IKHLASnya Gadis Bercadar

IKHLASnya Gadis Bercadar
Keinginan Deliana.....


__ADS_3

Tiba hari ini adalah kepergian ketiga orang tua Deliana untuk perjalan umroh, Deliana dan Abimanyu mengantarkan langsung menuju Bandara, ketiga orang tuanya memilih menggunakan jasa travel untuk keberangkatannya.


''Ayah kenapa memilih menggunakan jasa travel sih, bukannya Mama punya pesawat pribadi?? ''


ucap Deliana saat menghampiri Ayahnya yang sedang menunggu Abimanyu yang mengurus kelengkapan surat suratnya.


''Ayah hanya ingin berbagi rezeki ajah, kalau kamu sama Abimanyu ikut pasti Ayah menggunakan pesawat pribadi, kan kamu nya gak ikut sayang. ''


jawab Ayah Farhan sambil mengelus kepala Deliana penuh sayang.


''Udah jangan bahas itu lagi, sekarang Deliana sudah memiliki keluarga dan tidak sebebas dulu, pokonya Ayah hati hati dan jaga dua Ibu Deliana yah. ''


ucap Deliana dan Ayahnya mengangguk.


''Pasti Ayah akan menjaganya kamu jangan khawatir, mau di bawakan oleh oleh apa?? ''


ucap Ayah Farhan dan Delian langsung terdiam.


''Cukup membawa keselamatan Ayah dan dua Ibu Deliana, itu sudah cukup menjadi hadiah. ''


jawab Deliana dan Ayahnya mengangguk.


Sungguh Deliana adalah putri yang sangat di banggakan, dia tidak pernah meminta sesuatu yang berlebih dan dia bukan tipe wanita yang senang dengan harta kekayaan, kesederhanaan tetap menjadi penting untuk Deliana.


''Ayah semua sudah selesai di urus dan dokumennya lengkap, semua peserta travel sudah masuk menuju pesawat. ''


ucap Abimanyu yang menghampiri Ayah Farhan juga istrinya.


''Terimakasih Abii, ingat jaga Deliana dan jangan terlalu larut dalam urusan pekerjaan yah, Ayah berangkat dulu dan kalian hati hati pulangnya. ''


ucap Ayah Farhan dan Abimanyu mengangguk.


Deliana langsung memeluk kedua Ibunya yang berpamitan padanya, Deliana bahagia melihat pancaran kebahagiaan kedua Ibunya.


Abimanyu menghampiri Deliana dan menggandeng pinggang istrinya yang sedang melihat punggung ketiga orang tuanya yang berjalan menuju pintu utama masuk menuju pesawat.


''Kita jalan jalan sekarang sebelum pulang yah, kamu mau kan sayang?? ''


ucap Abimanyu saat Deliana berbalik untuk berjalan menuju area luar bandara.


''Jalan jalan kemana Mas?? lebih baik pulang ajah deh kasian Ibu di rumah jagain Arsyan yang sedang aktif aktif nya takut kewalahan. ''


ucap Deliana yang menolak ajakan suaminya dan Abimanyu pun pasrah mengikuti keinginan istrinya.


Sepanjang perjalanan pulang Deliana hanya diam menatap jalanan di hadapannya, Abimanyu sesekali menyentuh tangan Deliana agar tersadar dari lamunannya.


Satu jam perjalaan di tempuh akhirnya sampai di kediaman Abimanyu, Arsyan langsung berlari saat mendengar ucapan salam Deliana.


''Jangan lari sayang nanti malah jatuh lagi. ''


ucap Deliana yang sedikit was was saat Arsyan berlari menghampirinya.


''Papa mana?? ''


ucap Arsyan saat Deliana menggendongnya.

__ADS_1


''Papa masih di luar, sana samperin kalau mau ketemu Papa. ''


ucap Deliana sambil menurunkan Arsyan dari dekapannya.


Deliana mencium aroma wangi dari arah dapur dan langsung menghampiri ke area dapur dan ternyata Ibu Rahma sedang sibuk di dapur.


''Ibu lagi apa?? ''


ucap Deliana saat melihat Ibu mertuanya sibuk di dapur.


''Ibu lagi buat cemilan, pantesan Arsyan lari keluar ternyata kamu yang datang. ''


ucap Ibu Rahma dan Deliana mengangguk tersenyum.


''Lagi bikin apa Buu....?? ''


ucap Abimanyu yang menghampiri ke dapur sambil menggendong Arsyan.


''Lagi buat cemilan, udah kalian sana istiraha jangan recokin Ibu dulu takut bantat kue nya, sekalian bawa Arsyan nya yah. ''


ucap Ibu Rahma dan Abimanyu juga Deliana langsung mengangguk sambil berjalan keluar dari dapur.


