IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Istirahat total.......


__ADS_3

Ibu Rahma langsung duduk di kursi dekat berangkar dimana Deliana tertidur, efek obat masih mempengaruhi Deliana yang masih menutup matanya.


Arsyan duduk di samping berangkar Deliana dan mengusap lengan Deliana, Abimanyu sedang memakan sarapan yang di bawakan oleh Ibunya.


''Mama banguun, Arsyan kangen Mama.....''


ucap Arsyan yang memecahkan keheningan di ruang rawat Deliana.


''Mama akan segera sadar ko, Arsyan berdoa ajah sama allah supaya Mama secepatnya sadar. ''


ucap Ibu Rahma dan Arsyan hanya diam tanpa menjawab ucapang sang nenek.


Abimanyu hanya menghembuskan nafasnya dan merapihkan bekas makannya, Abimanyu belum memberitahukan kenapa Deliana sampai pingsan dan Ibunya pun belum menanyakannya karena masih khawatir dengan keadaan menantunya.


''Abii....lepas cadar Deliana nya biar gak keringetan, lalu tutup gordennya dan Ibu yakin dokter nya akan perempuan yang menangani Deliana. ''


ucap Ibu Rahma saat melihat kening Deliana berkeringat.


Abimanyu langsung menghampiri ke berangkar Deliana dan melepaskan cadarnya, wajah Deliana sedikit pucat dan terlihat tidak tenang walaupun matanya tertutup.


''Sebenarnya Deliana kenapa?? ''


ucap ibu Rahma saat melihat Abimanyu sedang menatap istrinya dengan tatapan khawatir.


''Deliana kelelahan Buu dan tadi sempat pendarahan sedikit, Deliana kemungkinan hamil muda saat ini tapi dokter beluk bisa memastikan karena yang memeriksa Deliana harus dokter khusu kandungan. ''


ucap Abimanyu dan langsung membuat Ibu Rahma melototkan matanya.


''Jangan bilang semalam kamu habis bermain dengan Deliana sampai kelelahan?? Benar Abii....?? ''


ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengangguk.


''Kalau Abii tau Deliana sedang hamil muda pasti Abii gak akan melakukannya, kan Abii gak tau Buu....''


ucap Abimanyu dan Ibu Rahma langsung terdiam.


''Trus dokter bilang apa ajah tentang Deliana?? ''


Ucap Ibu Rahma dan Abimanyu menarik nafasnya sebelum menjelaskan ada Ibunya.


''Deliana harus istirahat total dan tidak boleh beraktifitas berat dulu, nanti jam sembilan akan di bawa ke poli kandungan biar di periksa langsung dokter spesialis disana. ''


Jelas Abimanyu dan Ibunya mengangguk.


''Arsyan duduk di sofa yah sama Papa, biar Mama istirahat dulu. ''


Ucap Abimanyu saat melihat putranya duduk menatap Deliana dan tidak bersuara.


Arsyan menatap Deliana dan menatap ABimanyu lalu menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ajakan Papanya.


Abimanyu duduk sambil memangku Arsyan, tiba tiba handphone nya berdering dan ternyata Ayah Farhan menghubunginya, apakah ada kontak batin Ayah mertuanya dengan istrnya yang sedang tak sadarkan diri.


Abimanyu akhirnya mengangkat panggilan dari Ayah Farhan. Dalam panggilan........

__ADS_1


''Assalamualaikum Ayah......''


''Walaikumsallam, lama banget angkat telphone nya Abii, Deliana mana?? ''


''Abii barusan sedang tidak memegang handphone Ayah, Deliana sedang istirahat Ayah. ''


''Perasaan Ayah sedang tidak enak dan Ayah ingin berbicara dengan Deliana, coba bangunkan dan berikan handphone nya ke Deliana. ''


''Ayaah maafkan Abii, Deliana tadi selepas sholat subuh di larikan ke rumah sakit, sedikit pendarahan dan tubuhnya lelah makanya Deliana pingsan. ''


''Astagfirullah......pantesan hati Ayah gak tenang, ternyata Deliana dalam keadaan tidak baik, jaga Deliana dan berikan perawatan terbaik, Ayah akan langsung pulang sekarang juga. Assalamualaikum....''


''Walaikumsallam.......''


Abimanyu langsung terdiam saat ayah Farhan menutup panggilan telphone nya, Ibu Rahma mendekat dan mengusap bahu putranya.


''Ayah nya Deliana yang menelphone?? ''


ucap Ibu Rahma dan Abimanyu mengangguk.


''Sungguh kasih sayang yang begitu besar, Ayah mertua kamu bisa merasakan kalau putrinya dalam keadaan tidak baik baik ajah sekarang, kamu siapkan mental yah takutnya Ayah mertua kamu bertanya kenapa Deliana kelelahan. ''


ucap Ibu Rahma kembali dan Abimanyu menganggukan kepalanya.


Di atas berangkar Deliana menggerakkan tangannya dan ternyata terlihat oleh Abimanyu, Abimanyu langsung menghampiri dan benar saja kedua mata Deliana terbuka.


