
Bukannya bisa tidur, Brandon semakin tidak bisa di buat tidur dan memejamkan kedua matanya saat setelah melakukan pembicaraan 4 mata bersama mertuanya.
Dia tidak menyangka jika beban yang di tanggung papa mertuanya itu hingga sampai meneteskan air mata seperti tadi.
Dia merasa bahwa Papa mertuanya itu adalah pria terhebat yang pernah di kenalnya dan Brandon merasa sangat beruntung bisa menjadi menantunya dan memiliki wanita yang seistimewa Raina.
Apalagi saat ini istrinya tengah mengandung dan Brandon tidak bisa membagi kebahagiaannya pada siapa pun saat ini.
Bahkan pada istrinya pun Brandon tidak bisa. Maka yang bisa di lakukannya saat ini hanyalah menjaga anaknya dalam diam dan kebisuan seperti ini.
Brandon hanya bisa mengusap perut istrinya di mana benihnya sudah tumbuh dan mulai hidup dan berkembang di dalam rahim istrinya.
" Terus lah tumbuh dengan baik di dalam rahim Mommy mu nak, Daddy akan selalu menjaga kalian bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa, Daddy akan lakukan demi kebaikan kalian berdua. Daddy mencintai kalian dan Daddy menantikan kehadiran kamu nak. " Brandon langsung mengusap punggung istrinya saat melihat Raina yang terganggu dalam tidurnya saat Brandon mengusap perutnya tadi.
Brandon terus memikirkan bagaimana caranya untuk melindungi Raina hingga tanpa sadar dia tidak tidur semalaman.
Bahkan dia baru saja tidur saat malam telah berganti dengan pagi hari.
Melihat suaminya yang tertidur dengan posisi duduk membuat Raina bertanya-tanya apakah suaminya tidak tidur semalaman hingga membuatnya tidur dalam posisi seperti ini.
Akhirnya Raina pun merubah posisi suaminya, Namun belum selesai Raina mengubah posisi suaminya, Pria gondrong itu sudah membuka matanya dan kembali membawanya ke dalam pelukan hangat dari dada bidangnya.
" Ini sudah siang hubby, Kita harus segera bangun. Sebentar lagi jamnya sarapan, Kita bisa kesiangan nantinya. "
" Pelayan yang akan mengantarkan makanan kita ke sini sayang. Jadi ayo tidur lagi. Pasti mereka mengerti keadaan kita. Apalagi musim dingin sudah tiba. Jadi ayo tidur lagi. "
" Tapi Hubby..."
" Aku yang akan menerima amukan dari Papa jika memang marah nantinya. Tapi aku yakin Papa tidak akan marah karena pasti Papa memakluminya. " Akhirnya Raina ikut kembali merebahkan tubuhnya bersama Brandon di ranjang mereka.
__ADS_1
Dan benar saja, Di meja makan Alex tengah memerintahkan pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar anak dan menantunya beserta susu yang di yakini mereka para pelayan adalah susu untuk program kehamilan bagi sang ratu hujan.
Apa yang di lakukan Alex membuat Sky sedikit curiga, Bukan sedikit tapi banyak curiganya.
Dia memang sudah mengetahui bahwa Raina memang tengah mengandung, Tapi membuatkan mereka tidak turun untuk sarapan itu adalah hal yang menurut Sky tabu.
Bukan hanya Sky saja, Tapi mereka semua peserta meja makan pagi ini merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Sky karena penguasa itu terlihat sangat berbeda hari ini.
Apalagi Tarisa yang memang mengetahui tabiat suaminya, Jadi dia memang merasa heran sekali dengan perubahan suaminya pagi ini.
" Jangan menatap ku seperti itu Tarisa , Aku hanya tidak ingin putri ku kelaparan. Bertarung di Medan pernah juga butuh asupan. " Alex menjawab sekenanya karena dia tidak ingin di curigai seperti ini.
Apalagi melihat tatapan Sky yang tertuju padanya membuat Alex harus benar-benar bisa menahan dirinya agar tidak terpancing dengan tatapan intimidasi dari Putranya.