''Mas Abii......kenapa belum ada tanda tanda aku hamil yah?? ''


ucap Deliana saat sudah berada di dalam kamar nya dan terlintas di benaknya belum kunjung ada tanda tanda kehamilan.


''Dengarkan yah sayang, kita hanya bisa berusaha juga berikhtiar, karena sekuat apapun kita berusaha dan berdoa kalau allah bilang belum waktunya kita bisa apa?? kalau memang belum allah takdirkan kita mau apa?? kita sebagai manusia memang punya keinginan tetapi allah yang mengatur hidup kita, percaya dan yakin kalau takdir allah lebih indah, allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya, sementara kita tidak tahu apa apa. ''


ucap Abimanyu yang memberikan pengertian pada Deliana.


jawab Deliana singkat dan langsung berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakiannya.


Abimanyu terdiam menatap istrinya yang berjalan menuju area ruangan pakaiannya.


Sedangkan Arsyan sibuk bermain dengan mainannya di sofa di dalam kamar Abimanyu.


.


.


.


.


Keesokan harinya.....


Hari ini Deliana memilih berdiam di rumah karena dia sedang malas untuk keluar dari rumahnya, Abimanyu sudah berangkat ke kantor pagi tadi, sedangkan Ibu Rahma sedang ada acara dengan teman teman arisannya.


Arsyan saat ini di temani Deliana bermain di taman belakang, Deliana menjaga Arsyan sambil membalas email yang masuk dan membuka galeri majalah online terbaru yang di luncurkan oleh butik Bunda Nida.


''Bunda sama Mama jago dalam mendisain tapi kenapa aku gak menurun yah dan malah mengikuti jejak Ayah yang suka dengan bisnis. ''


gumam Deliana yang terlihat takjub dengan rancangan pakaian dan rancangan perhiasan kedua orang tuanya.


''Mama.....Arsyan mau jalan jalan boleh?? ''

__ADS_1


ucap Arsyan saat menghampiri Deliana.


''Anak Mama ngajakin jalan jalan Heumm......mau kemana memangnya sayng?? ''


ucap Deliana yang langsung merespon keinginan Arsyan.


Arsyan tampak terdiam dan memikirkan sesuatu dan membuat Deliana gemas melihatnya, Deliana merapihkan pekerjaannya dan langsung membawa Arsyan masuk kedalam rumah nya, Arsyan mengikuti langkah Mamanya.


''KIta jalan jalan ke area Game Master. Apa Arsyan setuju?? ''


ucap Deliana saat masuk kedalam kamar Arsyan untuk mengganti pakaian Arsyan.


''Mau Mama mau.....''


ucap Arsyan yang langsung menyetujui usulan Deliana.


Arsyan langsung memilih pakaiannya sendiri dan DEliana langsung membantu menggantinya, setela Arsyan selesai berganti pakaian, Deliana langsung menuju kamrnya untuk mengganti pakaiannya.


Arsyan duduk di sofa ruang keluaga sambil menunggu Deliana yang sedang mengganti pakaiannya, Deliana pun mengabari suaminya dan ternyata di ijinkan oleh suaminya.


''Ayo Sayang kita berangkat sekarang. ''


ucap Deliana saat menghampiri Arsyan dan Arsyan langsung mengangguk.


DEliana pamit kepada kepala pelayan dan menitip pesan untuk Ibu mertuanya, Deliana mengemudikan mobilnya sendiri di temani Arsyan di sampingnya.


Sepanjang perjalanan Arsyan begitu antusia dan selalu menanyakan apapun yang di lihatnya, Deliana dengan sabar menjawab semua yang di tanyakan oleh Arsyan.


Hanya tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang di kemudikan Deliana sampai di area pusat permainan terbesar di pusat kota, Arsyan langsung senang dan menggandeng tangan Deliana untuk memasuki pusat permainan.


''Kita beli kartunya dulu yah sayang sebelum masuk ke area permainan. ''


ucap Deliana saat Arsyan ingin mengajaknya masuk kedalam area permainan.


Deliana membeli kartu untuk akses permainannya dan di isi saldo untuk bermain di setiap permainan, Arsyan begitu antusia dan langsung menjajal setiap permaianan, Deliana dengan sabar mengikuti apapun yang Arsyan inginkan.


Deliana terus tersenyum di balik cadarnya melihat kebahagian Arsyan yang sedang menaiki wahana permaianan nya.


''Gak sabar pengen kasih adik buat Arsyan, pastinya akan sangat menyenangkan kalau bermain di area permainan membawa anak anak. ''


gumam Deliana dalam hatinya yang memperhatikan setiap pengunjung begitu antusias bahkan bukan anak anak yang antusias tapi para Ibu yang mengantarpun begitu antusias.


.


.


.


.


.


.


tbc.........

__ADS_1


__ADS_2