''Apa ada yang terasa sakit Sayang?? ''


Deliana menggelengkan kepalanya ''Hanya kepala ajah sedikit pusing Mas. '' ucap Deliana sambil memegang kepalanya.


''Tunggu sebentar yah sayang, Mas akan panggilkan dokter jaga di luar. ''


Ucap Abimanyu yang langsung keluar dari ruangan rawat Deliana dan Ibu Rahma yang menunggunya.


''Mama.......''


ucap Arsyan sambil menangis menghampiri Deliana.


Deliana langsung meminta Ibu Rahma untuk menaikan Arsyan ke atas berangkar, Deliana langsung memeluk Arsyan dan menenangkannya karena Arsyan langsung menangis.


Dokter datang dengan suster dan juga Abimanyu mengikutinya, Dokter langsung meminta Arsyan untuk di jauhkan dari Deliana karena Deliana akan di periksa.


''Syukur lah Ibu sudah sadar, tekanan darah ibu sangat rendah sekali dan saya sarankan jangan terlalu lelah dulu, silahkan makan makanannya dan nanti akan ada suster yang akan membawa ibu menuju poli kandungan, untuk memastikan Ibu hamil atau tidak nya saat ini. ''


ucap Dokter saat setelah memeriksa kondisi Deliana dan Deliana mengiyakannya.


Dokter langsung pamit keluar dari ruang rawat Deliana, Abimanyu langsung memberikan Arsyan pada Ibunya dan segera menghampiri Deliana untuk menyuapinya makan.


''Mas benarkan berangkarnya dulu yah biar kamu nyaman kalau di tegakkan. ''


ucap Abimanyu saat menghampiri Deliana dan langsung menekan tombol berangkar Deliana agar lebih bersandar.


''Mas Abii....maksudnya dokter barusan apa?? Kenapa poli kandungan?? ''

__ADS_1


ucap Deliana slaat abi bersiap untuk menyuapi Deliana.


''Begini sayang, kemungkinan besar kamu sedang hamil muda dan tadi kamu pingsan karena kelelahan, terus ada bercak darah dan itu adalah pendarahan, tapi Alhamdulilah pendarahannya sudah di tangani, saat ini kamu harus mau makan dan kita langsung ke poli kandungan untuk memperjelas semuanya. ''


ucap Abimanyu dan membuat Deliana langsung terdiam.


.


.


.


Beberapa saat kemudian...


Deliana selesai di suapi dan langsung di berikan minum lalu di beri jeda sebentar sebelum Deliana di berikan obat yang di siapkan untuk Deliana.


Dua suster datang dengan membawa kursi roda dan akan membawa Deliana menuju poli kandungan, Abimanyu langsung menggendong Deliana dan di dudukkan di atas kursi roda.


Ibu Rahma dan Arsyan menunggu di ruangan selama Deliana di bawa menuju poli kandungan, Deliana langsung di periksa oleh dokter di poli kandungan, Abimanyu sempat berdebat meminta dokter wanita yang memeriksa istrinya, karena dokter laki laki yang saat ini bertugas di poli kandungan.


''Baiklah biarkan asisten saya yang akan melakukan tindakan USG pada pasien, mohon maaf sekali lagi tuan karena saya bertugas sebagai dokter jaga di poli kandungan saat ini. ''


ucap Dokter yang menjawab keinginan Abimanyu dan Abimanyu pun mengangguk.


Dokter pria keluar ruangan dan Deliana di periksa oleh suster yang menjadi asistennya dokter, Deliana menuruti semua yang di ucapkan suster, Abimanyu dengan setia mendamping hingga selesai di tindak.


''Ibu Deliana ternyata positif hamil, dari perhitungan tanggal terakhir datang bulan saat ini kandungan ibu memasuki minggu ke lima, saya harap jaga kondisi IBu dan jangan bekerja terlalu berat harus total beristirahat, kandungan Ibu Deliana saat ini sangat lemah karena sempat pendarahan, peran suami sekarang sangat di perlukan bapa. ''


ucap suster dan Deliana mengangguk.


Dokter masuk kembali kedalam ruangan dan memeriksa hasil tindakan pada Deliana, dokter langsung meresepkan beberapa obat untuk di konsumsi Deliana.


''Di rawat dulu yah Buu karena kondisi Ibu saat ini sangat lemah, kita tunggu hasil pemeriksaan besok pagi untuk melihat perkembangan nya, ini ada beberapa obat yang harus di konsumsi silahkan di tebus, terimakasih dan selamat beristirahat. ''


ucap dokter saat memberikan selembar kertas resep obat untuk Deliana.


Dua suster yang tadi membawa Deliana pun kembali membawa Deliana menuju ruangan, Abimanyu tetap mengekor dari belakang sampai di ruang rawat.


Deliana kembali di gendong dan di rebahkan di berangkarnya, suster langsung merapihkan infus di tangan Deliana dan mengeceknya lalu pamit setelah semua selesai di cek.


''Mas mau tebus obat dulu yah sayang, kamu sama Ibu dan Arsyan yah. ''


ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.


.


.


.


.


Tbc.......

__ADS_1


__ADS_2