
Brandon baru saja memejamkan matanya, Namun nyatanya Raina kembali berulah.
Entah itu di sengaja atau tidak, Tapi seperti malam sebelumnya bahwa Raina akan terbangun tengah dan meminta hak aneh pada brandon.
Seperti malam ini dia kembali meminta hal aneh lagi, Hal aneh apa yang di inginkan istrinya ?
" Ada apa sayang ? ayo tidur lagi. ini masih malam sekali. " Brandon mencoba membujuk agar istrinya tidur lagi.
Berharap Raina melupakan keinginannya malam ini karena Brandon merasa lelah sekali karena apa yang telah di lewatinya hari ini.
" Hubby jangan tidur lagi, Aku lapar. " Mendengar suara istrinya yang merengek seperti itu membuat Brandon mau tidak mau melakukan apa yang di minta istrinya.
Apa yang di inginkan istrinya malam ini ?
" Ya sudah ayo kita makan. Tapi tolong jangan suruh aku untuk memasak lagi. aku benar-benar lelah sayang. "
" Tapi aku ingin kamu yang memasak untuk ku. Aku benar-benar menginginkan kamu yang memasaknya. " Brandon kalah.
Dia telah kalah karena melihat wajah istrinya yang tertunduk lesu dengan wajah sedihnya membuat Brandon tidak tega dan langsung menuruti apa yang di inginkan istrinya.
" Aku tau kamu sudah mengetahui bahwa kamu sedang mengandung calon anak kita sayang, Jadi aku harap kamu berhati-hati untuk itu semua. Berjanjilah untuk terus sehat untuk anak kita. Jangan melakukan hal bodoh yang akan membuat kamu dan calon anak kita terluka. Aku sangat mencintai kalian berdua. Maka bertahan lah untuk anak kita. " Raina mengangguk karena dia juga tidak mungkin terus membohongi suaminya.
Karena Raina juga yakin bahwa suaminya tidak mungkin terus percaya bahwa dia belum mengetahui tentang kehamilan ini sementara keinginannya setiap malam seperti ini saja sudah sangat terlihat sekali bukan ?
" Sekarang ayo, Apa yang kamu inginkan ?" Raina langsung berdiri di atas kasur mereka saat suaminya sudah berdiri dan dengan merentangkan kedua tangannya.
Brandon yang mengerti keinginan istrinya pun langsung menggendong tubuh Raina yang semakin montok.
Dadanya yang semakin mengembang dan bokongnya juga, Brandon benar-benar merasa gemas hingga tanpa sadar dia meremmas bokong seksi istrinya hingga membuat yang pemilik raga mendesis karenanya.
" Jangan lakukan itu Hubby. "
" Aku gemas sayang. Aku merindukan mu, Tapi aku tidak ingin menyakiti mu dan juga anak kita. "
" Tolong bersabar. Tapi aku bisa melakukan hal lain untuk kamu. " Sebelah alis Brandon terangkat mendengar penuturan istrinya yang menurut Brandon ini sudah menjurus ke arah 21+.
" Jangan yang aneh-aneh sayang. Dan tolong pencet tombol liftnya, Aku tidak bisa memencetnya. " Raina pun langsung melakukan perintah suaminya.
Memencet tombol lift yang akan membawa mereka turun ke bawah.
__ADS_1
Saat mereka hendak keluar di depan mereka sudah berdiri pria pemilik rumah besar itu.
" Ck, Memuakkan !" Umpat pria itu langsung menggeser sepasang suami istri itu dan langsung masuk ke dalam lift itu.
Sebelum pria itu menghilang di Raina mengatakan hal yang bisa membuat darah pria itu mendidih.
" Beda kisah cinta di paksa dan memang cinta. Jadi jangan syirik. "
" Dasar anak China. "
" Biarkan Saja. " Balas Raina biasa saja dan meninggalkan Papanya karena dia meminta suaminya untuk pergi dari sana karena dia sudah sangat lapar. " Mereka pun kembali berjalan menuju dapur.
Sementara Alex yang di dalam lift hanya bisa menghela nafasnya saja karena Raina memang luar biasa sekali hingga membuat pria polos itu begitu mencintainya dan rela melakukan apa saja untuknya.