" Kau tau jika aku paling tidak suka di tatap seperti itu oleh siapa pun. Termasuk kau Galaxy Sky Alexander. Jadi berhenti menatap ku seolah aku adalah penjahat di sini. " Sky hanya tersenyum simpul untuk menanggapi Papa-nya yang tidak sadar diri itu.
" Aku tidak perlu berkaca karena tanpa aku berkaca pun dunia mengakui ketampanan seorang Alexander dan betapa beruntungnya wanita miskin bernama Tarisa Sania Son yang menikah dengan Ku. "
" Sebenarnya aku rugi, Tapi melihat anak-anak ku yang hebat jadi rada rugi ku tertutup dengan hadirnya anak-anak ku yang memiliki kulit seputih susu miliknya dan wajah Asia kami yang sangat mempesona. "
Rugi ?
Alex menatap tak percaya pada istrinya yang mengatakan bahwa dia rugi menikah dengan Alex ?
Dia tidak bisa menerima ini semua. Apalagi Tarisa yang mengatakan bahwa dia rugi.
Dan yang membuat Alex kesal adalah saat Tarisa menyebut gen miliknya yang begitu mendominasi dari pada gen miliknya.
" Jadi apa Jupiter bukan anak Mama ?" Tanya planet raksasa itu dengan wajah yang sendu menatap ke arah sang Mama.
__ADS_1
" Bukan kah sudah ku bilang bahwa kau bukan anak mama dan papa ? Kau itu anak pungut. Kau memang bule, Tapi rambut mu pirang, Sementara Papa memiliki rambut yang hitam. Jadi bisa menilainya sampai sini ?" Jupiter menatap sendu pada kakaknya yang selalu mengatakan bahwa dia adalah anak pungut.
Padahal itu hanya candaan ala keluarga mereka saja.
" Sky dia adik mu ! " Sentak Papa-nya yang tidak terima dengan posisi Jupiter yang sellau di bully seperti itu.
" Bukan, Adik Sky itu Thunder, Cloud dan Raina, Wajah kami mirip semua.Rambut Jupiter pirang, Dia itu adiknya kak Matheo."
" Tidak ! Aku tidak ingin seperti itu, Emm...Maksud ku kak Mathei tidak asik saat di ajak bicara. Jadi aku lebih baik menjadi adik kakak saja walau harus di bully terus seperti ini. Tapi aku yakin bahwa kakak juga menyayangi ku seperti aku menyayangi kakak. "
" Sayangnya kami tidak menyayangi mu !"
" Mamaaaa...." Jupiter merengek manja pada Mama-nya saat Thunder yang mengatakan hal seperti itu.
Entah mengapa rasanya Jupiter tidak terlalu dekat dengan kakaknya yang bernama Thunder hingga membuatnya sedikit asing.
" Malu dengan calon anak mu ! Kau merengek seperti Acher dan Rigel saja. Bahkan anak-anak ku tidak pernah merengek seperti mu saat bayi yang membuat kami ingin menyimpan mulut mu dengan kaos kaki saat kau menangis dan bertingkah manja pada papa. " Alex menatap tajam pada Sky saat ini sebelum dia memerintah kan pada mereka untuk melanjutkan makan mereka dan kembali beraktivitas.
Sementara Tarisa, Dia masih merasa ada yang di sembunyikan suaminya saat ini.
Setelah sarapan pagi, Seperti biasa Tarisa akan menanti suaminya membaca buku di ruang baca dengan di temani api yang berada di dalam perapian ruangan luar ini yang menghangatkan tubuh berita di cuaca dingin seperti ini.
" Ingin bercerita ?" Alex menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin membebani wanita yang paling di cintainya itu.
Bukan bermaksud untuk membohongi Tarisa, Tapi ini lah jalan terbaik untuk mereka semua saat ini dan kebaikan Raina.
" Aku hanya merasa bahwa masa tua ku sangat indah. Itu semua karena adanya diri mu dan anak-anak yang luar biasa serta cucu-cucu yang tak kalah luar biasanya. So terima kasih banyak atas kehidupan yang kau berikan pada ku Tarisa. I Love you so much my love, I love you so much. "
...🐊🐊🐊...
__ADS_1