu hanya pamit pada Ayah Farhan.
Selepas kepergian Abimanyu, Arsyan pun selesai di suapi dan Ayah Farhan meminta pelayan merapihkan meja makan, Ayah Farhan memilih mengajak Arsyan menuju kamar Deliana untuk melihat kondisinya.
''Kamu lagi apa sayang?? ''
Ucap Ayah Farhan saat membuka pintu kamar Deliana dan Arsyan langsung berlari menghampiri mamanya.
''Lagi baca novel online di aplikasi, Ayah gak ke kantor hari ini?? ''
Ucap Deliana saat setelah mencium kening Arsyan yang sedang ada dalam dekapannya.
''Kamu lupa kalau Ayah sudah gak ngantor dan suami kamu yang menggantikannya, Ayah mau menemai kamu saat pemeriksaan, dokter sudah di perjalanan menuju kesini. ''
Jawab Ayah Farhan dan Deliana hanya mengangguk.
''Deliana sangat bosan hanya duduk dan diam ajah, padahal kondisi Deliana sudah baik sekarang, boleh yah Deliana jalan jalan sekitar taman di rumah ini ajah, bolehkan Ayah?? ''
Ucap Deliana dan Ayah Farhan menggelengkan kepalanya.
''Maaf sayang gak bisa, kondisi kehamilan kamu sangat lemah dan kemarin sempat pendarahan, itu karena kamu kelelahan jadi kamu harus total istirahat, nanti setelah dokter mengijinkan baru kamu boleh jalan jalan lagi, janin yang ada dalam kandungan kamu sangat rentan dan Ayah gak mau ambil resiko, ini cucu pertama Ayah dan anak kamu yang pertama, Ayah mohon sama kamu menurutlah dan jangan terus melanggar, hanya satu minggu lagi gak akan lama kamu istirahat seperti ini. ''
Ucap Ayah Farhan yang menjelaskan semua keadaan Deliana dan Deliana langsung terdiam.
''Maaf Ayah, Deliana akan menurut kalau gitu. ''
''Ayah senang mendengarnya, kamu siap siap yah sebentar lagi dokter tiba. ''
Ucap Ayah Farhan sambil mengelus kepala Deliana penuh sayang.
Ayah Farhan keluar dari kamar Deliana dan Arsyan lah yang menemani Deliana di kamarnya, Arsyan bermain dengan mainan barunya sedangkan Deliana kembali asik dengan membacanya.
Pintu kamar Deliana di ketuk dan ternyata Ayah Farhan juga seorang dokter wanita yang masuk untuk memeriksa kondisi Deliana.
''Sayang, ini Dokter Putri yang akan memeriksa kondisi kamu. ''
Ucap Ayah Farhan dan Deliana mengangguk.
''Selamat pagi Nona Deliana saya yang akan memeriksa kondisi Nona saat ini. ''
Ucap Dokter Putri dan Deliana mengangguk.
Dokter putri mulai memeriksa Deliana, tekanan darah, denyut nadi pun di periksanya,
''Tekanan darah Nona masih sangat rendah sekali, bisa saya tau apa yang sedang mengganjal di hati atau pikiran Nona saat ini, ini sangat berakibat fatal untuk kehamilan Nona yang masih sangat muda. ''
Jelas Dokter Putri dan membuat Deliana terdiam.
__ADS_1
''Saya juga gak mengerti Dokter kenapa, mungkin karena masih belum nyaman dengan keadaan jadinya gini. ''
Ucap Deliana dan Dokter Putri pun mengangguk sambil merapihkan peralatan medisnya.
''Apa nona beberapa hari ini kurang tidur atau bergadang semalaman?? ''
Ucap Dokter putri kembali sambil melihat obat obatan Deliana yang di bawa dari rumah sakit.
''Saya tidur teratur Dokter setiap malam dan gak pernah bergadang. ''
Ucap Deliana dan dokter mengangguk sambil menuliskan resep baru untuk Deliana.
''Untuk saat ini masih bisa di tangani darah rendahnya dan gak mungkin harus transfusi darah karena kondisi Nona sedang hamil, saya akan mengganti semua obatnya, habiskan obatnya jangan sampai tersisa, obat yang dari rumah sakit di berhentikan untuk di konsumsi dan ganti dengan obat baru yang saya resepkan, istirahat teratur jangan banyak berfikir karena kasihan dengan janinnya juga, saya permisi semoga Nona segera pulih. ''
Ucap Dokter yang telah selesai meresep obat lalu Ayah Farhan yang menerimanya.
Ayah Farhan mengajak Arsyan keluar kamar untuk mengantarkan dokter putri juga memberikan ruang kepada Deliana untuk istirahat.
''Apa ini sangat bahaya untuk kondisi Deliana?? ''
Ucap Ayah Farhan saat keluar dari kamar Deliana.
''Sangat Tuan Farhan, saya hanya khawatir dengan janinnya yang gak akan kuat di dalam kandungan Nona Deliana, kasih obat yang saya resepkan secara teratur dan minggu depan bawa Nona Deliana ke rumah sakit sekalian kita akan melihat kondisi janinnya melalui USG, bantuan orang terdekat saat ini sangat di butuhkan oleh Nona Deliana, beri pengertian dan saya meyakini Nona Deliana memendam banyak pikiran saat ini dan itu sangat terlihat kontras dari sorot matanya. ''
Ucap Dokter menjelaskan ditail kondisi Deliana.
Dokter langsung pamit pulang, Ayah Farhan meminta supir untuk menebus obat Deliana ke apotik karena dia akan menjaga Deliana.
''Ya allah Deliana, kenapa kondisi kamu mirip dengan kondisi Oma kamu dulu. ''
Gumam Ayah Farhan dalam hatinya yang memikirkan kondisi mendiang ibunya dahulu yang memiliki riwayat tekanan darah rendah.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc.....
__ADS_1