Beda dengan seorang Alexander yang memang menjerat Tarisa dengan segala arah hingga untuk menghirup udara bebas saja dia sulit.
Berbeda dengan Raina yang masih bisa menghirup udara di luar sana.
Sangat berbeda dengan istri tercintanya itu.
" Semoga kamu selalu bahagia sayang. " Alex tersenyum sambil terus berjalan kembali ke kamarnya karena urusannya sudah selesai bersama Markus dan Sky.
Karena Brandon sibuk dengan kegiatannya memasak untuk sang istri yang tiba-tiba saja menginginkan tomyam.
Tidak sulit memang, Karena Brandon sering memasaknya dulu.
Dan kini dia terus memasak untuk istrinya. Entah mengapa juga rasa kantuk yang tadi menderanya hilang seketika tanpa sisa lagi.
" Hubby, Tolong tambahkan bakso ikannya, Aku menyukai. "
" Sosis mau tidak ?" Raina menggelengkan kepalanya karena dia tidak menyukai sosis.
" Telurnya dua oke. " Brandon tersenyum mendengar perintah dari istrinya itu.
" Ah iya, Tambahkan juga sayurannya. "
" Mau jus jeruk atau tidak ?" Tawarnya lagi pada istrinya.
Raina memang banyak berubah karena memang dia semenjak hamil. Bahkan nafsu makannya berkali-kali lipat meningkatnya.
__ADS_1
Brandon berusaha menyelesaikan masakannya secepat mungkin karena tidak ingin membuat istri dan anaknya menunggu lebih lama lagi.
" Apa tidak sebaiknya kita bicarakan tentang kehamilan ini pada keluarga ? "
" Apa yang di katakan Papa pasti itu yang terbaik. " Jawab Raina begitu karena dia sedang asyik dengan kegiatannya saat ini.
Dia tidak memikirkan daerah sekelilingnya lagi karena dia memang sedang fokus pada makanannya hingga membuat Brandon tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya.
" Pelan-pelan saja sayang, Tidak akan ada yang ingin mengambil itu semua. " Di usapnya sudut bibir Raina yang belepotan karena makanannya.
" Isss...itu jorok hubby. " Ucap Raina saat melihat Brandon yang menjilat bekas jarinya yang mengusap bekas bibirnya tadi.
" Hanya bekas kamu bukan ?"
" Ih...terserah lah. " Brandon terus saja tersenyum melihat istrinya yang makan dengan begitu lahapnya.
Bahkan makan dengan sangat cepat dan menghabiskan semuanya tanpa menawarkan pada pria yang telah memasaknya.
" Hoam...aku kenyang sayang. lagi pula aku juga sudah mengantuk. "
" Ayo, Kita bersihkan dulu diri kamu sebelum tidur lagi. Kami harus tidur dalam keadaan bersih sayang. "
" Ah...tidak mau, Aku sudah mengantuk. "
" Tidak boleh. Kamu harus bersih sebelum tidur. Tidak ada penolakan karena aku yang akan mengerjakan semuanya. " Raina hanya bisa menurut saja karena menolak pun percuma jika sudah seperti itu.
Akhirnya memang Brandon lah yang membantu membersihkan tubuh istrinya.
Dia mendidikan Raina di wastafel dan mengganti pakaian tidur istrinya dengan yang baru.
" Aku malu..." Ucap Raina saat Brandon membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan dalamnya yang berwarna pink itu.
" Tidak perlu malu sayang. Karena hanya aku yang melihatnya. Jadi jangan malu. Aku yang akan membersihkan kamu, Jadi aku harap kamu dan anak kita sehat. "
Cup..
" Jangan membuat Mommy kamu sakit sayang. Jika ingin apa pun biarkan Daddy yang merasakannya, Jangan Mommy kamu Nak. " Raina melihat bagaimana interaksi suaminya dengan calon anak mereka yang kemungkin saja besarnya masih sebiji kacang polong itu.
" Terus sehat bersama Mommy kamu sayang. Daddy akan memberikan yang terbaik untuk kamu dan juga Mommy. Jadi terus lah berkembang dengan baik nak. "
__ADS_1
...🐊🐊🐊...